
Makam Para Dewa
“Mati!” Teriak Wu Qiu saat mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
“Sial!” Jin Ming mengutuk Wu Qiu. Ia lupa bahwa Wu Qiu selalu membawa ingatan penuh tentang dirinya dan sudah pasti menganalisis teknik teleportasi milik Clan Jin. Ia pun mengangkat kedua lengannya ke arah atas lalu menciptakan pelindung untuk menahan tebasan tersebut semampunya.
Sraing!
Jrezh!
Kedua lengang Jin Ming terbelah seketika. Setelah itu, ia pun langsung berteleport ke arah belakang Wu Qiu.
“Sage Art, Space Strom!”
Jin Ming mengerahkan semua kekuatannya dan menendang ke arah Wu Qiu karena saat ini kedua lengannya telah di potong.
Dikejauhan, Ren Yuu yang telah terhenti pun mengarahkan lengannya ke arah Jin Ming.
Black Hole!
Dung!
Di belakang punggung Wu Qiu, lubang kegelapan pun tercipta dalam sekejap untuk melindungi Wu Qiu dari serangan Jin Ming yang tampak sangat berbahaya.
Bam!
Lubang Kegelapan itu di tembus tetapi aura yang mengelilingi kaki Jin Ming dilahap habis oleh teknik Ren Yuu.
Sementara itu, Wu Qiu yang terkena tendangan itupun melesat ke arah bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Duar!
Ledakan besar terjadi dalam sekejap. Jin Ming yang menatap itu sangat marah. Ia menatap ke arah Ren Yuu dengan sangat dingin karena tidak menyangka bahwa reaksi Ren Yuu jauh lebih tinggi dari pada Dewa Kegelapan sebelumnya.
Tentu itu terjadi karena disetiap reinkarnasi, Ren Yuu akan selalu memiliki kemampuan tambahan yang berbeda. Dan saat ini, keunggulan Ren Yuu adalah tubuh yang lebih kuat, insting bertarung yang lebih tinggi dan yang paling utama adalah kekuatan Takdir yang tidak pernah digunakan oleh Ren Yuu ketika di masa lalu.
Zhep!
Wu Qiu muncul di udara. Ia merasakan sakit menerima tendangan tersebut. Jika saja Ren Yuu tidak melindunginya, sudah pasti luka yang ia terima akan sangat parah karena setiap serangan dari Jin Ming sangatlah berbahaya.
“Healing..”
Guci Azulet pun bersinar lalu mengeluarkan cahaya dan menyembuhkan tubuh Wu Qiu karena tentu Guci Azulet memiliki kemampuan itu juga.
Sementara itu, Jin Ming mengendalikan Tungku Sage di dalam tubuhnya. Lengannya pun perlahan beregenerasi karena Tungku Sage juga memiliki kemampuan penyembuhan.
Guci Azulet dan Tungku Sage adalah Artefak Surgawi yang memiliki kemampuan yang menjadi pertahanan dan pendukung. Sementara Menara Kegelapan dan Tongkat Sage adalah Artefak Surgawi yang memiliki kemampuan pertahanan dan serangan.
Zhep!
Ren Yuu muncul di sebelah Wu Qiu dan memasang wajah yang sangat serius. “Kakak, dia sangat sulit untuk dibunuh. Apakah dia memang sekuat itu dahulu?”
__ADS_1
“Tidak, dia jauh lebih kuat dahulu. Apa lagi jika dia memiliki tubuh utama. Kekuatannya tidak akan dapat diukur.” jawab Wu Qiu karena ia tau bagaimana kuatnya Jin Ming ketika kedua bagian tubuhnya bersatu.
“Lalu, siapa yang membelah tubuhnya menjadi dua bagian?” Tanya Ren Yuu dan terus menatap Jin Ming yang sudah selesai memulihkan lengannya.
Pertanyaan Ren Yuu membuat Wu Qiu terdiam.
“Apakah itu Celestial Emperor?” Tanya Ren Yuu sekali lagi.
“Tidak. Dia bukan Celestial Emperor. Dahulu Jin Ming kalah dalam pertarungan perebutan kekuasan melawan Celestial Emperor. Setelah itu, dia pergi dengan luka yang parah ke Primordial Realm. Dan disitulah dia dibelah menjadi dua bagian.” ucap Wu Qiu.
Mata Ren Yuu menyipit karena sudah membuat spekulasi siapa sebenarnya yang membelah Jin Ming menjadi dua bagian. Dia adalah seseorang yang menyegel Primordial Realm dan entah bagaimana caranya, Jin Ming berhasil masuk lalu melakukan bentrokan dengan sosok tersebut lalu dibelah menjadi dua bagian.
“Dewa Kegelapan! Dewi Cahaya! Kalian berdua benar-benar membuatku muak!” Teriak Jin Ming karena ketika menggunakan teknik regenerasi, waktu yang ia butuhkan untuk mencapai puncak serta membuat kehendak lainnya akan semakin lama beberapa kali lipat dari sebelumnya.
“Dia datang!” Wu Qiu pun langsung membuat gerakan lalu Guci Azulet pun berdengung.
The Light Of Life!
Wu Qiu dan Ren Yuu pun diselimuti oleh Cahaya yang begitu menyilaukan. Kekuatan hidup mereka tampak meningkat, itu berfungsi untuk meringankan kelelahan akibat penggunaan hukum atau pemaksaan pengguna energi yang sangat besar.
Setiap kali keduanya terluka, itu akan perlahan pulih. Kemampuan seperti itu hanyalah kemampuan curang karena sudah pasti musuh seperti itu akan sangat sulit untuk dihadapi.
Sementara itu, Jin Ming yang sedang marah besar pun memancarkan kekuatan tertentu yang membuat mata Ren Yuu menyipit.
“Samsara.” Batin Ren Yuu. Ia pun berpikir kembali tentang bagaimana cara Jin Ming bangkit dari kematian. Ia pun menaikkan sudut bibirnya karena memiliki ide tertentu.
“Kakak, aku ingin mencoba sesuatu. Mungkin dengan ini dia akan bisa dimusnahkan dengan mudah.” ucap Ren Yuu.
Jin Ming yang masih sangat marah pun mengayunkan tongkat yang di lengan kanannya.
Wusssh!
Tongkat itu memanjang lalu mencoba memukul Ren Yuu terlebih dahulu.
“Senjata orang ini sungguh praktis.” Batin Ren Yuu saat mengendalikan beberapa pedang di belakangnya untuk menghentikan tongkat tersebut.
Trang!
Bussssh!
Pedang-pedang itu di dorong ke arah Ren Yuu yang membuat Ren Yuu semakin heran bahwa kekuatan serangan Jin Ming tampak lebih besar dari sebelumnya.
“Ruby! Kendalikan lantai ketujuh dan kedelapan!” ucap Ren Yuu lalu membuat tekniknya.
Dark Hole!
Zhep!
Ren Yuu pun menghilang dalam sekejap saat memasuki lubang Kegelapan.
Trang!
__ADS_1
Pedang-pedang yang tercipta melalui lantai ketujuh dan kedelapan Menara Kegelapan pun terpental jauh. Tetapi itu tidak mengikuti tempat Ren Yuu yang membuat Jin Ming yang berada di tempat yang tidak terlalu jauh memasang wajah serius karena ketika Ren Yuu menggunakan lantai ketujuh dan kedelapan Menara Kegelapan, ia akan secara samar dapat merasakannya.
Sementara itu, Wu Qiu pun menghilang menjadi butiran cahaya karena bergerak juga ke arah Jin Ming bersama dengan Ren Yuu.
Di samping Jin Ming, lubang kegelapan muncul dalam sekejap. Ia pun langsung memutar tubuhnya sambil mengayunkan tongkat yang ada di tangan kirinya.
Trang!
Ren Yuu yang keluar dari lubang kegelapan pun menahan tongkat Jin Ming menggunakan Bloody Mist Sword.
Zhep!
Butiran cahaya berkumpul tepat di atas Jin Ming membentuk sosok Wu Qiu yang mengayunkan Sea Queen Sword.
“Kalian benar-benar menjengkelkan!” ucap Jin Ming marah.
Teleportation!
Ren Yuu yang sedang menahan serangan Jin Ming sebelumnya pun memfokuskan semua inderanya. Ia pun menatap ke arah tertentu lalu langsung menarik Bloody Mist Sword lalu mengayunkannya sekuat tenaga.
“God Of Darkness!”
“Time Slash!”
Sraing!
Langit tampak terbelah dalam sekejap saat Ren Yuu mengayunkan Bloody Mist Sword menggunakan hukum dalam jumlah yang sangat besar.
Tidak jauh, terlihat Jin Ming yang tiba-tiba muncul. Matanya melebar karena tentu dapat merasakan teknik milik Ren Yuu.
“Sial!” Jin Ming buru-buru menghindar ke samping karena ia baru saja menggunakan teknik teleportasi. Ada jeda pengunaan teknik tersebut. Dan keunggulan garis darah Clan Jin dalam hal teleportasi, mereka tidak membutuhkan energi dan hukum yang besar sehingga membuat Clan Jin pernah menjadi salah satu Clan terkuat di Tujuh Galaxy.
Srak!
Bahu sebelah kanan Jin Ming terbelah dalam sekejap karena tebasan Ren Yuu mengenainya.
“Sialan! Sialan! Sialan! Jika saja satu kehendak jiwa milikku masih ada, ini bukanlah apa-apa. Tetapi...”
Jin Ming menggertakkan giginya dengan kuat lalu berteriak sekuat tenaga, “Aku akan membunuhmu!”
Duar!
Ledakan lima qi berbasis elemen yang berbeda yang condong ke arah elemen ruang pun meledak ke segala arah bercampur dengan elemen tertentu yang sangat asing dan terkait erat dengan esensi dan jiwa.
“Akhirnya muncul!” Ren Yuu pun tersenyum lebar lalu tanda di dahinya yang merupakan delapan kelopak pun bersinar terang.
Ren Yuu mengarahkan kedua tangannya ke arah Jin Ming karena ingin mencoba sesuatu.
“Black Hole!”
“Samsara, Trial Of Death!”
__ADS_1