God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Warisan Demon Abyssal (14)


__ADS_3

Makam Demon Abyssal


“Akhirnya dia musnah juga!” ucap Ren Yuu sambil menghela nafas panjang. Ia saat ini merasakan kelelahan meskipun tidak seperti ketika ia melawan Nan Bei Yun.


“Hei Ren Yuu! Kenapa kau memusnahkan Eon menjadi debu? Aku tidak bisa mengambil esensi darahnya!” Iblis Darah muncul dan langsung berbicara dengan nada marah kepada Ren Yuu.


“Sudahlah Iblis Tua! Tidak perlu mengeluh! Makhluk Tier True God 8th Heavenly Layer bukan hanya dia saja!” Balas Ren Yuu sedikit kesal.


“Cih!” Iblis Darah berdecak dan langsung masuk ke dalam Bloody Mist Sword.


Ren Yuu menggelengkan kepalanya karena memang lupa tentang memberikan darah kepada Iblis Darah. Itu dikarenakan ia sangat ingin memusnahkan Eon menjadi berkeping-keping tanpa bisa dibangkitkan kembali.


Tatapan Ren Yuu pun tertuju ke suatu tempat karena ia merasakan pertarungan antara dua individu yang ia kenal juga.


“Hm? Di sekitar sini juga ada Abyssal Race Tier True God 9th Heavenly Layer. Dia sedang terluka karena ulah Eon. Meskipun begitu, lebih baik aku menghindarinya!” Batin Ren Yuu dan langsung membuat lubang Kegelapan.


Darkness Shift!


Zhep!


Ren Yuu pun bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju tempat Han Zhiya berada yang saat ini sedang melawan Nether. Ia juga menatap ke arah tangannya dan merasa heran karena ia saat ini telah banyak membunuh penantang ujian lainnya. Padahal jika dihitung kembali, hanya sekitar sepuluh Abyssal Race yang ia kalahkan termasuk Eon.


“Apakah mungkin Abyssal Race yang dibunuh oleh Eon masuk ke dalam hitungan hasil yang aku peroleh?” Batin Ren Yuu dan merasa itu sangat masuk akal. Yang artinya, ia hanya perlu mencari peserta ujian yang telah mengalahkan sangat banyak peserta lainnya agar ia memanen hasil akhir.


Ketika Ren Yuu sedang bergerak dengan kecepatan tinggi menggunakan teknik Darkness Shift, salah satu Abyssal Race Tier True God 9th Heavenly Layer melihatnya.


“Siapa itu? Dia menggunakan teknik Hantu Penjelajah Alam Semesta! Sial! Jika begitu, tidak akan ada yang bisa menghentikannya!” ucap Abyssal Race tersebut dengan wajah muram dan menatap ke arah tangannya bahwa jumlah yang ia kalahkan masih sangat sedikit.


“Aku tidak punya cara lain! Dia pasti seseorang yang mengalahkan Eon sialan itu! Meskipun aku terluka dan butuh waktu pulih, dia tidak akan bisa menandingiku karena dia hanya memiliki tingkat kultivasi Tier True God 7th Heavenly Layer!” Batin Abyssal Race tersebut dan langsung melesat mengejar Ren Yuu sekaligus mencari Abyssal Race lainnya.


**


Di tempat Han Zhiya berada, terlihat saat ini ia sedang bentrok dengan kekuatan penuhnya melawan Nether.


Duar!


Ledakan dahsyat terjadi saat teknik yang dilancarkan oleh Han Zhiya dihalau oleh Nether.


“Huft.. Huft.. Huft..” Nether bernafas dengan sangat kasar dan menatap Han Zhiya dengan tatapan yang sangat dingin.

__ADS_1


Sementara itu, Han Zhiya juga terlihat kelelahan meskipun tidak separah Nether. Ia pun membuat kuda-kuda kembali menggunakan pedang putih di tangannya untuk menyerang.


Nether juga tidak membuang waktu dan mengerahkan semua energi dan hukum yang ia miliki.


“Hades..” Gumam Nether saat tubuhnya perlahan membesar dan tangannya dililit oleh rantai-rantai berwarna biru.


“Sungguh tidak terduga bahwa kekuatanmu yang sebenarnya adalah Evolusi kekuatan Jiwa!” ucap Han Zhiya dingin karena memang Nether sangat jarang menggunakan kekuatan Evolusi miliknya.


Meskipun Nether tidak mencapai Jiwa Abadi seperti Han Zhiya, tetap saja serangan hukum bercampur dengan energi spiritual milik Nether teramat luar biasa mengerikan.


“Kau tau kenapa hampir tidak ada yang mengetahui kekuatanku yang sebenarnya? Itu dikarenakan mereka semua yang melihatnya tidak pernah bisa memberitahu kepada orang lain!” Nether menyeringai dan aura berwana ungu pun merembes dari tubuhnya.


Drrrrtttt!


Guncangan hebat pun terjadi di tempat itu karena Nether menggunakan salah satu teknik terkuatnya untuk mengalahkan Han Zhiya.


“Hell Soul Chain!”


Han Zhiya yang menatap itupun langsung menyerang juga dengan kekuatan penuhnya.


“Spiritas Underworld!”


Han Zhiya pun menusuk pedangnya ke dalam tanah. Saat itu terjadi, energi spiritual yang sangat menakutkan pun meledak seketika.


Jrezh!


Rantai-rantai berwana ungu pun tiba-tiba muncul dan menutupi seluruh tempat tersebut serta kekuatan aneh yang perlahan-lahan menghapus keberadaan apa saja di tempat tersebut lalu mengubahnya menjadi energi spiritual.


Kedua serangan yang dilancarkan oleh Han Zhiya dan Nether pun saling berbenturan.


Zhep!


Tidak lama kemudian, kedua teknik pun menghilang dalam sekejap dan terlihat Nether yang saat ini memasang wajah menyeringai meskipun terlihat beberapa bagian tubuhnya tampak hilang sebagian karena teknik yang dilancarkan oleh Han Zhiya.


“Aku tidak menyangka bahwa kekuatanmu akan berubah menjadi seperti itu. Atau lebih tepatnya kekuatanmu adalah Api Spiritual, api yang tidak terlihat dan mampu membumi hanguskan apa saja tanpa ada bekas.” ucap Nether dingin dan menatap ke arah tangannya yang dan tampak beberapa bagian dari daging di tubuhnya lenyap tanpa jejak sama sekali.


Tatapan Nether kembali ke arah Han Zhiya yang tampak saat ini dipenuhi oleh luka karena di tusuk oleh rantai-rantai ungu yang sebenarnya memiliki duri tak terhitung jumlahnya. Sebenarnya itu bukanlah rantai, terapi jarum spiritual tak terhitung jumlahnya yang digabung menjadi sebuah rantai.


Han Zhiya yang tampak sedikit tidak berdaya dengan posisi berlutut, tidak percaya sama sekali dengan kekuatan asli milik Nether. Bahkan dengan Jiwa Abadi, ia merasakan kekuatan spiritual Nether mencoba untuk merobek-robek dirinya.

__ADS_1


“Kau bersembunyi terlalu dalam, Nether!” ucap Han Zhiya dingin.


“Bersembunyi terlalu dalam? Tidak, aku hanya mengikuti perintah agar tidak pernah menggunakan kekuatan ini jika dalam keadaan terdesak.” Balas Nether ketika tubuhnya yang terluka tampak menggeliat dan memulihkan dirinya sendiri. Saat melakukan hal itu, terlihat uap spiritual yang merembes dari tubuhnya perlahan.


Menatap itu, mata Han Zhiya melebar seketika. Ia pun menegang sedikit lalu berkata dengan nada yang sangat muram. “Sekarang aku paham kenapa kau sangat kuat menggunakan energi spiritual! Kau adalah Abyssal Race campuran dengan makhluk Alam Dunia Lain!”


“Akhirnya kau sadar juga! Ketika Dewa Abyssal Race generasi selanjutnya dinobatkan, akulah yang terkuat diantara mereka berlima! Bahkan Evil yang dikatakan memiliki kekuatan super yaitu, Kutukan, tidak akan mampu bertahan lama melawanku!” ucap Nether saat kepala-kepala tengkorak muncul di sekitarnya. Kepala tengkorak tersebut mengeluarkan api biru yang tampak tenang.


Namun, Han Zhiya yang menatap aura tenang itu tentu terkejut karena ia pernah melihat teknik itu sebelumnya.


“Apa kau ingat dengan teknik ini wanita Alam Dunia Lain? Ha-ha-ha.. kau pasti senang jika dihabisi dengan teknik seseorang yang sangat kau kagumi bukan?”


“Matilah!”


Spiritas Soul Head!


Han Zhiya yang menatap beberapa tengkorak kepala itu mendekat ke arahnya, tau bahwa ia akan binasa begitu saja karena teknik tersebut adalah teknik milik Han Guan yang dapat menghapus keberadaan Jiwa Abadi sekalipun.


Meskipun Nether tidak memiliki tingkat kultivasi Tier True God 9th Heavenly Layer, dengan kekuatannya saat ini, makhluk yan memiliki Jiwa Abadi tetap saja akan terluka sangat parah sampai-sampai luka seperti itu akan membuat semua kekuatan jiwa seseorang musnah.


“Celaka..” Batin Han Zhiya dan mencoba untuk membuat penghalang spiritual meskipun merasa bahwa itu percuma saja.


“Soul Breaking Hammer!”


Bam!


Bussssh!


Ledakan energi spiritual terjadi dalam sekejap tepat di depan Han Zhiya yang membuatnya terkejut. Ia pun menatap seroang pemuda yang kini tengah memegang sebuah palu besar di tangan kanannya dengan rambut putih panjang yang berkibar di tiup oleh angin.


“Tampaknya kau mengalami kesulitan, nona..” ucap sosok tersebut yang tidak lain adalah Ren Yuu.


Nether yang menatap kedatangan Ren Yuu pun langsung menyipitkan matanya terutama ketika menatap palu yang ada di tangan Ren Yuu.


“Akhirnya kau muncul juga, Dewa Kegelapan! Atau aku harus menyebut gelarmu yang lain, Dewa Jiwa!” ucap Nether saat auranya meledak dan mencoba menimpa semua tempat tersebut.


Merasakan kekuatan Nether, mata Ren Yuu menyipit dan ia pun membuat kuda-kuda menyerang sambil membalas, “Kau boleh menyebutku apa saja seperti yang dilakukan oleh Eon, tetapi, hasil akhirnya hanya tetap satu!”


“Kau akan binasa di tanganku sama seperti Eon!”

__ADS_1


__ADS_2