
Realms Of The Sea
Wajah Dewa Pencipta saat ini sangat muram karena tubuhnya menerima cidera yang parah. Ia tidak menyangka bahwa ketika menunjukkan teknik yang membuatnya bergabung dengan Nine Realms, Ren Yuu dan Ruby akan langsung tau tentang tubuh aslinya.
Selama ini, kehendak jiwanya terkurung di Makam Para Dewa karena kematiannya. Setiap kali ia bangkit, ia akan menuju Primordial Realm agar fusi dengan tubuh yang ia rebut sempurna. Dan setelah itu, ia akan melakukan hal terakhir, yaitu menyerap Nine Realms agar kekuatannya kembali ke masa jayanya. Tetapi tentu hal itu membutuhkan waktu yang sangat panjang sehingga ia harus membersihkan musuh terlebih dahulu. Dan setiap kali kebangkitannya, ia harus melawan Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya atau pun hanya salah satu dari mereka.
Sementara itu, Ren Yuu yang telah mengetahui fakta tentang tubuh Dewa Pencipta tentu tidak akan membuang waktu dan berniat untuk menghancurkan seluruh Realms. Ia saat ini mengerti mengapa Dewa Pencipta mampu mengendalikan energi dan hukum di Nine Realms, hal itu dikarenakan sedari awal tubuh asli Dewa Pencipta adalah Nine Realms. Ia tidak tau bagaimana bisa hal seperti itu terjadi.
Ren Yuu menyampingkan pemikirannya tentang bagaimana bisa Dewa Pencipta memiliki tubuh asli seperti itu. Ia pun langsung membuat gerakan selanjutnya untuk menghancurkan segala tempat.
Menatap Ren Yuu yang ingin bergerak, Dewa Pencipta tentu tidak akan membuang waktu juga atau hanya menonton Ren Yuu menghancurkan segala tempat.
“Kau tidak akan pernah bisa melakukan apa yang kau inginkan!” Teriak Dewa Pencipta saat dirinya muncul dalam sejenak di depan Ren Yuu dan mengayunkan lengannya sekuat tenaga.
Saat ini tangan kanan Dewa Pencipta tampak seperti dikelilingi oleh pusaran berwana-warni yang membuat Ren Yuu tentu sangat waspada.
“Ruby!” Teriak Ren Yuu saat dirinya langsung menggunakan gerakannya juga.
Ruby tentu paham apa yang hendak dilakukan oleh Ren Yuu. Ia pun langsung mengendalikan Menara Kegelapan dan membuat perisai terkuat yang bisa ia ciptakan saat ini untuk menghalangi serangan Dewa Pencipta.
Sementara untuk Ren Yuu, ia telah mengumpulkan kekuatan penuhnya saat mencoba mengayunkan Bloody Mist Sword ke arah tertentu.
Bam!
Menara Kegelapan pun di pukul sekuat tenaga oleh Dewa Pencipta yang membuat gelombang kejut besar dan itu pun menghempaskan Ren Yuu dan Ruby.
Tetapi, sebelum itu terjadi, Ren Yuu telah mengayunkan Bloody Mist Sword sekuat tenaga ke arah tertentu dengan teknik serangan berbasis Kegelapan yang dapat melahap zaman.
Sraing!
Bilah raksasa tersebut melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke suatu tempat saat Ren Yuu dan Ruby terpental akibat serangan dari Dewa Pencipta.
“Celaka!” Dewa Pencipta yang baru saja memukul mundur Ren Yuu pun menatap ke arah serangan yang dilancarkan oleh Ren Yuu. Ia pun langsung menghilang dalam sekejap atau lebih tepatnya ia bergerak dengan kecepatan tertinggi yang ia miliki untuk menghancurkan serangan yang dilancarkan oleh Ren Yuu.
Ren Yuu yang terpental bersama dengan Ruby tentu tidak tinggal diam karena ia telah mendeteksi segala sesuatunya menggunakan hukum Takdir.
Dark Hole!
Deg!
__ADS_1
Ren Yuu menghilang dalam sekejap dan muncul di arah lintasan kepergian Dewa Pencipta.
“Kau tidak akan bisa ke mana-mana!” ucap Ren Yuu saat mengayunkan Bloody Mist Sword sekuat tenaga.
“Dark Art, Darkness Breaker!”
Menatap Ren Yuu yang mengayunkan pedangnya ketika muncul tiba-tiba dihadapannya, Dewa Pencipta semakin marah.
“Bocah sialan!” Teriak Dewa Pencipta saat mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke arah ayunan pedang Ren Yuu.
Trang!
Zrrrrt! Zrrrrt!
Realms Of The Sea berguncang untuk beberapa saat ketika kedua benturan terjadi.
Ren Yuu merasakan ia hampir tidak mampu menahan bentrokan tersebut. Ia tau bahwa setiap detiknya, kekuatan Dewa Pencipta akan terus tumbuh.
Sebelum Dewa Pencipta berhasil menekan Ren Yuu, Ledakan dahsyat terjadi di kejauhan.
Duar!
Wusssh!
“Uhuk..” Dewa Pencipta memuntahkan sesuap darah ketika Inti Realms Of The Sea meledak dikejauhan.
Ruby yang menatap itu tidak membuang waktu dan langsung mengendalikan lantai ketujuh dan Kedelapan Menara Kegelapan untuk menyerang Dewa Pencipta.
Wusssh!
Dua pedang pun melesat tepat ke arah tubuh Dewa Pencipta.
“Sial!” Dewa Pencipta yang merasakan sakit mencoba untuk menghindari serangan dari Ruby tetapi ia tidak bisa melakukannya karena Ren Yuu menguncinya di tempat menggunakan lantai pertama sampai keenam Menara Kegelapan yang menjadi bintik-bintik hukum disekitar tempat tersebut.
Jleb! Jleb!
Dua pedang hitam bersarang di tubuh Dewa Pencipta yang membuatnya semakin marah.
“Sialan!” Teriak Dewa Pencipta sekuat tenaga saat semua energi dan hukum di Realms Of The Sea di sedot olehnya.
__ADS_1
“Ren Yuu! Ayo pergi!” Teriak Ruby sekuat tenaga.
Ren Yuu paham apa yang sedang terjadi, saat ini Dewa Pencipta sedang menarik semua kekuatan yang tersisa dari Realms Of The Sea untuk memulihkan luka-lukanya walaupun mungkin kekuatannya akan menurun drastis karena kehancuran Realms Of The Sea.
Dark Hole!
Deg!
Ren Yuu dan Ruby langsung menghilang seketika saat retakan seperti jaring laba-laba terlihat di seluruh Realms Of The Sea.
Blar!
Ledakan dahsyat terjadi seketika dan Realms Of The Sea hancur dalam sekejap. Bahkan satu Realms lainnya telah meledak juga karena sedari awal itu memang dalam keadaan sekarat, yaitu Realms Of The Soul. Karena efek ledakan Realms Of The Sea dan Realms Of The Giant, Realms Of The Soul juga musnah.
Zhep!
Ren Yuu pun muncul di Realms Of The Fairy. Ia sedikit terengah-engah saat ini dan menatap ke arah tertentu dengan wajah sedikit muram. Alasan ia memasang wajah seperti itu tentu dikarenakan kekuatan Dewa Pencipta tidak turun sama sekali, malahan itu lebih besar.
“Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah ketika tiga Realms telah hancur maka kekuatannya akan menurun? Bagaimana bisa itu bertambah besar?” Tanya Ruby dengan mata melebar.
Ren Yuu juga tidak mengerti mengapa, tetap, ketika memeriksa Realms lainnnya, mata Ren Yuu menjadi sangat dingin. “Dia saat ini sedang memaksa untuk menarik semua inti setiap Realms! Itulah sebabnya kekuatannya terus meningkat! Lihat, Realms Of The Chaos telah diambang kehancuran karena ketiga intinya juga telah musnah bahkan sebelum kita memasuki Makam Para Dewa!”
Duar!
Ledakan dahsyat terjadi di tempat yang sangat jauh saat Realms Of The Chaos tiba-tiba hancur karena Dewa Pencipta memaksakan diri menyerap semua energi dan hukum yang ada di sana tanpa adanya inti Realms.
“Ren Yuu! Hancurkan Realms Of The Fairy!” Teriak Ruby sekuat tenaga.
Ren Yuu tentu paham mengapa Ruby berkata seperti itu, jika Dewa Pencipta mencoba menarik lebih banyak kekuatan, mungkin Dewa Pencipta akan menerobos tahapan yang lebih tinggi dari God King.
Ren Yuu mengepalkan kedua tangannya saat energi dan hukum Kegelapan meledak ke segala arah dan mencoba menelan Realms Of The Fairy.
Darkness Devours Age!
Dung!
Semua aura Kegelapan yang terpancar dari tubuh Ren Yuu pun langsung menyelimuti Realms Of The Fairy dan mencoba menenggelamkannya ke dalam kegelapan itu sendiri.
Dewa Pencipta yang baru selesai menelan energi dan hukum dari Realms Of The Chaos dan Realms Of The Sea pun memasang wajah muram ketika menyaksikan dari kejauhan bahwa Realms Of The Fairy tenggelam ke dalam kegelapan.
__ADS_1
“Dasar bocah brengsek! Aku pasti akan menerima luka yang lebih besar lagi! Tetapi sudah terlambat untuk menyerap Realms Of The Fairy!” ucap Dewa Pencipta saat menatap ke arah Realms Of The Abyss, itu adalah salah satu dari inti yang paling besar memegang energi dan hukum karena Inti Realms Of The Abyss itu sendiri.