
Domain Pembantaian
Ren Yuu menatap dengan wajah dingin ketika melihat putrinya yang sedang berjuang seorang diri melawan puluhan makhluk kuat. Kebanyakan dari musuh putrinya memiliki basis kultivasi True God 4th Heavenly Layer dan tujuh diantaranya adalah Tier True God 5th Heavenly Layer.
Bom! Bom! Bom!
Pertarungan besar terjadi yang membuat daerah tersebut hancur berantakan.
Ren Yuu yang menatap itupun kemudian melirik ke arah tertentu dengan tatapan dingin karena pernah merasakan kedua aura yang sedang mendekat.
Wusssh!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, dua makhluk berwana merah pun muncul. Keduanya adalah Blood Titan yang pernah Ren Yuu lacak di Gedung Pembantaian.
Salah satunya adalah pria yang memberi mereka Blood Drink. Ia sudah tau sejak awal bahwa pria tersebut merubah penampilannya seperti para manusia. Hal seperti itu tidak akan luput dari pandangan spiritual Ren Yuu.
“Ternyata kalian telah merencanakan ini!” Batin Ren Yuu saat amarahnya memuncak. Ia tetap menahan auranya agar tidak meledak saat ini karena kata-kata putrinya masih bergema di dalam otaknya.
“Tampaknya kita terlambat tiba. Namun, sepertinya wanita itu memang luar luar biasa. Tidak mengherankan bahwa keluarga mereka menjadi salah satu penguasa di kota Asyura hanya dalam waktu tidak sampai seribu tahun!” ucap Blood Titan yang bernama Zou Yang.
“Ya, dia memang luar biasa. Aku sangat ingin tau bagaimana mereka semua bisa meningkat begitu cepat. Jika hanya satu, itu akan biasa. Tetapi, semua bagian dari keluarga mereka tidak normal sama sekali.” Sambung Blood Titan bernama Zou Jian.
“Ya. Walaupun kita saat ini datang terlambat, tidak masalah sama sekali mengorbankan 1.000 Kristal Darah yang penting misi dapat diselesaikan. Tuan Zou En pasti tidak merasa rugi sama sekali.” Tambah Zou Yang.
Ren Yuu yang mendengar itu, tersenyum kejam dan mengingat semua kata-kata keduanya. Ia akan mencari seseorang bernama Zou En ketika keluar dari Domain Pembantaian.
“Hm? Kenapa pria itu tidak membantu wanita itu?” Tanya Zou Jian heran menatap Ren Yuu yang hanya menonton.
“Dia pasti ketakutan melihat semua makhluk tersebut mencoba bertarung melawan wanita itu. Biarkan saja pecundang itu saat ini. Kita akan membereskannya jika berani ikut campur!” Balas Zou Yang.
Bom! Bom! Bom!
Pertarungan Ren Xie'er pun semakin memanas. Ia telah berhasil membunuh sepuluh makhluk yang mengelilinginya dengan susah payah. Luka di tubuhnya pun terus bertambah. Tetapi, karena tubuh Asyura yang ia miliki, itu membuat dirinya mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama ketika menerima cidera parah.
Ren Yuu yang menatap itu hanya mengepalkan tangannya dengan kuat sampai-sampai mengeluarkan darah. Ia selalu bersiap-siap untuk membantu putrinya jika sudah tidak mampu untuk bertarung lagi.
“Aaaaa!”
Ren Xie'er berteriak keras dan ketika itu terjadi, ia tanpa sadar menciptakan bola-bola hitam tidak beraturan disekitarnya.
Duar! Duar! Duar!
Ledakan dahysat beruntun pun terjadi. Teknik yang tanpa sadar dikeluarkan oleh Ren Xie'er pun membunuh beberapa dari musuh yang mengelilinginya.
__ADS_1
Sisanya, mereka menjaga jarak sejenak karena terkejut dengan apa yang terjadi sebelumnya.
Ketika debu menghilang, terlihat Ren Xie'er yang menggertakkan giginya setiap saat. Terlihat dua taring kecil tumbuh di giginya dan lengannya berubah menjadi cakar naga. Tidak hanya itu, matanya pun kini berubah menjadi mata Naga.
“Apakah dia memiliki darah Beast Race ditubuhnya? Jadi dia campuran Beast Race Naga dan Fairy Race? Sungguh tidak terduga!” ucap Zou Yang terkejut.
Tidak sampai di situ, Ren Xie'er pun perlahan menumbuhkan ekor. Jantungnya berdetak sangat cepat dan tiba-tiba enam sayap tumbuh di punggungnya.
“Grrrr..” Ren Xie'er tampak hendak kehilangan kendali. Tetapi, cahaya putih perlahan menyelimutinya dan membuat emosinya sedikit stabil. Itu adalah garis darah dari ibunya yang membuat tubuhnya stabil kembali.
Ren Yuu yang menatap itupun merasa darahnya berdenyut. Ia langsung paham bahwa putrinya membangkitkan garis darah Black Dragon Of Destruction secara tidak sadar karena ditekan.
Tetapi satu yang diketahui oleh Ren Yuu, putrinya tidak bisa masuk ke bentuk Naga karena tidak ada tulangannya yang bisa menopang tubuh sejati seekor Naga seperti dirinya.
“Hei, jangan bermain-main. Kekuatannya semakin besar dari waktu ke waktu seperti para Beast Race!”
“Ya! Ayo serang dengan kekuatan penuh!”
Semua makhluk yang mengelilingi Ren Xie'er pun langsung menerjang dari segala arah.
“Wanita itu sungguh berbahaya jika dibiarkan tumbuh. Jika dia sudah sekuat ini? Bagaimana dengan kedua kakak laki-lakinya selain dari Ren Yui itu?” Tanya Zou Jian dengan wajah sedikit muram.
Ren Yuu sedikit menegang mendengar dua kakak laki-laki Ren Xie'er. Ia langsung paham bahwa keduanya pasti putranya dari Xing Jianying dan satu lagi dari bibinya, Ren Huanran. Tetapi ia tetap fokus pada pertarungan putrinya saat ini. Ia tidak ingin masalah besar terjadi karena ia membiarkan putrinya bertarung sendirian.
Pertarungan terus berlangsung. Semakin banyak makhluk yang jatuh di tangan Ren Xie'er saat ini.
Zhep!
Keduanya menghilang seketika dan muncul dari dua arah yang berbeda di posisi Ren Xie'er saat ini yang baru saja membelah satu musuhnya.
Tangan keduanya pun diselimuti oleh energi Pembantaian dan langsung mengayunkannya ke arah Ren Xie'er.
Ren Xie'er terkejut dan langsung mencoba menahan serangan.
Tring! Buak!
Salah satu serangan berhasil ditahan dengan sudah payah tetapi satu serangan lagi mengenainya yang membuat Ren Xie'er terpental sangat jauh. Kekuatannya saat ini belum mampu menandingi Blood Titan sekuat Zou Jian ataupun Zou Yang.
Mata Ren Yuu semakin memerah saat ini. Ia tau bahwa putrinya mengalami cidera walaupun tidak membahayakan nyawa. Itulah sebabnya ia tetap menunggu.
Bom!
Ren Xie'er pun menabrak permukaan tanah dan ledakan besar terjadi. Ia perlahan berdiri. Ketika ia ingin melihat si penyerang, Zou Jian muncul tepat di depan Ren Xie'er.
__ADS_1
Buak!
Pukulan sekuat tenaga Zou Jian membuat Ren Xie'er memuntahkan sesuap darah dan terpental sangat jauh.
Zou Yang tidak membuang waktu dan muncul tepat di atas Ren Xie'er yang terpental sambil mengayunkan kedua tinjunya yang telah disatukan.
Bang!
Pukulan yang membuat gelombang kejut luar biasa mengenai tubuh Ren Xie'er yang membuat melesat ke arah bawah.
Bom!
Getaran hebat terjadi saat tubuh Ren Xie'er membentur permukaan tanah.
“Uhuk..” Ren Xie'er memuntahkan sesuap darah dan perlahan berdiri. Tubuhnya gemetaran karena memang belum sanggup menahan serangan sekuat tenaga makhluk sekuat Zou Yang dan Zou Jian.
“Apakah aku akan kalah?” Batin Ren Xie'er saat menatap Ren Yuu yang tampak sangat marah saat ini. Ia hanya tersenyum kecil karena Ren Yuu sama sekali tidak membantunya yang artinya, Ren Yuu percaya bahwa ia pasti bisa. Tetapi ia sadar bahwa ia masih lemah saat ini.
Pandangannya mulai kabur. Ren Xie'er hanya diam saat merasakan Zou Jian dan Zou Yang muncul di dua arah yang berbeda.
“Ini sudah berakhir!” ucap Zou Jian dan Zou Yang sambil mengayunkan tinjunya bersamaan.
Tap! Tap!
Bom!
Ledakan besar terjadi saat tinju tersebut menabrak sesuatu.
Zou Jian dan Zou Yang terkejut saat melihat satu sosok yang menahan tinju mereka.
Ren Xie'er yang hampir kehilangan kesadarannya, menatap ke arah Ren Yuu yang saat ini memiliki bentuk seperti dirinya, yaitu Mode Setengah Naga.
“Kau telah bekerja keras, putriku..” ucap Ren Yuu tanpa menoleh ke belakang.
Ren Xie'er membeku mendengarnya. Matanya berkaca-kaca karena selalu ingat tentang apa yang dikatakan oleh neneknya, Hao Yue.
Hao Yue selalu berkata bahwa ayahnya pasti masih hidup dan suatu hari nanti dia akan datang menemui mereka walaupun ketika Ren Xie'er bertanya kepada semua bibinya dan ibunya, mereka hanya diam tidak menjawab.
Sekarang Ren Xie'er paham kenapa ia merasa sangat dekat dengan Ren Yuu seperti saat berada di sisi ibunya, Xueqi, itu dikarenakan dia adalah ayahnya, ayahnya sungguhan yang telah lama menghilang.
“Ayah..” Gumam Ren Xie'er dan ia pun menutup matanya karena kehilangan kesadarannya dan terjatuh ke atas permukaan tanah.
Blug!
__ADS_1
“Siapa kau?” Tanya Zou Jian dan Zou Yang bersamaan. Keduanya sangat waspada karena Ren Yuu mampu menahan kedua pukulan mereka dengan mudah.
“Kalian semua telah melukai putriku yang sangat berharga tepat di depan mataku. Oleh karena itu, aku akan membunuh kalian semua tanpa terkecuali!”