God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Dua Artefak Terlupakan


__ADS_3

Makam Para Dewa


“Ren Yuu!” Teriak Kun-Peng saat menatap Ren Yuu yang diselimuti oleh hukum Kegelapan yang sangat pekat. Itu jauh lebih banyak dari pada hukum Kegelapan yang mencoba menginvasi tubuhnya sebelumnya.


“Tenang. Lihatlah, tampaknya hukum Kegelapan itu tidak menginvasinya tetapi masalah sebaliknya.” Zhao Feng pun berbicara ketika mengentikan Kun-Peng yang tampak ingin bergerak ke arah tempat Ren Yuu berada.


Wajah Kun-Peng sedikit gelap tetapi tetap memperhatikan semua hukum Kegelapan tingkat Asal tersebut.


Ketika memperhatikan dengan cermat, memang benar apa yang dikatakan oleh Zhao Feng adalah kenyataan sehingga ia sedikit tenang. Kun-Peng pun memikirkan beberapa kemungkin kenapa hal seperti itu terjadi dan wajahnya menjadi serius seketika.


Bahkan untuk Zhao Feng juga memperhatikan dengan seksama karena merasa bahwa hukum Kegelapan itu tampak ingin membawa Ren Yuu ke dalam danau tempat Kuil Dewa Kegelapan berada.


Ren Yuu yang saat ini diselimuti oleh hukum Kegelapan pun menatap ke sekelilingnya. Ia merasa bahwa hukum Kegelapan itu tampak ingin memberitahu sesuatu padanya.


Setelah itu, hukum Kegelapan yang sangat kuat itupun menariknya perlahan ke dalam danau berwana hitam tersebut perlahan-lahan.


Kun-Peng dan Zhao Feng yang menatap itupun tau bahwa Ren Yuu telah di pilih oleh siapapun yang menyandang gelar Dewa Kegelapan di masa lalu dan mereka berdua hanya bisa tetap menunggu ketika Ren Yuu keluar.


Dalam waktu beberapa menit, Ren Yuu pun tiba di dasar danau tersebut.


Wusssh!


Hukum Kegelapan yang menyelimutinya pun menghilang. Ia menatap ke arah atas dengan tatapan heran karena tampaknya air danau tersebut tidak mencapai dasar.


Lalu tatapan Ren Yuu pun tertuju pada sebuah tempat di hadapannya yang merupakan sebuah bangunan aneh yang selalu mengeluarkan uap hitam.


Drrrrtttt!


Menara Kegelapan di dalam tubuhnya bergetar lalu keluar dengan sendirinya yang membuat Ren Yuu terkejut.


“Ren Yuu! Tempat ini adalah tempat yang sangat spesial!” Ruby pun keluar dari Menara Kegelapan dan mencoba menahan Menara Kegelapan agar tidak bergerak sendiri.


“Ya, aku tau Ruby.” Ren Yuu mengangguk kecil dan perlahan berjalan ke arah bangunan yang mengeluarkan uap hitam tersebut.

__ADS_1


Melihat Ren Yuu yang bergerak ke arah bangunan yang merupakan Kuil Dewa Kegelapan, Ruby pun melayang perlahan sambil menahan Menara Kegelapan.


Ketika keduanya mendekat, pintu kuil tersebut pun terbuka. Ketika itu terjadi, ledakan hukum Kegelapan pun terjadi yang membuat wajah Ren Yuu dan Ruby menjadi serius.


“Ruby, ketika kau dan Nan Bei Yun datang ke Makam Para Dewa secara paksa, apakah kalian mendeteksi tempat ini?” Tanya Ren Yuu kepada Ruby sambil menahan hempasan dari hukum Kegelapan tersebut.


“Tidak. Tetapi Menara Kegelapan mendeteksi sesuatu walaupun tidak menemukan lokasinya. Ketika kita masuk ke Makam Para Dewa sebelumnya pun, Menara Kegelapan bereaksi juga meskipun aku tidak tau mengapa.” Ruby menjelaskan.


“Jika begitu, ayo kita masuk untuk melihat apa sebenarnya yang ada di dalam sana.” Ren Yuu pun perlahan berjalan ke dalam sambil menahan ledakan hukum Kegelapan yang tiada henti mencoba untuk mendorong siapa saja menjauh.


Ruby hanya mengikuti tidak berkomentar sama sekali. Ia juga sangat ingin tau apa sebenarnya isi dari Kuil Dewa Kegelapan.


**


Sementara itu, diluar terlihat Kun-Peng dan Zhao Feng yang tiba-tiba menjauh dari danau tersebut. Hal itu disebabkan oleh hukum Kegelapan yang tiba-tiba meledak tanpa sebab dan mencoba untuk menjauhkan mereka dari danau.


“Hukum Kegelapan ini sangat kuat.” ucap Kun-Peng yang telah menjaga jarak dari tempat hukum Kegelapan tidak mencoba untuk menghempaskannya.


“Ya. Aku pun baru kali ini merasakan hukum Kegelapan sekuat ini. Ini hampir setara dengan hukum puncak milik para penguasa salah satu Galaxy!” Zhao Feng mengangguk setuju dengan wajah serius.


“Ya.” Zhao Feng mengangguk serius dan tidak akan menyangka bahwa ketika Ren Yuu masuk ke dalam, hukum seperti itu tiba-tiba terpancar. Dari hal ini, ia membuat spekulasi bahwa seseorang yang meninggalkan warisan di tempat itu pasti memiliki nama yang terkenal di masa lalu.


**


Tidak jauh dari lokasi Kuil Dewa Kegelapan, salah satu sosok wanita pun terhenti dan menatap ke arah tempat tersebut.


Dia adalah seorang wanita cantik yang memiliki lekuk tubuh luar biasa indah dengan satu ekor yang selalu berayun-ayun di belakangnya.


Wanita itu tidak lain adalah Succubus, Xia Qingyue.


“Energi dan hukum Kegelapan ini..” Gumam Xia Qingyue dengan wajah yang sangat serius. Juga, sesuatu tampak bergetar di tubuhnya seolah-olah itu hendak melepaskan diri.


Zhep!

__ADS_1


Sebuah Kuali pun muncul tepat di hadapan Xia Qingyue dan itu mencoba untuk bergerak sendiri sehingga ia harus menahannya.


“Kenapa Tungku Sage bereaksi terhadap hukum Kegelapan ini?” Batin Xia Qingyue. Ia pun menarik Tungku Sage secara paksa lalu menyimpannya kembali.


Karena penasaran dengan apa yang ada di sumber hukum Kegelapan itu, Xia Qingyue pun langsung bergerak ke arah sumber hukum Kegelapan yang ia rasakan.


**


Beberapa kultivator pun melacak dan memasang wajah serius karena hukum Kegelapan tersebut sangatlah kuat. Beberapa ahli yang masuk ke dalam Makam Para Dewa bertanya-tanya apakah ada makhluk kuat tersembunyi di Makam Para Dewa.


Salah satu kelompok yang merupakan kelompok Clan Huo yang lainnya juga merasakan hempasan hukum Kegelapan tersebut.


Mereka semua tentu tau betapa kuatnya hukum Kegelapan tersebut dan mencoba mencari tau apakah itu sebuah warisan seperti tempat lainnya atau tidak.


**


Di tempat tertentu lainnya, seorang wanita cantik berambut putih tampak sedang menggunakan benda tertentu lalu melahap banyak jiwa-jiwa yang bergentayangan di tempat tersebut.


Wanita itu tidak lain adalah Hao Yue. Di tangan kanannya saat ini terlihat sebuah menara unik yang dapat melahap jiwa-jiwa lalu memperkuat menara itu sendiri.


“Nyonya Hao Yue.. sudah selesai.” sosok jiwa perlahan keluar dari menara tersebut dan berbicara. Ia tidak lain adalah Roh menara yang saat ini digunakan oleh Hao Yue, Patriak Clan Song yang menjaga menara tersebut ketika berada di planet Desolate.


“Menara ini memang sangat aneh. Ketika aku mengambilnya dari Yuu'er, ini sangatlah lemah. Tetapi kini menara yang bernama Menara Adven ini telah sangat kuat dan bahkan mencapai tingkat Senjata Dewa.” Gumam Hao Yue saat menatap Menara Adven milik Ren Yuu yang kini telah menjadi bagian tubuhnya.


“Ya, aku juga tidak tau apa asal-usul dari Menara Adven ini padahal Clan Song telah menjaganya dari zaman kuno.” Patriak Clan Song mengangguk kecil.


“Juga, Artefak ini tumbuh lebih kuat lagi. Ini juga sebelumnya adalah Artefak Mortal.” ucap Hao Yue saat mengeluarkan Artefak Elkaric yang pernah digunakan oleh Xing Jianying.


Keduanya ditemukan oleh Ren Yuu ketika berada di planet Desolate dan Hao Yue menganalisis keduanya. Tetapi semakin dalam ia menganalisis, semakin banyak kejutan yang muncul dan membuatnya merasa heran.


“Hm? Hukum ini..” Wajah Hao Yue menjadi serius ketika menatap ke arah tertentu.


“Nyonya.. ini adalah hukum Kegelapan tingkat Asal yang sangat kuat!” ucap Patriak Clan Song serius.

__ADS_1


“Ya. Ayo kita lihat siapa dia sebenarnya.” Hao Yue menyimpan Artefak Elkaric dan membiarkan Patriak Clan Song mengendalikan Menara Adven. Keduanya pun langsung bergerak ke tempat asal mula ledakan hukum Kegelapan tersebut.


__ADS_2