God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Membuat Spekulasi


__ADS_3

Jalan Asura, Kota Asyura


Kuil Asura


Semua yang ada di sana terdiam menatap apa yang dilakukan oleh Feng Xuer. Bahkan Asura tidak bisa berkata-kata melihat kekuatan dan kemampuan Feng Xuer.


“Istrimu sangat luar biasa bocah!” Feng Han pun tidak bisa menahan keterkejutannya dan berbicara sambil menatap Ren Douzi.


Ren Douzi hanya diam tidak menjawab. Ia juga tidak menyangka bahwa Feng Xuer akan mencapai level seperti itu.


Sementara Han Zhiya yang menatap itu tentu paham apa yang dilakukan oleh Feng Xuer. “Dia menciptakan Dimensi Jiwa dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tidak salah lagi, dia memang menciptakan sesuatu yang sama dengan Alam Dunia Lain!” Batinnya dengan bersemangat karena jika Feng Xuer bersedia membantunya, maka tidak akan sulit menciptakan Alam Dunia Lain sekali lagi.


Tatapan Han Zhiya tertuju pada Ren Douzi lalu menatap ke arah gambar lagi. Ia menatap Ren Yuu dan tau bahwa keduanya adalah kunci untuk mendapatkan bantuan Feng Xuer.


**


Sementara itu, di Realms Of The Abyss, Jin Xan yang sedang memulihkan luka-lukanya pun memasang wajah jelek. Ia pun membuka matanya dan menatap ke arah tertentu.


“Bajingan sialan! Siapa yang melepas segel pada dua anak itu?” Aura Jin Xan meledak dan memperburuk keadaannya. Ia tidak menyangka bahwa kejadian yang sama akan terulang kembali seperti ketika Kun-Peng melepaskan diri dari tangannya. Ia tidak menghubungkan penglihatannya dengan Yao Lao atau Yao Bing sehingga ia tidak bisa menyaksikan apa yang terjadi.


Lalu Jin Xan pun menghubungkan penglihatannya kepada satu orang lagi, yaitu Chuahua.


“Chuahua! Cari kedua anakmu dan pasang segel yang sama atau kau akan mati dan tidak pernah bertemu keduanya lagi!” Perintah Jin Xan dan menutup matanya lagi.


**


Di suatu tempat tertentu di Jalan Asura, satu sosok wanita cantik yang sedang berbicara dengan seseorang pun memasang wajah pucat. Ia tentu dapat mendengar perintah Jin Xan karena segel yang ada pada dirinya jauh lebih kuat dari pada yang di tanam kepada putra dan putrinya.

__ADS_1


“Ada apa Nona Chuahua? Bagaimana dengan kerjasama yang kau sebutkan sebelumnya?” Tanya satu sosok yang merupakan salah satu pemimpin tertinggi God Race, Nan Bei Fu.


“Tidak ada apa-apa. Kita akan tetap melakukannya. Aku ingin kau mencari keberadaan dua orang ini, dengan koneksimu di Jalan Asura, kau pasti bisa menemukan keduanya.” Balas Chuahua saat menggunakan energi mendalamnya membuat gambar Yao Lao dan Yao Bing.


“Hm? Baiklah. Itu tidak sulit sama sekali. Tetapi kau harus ingat, jangan coba bermain-main di belakang kami karena kau akan menerima akibatnya!” ucap Nan Bei Fu dan menghilang dalam sekejap dari pandangan Chuahua.


Sementara itu, Chuahua hanya mengepalkan tangannya. Ia sebenarnya ingin membiarkan anaknya bebas. Tetapi, segel yang ada dijiwanya memaksanya melakukan itu. Bahkan untuk bunuh diri pun ia tidak bisa. Jika saja ia bisa melakukannya, itu akan lebih baik agar kedua anaknya terlepas dari cengkraman Jin Xan.


Saat ini, Chuahua menyesali masuk ke dalam gerbang teleportasi yang akhirnya melemparnya ke Realms Of The Abyss dan ditemukan oleh Jin Xan.


“Aku harus mencari cara lepas darinya meskipun aku mati!” Batin Chuahua dan menghilang dari tempat tersebut. Tubuhnya terus bergerak tidak sesuai perintah karena ia saat ini hanya sebuah boneka untuk Jin Xan dan juga sumber daya untuk mendapatkan kekuatan yang ada pada dirinya yaitu, hukum Takdir yang sudah mencapai puncak.


**


“Selesai. Saat ini keduanya tidak lagi memiliki segel Jin Xan.” ucap Feng Xuer menatap ke arah Yao Lao dan Yao Bing.


Melihat Ren Zi, Feng Xuer tersenyum kecil lalu mengangguk. Sebenarnya ia tidak ingin melakukannya karena Yao Bing dan Yao Lao merupakan musuh keluarganya. Tetapi, apa yang ia lakukan saat ini demi cucunya itu. Jika tidak, mungkin ia sendiri yang akan membunuh Yao Lao dan Yao Bing.


“Terima kasih nenek!” Ren Zi pun langsung memeluk Feng Xuer dengan erat karena merasa sangat bahagia.


Di sisi lain, Yao Bing dan Yao Lao pun terdiam. Keduanya tidak tau harus bereaksi apa saat ini.


Tap! Tap!


Dalam sekejap, kepala mereka berdua pun di cengkraman oleh seseorang, dan itu adalah Ren Yuu yang langsung menggunakan Jiwa Abadinya membaca ingatan Yao Lao dan Yao Bing.


“Ayah.. apa yang ayah lakukan?” Tanya Ren Zi sedikit panik.

__ADS_1


“Tenanglah!” Xing Jianying yang merasa pusing dengan sikap putranya itupun langsung memukul kepalanya.


“Aduh ibu.. untuk apa ibu melakukan itu?” Tanya Ren Zi tidak puas menatap ke arah ibunya.


“Tidak bisakah kau tenang sedikit? Aku paham kau mencintai wanita itu! Tetapi jagalah ketenanganmu karena ayahmu tidak akan melakukan hal buruk padanya!” Balas Xing Jianying geram.


Ren Zi mematung di tempat dan merasa malu karena sudah ketahuan bahwa dirinya mencintai wanita bernama Yao Bing.


Ren Yuu yang telah selesai membaca ingatan keduanya pun terdiam karena anak kembar itu hanyalah korban saat ini. Keduanya datang ke jalan Asura untuk menyelidiki semua tentang Asura serta menguat koneksi dengannya atas perintah Jin Xan.


Tetapi, Ren Yuu juga berkerut karena Chuahua saat ini berada di Jalan Asura. Ketiganya juga mendapatkan perintah terutama untuk dua anak kembar itu agar bertarung terus-menerus meningkatkan Hukum Takdir mereka.


Tetapi tidak disebutkan tujuan Jin Xan yang sebenarnya. Lalu ia teringat tentang Sheng Mei yang mengambil jiwanya di masa lalu dan menghubungkannya dengan Jin Xan.


“Ternyata dia berniat melahap ketiganya untuk mendapatkan Hukum Takdir! Aku tidak menyangka bahwa Jin Xan akan memiliki teknik seperti itu!” Batin Ren Yuu yang telah membuat spekulasi tujuan Jin Xan sebenarnya terhadap Chuahua, Yao Lao dan Yao Bing.


Dari hal itu, Ren Yuu sebenarnya ingin membunuh keduanya agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Tetapi, mengingat kembali tentang Jin Xan, jika dia tidak mendapatkan keinginannya, maka tujuannya selanjutnya jika Yao Lao dan Yao Bing tewas pasti dirinya atau Xinxin yang merupakan pengguna hukum Takdir.


Blug! Blug!


Yao Lao dan Yao Bing terjatuh ke permukaan tanah dengan nafas yang sangat memburu. Keduanya merasa mual dan jiwa mereka tampak sangat kelelahan saat Ren Yuu membaca semua ingatan mereka.


“Kun-Peng.. kali ini adalah tugasmu mengawasi keduanya. Jika ada sosok tidak dikenal yang mendekati keduanya, langsung bawa pergi karena keduanya saat ini merupakan incaran Jin Xan. Lebih baik jika membawa keduanya ketika sudah ada yang memperhatikannya.” ucap Ren Yuu.


Mendengar itu, Kun-Peng terkejut. Ia pun menatap ke arah keduanya dan bertanya-tanya apa yang membuat Jin Xan tampak seperti memelihara mereka berdua.


“Jika Jin Xan berhasil membawa keduanya kembali, maka sesuatu yang lebih merepotkan akan terjadi! Lebih baik kita menggagalkan rencananya.” Lanjut Ren Yuu.

__ADS_1


“Oh? Menggagalkan rencananya? Ini sungguh menarik.” Kun-Peng yang awalnya ingin menolak langsung setuju begitu saja karena ia pasti akan membuat Jin Xan mengalami kerugian. Ia tentu paham kenapa Ren Yuu tidak membunuh keduanya karena dua anak kembar itu juga merupakan korban, juga dikarenakan Ren Zi, Ren Yuu akhirnya memutuskan untuk mengawasi keduanya.


__ADS_2