
Realms Of The Beast
Di suatu dunia yang sebagian besar dipenuhi oleh hutan belantara, terlihat banyak binatang monster yang sedang bertarung. Semua dari mereka sangat bersemangat setiap kali melakukan pertarungan.
Di sisi lain dunia tersebut, terlihat banyak Beast Race juga dalam wujud manusia. Walaupun wujud mereka seperti itu, tempat tinggal mereka tetap saja di dalam hutan.
Mereka menggunakan pohon-pohon besar untuk membuat tinggal, dan beberapa lainnya di sisi lain dunia tersebut terlihat beberapa tempat tinggal bawah tanah, atau gua dan sebagainya dijadikan sebagai tempat untuk tinggal oleh para Beast Race.
Di langit tempat yang sedikit sepi di tengah hutan, pusaran abu-abu perlahan muncul.
Zhung!
Pusaran itu melebar dan menjatuhkan satu sosok pria ke arah bawah.
Zhep!
Pusaran tersebut hilang kembali dalam sekejap.
“Sial! Apa itu tadi?” Ren Yuu yang baru saja keluar pun terkejut karena merasakan sesuatu yang mengerikan saat berada di dalam lubang aneh yang menyedotnya ke suatu tempat tanpa bisa melawan sama sekali.
Ren Yuu yang sedang melayang dilangit di atas hutan pun melihat ke sekelilingnya. Ia merasakan sangat banyak aura yang sangat liar dan haus akan pertarungan di berbagai tempat.
“Inikah Realms Of The Beast? Lalu, di mana letak Istana Naga Perak?” Kerutan muncul di dahi Ren Yuu karena ia muncul di tengah hutan.
Kun-Peng mengirim Ren Yuu ke tempat yang salah. Walaupun ia tau keberadaan Istana Naga Perak, ia lupa di mana tepatnya karena sudah sangat lama tidak datang ke tempat itu.
“Apakah Istana Naga Perak itu hutan belantara?” Kerutan muncul di dahi Ren Yuu. Ia pun mengedarkan energi Spiritualnya sejauh mungkin untuk mencari sesuatu. Ia merasa bahwa dirinya mendarat di tempat yang salah.
Cara tercepatnya adalah mencari Beast Race dan bertanya. Ia tidak akan ragu karena memiliki cara untuk memaksa para Beast Race untuk berbicara. Ia hanya ragu terhadap kedua Beast Race yang muncul sebelumnya karena tau bahwa ia tidak akan bisa mengendalikan mereka seperti Kun-Peng karena kekuatan mereka terlalu tinggi.
Tetapi dua sosok perkasa itu sedang sibuk sehingga ia memiliki kesempatan untuk berbuat sesuka hatinya saat ini.
Setelah beberapa saat, Ren Yuu pun menoleh ke arah tertentu dan langsung bergerak karena telah menemukan beberapa Beast Race yang mengambil wujud manusia.
Ketika bergerak di udara, Ren Yuu mencoba merasakan energi dan hukum yang ada di langit dan bumi. Ia sedikit terkejut karena semua energi dan hukum tersebut membuat tubuh semakin kuat jika diserap perlahan-lahan. Ia sekarang mengerti mengapa semua tubuh Beast Race sangat kuat.
Tidak lama kemudian, Ren Yuu pun melihat dua sosok Beast Race yang sedang bertarung satu sama lain.
__ADS_1
Bom!
Duar!
“Apa hanya ini kekuatanmu? Ha-ha-ha! Terima ini!” Teriak sosok pria muda sambil mengayunkan lengannya membentuk cakar.
Sementara yang satu lagi adalah wanita cantik berambut panjang berwarna emas. “Kau terlalu sombong!” Ia pun mengayunkan tinjunya yang telah dibaluti oleh aura berwana emas.
Bom!
Bom!
Benturan demi benturan terus-menerus terjadi yang membuat hutan itu berantakan dan sebagian besar rata oleh tanah.
Pertarungan itu membuat Ren Yuu mengerti bahwa para Beast Race hanya akan diakui jika dia kuat. Dan satu faktor penentu lainnya adalah garis darah yang tinggi dan murni. Selain itu, para Beast Race juga terlihat bertarung menggunakan tangan kosong. Mungkin insting mereka membuat para Beast Race agar bertarung seperti itu atau menganggap semua bagian tubuh mereka adalah senjata itu sendiri.
“Tier True God 4th Heavenly Layer.” Gumam Ren Yuu saat menatap kedua Beast Race yang sedang bertarung habis-habisan seperti tidak ada hari esok.
“Tidak disangka bahwa aku akan langsung bertemu dua Beast Race yang kuat.” Lanjut Ren Yuu dan terus mendekat. Tentu tujuannya adalah bertanya di mana letak Istana Naga Perak berada agar bisa menemukan istrinya, Xiao Xiao.
Ren Yuu tetap menunggu pertarungan itu selesai karena tertarik juga seperti apa sebenarnya pertarungan para Beast Race. Ia pun mendarat di salah satu pohon yang sangat tinggi dan duduk di sebuah cabang mengambil posisi yang nyaman untuk menonton pertunjukan.
Karena Ren Yuu tidak ikut campur, kedua Beast Race tersebut terus bertarung dengan niat membunuh.
Ren Yuu juga dapat merasakan bahwa keduanya mencoba saling membunuh.
Zhung!
Cakar raksasa melesat dari arah langit menuju ke arah wanita berambut emas.
Wanita itupun langsung berubah perlahan dan masuk ke bentuk seekor Kera Emas Raksasa yang memiliki tinggi hampir 20 meter.
Bom!
Saat Kera Emas betina itu mengayunkan tinjunya ke arah langit, gelombang kejut terjadi di tempat ia berpijak dan menghempaskan semua yang ada.
Beast Race pria tidak membuang waktu dan masuk ke bentuk sejatinya juga. Tubuhnya perlahan membesar dan berubah menjadi seekor Harimau berwarna hitam legam.
__ADS_1
Bom! Bom!
Pertarungan terus berlanjut dan membuat Ren Yuu sedikit bosan karena sudah satu jam ia menunggu tetapi pertarungan belum kunjung selesai.
Zhep!
Karena sudah bosan, Ren Yuu pun menghilang dan muncul diantara kedua Beast Race tersebut yang sedang mengayunkan tinju dan cakar mereka.
Bom!
Ren Yuu yang mengarahkan kedua lengannya pun langsung menahan serangan tersebut. Ia sadar bahwa serangan itu memang diisi oleh kekuatan yang sangat besar.
“Kau..” Kedua Beast Race terkejut saat Ren Yuu menahan kedua serangan mereka dengan mudah. Dari hal itu, keduanya sadar bahwa level ketangguhan tubuh Ren Yuu berada di level yang sama sekali berbeda.
“Siapa kau? Kenapa kau ikut campur dalam urusan kami?” Tanya Beast Race pria.
“Minggir! Jangan halangi kami!” Beast Race wanita juga berteriak tidak senang karena masih sangat marah dan ingin membunuh Beast Race pria.
“Diam!” Perintah Ren Yuu dan aura tak kasat mata meledak ke segala arah.
Deg! Deg!
Jantung kedua Beast Race tersebut berdetak sangat cepat. Kaki mereka tampak melunak sedikit karena rasa takut akan perintah.
Tubuh kedua Beast Race tersebut gemetaran dan perlahan menurunkan lengan mereka. Keringat dingin menetes di punggung mereka karena merasa pasti akan tewas ketika mereka berbicara lagi.
“Oh? Tampaknya teknik Supremacy : God Beast memang bekerja pada Beast Race yang memiliki tingkat kultivasi yang sama denganku.” Batin Ren Yuu.
Kedua Beast Race tersebut perlahan mengecil dan masuk ke bentuk manusia. Wajah keduanya saat ini terlihat pucat dan sangat waspada kepada Ren Yuu.
Mungkin ini kedua kalinya mereka merasakan intimidasi yang begitu membuat mereka takut selain dari intimidasi Dewa Binatang Buas.
“Si-siapa kau?” Tanya Beast Race pria dengan gugup.
“Kau tidak perlu tau siapa aku, aku hanya sudah bosan menunggu. Dan aku ingin bertanya satu hal kepada kalian, jika kalian tidak menjawabnya, kalian akan tau akibatnya!” Balas Ren Yuu dingin.
Keduanya pun gemetaran karena tau bahwa ancaman yang dikatakan oleh Ren Yuu bukan hanya sekedar ancaman biasa.
__ADS_1