God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Rahasia Reinkarnasi


__ADS_3

Makam Para Dewa


Bom! Bom! Bom!


Pertarungan dahysat antara beberapa individu pun terjadi. Di pegunungan yang lumayan tinggi, saat ini dua sosok sedang menghadapi satu individu.


“Kakak! Serang dia!” Teriak seorang wanita berambut pirang cantik saat menatap musuhnya sedang dalam keadaan lemah. Wanita cantik itu tidak lain adalah Ren Xie'er yang sedang memasang wajah serius sedikit pucat.


“Bagus Xie'er! Serahkan sisanya padaku!” Teriak wanita berpenampilan tomboi. Wanita cantik tomboi itu tidak lain adalah Yu Ling Er.


Yu Ling Er pun mengayunkan God Thome's Slaughter Sword dengan kedua tangannya sekuat tenaga.


Sraing!


Langit pun tampak terbelah ketika Yu Ling Er menggunakan semua kekuatannya untuk menghabisi satu kultivator yang tidak pernah mereka lihat.


“Sialan!” kultivator tersebut pun berteriak keras saat mencoba menahan tebasan super mengerikan dari Yu Ling Er.


Blar!


Ledakan dahsyat disertai munculnya jurang dalam sepanjang ratusan km pun muncul.


“Huft.. Huft.. Huft.. Kultivator itu sungguh kuat. Siapa dia?” Gumam Yu Ling Er dengan nada lelah.


Zhep!


“Apa?” Yu Ling Er terkejut ketika merasakan musuh masih selamat dan muncul di belakangnya.


Jleb!


Yu Ling Er dengan instingnya pun menghindar ke samping tetapi tetap saja tubuhnya di tusuk oleh sebuah pedang.


“Wanita sialan! Aku hampir saja mati! Tetapi, sangat disayangkan, kaulah yang akan mati!” ucap pria tersebut dingin.


Yu Ling Er tersenyum kejam dan langsung mencengkram erat pedang yang menusuk tubuhnya. Luka seperti itu tidak akan berarti sama sekali pada tubuhnya karena ketika tubuhnya hancur setengah pun, ia hanya memerlukan waktu untuk pulih.


“Giliranmu, Xie'er!” Gumam Yu Ling Er.


Zhep!


Ren Xie'er dalam bentuk setengah naga pun muncul tepat di atas kultivator tersebut sambil mengayunkan lengannya. Di telapak tangannya terlihat sebuah bola tidak beraturan yang memercikkan petir setiap saat.


“Orb Beginning Of Destruction!”


Blar!

__ADS_1


Ledakan dahsyat pun terjadi seketika yang membuat kultivator tersebut terkejut. Kepalanya pun meledak seketika saat salah satu tekni pamungkas Ren Xie'er menghantam tepat di kepalanya.


“Huft.. dia cukup merepotkan. Kakak, apa kau tidak apa-apa?” Tanya Ren Xie'er saat menatap ke arah Yu Ling Er yang mencabut pedang dari dalam tubuhnya. Lukanya tampak menggeliat lalu menutup dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Apa kau pikir luka seperti ini akan menyakitkan? Ini hanyalah luka dangkal tidak berarti sama sekali.” Dengus Yu Ling Er.


Ren Xie'er merasa canggung karena tidak mengerti bagaimana cara kerja tubuh kakaknya itu yang tidak normal sama sekali.


Namun, wajah Ren Xie'er tiba-tiba serius ketika merasakan kekuatan misterius memasuki tubuhnya.


Drrrrtttt!


Guncangan hebat terjadi di tempat tersebut saat Ren Xie'er merasakan bahwa dirinya tiba-tiba saja menerobos.


“Kakak.. ini..” Ren Xie'er terkejut saat kekuatannya bertambah secara tiba-tiba. Ia pun langsung membuat spekulasi bahwa energi tersebut berasal dari tubuh kultivator yang ia bunuh sebelumnya.


“Tier True God 8th Heavenly Layer!” Seru Ren Xie'er dengan sangat bahagia karena ia akhirnya mengejar kultivasi ayah, ibu dan kakaknya.


“Apa? Bagaimana caramu menerobos kultivasi dalam sekejap?” Tanya Yu Ling Er tercengang.


“Kakak, tampaknya ketika membunuh orang ini, sebagian besar kekuatannya masuk ke dalam tubuhku! Yang artinya..” Wajah Ren Xie'er cerah seketika dan menatap ke arah Yu Ling Er.


“Yang artinya kita hanya perlu membantai siapa saja yang kita temui dan kultivasi kita akan meningkat!” Otak tumpul Yu Ling Er bekerja dengan cepat jika mengenai pertarungan dan peningkatan kekuatan.


Yu Ling Er bangga menatap seseorang yang ia didik sejak kecil. “Ayo pergi. Kita harus mencari musuh selanjutnya untuk dihabisi!” Ia pun langsung melesat ke arah tertentu dan Ren Xie'er hanya mengikuti dengan bersemangat juga.


**


Di tempat lainnya, saat ini terlihat wanita berambut putih yang sedang mencekik satu Abyssal Race. Ia tidak lain adalah Feng Xuer yang baru saja mengalahkan satu Abyssal Race Tier True God 9th Heavenly Layer dengan mudah.


“Kau.. Ratu Jiwa sialan!” ucap Abyssal Race tersebut susah payah.


“Kau sangat lemah. Matilah.” Gumam Feng Xuer saat mematahkan leher Abyssal Race tersebut.


Brak!


Blug!


Feng Xuer pun melempar Abyssal Race ke samping. Tetapi ia sedikit terkejut ketika merasakan kekuatannya sedikit meningkat dan langsung tau apa yang terjadi. Lalu tatapannya tertuju ke suatu tempat lainnya, “Apakah kita tidak bisa bertemu?”


Feng Xuer menggunakan kekuatan Spiritualnya untuk berbicara ke arah tertentu.


Di tempat yang lumayan jauh, pria dengan bekas luka di dahinya pun diam sesaat ketika mendengar suara itu.


“Tidak, kekuatan Pelahap kehidupan masih tersisa di tubuhku. Aku tidak ingin melukai kalian. Ketika waktunya tiba kita akan bertemu.” jawab pria tersebut yang tidak lain adalah Ren Douzi. Ia pun langsung menghilang dalam sekejap. Di tempat ia menghilang, terlihat satu Abyssal Race yang pernah berada di Makam Demon Abyssal, yaitu Dong Fang. Dia telah di bunuh oleh Ren Douzi dengan begitu mudahnya.

__ADS_1


Feng Xuer yang mendengar suara melalui kekuatan spiritual itupun hanya bisa menghela nafas. Ia tentu tau apa maksud dari suaminya itu karena sudah mendengar semuanya dari Han Zhiya walaupun Ren Yuu sama sekali belum mengetahuinya.


Setelah itu, Feng Xuer pun menghilang kembali karena ia juga mencari seseorang untuk meningkatkan kultivasinya serta mencari keberadaan keluarganya.


**


Di tempat lain, terlihat wanita berambut putih lainnya yang sedang menatap satu sosok dihadapannya.


“Siapa kau?” Tanya wanita berambut putih yang tidak lain adalah Hao Yue dengan wajah acuh tak acuh ketika menatap seorang pria paruh baya yang menggunakan pakaian serba putih.


“Aku? Bisa dikatakan aku adalah leluhur Klan Hao. Banyak hal yang terjadi saat ini. Aku tidak akan menjelaskan semuanya. Aku hanya ingin memberitahukan satu hal kepadamu, penerus Dewi Cahaya Bulan, yaitu tentang putramu.” ucap pria paruh baya dengan baju serba putih yang tidak lain adalah Hao Long.


“Putraku?” Wajah Hao Yue dingin seketika karena tentu ia ingat tentang putra dan putrinya yang meninggal dahulu kala.


“Jangan memasang wajah seperti itu di hadapanku. Kau saat ini tidak akan mampu melawanku. Setidaknya kau harus mencapai Tier True God 9th Heavenly Layer agar dapat mengungguli aku. Aku akan memberikan kabar gembira padamu, putramu yang aku maksud adalah, seseorang yang selalu bersamamu selama ini!” ucap Hao Long.


“Apa? Apa maksudmu?” Jantung Hao Yue berdetak sangat cepat saat ini karena memikirkan hal tertentu.


“Harusnya kau menyadarinya bahwa putramu yang tewas telah berinkarnasi dan menjadi muridmu! Kau pasti selalu merasakan bahwa kau memiliki koneksi tertentu dengannya.” Balas Hao Long.


Mendengar itu, Hao Yue terdiam. Matanya sedikit berkaca-kaca karena memang benar ketika ia melihat muridnya Ren Yuu, ada bayangan tertentu tentang putranya yang telah tewas ketika masih bayi.


“Dan putriku?” Tanya Hao Yue menatap ke arah Hao Long. Ia berharap bahwa dia adalah Xing Jianying.


“Itulah yang menjadi permasalahannya saat ini. Dia tidak terlihat dimana pun!” Balas Hao Long lalu membuat gerakan tertentu.


“Karma!”


Benang-benang tipis pun terlihat. Ketika Hao Long memerhatikan semua benang-benang itu, apa yang ia pikirkan selama ini ternyata benar. Jika Ren Yuu merupakan reinkarnasi dari putra Hao Yue, pastilah kembarannya juga berinkarnasi juga.


Hao Yue juga menatap benang-benang karma walaupun ia tidak terlalu tau apa fungsinya. Namun, karena tidak ada niat lain dari Hao Long, ia pun hanya diam dan menunggu.


Zhep!


Ketika benang Karma menghilang, Hao Long pun memasang wajah bingung, tidak percaya dan sebagainya.


“Aku tidak dapat membacanya juga. Dan aku tidak dapat menemukannya walaupun dia sama seperti putramu, yaitu berinkarnasi.” ucap Hao Long.


Hao Yue sedikit kecewa karena dia bukanlah Xing Jianying. Tetapi itu tidak akan merubah perasaannya menganggap Xing Jianying sebagai putrinya.


“Berhati-hatilah, aku merasakan sesuatu yang buruk di tempat ini. Aku tidak tau apa itu, tetapi benang Karma tampaknya dilahap perlahan.” ucap Hao Long dan menghilang dari hadapan Hao Yue.


Hao Yue terdiam sejenak lalu tersenyum kecil. Ia tentu merasa sangat bahagia saat ini karena apa yang ia inginkan memang menjadi kenyataan.


“Yuu’er.. putraku.” Batin Hao Yue. Wajahnya pun berubah serius saat ini. Ia pun langsung bergerak dan mencari musuh karena juga sudah tau seperti apa sebenarnya Makam Para Dewa.

__ADS_1


__ADS_2