
Pusaran besar muncul tepat dihadapan Kun-Peng saat ini mengacaukan ruang.
Tidak lama kemudian, Kun-Peng pun menarik lengannya kembali dan pusaran tersebut menghilang.
“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Ren Yuu bingung.
“Tunggu sebentar lagi, kau akan mengetahuinya.” Balas Kun-Peng dengan senyum misterius.
Ren Yuu berpikir sejenak dan melebarkan matanya ketika mengingat kata-kata Kun-Peng tentang ingin menjatuhkan salah satu Raja Abyssal Race.
Satu menit.. dua menit.. tiga menit.. empat menit..
Ketika waktu mendekati lima menit berlalu, getaran mengerikan terasa seolah-olah ruang hampa disekitar itu hendak hancur kapan saja.
“Ternyata benar.. kau ingin memancing Dewa Binatang Buas ke tempat ini!” ucap Ren Yuu dengan tidak percaya bahwa Kun-Peng ingin mengumpulkan banyak petarung kuat.
Dua aura mengerikan terasa begitu dekat dengan mereka.
“Siapa kau yang ingin menghancurkan perbatasan?” Suara kuno yang sangat tinggi terdengar di tempat tersebut.
Kun-Peng menunjukkan senyum jahat karena sudah sangat lama tidak mendengar suara itu.
Krak! Krak! Krak!
Ruang hampa disekitar penghalang tampak retak sedikit demi sedikit.
Prang!
Busshhh!
Aura yang sangat mencekam terasa ketika perbatasan hancur dan menghubungkan kedua semesta.
Sosok raksasa yang membuat Ren Yuu tercengang terlihat seketika.
“Hidra Lerna!” Seru Ren Yuu saat melihat sosok Naga Hitam dengan sembilan kepala yang terus-menerus mengeluarkan uap hitam bercampur hijau dari setiap mulutnya.
Juga, di belakang Hidra Lerna terlihat satu sosok Naga Perak raksasa yang membuat tubuh Ren Yuu sedikit menegang. Itu adalah bentuk yang sangat mirip dengan seseorang yang dikenal oleh Ren Yuu.
“Silver Dragon God!” ucap Ren Yuu sekali lagi. Meskipun begitu, ia tau bahwa itu bukan Xiao Xiao karena aura mereka sangat berbeda.
“Roarrr...”
Sembilan kepala Hidra Lerna meraung keras dan aura Kegelapan bercampur hijau yang merupakan racun mematikan pun merembes ke segala arah. Bahkan dengan aura itu saja, terlihat batu-batu meteor perlahan hangus.
Kun-Peng mengibaskan lengannya dan membuat penghalang untuk memindahkan semua aura mengerikan itu agar tidak menyentuhnya dan Ren Yuu.
Kun-Peng tidak heran sama sekali Ren Yuu mengetahui dua spesies kuno tersebut karena warisan Kirin. Yang tidak diduga oleh Kun-Peng, ia sama sekali tidak tau bahwa ada satu Silver Dragon God yang menjadi istri Ren Yuu.
Dikejauhan, Evil yang sudah mendekat pun memasang wajah jelek karena mendengar raungan seekor Naga dan tentu ia mengenalnya dengan jelas.
__ADS_1
“Kun-Peng sialan! Apa kau ingin menyulut perang antara Realms Of The Abyss dengan Realms Of The Beast?” Evil sangat marah saat ini. Ia pun terus mendekat karena tau bahwa jika Hidra Lerna mengamuk, konsekuensinya akan sangat mengerikan. Walaupun mungkin ia tidak takut dengan Hidra Lerna, tetap saja ia masih lebih lemah dari Dewa Binatang Buas itu karena Hidra Lerna adalah sosok perkasa yang setara dengan pemimpin tertinggi God Race, Nan Bei Chao.
“Lama tidak bertemu kadal sembilan kepala!” ucap Kun-Peng dingin dan dengan senyum kejam diwajahnya.
Hidra Lerna berhenti meraung dan menatap ke arah Kun-Peng dengan wajah dingin.
“Ternyata itu kau! Apa yang kau lakukan di sini? Kau bukan lagi bagian dari Beast Race! Dasar penghianat! Apa kau ingin menggabungkan dua Realms menjadi satu menggunakan kekuatan menjijikanmu itu?” Tanya Dewa Binatang Buas sangat marah.
“Jika ayahmu ingin melakukannya, jadi apa? Apakah kau bisa menghentikan Kun-Peng yang perkasa ini?” Kun-Peng menyeringai kejam.
Ren Yuu sekarang tau bahwa kekuatan Devour milik Kun-Peng memang tidak sederhana sama sekali karena bahkan Dewa Binatang Buas berani mengklaim bahwa Kun-Peng mampu melakukan hal itu.
“Tutup mulutmu Kun-Peng! Apa kau ingin mati saat ini? Kau pasti tau tidak mungkin menang melawan kami berdua!” Silver Dragon God yang sedari tadi diam pun akhirnya membuka suara.
Kun-Peng mengalihkan pandangannya ke arah suara tinggi dan kuno satu lagi. “Mulutmu lah yang harus ditutup, Xiao Lin! Apa kau ingin mati?”
“Kau bisa mencobanya!” Balas Xiao Lin. Auranya meledak dan seluruh tubuhnya diselimuti oleh aura putih yang sangat ganas.
“Oh? Kau sudah menembus Tier True God 8th Heavenly Layer? Sungguh tidak terduga! Jadi apa? Ayahmu Kun-Peng di sini tidak takut sama sekali!” Ucap Kun-Peng dengan seringai diwajahnya.
Tentu Kun-Peng tidak pernah takut kepada siapapun kecuali untuk Tiga Raja Naga dan Jin Xan. Bahkan jika Asura ataupun Han Guan berada di hadapannya, ia tidak gentar sama sekali.
Ren Yuu tidak bisa berkata-kata karena sangat terlihat bahwa Kun-Peng sangat suka membuat siapapun marah hanya dengan kata-kata.
Zhep!
Satu sosok lagi muncul, dan dia adalah Evil, wajahnya semakin jelek saat merasakan ledakan aura Xiao Lin. Ia sadar bahwa saat ini Beast Race semakin kuat saja.
“Evil! Ini pasti direncakan olehmu! Mati!” Teriak Dewa Binatang Buas tanpa berpikir dua kali.
Duar!
Sembilan kepala Dewa Binatang Buas pun menembakkan energi dan hukum Kegelapan yang bercampur dengan racun yang sangat mematikan.
Wajah Kun-Peng sangat bahagia menatap itu karena ia sadar bahwa jika Evil tiba, Dewa Binatang Buas tidak akan berbicara lagi dan langsung menyerang Evil. Tentu saja Kun-Peng sangat menyadari temperamen sosok yang diagungkan menjadi Dewa Binatang Buas.
“Sial!” Evil yang baru saja tiba pun sangat marah karena ia diserang begitu saja.
“Hell's Pride!”
Evil pun tidak tinggal diam dan langsung menggunakan tekniknya juga.
Dua pilar Kegelapan yang membentuk tanda salib pun menerjang ke arah serangan Dewa Binatang Buas.
Kun-Peng yang menatap itupun langsung memegang Ren Yuu dan berpindah dalam sekejap ketempat yang sangat jauh.
Duar!
Ledakan dahsyat terjadi saat kedua serangan bertemu.
__ADS_1
Zhep!
Xiao Lin mengambil kesempatan dan muncul di belakang Evil sambil mengayunkan cakarnya sekuat tenaga.
Dragon Claws!
“Baji*ngan!” Teriak Evil karena hampir tidak mampu bereaksi. Ia hanya menggunakan teknik bertahan saat ini untuk menghalau serangan sekuat tenaga Xiao Lin.
“Mortal Pride!”
Jreg! Jreg! Jreg!
Lima pilar Kegelapan raksasa langsung terbentuk di belakang Evil untuk berlindung.
Crang!
Zrrrt! Zrrrt!
Percikan energi dan hukum terlihat saat cakar Xiao Lin ditahan. Namun ia tersenyum kejam dan aura berwana perak menyelimuti semua cakar lengan kanannya.
Dimension-Separating Claw!
Sraing!
Srak!
Lima pilar tersebut pun langsung terbelah dan empat bilah berwana putih melesat ke arah Evil.
Srak!
Jrezh!
Darah yang sangat banyak menyemprot karena salah satu bilah tersebut mengenai tubuh Evil.
Evil tau bahwa ia tidak akan mampu melawan dua makhluk yang salah satunya lebih kuat darinya dan salah satunya setara dengannya bersamaan. Ia menggertakkan giginya menahan rasa sakit.
Ren Yuu yang menatap itu tau apa maksud Kun-Peng dengan mengatakan apakah perlu menjatuhkan salah satu Raja Abyssal Race.
“Apa kau tau tentang Istana Naga Perak?” Tanya Ren Yuu kepada Kun-Peng sambil menatap Xiao Lin dengan seksama.
“Hm? Tentu saja ayahmu ini tau, ada apa?” Tanya Kun-Peng balik.
“Aku ingin pergi ke sana!” ucap Ren Yuu.
Kun-Peng terdiam sejenak dan mengangguk, “Aku akan menyusulmu setelah aku membereskan Evil!”
“Devour!”
Dung!
__ADS_1
Pusaran abu-abu muncul seketika dan menarik Ren Yuu dalam sekejap ke dalamnya tanpa bisa berbicara. Ia tentu akan mengirim Ren Yuu ke tempat itu dengan kemampuan unik miliknya. Untuk memindahkan sesuatu seperti Ren Yuu tidaklah sulit, jika itu memindahkan makhluk seperti tiga yang ada disekitarnya saat ini, ceritanya mungkin akan berbeda.