God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Melawan Dewa Laut dan Chu Feng (2)


__ADS_3

Makam Para Dewa


Tiga sosok raksasa sedang saling menatap satu sama lain. Ketiganya tidak lain adalah Ren Yuu dalam bentuk naga dan dua lainnya adalah manusia setengah kuda yang merupakan Dewa Laut, dan satu lagi adalah sosok pria raksasa yang tidak lain adalah Chu Feng.


“Kalian berdua lumayan membuatku kesulitan! Tetapi, hanya sampai di sini saja! Waktunya bagi kalian berdua mati!” Teriak Ren Yuu saat meraung keras ke arah langit. Ia pun menghantam cakarnya dua kali secara bergantian.


Bom! Bom!


“Dragon Slaying Technique!”


“Rain Of Death!”


Drrrrtttt!


Tanah dalam radius ratusan km bergetar keras saat energi dan hukum dalam jumlah yang sangat besar terpancar dan pusatnya adalah Ren Yuu.


Merasakan kekuatan tersebut, Dewa Laut pun memasang wajah yang sangat serius.


“Chu Feng!” Teriak Dewa Laut sekuat tenaga saat menusuk pedang yang ia pegang ke dalam tanah.


Mendengar teriakan Dewa laut, Chu Feng melakukan hal yang sama.


“Sea God's Rage!


“Guardian Sea God Rage!”


Dari dalam tanah, tombak-tombak yang mengambil bentuk Dragon Slayer Lance pun melesat dari dalam tanah berjumlah ribuan ke arah langit dan menusuk Dewa Laut dan Chu Feng.


Juga, di tempat tersebut Tornado air pun perlahan berputar-putar dan pusatnya adalah Ren Yuu. Dari dinding pusaran air tersebut, terlihat petir biru yang terus memercik lalu mencoba menyerang ke arah pusat yaitu Ren Yuu.


“Roar..”


Zrrrrt! Zrrrt!


Ren Yuu pun yang diserang oleh teknik gabungan dari Dewa Laut dan Chu Feng meraung keras. Ia tentu dapat merasakan bahwa skala naga miliknya tampak di kikis perlahan-lahan. Ia tidak menyangka bahwa serangan elemen air seperti itu akan menghasilkan petir yang sangat menakutkan.


Sementara itu, teknik Dewa Laut dan Chu Feng yang membentuk raksasa menggunakan energi dan hukum pun hancur berantakan karena di tusuk terus-menerus oleh tambak raksasa yang keluar dari dalam tanah.


Ren Yuu yang merasakan sakit, tau bahwa jika berlama-lama, mungkin luka yang lumayan parah akan ia terima. Oleh karena itu, ia pun menggunakan teknik pertahanan lainnya agar mengurangi dampak kerusakan pada tubuhnya.


Black Hole!


Dung!


Lapisan energi dan hukum Kegelapan pun menyelimuti Ren Yuu agar mengurangi dampak serangan gabungan dari Dewa Laut dan Chu Feng.

__ADS_1


Bussssh!


Tidak lama kemudian, pusaran air pun berhenti sepenuhnya dan Ren Yuu yang dalam bentuk naga perlahan menyusut kembali ke bentuk manusia. Saat ini, terlihat di banyak bagian tubuhnya bekas luka yang tampak seperti melepuh. Ia saat ini bertanya-tanya dari mana asal petir aneh tersebut karena keluar dari pusaran air.


Sementara itu, Dewa Laut dan Chu Feng terlihat pucat pasi karena menggunakan terlalu banyak energi dan hukum. Tidak hanya itu, teknik yang Ren Yuu lancarkan membuat dampak negatif pada tubuh mereka karena teknik yang mereka gunakan membentuk raksasa dihancurkan secara paksa.


Sssshh!


Ren Yuu pun menggunakan energi dan hukum Kehidupan untuk memulihkan luka-lukanya tetapi terkejut bahwa lukanya sangatlah lama pulih yang artinya petir sebelumnya adalah kekuatan Evolusi yang sangat jarang terlihat.


“Ini adalah kekalahanmu, Ren Yuu! Ketika kau terkena teknik itu, tubuhmu akan melemah terus-menerus. Itu adalah Kekuatan Evolusi gabungan kami berdua!” ucap Dewa Laut dengan seringai lebar diwajahnya.


“Inilah yang kau dapatkan ketika mencoba menantang kami!” Chu Feng melanjutkan.


“Benarkah?” Tanya Ren Yuu dengan senyum dingin. Ia pun mengangkat lengannya ke arah langit lalu mengayunkannya ke arah bawah.


“Hentikan teknik ini terlebih dahulu barulah kalian berdua bisa membual!” ucap Ren Yuu dingin.


Wusssh!


Di udara, terkuat ribuan pun melesat ke arah bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Dewa Laut dan Chu Feng menatap ke arah langit dan langsung memasang wajah jelek karena teknik Ren Yuu sebelumnya adalah teknik serangan ganda.


Black Hole!


Dung!


Kegelapan pun menutupi semua permukaan tanah. Uap hitam perlahan merembes dari bawah tanah dan mencoba menelan apa saja yang ada.


Dewa Laut dan Chu Feng pun memasang wajah semakin jelek karena keduanya merasa seperti ditarik ke arah bawah. Gaya gravitasi itu sangatlah kuat yang membuat keduanya merasa sulit bergerak.


“Kalian tidak akan bisa kabur!” ucap Ren Yuu dingin dengan wajah sedikit pucat.


“Saudaraku!” Teriak Chu Feng sekuat tenaga karena tampaknya kekuatannya seperti disegel oleh sesuatu. Energi mendalamnya tampak kacau saat aura hitam yang merupakan energi dan hukum Kegelapan meresap sedikit demi sedikit ke dalam tubuhnya.


Dewa Laut pun memasang wajah jelek karena ia merasakan hal yang sama walaupun tidak separah Chu Feng. Itu disebabkan oleh tingkat kekuatannya yang lebih tinggi.


Zhep!


Dari cincin ruang milik Dewa Laut, sebuah kertas berwarna emas yang mengeluarkan uap biru pun muncul.


“Aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan pusaka sekali pakai yang diberikan oleh para Dewa Zaman Kuno!” Batin Dewa Laut dan langsung mengalirkan energi dan hukumnya secara paksa ke dalam keras emas tersebut.


“Ocean Annihilation!”

__ADS_1


Zhung!


Kertas emas itupun bersinar terang lalu meledak dalam sejenak.


Ren Yuu yang menatap itu dengan Hukum Takdir pun melebarkan matanya karena tau bahwa ketika ia terkena ledakan air laut tersebut, ia akan dalam bahaya besar.


Bom! Bom! Bom! Bom!


Tombak-tombak yang merupakan teknik Ren Yuu pun menabrak permukaan tanah tempat Dewa Laut dan Chu Feng berada. Tidak hanya itu, saat ini, tsunami raksasa yang memberikan petir pun mencoba menenggelamkan tempat tersebut dalam sekejap.


Ren Yuu mencoba menggerakkan tubuhnya tetapi wajahnya sedikit pucat ketika merasakan luka-lukanya sebelumnya seperti mematikan jaringan-jaringan otot-ototnya.


“Sial!” Batin Ren Yuu. Ia pun ingin mencoba menggunakan Menara Kegelapan tetapi tidak jadi ketika mendengar suara seseorang tertentu.


“Tampaknya kau mengalami kesulitan melawan dua ikan itu Ren Yuu. Biarkan Ayahmu Kun-Peng yang perkasa menangani sisanya.”


Ren Yuu terdiam mendengar suara tersebut dan tidak tau harus bereaksi seperti apa. Ia tidak tau harus senang atau sedih karena dibantu oleh seseorang yang sangat menyebalkan.


Devour!


Dung!


Kun-Peng yang berada di langit pun menggunakan tekniknya lalu menahan tsunami untuk beberapa saat lalu ia pun menghilang dalam sejenak dan muncul di samping Ren Yuu.


Kun-Peng pun langsung membawa Ren Yuu bersamanya ke tempat yang sangat jauh karena dengan kecepatan miliknya, ia tentu akan dapat melakukannya jika diberikan waktu. Itulah ia menggunakan teknik Devour untuk menahan serangan tersebut dalam waktu sekitar satu detik.


Zhep!


Kun-Peng muncul jauh di atas langit sambil membawa Ren Yuu seperti sebuah karung pasir dipundaknya.


“Pertunjukan yang sangat spektakuler!” Seru Kun-Peng saat menatap ribuan ledakan yang terjadi jauh di bawah dan itu adalah teknik yang Ren Yuu lepaskan sebelumnya.


Tidak lama kemudian, ledakan beruntun serta tsunami raksasa bercampur petir pun lenyap.


Ren Yuu yang berada di puncak Kun-Peng pun menatap ke arah bawah dan melihat dua sosok yang saat ini tergeletak di permukaan tanah.


“Keduanya belum mati juga!” Gumam Ren Yuu dingin. Ia pun mengarahkan lengannya ke bawah dan membuat teknik lainnya untuk menghabisi Dewa Laut dan Chu Feng.


Tetapi, Ren Yuu pun terhenti saat mendengar suara beberapa sosok yang tiba-tiba muncul.


“Hentikan sampai di sini!”


Ren Yuu dan Kun-Peng menatap ke arah tertentu dan menemukan empat Atlantis Race yang memasang wajah dingin ketika menatap ke arah Ren Yuu dan Kun-Peng.


“Dewa Atlantis Race Zaman Kuno!” ucap Ren Yuu dingin ketika menatap keempat sosok kuat yang memiliki tingkat kultivasi Tier True God 9th Heavenly Layer.

__ADS_1


__ADS_2