
Makam Para Dewa
Pertarungan antara Sheng Mei, Sheng Qi'er, Mythical Ancient Dragon God dan Hao Long melawan Jin Xan membuat banyak tempat hancur berantakan. Walaupun keempatnya bekerja sama dan dapat menekan Jin Xan, ada sesuatu yang salah sedang terjadi.
Bahkan untuk Sheng Mei yang menguasai Hukum Takdir, hukum Waktu dan kekuatan Samsara pun merasakan ada yang janggal ketika berhadapan dengan Jin Xan.
Awalnya mereka berempat bekerja sama dapat menekan Jin Xan, namun, hanya dengan pertarungan selama hampir sepuluh menit, kekuatan Jin Xan tumbuh ke level yang mengkhawatirkan.
Sementara itu, Ren Douzi dan kelompoknya yang saat ini berhadapan dengan kelompok Nan Bei Chao juga terjerat. Tidak tau siapa diantara mereka yang akan menang karena pertempuran tampak seimbang seperti terakhir kali mereka melakukan bentrokan di Realms Of The God's.
Tidak jauh dari pertarungan para makhluk puncak, sosok wanita yang tidak lain adalah Chuahua perlahan berdiri. Tubuhnya saat ini tampak tidak bertenaga walaupun ia masih memiliki tubuh kultivator Tier True God 9th Heavenly Layer.
Chuahua tidak tau bagaimana cara Jin Xan menyerap semua hukum Takdir miliknya bersama dengan dantian-nya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah terlihat sama sekali.
Blug!
Karena tidak mampu menahan kelelahan ditubuhnya, Chuahua pun bersandar di dinding batu yang merupakan sebuah patung raksasa. Tatapannya tertuju pada pertarungan dahysat yang terjadi dikejauhan.
Karena merasa bahwa pertarungan itu tidak penting lagi, Chuahua menatap ke arah langit karena sedang membayangkan putra dan putrinya yang pasti saat ini berada di Jalan Asura.
“Hm? Apa itu?” Chuahua mengerutkan keningnya saat menatap satu sosok tertentu tidak jauh darinya.
Patung tempatnya bersandar adalah sebuah pijakan patung raksasa berbentuk segi empat setinggi dua puluh meter. Dan tepat di atas batu persegi itu tempat kaki patung berada, terlihat sosok yang tampak berdiri dengan kedua tangan di belakang punggungnya.
Sosok tersebut pun melirik ke arah Chuahua dan ia tersenyum kecil.
Wusssh!
Tidak lama kemudian, sosok itu pun menghilang dan muncul di sebelah Chuahua yang duduk bersandar.
Kemunculan sosok tersebut tidak jauh darinya tidak membuat Chuahua takut sama sekali karena saat ini bisa dikatakan bahwa dirinya telah menyerah tentang hidupnya. Meskipun ia bisa hidup dalam waktu lama, tanpa menggunakan energi mendalam dan hukum, ketika ia dikeluarkan dari Makam Para Dewa, ia tidak akan bisa pergi ke tempat putra dan putrinya. Kemunculan sosok tersebut hanya membuatnya sedikit heran karena tidak ada yang bisa menyadarinya sama sekali.
“Siapa kau?” Tanya Chuahua penasaran.
“Aku?” Sosok tersebut tersenyum kecil dan tidak menjawab secara langsung, tetapi ia berkata hal lainnya.
“Lihatlah, pertarungan ini akan menentukan nasib Nine Realms walaupun mungkin kau tidak akan peduli lagi. Semua makhluk yang tiba di tempat ini mencari cara untuk menembus Tier Beyond True God.”
“Apakah kau tau di mana tempat kita berada saat ini?” Tanya sosok tersebut.
Chuahua bingung sedikit dengan kata-kata sosok tersebut lalu menjawab dengan nada ragu seperti sebuah pertanyaan, “Makam Para Dewa?”
“Tempat ini memang disebut Makam Para Dewa dari generasi ke generasi. Namun tidak ada yang mengetahuinya bahwa ada sesuatu yang spesial di tempat ini dan tidak akan pernah ditemukan di manapun.”
“Para makhluk dan bahkan kultivator terus mencari jalan mencapai keabadian. Meskipun mereka telah mencapai Beyond True God, rentan usia mereka tetap saja terbatas. Hanya beberapa eksistensi yang bisa dikatakan telah mencapai level yang tidak dapat diperkirakan. Yang dimaksud dengan keabadian tidaklah ada, semuanya akan pudar pada waktunya. 1 juta tahun? 100 juta tahun? 1 miliyar tahun? Yang aku tau, belum ada makhluk yang mencapai rentan usia terakhir yang aku sebutkan yang artinya mereka tidaklah abadi.”
“Menurut penafsiranku, abadi adalah kata tidak bisa lenyap, tidak bisa menghilang, itulah konsep keabadian.” Sosok tersebut menjelaskan dengan nada sedikit aneh.
Chuahua masih bingung dengan semua perkataan sosok tersebut.
“Apa tujuanmu mengatakan hal ini kepadaku?” Tanya Chuahua heran.
“Aku hanya ingin seseorang mendengarkan aku berbicara.” Balas sosok tersebut dengan santai dan terus menatap pertarungan.
“Jadi, siapa kau sebenarnya?” Tanya Chuahua lagi.
“Nanti kau akan mengetahuinya.” Sosok itupun pudar ke udara tipis setelah mengatakan hal itu.
Chuahua memasang ekspresi semakin heran. Ia pun menggelengkan kepalanya dan merasa bahwa sosok sebelumnya hanyalah para kultivator yang berasal dari Tujuh Galaxy seperti yang dikatakan oleh Jin Xan.
Tatapan Chuahua pun kembali ke arah pertempuran. Walaupun mungkin ia tidak memiliki kultivasi lagi, ia masih dapat mengikuti dengan samar pergerakan pertarungan yang sedang terjadi.
__ADS_1
Saat ini, terlihat Jin Xan sedang berteleport ke arah tertentu dan itu adalah tempat Sheng Qi'er yang dalam bentuk Celestial Phoenix berada.
“Mati!” Terikan Jin Xan saat mengayunkan Primordial Holy Sword ke arah Sheng Qi'er.
“Celaka!” Batin Sheng Qi'er.
Namun, sebelum Jin Xan mengayunkan Primordial Holy Sword, Sheng Mei muncul tepat di samping Jin Xan sambil mengarahkan lengan kirinya ke arah Jin Xan.
“Time Freeze!”
Jin Xan yang tampak membeku pun langsung di serang oleh Sheng Mei dengan pedang berwana ungu di tangan kanannya.
Wusssh!
Ketika pedang hendak menyentuh Jin Xan, gerakan Sheng Mei tampak terhenti.
Prang!
Pecahan kaca terlihat di tempat tersebut dan Jin Xan langsung mengayun Primordial Holy Sword ke arah Sheng Mei.
Mata Sheng Mei melebar karena pembekuan ruang waktu di sekitar Jin Xan yang merupakan tekniknya dipecahkan begitu saja.
“Time Restraint!”
Primordial Holy Sword yang diayunkan oleh Jin Xan tampak melambat, itu adalah teknik milik Mythical Ancient Dragon God yang merupakan pengguna hukum Waktu tertinggi di Nine Realms dan saat itu juga, Hao Long muncul tepat di samping Jin Xan sambil mengayunkan pedang cahaya di tangannya.
“Slash of Heaven's Light!”
Sraing!
Jin Xan yang telah menatap semua hal tersebut dengan hukum Takdir pun langsung menggunakan tekniknya.
Dual Teleport!
“Ingin memindahkanku? Tidak semudah itu!” ucap Mythical Ancient Dragon God dan mengeluarkan hukum Waktu terkuat yang ia miliki.
“Time Jump!”
Zhep!
Mythical Ancient Dragon God tampak berpindah ke waktu satu detik di masa depan sehingga keberadaannya lenyap dari penguncian teknik Jin Xan.
“Cih!” Jin Xan berdecak dan memaksa tubuhnya untuk berputar lalu mencoba menahan serangan dari Hao Long.
Crang! Srak!
Wusssh!
Kilatan tipis terlihat dikejauhan dan serangan sebelumnya tampak membelah ruang menjadi dua bagian.
“Dia masih bisa menghindarinya?” Batin Hao Long terkejut karena ia menggunakan kecepatan tertingginya sebelumnya.
Bam!
Pukulan tangan kiri Jin Xan pun mengenai tepat di perut Hao Long dan membuat Hao Long terpental sangat jauh.
“Kau memang tepat sasaran!”
Namun, saat Jin Xan memukul Hao Long, sebuah tendangan super cepat mengarah kepada kepalanya.
“Acceleration Time!”
__ADS_1
Zhep!
Kecepatan tendangan Sheng Mei tampak meningkat hampir tiga kali lipat dan bahkan Jin Xan dengan hukum Takdir sedikit kewalahan.
Bam!
Wusssh!
Jin Xan terbang ke tempat yang sangat jauh lalu menabrak permukaan tanah.
Duar!
Ledakan besar pun terjadi dalam sekejap. Tidak sampai di situ, Hao Long yang muncul dari butiran-butiran cahaya di langit pun mengarahkan kedua lengannya ke tempat Jin Xan berada.
“Destroyer Light!”
Duar!
Ledakan hukum cahaya pun menerjang ke arah tempat Jin Xan mendarat.
Blar!
Ledakan Cahaya layaknya bom nuklir pun terlihat di tempat yang sangat jauh dan membuat angin kencang bercampur hukum menyebar ke segala arah.
“Serangan seperti itu hanya akan melukainya sedikit.” ucap Mythical Ancient Dragon God.
“Kau benar!” Bukan Hao Long yang menjawab, tetapi Sheng Qi'er yang dalam bentuk Celestial Phoenix sambil membuka paruhnya lebar-lebar.
“Hell Fire Explosion!”
Zhung!
Sheng Qi'er memadatkan apinya layaknya sebuah tiang kecil lalu menembakkannya dari titik tertentu ke arah tempat Jin Xan berada.
Duar! Duar! Duar!
Ledakan bercampur api hitam terlihat dengan jelas di tempat tersebut dan ujung dari serangan tersebut yang merupakan titik pelepasan terkuat berada di tempat Jin Xan berada.
Hao Long hanya melirik ke arah Sheng Qi'er dan tidak menyangka bahwa Celestial Phoenix dahulu yang hanya mampu mencapai Tier True God 8th Heavenly Layer akan sudah sekuat itu. Ia berpikir bahwa mungkin Sheng Qi'er sudah berada diatasnya saat ini.
Duar!
Ledakan hukum tejadi di tempat Jin Xan berada. Saat itu terjadi, puing-puing bebatuan pun perlahan melayang bersama dengan Jin Xan ke arah langit.
Ditubuhnya kini tampak beberapa luka yang cukup mengganggu pergerakan seseorang yang memiliki luka seperti itu.
“Kalian memang sangat sulit untuk dilawan jika kalian berempat bekerja sama.” ucap Jin Xan dengan senyum kejam diwajahnya.
“Ternyata apa yang kau katakan sebelumnya hanyalah bualan belaka! Jika memang kekuatanmu saat ini hanya sekitar 5% dari puncak yang dikatakan oleh Mythical Ancient Dragon God, seharusnya kau bisa mengeluarkan kekuatan tersebut dan mencapai level Absolute Dragon God!” ucap Hao Long jijik menatap ke arah Jin Xan.
Sementara itu, Sheng Mei hanya diam karena tentu saja ia tau bagaimana kekuatan Jin Xan di masa puncaknya. Mereka semua yang ada di sini hanyalah anak kecil jika Jin Xan mencapai puncaknya di masa lalu.
Jin Xan hanya tersenyum kecil ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Hao Long. Tidak lama kemudian, ia pun berbicara kembali, “Jika begitu, aku akan meningkatkan level kekuatanku sedikit lebih tinggi!”
Saat kata-kata Jin Xan jatuh, energi asing yang ada di tempat itupun terus-menerus mengalir ke dalam tubuh Jin Xan yang membuat wajah Sheng Mei sangat muram.
Sheng Mei tau dengan pasti bahwa Jin Xan hanya memerlukan energi dan hukum yang cukup untuk menembus Tier Beyond True God karena dahulu dia telah pernah mencapai level kejaran tersebut.
Jin Xan memang sangat berbeda karena tubuhnya tidak seperti Jin Ming, ia saat ini memiliki tubuh murni clan Jin, tubuh mereka adalah salah satu yang terunik di Tujuh Galaxy dan bukan hanya karena kemampuan teleport lah Clan Jin diakui sebagai salah satu kekuatan puncak di tujuh Galaxy. Tetapi itu juga dikarenakan bakat, kecerdasan dan kemampuan beradaptasi dengan apapun dengan sangat cepat.
Saat Jin Xan menaikkan level kekuatannya lagi, pada kultivator dari Tujuh Galaxy, Dewa dan Dewi kuno Nine Realms, serta kelompok keluarga Ren Yuu pun akhirnya telah mendekat.
__ADS_1
Namun mereka semua terhenti saat merasakan pancaran kekuatan yang berasal dari Jin Xan.