God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Pemenang


__ADS_3

Realms Of The Chaos


Ren Yuu dan Nan Bei Yun yang sudah sangat kelelahan dan kehabisan tenaga pun akan melancarkan serangan terakhirnya. Serangan itu adalah sisa dari semua energi yang keduanya miliki.


Wusssh!


Keduanya pun bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih lambat dari pada kondisi puncak mereka karena bahkan untuk bergerak pun, keduanya hampir saja tidak mampu.


Ren Yuu yang tiba di depan Nan Bei Yun pun mengayunkan Bloody Mist Sword sekuat tenaga yang ia bisa.


A Slash Of Divine Darkness!


Nan Bei Yun juga mengayunkan Primordial Holy Sword sekuat tenaga yang ia bisa dengan sisa-sisa kekuatannya.


Holy Sword Darkness!


Sraing! Sraing!


Keduanya saling melewati dalam sekejap. Meskipun dapat dikatakan kecepatan dan kekuatan mereka menurun sangat banyak, tetap saja itu masih secepat para kultivator Tier True God 4th Heavenly Layer.


Crash!


Keduanya pun terkena tebasan dan menyemprotkan banyak darah.


“Uhuk..” Nan Bei Yun melepaskan pegangannya pada pedangnya dan memegang lehernya yang menyemprotkan banyak darah. Matanya perlahan kabur dan ia pun perlahan terjatuh ke sebuah dunia yang merupakan Planet Desolate.


Sementara itu, Ren Yuu juga terkena tebasan dilehernya dan menyemprotkan sangat banyak darah. Pandangannya juga sangat kabur saat ini. Selain dari kehabisan energi, ia juga telah kehilangan banyak darah. Luka-lukanya sangat parah.


Ren Yuu perlahan menutup matanya karena tidak sanggup lagi dan terjatuh juga ke arah planet Desolate yang kini tidak lagi dihuni oleh siapa-siapa karena semua makhluk di Realms Of The Chaos telah binasa.

__ADS_1


Keduanya bergerak seperti sebuah meteor menuju planet Desolate.


Bom!


Nan Bei Yun adalah yang pertama kali mendarat. Ia terjatuh tepat di benua Azure Dragon.


Sementara itu, Ren Yuu yang hampir terjatuh di tangkap oleh sosok yang tampak sangat jahat. Ia tidak lain adalah Iblis Darah yang keluar dari Bloody Mist Sword yang masih di pegang oleh Ren Yuu meskipun dia kehilangan kesadaran.


“Cih! Kau hampir saja tewas dengan luka-luka seperti ini!” ucap Iblis Darah dan mengendalikan darah yang ada di leher Ren Yuu lalu membekukannya. Dengan cara itu, pendarahan akan terhenti sepenuhnya yang membuat Ren Yuu lolos dari ancaman kematian.


Iblis Darah menatap ke arah lokasi Nan Bei Yun yang terjatuh. Ia mengendalikan Bloody Mist Sword untuk menyerang Nan Bei Yun tetapi ia sedikit ragu untuk menghabisinya.


“Dia hanya akan menjadi ancaman jika tidak dibunuh saat ini.” Batin Iblis Darah dan langsung mengendalikan Bloody Mist Sword untuk menyerang Nan Bei Yun.


Tetapi, ketika ia hendak menyerang, sosok mungil yang merupakan Ruby muncul begitu saja dan memegang Bloody Mist Sword.


“Dia tidak akan selamat lagi.” Balas Ruby datar dan menatap ke arah Ren Yuu dengan tatapan aneh. Ia tentu sangat sadar kenapa Ren Yuu dianggap sebagai pemenangnya. Itu dikarenakan kekuatan tubuh Ren Yuu yang sudah berada di luar nalar akal sehat.


“Apa maksudmu tidak selamat? Dia bahkan bisa bangkit dari kematian! Saat ini masih ada nafas padanya yang tersisa. Aku tidak ingin meninggalkan ancaman yang merepotkan datang menghampiri suatu hari nanti!” Balas Iblis Darah.


“Aku diciptakan olehnya. Jadi aku tau bahwa dia tidak akan selamat dari semua luka yang dideritanya. Ren Yuu tidak hanya melukainya di tubuh saja, tetapi bahkan jiwanya. Jika dipikirkan kembali, luka Nan Bei Yun saat ini dua kali lebih parah dari pada cidera yang dialami oleh Ren Yuu.” Ruby masih terus bersikeras untuk menghentikan Iblis Darah.


“Katakan bocah! Siapa kau! Apa tujuanmu! Dan kenapa kau memiliki kehadiran yang sama denganku!” Iblis Darah pun bertanya kembali kepada Ruby.


“Aku.. aku hanyalah Roh yang ditinggalkan. Semula aku ingin melakukan sesuatu yang sama sepertimu. Tetapi, hukum di Inti Dunia Kegelapan tidak mengijinkan ku keluar sepetimu yang akhirnya bisa berkeliaran ke sana ke mari di masa lalu.” Balas Ruby dengan nada datar seperti biasa. Ia pun menatap ke arah Nan Bei Yun dikejauhan lalu melanjutkan, “Aku tidak memiliki tujuan lagi. Meskipun aku telah bebas kali ini karena kebangkitan penuh Nan Bei Yun serta penggunaan berlebihan atas Menara Kegelapan, aku tetap merasa lebih nyaman berada di Menara Kegelapan.”


Iblis Darah menyipitkan matanya karena tentu ia tidak akan percaya begitu saja. Meskipun instingnya mengatakan bahwa Ruby tidak berbohong, ia tetap tidak akan mengendurkan kewaspadaannya saat ini.


Zhep!

__ADS_1


Beberapa detik kemudian, Han Zhiya juga tiba di sebelah Iblis Darah dan menatap ke arah Ren Yuu dengan seksama. Ia juga tau bahwa Ren Yuu saat ini adalah seseorang yang keluar sebagai pemenang atas pertarungan sebelumnya walaupun kondisinya sangatlah parah. Jika luka-luka separah itu dibiarkan berlarut-larut, sudah pasti Ren Yuu akan menerima efek samping yang mungkin sama dengan Asura.


Sebelum ada yang berbicara, Menara Kegelapan pun muncul di atas Nan Bei Yun dan perlahan menyerap semua energi dan hukum yang menempel pada tubuhnya. Sebab, sedari awal, energi dan hukum tersebut berasal dari zaman yang berbeda. Sesuatu seperti itu sangatlah sulit untuk tinggal di zaman mereka saat ini sehingga Menara Kegelapan secara otomatis menyerapnya kembali.


“Aku.. kalah?” Nan Bei Yun yang merasakan kekuatannya dihisap hingga kering pun hanya bisa bergumam pelan. Tubuhnya perlahan ditarik juga ke arah Menara Kegelapan.


Ruby yang menatap itu hanya diam karena ia sudah menyaksikan hal itu sebanyak delapan kali di masa lalu dan ini adalah kesembilan kalinya Nan Bei Yun di tarik kembali ke Menara Kegelapan.


Karena adanya pergerakan dari energi dan hukum Kegelapan, Ren Yuu pun membuka matanya dengan susah payah dan menatap kejadian tersebut. Saat ini, ia merasakan bahwa energi dan hukum Kegelapan berpihak kepadanya karena Profound Emperor Darkness disedot oleh Menara Kegelapan.


Black Hole!


Ren Yuu yang tau bahwa Nan Bei Yun berencana untuk bangkit kembali suatu hari nanti, tentu tidak akan membiarkannya karena merasa bahwa ideologi Nan Bei Yun telah melenceng jauh. Ia tidak ingin membuat musuh baru dikemudian hari yang membuat segalanya menjadi lebih kacau.


Wusssh!


Dari segala arah, energi dan hukum Kegelapan menyelimuti seluruh Menara Kegelapan bersama dengan Nan Bei Yun yang dikendalikan oleh Ren Yuu.


“Ren Yuu.. kau..” Ruby tidak bisa berkata-kata karena tampaknya Ren Yuu sama sekali tidak menyerah.


Han Zhiya dan Iblis Darah hanya diam menatap itu karena tau bahwa keputusan yang diambil oleh Ren Yuu adalah yang paling tepat saat ini.


Nan Bei Yun yang melirik ke sana ke mari mengerti bahwa kali ini ia tidak akan bisa bangkit kembali.


“Tampaknya ini adalah akhir bagiku.. masuklah ke Makam Para Dewa! Di sana kau akan menemukan alasan mengapa aku melakukan semua ini! Tidak lama lagi Makam Para Dewa akan dibuka. Di zaman ketika aku masih hidup, tempat itu tertutup rapat. Aku hanya bisa masuk secara paksa dalam waktu yang singkat. Apa yang ada di dalam sana telah merubah pandanganku terhadap Nine Realms.”


“Dan ketika kau melihat apa yang tersimpan di sana, kuharap kau tidak merubah jalanmu. Jika kau mampu, maka ini akan menjadi Eramu!” Setelah mengatakan itu, tubuh Nan Bei Yun pudar dalam sekejap disedot oleh Menara Kegelapan. Tubuh Ren Zun yang menjadi wadah Nan Bei Yun pun terjatuh ke arah bawah karena sudah kehilangan nyawanya.


“Makam Para Dewa..” Gumam Ren Yuu dan langsung mengepalkan tangannya dengan susah payah lalu menyedot Menara Kegelapan ke dalam lubang kegelapan. Setelah itu, ia pun kembali menutup matanya untuk hibernasi karena luka-lukanya.

__ADS_1


__ADS_2