
Makam Para Dewa
“Samsara, Trial Of Death!”
Di atas Jin Ming, lubang kegelapan yang sangat besar pun terlihat. Dari dalam lubang kegelapan itu, kekuatan Samsara yang sangat kuat pun meledak.
Jin Ming yang sedang berteriak keras pun tertegun di tempat karena merasakan kekuatan Samsara tiba-tiba menyelimutinya.
“Sial!” Jin Ming mengutuk keberuntungannya karena tau bahwa dirinya yang hanya sisa kehendak saja yang ingin menggunakan Samsara untuk bangkit kembali akan menjadi sasaran yang sangat empuk bagi pengguna kekuatan Samsara.
Dengan buru-buru, Jin Ming pun menggunakan Tungku Sage untuk melindunginya dari Kekuatan Samsara. Tetapi, dengan itu ia harus mengeluarkan Tungku Sage.
Zhep!
Ketika Tungku Sage muncul, Wu Qiu yang berada dikejauhan pun menaikkan sudut bibirnya. Ia pun mengendalikan Guci Azulet.
“Segel!”
Tungku Sage memasuki lubang kegelapan yang muncul tiba-tiba di depannya dan itu dibuat oleh Ren Yuu.
Zhep!
Guci Azulet pun muncul tepat di dekat Tungku Sage lalu mengeluarkan hukum Cahaya yang sangat kuat.
Hukum Cahaya itupun membentuk sebuah pilar-pilar cahaya yang mengelilingi Tungku Sage lalu menyegelnya untuk sementara waktu agar tidak dapat digunakan.
“Apa?” Jin Ming terkejut melihat kemunculan Guci Azulet. Ia tau bahwa jika Tungku Sage disegel, ketika ia terkena kekuatan Samsara, dirinya akan dalam bahaya besar.
Karena tau ia dalam bahaya besar, Jin Ming pun menggunakan teknik teleportasi untuk menghindari kekuatan Samsara Ren Yuu karena jeda waktu pengguna teknik sudah hilang.
Ren Yuu yang berada di kejauhan menfokuskan pikirannya lalu mencoba melihat masa depan yang sangat jauh menggunakan hukum Takdir dan Kekuatan Kegelapan yang dapat menembus Zaman.
“Di sana.” Batin Ren Yuu dan langsung menggunakan lubang kegelapan untuk berpindah dalam sekejap.
Zhep!
Ketika Ren Yuu muncul di tempat yang ia prediksikan, ia pun langsung mengarahkan tangannya ke arah tertentu.
“Samsara, Trial Of Death!”
__ADS_1
Ketika Ren Yuu menggunakan tekniknya, Jin Ming tiba-tiba muncul.
Jin Ming yang baru saja selesai berteleport pun memasang wajah yang sangat gelap karena tidak menyangka bahwa Ren Yuu akan mampu mendeteksi ke mana dia berteleport.
Teknik teleportasi Clan Jin biasanya tidak akan bisa dilacak karena hukum yang digunakan sangatlah sedikit serta ketika menembus ruang, itu tidak menimbulkan gesekan energi dan hukum apapun.
Itulah yang membuat Jin Ming tidak tau bagaimana cara Ren Yuu mengetahui dirinya muncul di tempat tertentu. Ia sama sekali tidak merasakan hukum Waktu pada Ren Yuu. Sementara hukum Takdir, itu telah bergabung sepenuhnya dengan tubuh Ren Yuu seolah-olah itu adalah bagian dari tubuhnya sehingga Jin Ming tidak dapat melacaknya.
Untuk hukum Kegelapan yang dapat menembus Zaman, Jin Ming tau dengan pasti bahwa kekuatan itu sama tidak akan dapat melihat masa depan karena itu adalah sebuah kemampuan serangan, bukan penglihatan seperti hukum waktu.
Tetapi, Jin Ming tidak tau bahwa dengan Hukum Takdir bercampur dengan kekuatan Kegelapan yang dapat menembus Zaman, Ren Yuu dapat melihat masa depan walaupun itu hanya secara samar.
Kekuatan Samsara milik Ren Yuu pun langsung menyelimuti tubuh Jin Ming. Tubuh yang tercipta melalui qi dan hukum yang berasal dari Tungku Sage digaungkan dengan kehendak miliknya menua dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Tidak! Tidak! Hentikan!” Teriak Jin Ming lalu memaksa tubuhnya untuk melancarkan serangan agar Ren Yuu membatalkan tekniknya.
“Sage.. Art.. Extinction.. Law..!”
Jin Ming mengayunkan lengan kanannya dari atas ke bawah secara paksa ke arah Ren Yuu yang sedang menahan teknik Samsara agar tidak dipatahkan olehnya.
“Mati!” Teriak Jin Ming.
Mata Ren Yuu menyipit karena melihat beberapa masa depan berbeda. Namun, ia yakin dengan masa depan yang ia pikirkan akan terjadi.
Zhep!
Ruby muncul tepat di samping Ren Yuu sambil mengarahkan lengan kanannya ke arah depan.
Crak! Crak!
Armor Dark Knight di tubuh Ren Yuu pun terlepas dan langsung membentuk penghalang dengan kecepatan yang sangat tinggi serta dilapisi oleh hukum Kegelapan yang dapat Menelan Zaman.
Bussssh!
Gesekan hukum terjadi tetapi itu perlahan-lahan di serap oleh hukum Kegelapan yang digunakan oleh Ruby.
“Sekarang!” Batin Ren Yuu.
“Jiwa Abadi!”
__ADS_1
Sosok perkasa pun muncul di atas kepala Ren Yuu lalu langsung memancarkan energi spiritual. Energi spiritual tersebut pun menyelimuti Jin Ming.
“Tidak! Hentikan! Apapun selain itu!” Teriak Jin Ming putus asa karena tau bahwa setengah dari kehendak asli tubuhnya akan lenyap selamanya tanpa bisa dibangkitkan lagi walaupun setengah bagian dirinya mencoba untuk membangkitkannya.
“Tidak ada ampun bagimu!” ucap Ren Yuu dengan senyum yang sangat jahat.
Tubuh Jin Ming menjadi lapuk akibat kekuatan Samsara sementara kehendak jiwanya pun ditarik oleh Jiwa Abadi milik Ren Yuu.
“Arrrrrgggh! Dewa Kegelapan sialan! Setengah bagian tubuhku pasti akan mengetahui ini. Dia pasti akan memburumu ke ujung semesta ini!”
Zhep!
Setelah itu teriakan Jin Ming pun menghilang. Tubuhnya hancur menjadi abu sementara kehendak jiwanya dilahap oleh Ren Yuu dalam sekali teguk.
Ren Yuu merasakan bahwa kekuatan Spiritualnya meningkat sangat drastis. Kekuatan Spiritualnya hampir berlipat ganda dalam sekejap. Tentu hal itu akan membuatnya sangat senang karena saat ini kekuatan spiritualnya telah berada garis tipis mencapai Tier Beyond True God.
“Huft.. waktu yang sangat tepat Ruby..” ucap Ren Yuu dan menatap Ruby lalu menepuk-nepuk kepalanya yang mungil.
Ruby pun tersenyum lebar menunjukkan gigi-giginya yang putih karena ia sering menikmati perasaan seperti itu di masa lalu dan itu tidak bisa dilupakan oleh tubuh Rohnya.
Setelah itu, Wu Qiu pun tiba. Ia menghela nafas panjang karena Ren Yuu ternyata berhasil dan itu dengan bantuan Ruby. Tentu ia sangat kenal dengan Ruby, Roh periang yang selalu berada di sekitar Ren Yuu sejak kehidupan pertama mereka.
“Ruby.. lama tidak bertemu..” ucap Wu Qiu dengan senyum hangat.
Ruby menatap Wu Qiu dengan mata besarnya yang berkedip beberapa kali. Ia merasa sangat mengenal Wu Qiu walaupun sebenarnya tidak ingat lagi.
“Dia telah kehilangan ingatannya setelah pertarungan terakhir.” Ren Yuu pun berbicara mewakili Ruby.
“Oh?” Wu Qiu menatap Ruby dengan tatapan rumit. Ia tentu ingat terakhir kali mereka bertarung bersama dan memang benar bahwa Ruby hampir saja hancur untuk melindungi dirinya dari serangan yang sangat kuat.
“Iblis Kuno Jin Ming telah hancur sepenuhnya. Ini merupakan sebuah kemajuan karena sedari dulu kita tidak pernah melakukannya. Kita hanya bisa membunuh serta menyegelnya. Tetapi sekarang setengah dari kehendak jiwa Jin Ming telah hancur selama-lamanya. Kita hanya perlu melakukan hal yang sama dengan setengah kehendak jiwa lainnya,” ucap Wu Qiu.
Ren Yuu mengangguk kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Wu Qiu. “Lalu, apa yang akan kita lakukan saat ini?” Tanyanya.
Wu Qiu menatap ke arah tertentu dengan tatapan serius. Tentu ketika keduanya telah bangkit, maka eksistensi yang harus mereka lenyapkan berikutnya adalah seseorang yang mampu membelah Jin Ming menjadi dua di keadaan puncaknya.
Saat ini hanya Wu Qiu yang mengetahui tentang sosok tersebut.
“Kita akan memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat di masa lalu.” ucap Wu Qiu dengan serius.
__ADS_1