God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Membunuh Dewa Laut dan Chu Feng


__ADS_3

Makam Para Dewa


Empat pendatang yang baru saja tiba tidak lain adalah Dewa Atlantis Race Zaman Kuno. Keempatnya menatap ke arah Ren Yuu dan Kun-Peng dengan dingin.


“Aku ingin bertanya-tanya apa yang diinginkan para manula di tempat ini?” Tanya Ren Yuu dengan senyum kejam.


Keempat Atlantis Race tersebut pun menyipitkan mata mereka ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ren Yuu.


“Nak! Apa kau tau siapa yang kau lukai? Mereka adalah bagian dari kelompok kami! Dan kau masih bertanya apa yang kami lakukan di tempat ini?” Tanya salah satu Atlantis Race saat auranya perlahan bocor. Ia telah memeriksa keadaan Dewa Laut dan Chu Feng bahwa keduanya sangatlah terluka parah.


“Mereka? Tentu aku tau siapa keduanya. Mereka berdua mencoba menantangku dan kalah. Makam Para Dewa adalah tempat yang kejam, jika mereka lemah, mereka hanya akan menjadi mayat!” ucap Ren Yuu dingin.


Balasan Ren Yuu membuat empat Atlantis Race memasang wajah gelap. Keempatnya tidak menyangka bahwa kata-kata yang sangat sombong akan keluar dari mulut Ren Yuu.


“Kata-kata yang sombong! Tampaknya kami harus membereskanmu di sini!” ucap salah satu dari Atlantis Race tersebut.


“Woa.. woa.. hei para ikan sialan! Apakah kalian mengabaikan Ayahmu Kun-Peng? Apa kau pikir aku hanyalah sebuah pajangan di sini? Walaupun ada empat ikan di sini, lalu apa? Apa kalian pikir bahwa kalian bisa menghadapi ayahmu Kun-Peng yang perkasa?” Kun-Peng sedikit jijik menatap ke arah empat Atlantis Race seolah-olah melihat ikan mati.


Kata-kata Kun-Peng membuat empat Atlantis Race semakin marah. Karena amarahnya, keempatnya lupa dengan sosok yang tidak mungkin dihadapi atau ditangkap jika dia tidak berniat melawan sama sekali.


“Kun-Peng! Kenapa kau bersama dengan pembawa petaka itu?” Tanya salah satu Atlantis Race dingin.


“Kenapa? Apakah Ayahmu Kun-Peng harus mengatakan semua hal yang kulakukan kepadamu? Sungguh ikan yang tidak tau diri!” Balas Kun-Peng dingin.


Keempatnya terdiam sekali lagi karena tau bahwa akan percuma berbicara dengan seseorang seperti Kun-Peng.


Ren Yuu di sisi lain yang hanya diam melirik ke arah tertentu.


“Kun-Peng..” Gumam Ren Yuu.


Mendengar Ren Yuu memanggilnya, Kun-Peng mengerti apa yang harus dilakukan. Ia pun menghilang dalam sekejap dan muncul diantara keempatnya dalam sekejap.


“Devour!”


Dung!

__ADS_1


Lubang abu-abu pun muncul dalam sekejap yang membuat keempatnya terkejut. Gaya hisapan yang sangat kuat pun mencoba menari Keempatnya ke dalam.


Sementara itu, Kun-Peng langsung menghilang kembali dan muncul di dekat Dewa Laut.


Ren Yuu yang menatap itupun tersenyum kejam. Ia langsung menghilang dan muncul tepat di atas Dewa Laut sambil mengayunkan Bloody Mist Sword ke arah bawah.


Jleb!


Ren Yuu langsung menikam Dewa Laut tepat di kepalanya. Sudah pasti Dewa Laut akan tewas dalam sekejap.


“Sialan!” Empat Atlantis Race yang menatap itupun mencoba bergerak tetapi kesulitan untuk bergerak karena gaya hisapan dari teknik Kun-Peng.


Ketika tubuh Dewa Laut yang telah menjadi mumi diserap kering oleh Bloody Mist Sword, Kun-Peng pun memegang pundak Ren Yuu dan membawanya ke depan Chu Feng.


“Dasar bajingan!” Teriak Empat Atlantis Race bersamaan setelah menghancurkan teknik Kun-Peng lalu melesat ke arah tempat Ren Yuu dan Kun-Peng berada.


“Kalian ingin menghentikanku bukan? Cobalah jika bisa!” ucap Ren Yuu dingin saat menusuk kepala Chu Feng menggunakan Bloody Mist Sword.


Jleb!


Zhep!


Ren Yuu dan Kun-Peng muncul di tempat yang sangat jauh dan membuat Empat Atlantis Race memasang wajah gelap seperti pantat ayam sebab dua Atlantis Race yang menjadi penerus mereka kelak tewas tepat di bawah hidung mereka.


“Kun-Peng sialan! Serahkan anak itu!” Teriak salah satu Atlantis Race dengan nada yang sangat marah.


“Kenapa aku harus menuruti kata-kata mu?” Tanya Kun-Peng menatap ke arah Atlantis Race seolah-olah melihat idiot terbesar sepanjang masa.


Ren Yuu di sisi lain hanya menyeringai kejam lalu berbicara, “Ingat ini Atlantis Race, jika kita bertemu lagi, kalian akan jatuh seperti kedua orang itu!”


“Kau..” Keempat Atlantis Race sangat marah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa ketika Kun-Peng membawa Ren Yuu pergi dari tempat tersebut.


Keempatnya sadar bahwa hanya pekerjaan sia-sia untuk mengejar Kun-Peng karena sampai kapanpun mereka tidak akan mampu mengejarnya.


Setelah pergi dari lokasi tersebut, Ren Yuu yang telah membunuh Dewa Laut dan Chu Feng pun merasakan bahwa kekuatannya meningkat. Itu membuatnya sadar apa sebenarnya sumber daya di Makam Para Dewa.

__ADS_1


“Kun-Peng. Apakah kau tau bahwa ketika membunuh seseorang itu akan meningkatkan kekuatan jika dilakukan di Makam Para Dewa?” Tanya Ren Yuu kepada Kun-Peng.


“Ya. Aku Sebelumnya sudah melakukannya dan memang benar bahwa energi dalam jumlah yang sangat besar memasuki tubuhku.” Balas Kun-Peng dengan anggukan lalu perlahan mundur dan menatap ke arah Ren Yuu.


“Apakah kau mencoba untuk menusukku dari belakang?” Tanya Kun-Peng curiga karena sesaat Ren Yuu tampak sangat bersemangat.


“Oi oi oi. Jika aku ingin melakukannya, aku sudah menusukmu sedari tadi!” Balas Ren Yuu dan menatap Kun-Peng dengan tatapan jijik.


Kun-Peng mendengus ketika mendengar balasan Ren Yuu seolah-olah ia tidak percaya sama sekali. “Lalu, apa yang akan kita lakukan saat ini? Apakah kita harus mencari seseorang untuk dibunuh?” Tanyanya.


“Tentu kita akan melakukan itu tetapi untuk saat ini aku ingin memulihkan diriku. Ada kekuatan Evolusi menakutkan dari Dewa Laut dan Chu Feng sebelumnya yang menghambat penyembuhan tubuhku.” Balas Ren Yuu saat melihat ke arah jejak memar di kulitnya. Luka itu sedikit aneh tetapi ia yakin bahwa ia pasti bisa memulihkannya jika memeriksanya.


“Hm? Luka itu?” Tanya Kun-Peng karena tampak sedang berpikir tentang sesuatu.


“Apa kau mengetahuinya?” Tanya Ren Yuu penasaran.


“Ya, itu adalah kekuatan Evolusi dari Dewa Laut dan Dewa Penjaga Realms Of The Sea zaman kuno. Gabungan dari kekuatan keduanya dapat menghasilkan evolusi yaitu percikan petir dari pusaran air yang sangat cepat. Itu seperti membelah belah jaringan dalam tubuh seseorang. Biasanya seseorang yang terkena serangan itu akan menjadi cacat.” ujar Kun-Peng saat mengingat tentang kekuatan Dewa Laut dan Dewa Penjaga Realms Of The Sea ketika pertama kali Nine Realms tercipta.


Ren Yuu langsung mengerti mengapa tampaknya pemulihan dengan energi dan hukum Kehidupan tidak bekerja karena jaringan tubuhnya dirusak oleh energi dan hukum milik Dewa Laut dan Chu Feng sehingga energi dan hukum tidak bisa dialiri di luka tersebut.


“Butuh waktu lama bagi luka seperti itu pulih Ren Yuu, mungkin butuh waktu ribuan tahun.” Kun-Peng melanjutkan.


“Ribuan tahun? Aku tidak ingin melakukan hal itu saja selama waktu yang lama. Luka seperti ini tidak akan bisa menghambat ku.” ucap Ren Yuu lalu mengeluarkan Bloody Mist Sword.


“Iblis Tua..”


Iblis Darah yang sedang bahagia karena adanya esensi darah dalam jumlah yang besar di serap pun bertanya dengan nada gembira ke arah Ren Yuu.


“Ada apa bocah?”


“Bantu aku memulihkan jaringan tubuhku yang terluka akibat pertarungan sebelumnya.” ucap Ren Yuu saat memperlihatkan banyak luka-luka yang sama di tubuhnya.


“Oh? Pemutusan jaringan tubuh tempat mengalirnya energi mendalam dan hukum? Tampaknya kau melawan seseorang yang menyulitkan. Tetapi, luka seperti itu hanya mainan belaka untukku.” ucap Iblis Darah dengan bangga karena ia adalah ahli tubuh makhluk hidup bahkan sampai ke sel-sel makhluk hidup.


Mendengar apa yang Iblis Darah katakan, Ren Yuu pun tersenyum lebar karena tau bahwa memiliki rekan seperti Iblis Darah memang sangat menguntungkan.

__ADS_1


__ADS_2