God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Perbincangan


__ADS_3

Jalan Asura, Kota Asyura


Bletak!


Ren Yuu pun mendapatkan pukulan cinta dari Gurunya yang membuatnya berkedut. Ia tidak menyangka bahwa salam balasan yang ia terima seperti itu.


“Kau baru saja tiba dan sudah membuat masalah! Apa kau tidak tau siapa yang kau bunuh itu?” Hao Yue yang tidak dapat mengekspresikan kerinduannya pun langsung bertanya dengan nada geram.


Ren Yuu merasa canggung mendengar apa yang dikatakan Gurunya. Ia pun mendekat dan memeluk Gurunya yang tampak kesal saat ini.


Wajah kesal Hao Yue langsung melunak saat Ren Yuu memeluknya. Ia pun memeluk kembali sambil berbisik, “Selamat datang.”


Tidak ada yang berbicara dan membiarkan Guru dan Murid itu melepaskan kerinduan mereka.


Setelah Ren Yuu melepaskan pelukannya, ia pun menyapa semua anggota keluarganya satu per satu.


“Ayo masuk, banyak hal yang harus kita diskusikan saat ini. Yan Di! Bereskan kekacauan! Jika kepala keluarga mereka mencoba menantang kita, siapkan pasukan! Tidak perlu memberi ampun!” Perintah Hao Yue. Ia tentu tau walaupun Ren Yuu sering terlihat masalah, kebanyakan masalah yang menghampirinya bukan karena muridnya yang mencoba memprovokasi seseorang.


Mendengar perintah Hao Yue, Yan Di sedikit berkedut. Tetapi ia hanya mengangguk serius karena keluarga Ren sama sekali tidak pernah takut dengan keluarga besar lainnya.


Keluarga Ren Yuu pun langsung masuk ke dalam kediaman mereka yang terlihat sangat mewah. Mereka pun berkumpul di sebuah ruangan yang sangat luas dan diisi oleh banyak kursi-kursi yang terlihat nyaman untuk di duduki.


“Hei ayah.. cepat katakan bagaimana caranya berubah menjadi naga!” Ren Xie'er selalu mengganggu ayahnya setiap saat dengan perkataan yang sama.


Ren Yuu menatap putrinya dengan tatapan kosong penuh arti. Ia tau bahwa putrinya tidak akan bisa berubah ke bentuk naga karena memang sedari awal dia tidak bisa, sebab, ada hal yang kurang yang tidak dimiliki oleh Ren Xie'er.


“Xie’er.. jangan berisik! Tidak bisakah kau bertanya nanti?” Ren Yui sedikit tidak puas dan ingin menendang Ren Xie'er keluar.


Mendengar kata-kata kakaknya, Ren Xie'er langsung ciut seketika. Ia tidak berani membatah karena memang benar semenjak ia dewasa, Ren Yui tidak pernah lagi memanjakannya. Jika ia salah, ia akan di tendang habis-habisan.

__ADS_1


“Suatu hari nanti ayah akan membantumu mengambil bentuk Naga, tetapi itu pasti masih lama. Bersabarlah, oke?” ucap Ren Yuu sambil menepuk-nepuk kepala putrinya dengan lembut.


Mendengar apa yang dikatakan Ayahnya, Ren Xie'er tersenyum lebar lalu memicingkan matanya ke arah Ren Yui.


“Oh benar.. Ling Er, bagaimana kekuatan Pembantaian yang kau peroleh?” Tanya Ren Yuu tiba-tiba.


“Itu tidak sempurna Guru. Aku tidak tau di mana yang salah. Padahal aku sudah membentuk Domain ku sendiri. Namun selalu saja ada cacat yang membuat kekuatan Pembantaian milikku tidak terlalu kuat.” Yu Ling Er pun menggelengkan kepalanya lalu menatap ke arah Xue Ling Long, “Sementara Ling Long telah menyempurnakan warisan dari Dewi Salju.”


“Oh?” Ren Yuu sedikit terkejut dan menatap ke arah murid keduanya itu yang saat ini memasang wajah bangga tidak seperti sebelumnya yang selalu berwajah tanah dan tidak terlalu suka pamer.


“Sungguh hebat. Guru sekarang paham kenapa tubuhmu telah menghasilkan kekuatan Evolusi.” Ren Yuu mengangguk puas melihat murid keduanya tersebut. Tidak hanya itu, ia juga melihat Xue Ling Long telah mencapai level Jiwa Abadi berkat manual Myriad Demon God's Soul.


“He-he-he.. tentu saja Guru. Aku tidak akan mengecewakan Guru.” ucap Xue Ling Long dengan nada lembut seperti biasa tetapi sangat terlihat kebanggaan besar dari kata-katanya.


Sementara itu, Yu Ling Er cemberut karena bisa dikatakan bahwa adik seperguruannya telah melampauinya kali ini.


Semua yang ada di sana terkejut saat Ren Yuu mengeluarkan sebuah api merah kehitaman.


“Yuu'er.. jangan bilang jika itu..” Hao Yue terkejut saat menatap api tersebut.


“Ya. Ini adalah Sumber Kekuatan Pembantaian. Aku telah menyegelnya agar bisa diserap oleh Ling Er. Itu akan membuat Ling Er bisa menghasilkan Kekuatan Pembantaian sendiri.” ucap Ren Yuu dan menyerahkan api tersebut kepada Yu Ling Er.


Mata Yu Ling Er berbinar dalam sekejap dan langsung memeluk Gurunya dengan erat. Setelah melepas pelukannya, ia mencium pipi Gurunya lalu menghilang dalam sekejap karena tidak sabar untuk menyempurnakan Kekuatan Pembantaian.


Ren Yuu hanya menggelengkan kepalanya karena tau bagaimana sifat Yu Ling Er yang pasti akan sangat antusias jika menyangkut peningkatan kekuatan.


“Setelah ini, apa yang akan kau lakukan, Yuu'er? Apa kau berencana untuk mengambil warisan lainnya di Jalan Asura?” Tanya Ren Doushi.


“Tidak kakek. Aku ingin menetap di jalan Asura selama setengah tahun ini. Ada baiknya untukku beristirahat sejenak. Dan kakek, tampaknya kakek telah menemukan cara menembus Tier True God 7th Heavenly Layer.” ucap Ren Yuu sambil menatap kakeknya itu dengan senyum kecil.

__ADS_1


“Ya. Kakek telah mengambil warisan dari Dewa Kehampaan yang terkait erat dengan hukum Spasial. Tetapi masih butuh waktu untuk menembus kultivasi.” Balas Ren Doushi.


Ren Yuu sangat senang bahwa semua keluarganya kini memiliki cara untuk menembus ambang batas Tier True God 7th Heavenly Layer meskipun membutuhkan waktu. Tetapi ia yakin bahwa itu tidak akan lama.


Lalu tatapan Ren Yuu beralih ke Lan Xiuro yang bahkan lebih tidak masuk akal karena menciptakan evolusinya sendiri berkat bantuan Heart Mirror.


Sementara itu, Xing Jianying berbeda karena dia memiliki tubuh Ilahi Yin bawaan sehingga ia tidak terlalu membutuhkan kekuatan Evolusi.


Cai'Zi di sisi lain, dia saat ini telah membentuk Evolusinya walaupun masih dalam proses. Berkat garis darah Pure God's Bloodline, ia juga akan mencapai ketinggian yang sama dengan Lan Xiuro.


Sementara Xueqi, dia saat ini dipenuhi oleh energi Kehidupan yang sangat tinggi. Ia tau bahwa istrinya itu juga berbeda karena tidak terlalu membutuhkan kekuatan Evolusi. Tetapi, dia tetap mengambil jalan Evolusi yang terkait erat dengan kekuatan yang berhubungan dengan Suara.


Dan tatapan Ren Yuu jatuh kepada Ren Huanran. Ia masih merasa sedikit canggung menatap bibi angkatnya itu karena saat ini ia memiliki putra dengan Ren Huanran.


Ren Huanran di sisi lain mengambil jalan Evolusi juga dengan bantuan Dagger Of Death yang hanya akan muncul satu kali dalam waktu jutaan tahun di clan Ren. Ia juga menatap ke arah bibinya yang bernama Ren Shia. Ia berbicara juga dengan bibinya itu beberapa patah kata dan keduanya langsung akrab.


Lalu tatapan Ren Yuu jatuh pada Ren Xiu yang sedari tadi hanya diam sambil menatap ke arahnya setiap saat.


Melihat tatapan ayahnya, Ren Xiu menegang sedikit. Ia tidak tau mengapa ada rasa intimidasi yang begitu besar ia rasakan.


Sebelum ada yang berbicara lagi, suara seseorang terdengar panik masuk ke dalam.


“Xie’er.. di mana Xie'er?”


Tatapan semuanya beralih ke sumber suara.


Ren Yuu menemukan sosok pemuda yang memiliki sangat hanya kemiripan dengannya.


“Oh? Akhirnya kau tiba juga bocah!” ucap Ren Yuu dengan senyum kecil saat menatap ke arah putra tertuanya bersama dengan Xing Jianying, Ren Zi.

__ADS_1


__ADS_2