
Karena letak tubuhnya yang sangat jauh, ia hanya bisa membawa sebanyak 15% dari kekuatannya. Ini adalah sesuatu yang tidak dilakukan oleh para makhluk yang berasal dari Alam Dunia Lain karena mereka tidak akan mampu melawan seseorang dengan level yang bahkan lebih rendah dari mereka. Ini adalah hukum yang dibuat oleh Dao Surgawi sendiri agar menyeimbangkan kedua Alam.
Pria tersebut melihat palu yang dibaluti oleh energi dan hukum yang sangat kuat mengarah kepada kepalanya.
“Sial!” Hanya itu yang bisa dikatakan olehnya dalam waktu sepersekian detik.
Soul Breaking Hammer!
Teknik ini sering Ren Yuu gunakan karena ini sebenarnya adalah teknik milik Heavenly Demon Immortal Soul yang bertujuan untuk menghancurkan jiwa tanpa menyisakan bekas. Ren Yuu pun memodifikasi sedikit agar sesuai dengan palu miliknya.
Bang!
Duar!
Pria tersebut langsung terpukul secara langsung dan meledak menjadi energi spiritual.
“Ingin kabur? Tidak semudah itu!” Ren Yuu tentu paham bahwa walaupun ia menghancurkan sosok tersebut, sumber jiwa itu akan pergi ke tubuh aslinya. Ia tidak akan membiarkan musuh pergi dengan sedikit kerugian.
Darkness Cage!
Energi dan hukum Kegelapan yang menyebar di seluruh dunia batin Feng Xuer pun memadat dengan kecepatan penuh ke satu titik.
Zhep!
Dalam waktu hitungan detik, semua energi dan hukum Kegelapan telah menyatu membentuk sebuah kubus hitam dan terlihat bintik-bintik putih di dalam kubus hitam itu.
“Karena kau telah datang dengan niat buruk, kau harus meninggalkan sesuatu sebagai kompensasi!” Ren Yuu menyeringai jahat dan memegang kubus kecil itu lalu meremasnya dengan tangannya.
Bom!
Ledakan kecil terdengar karena Ren Yuu langsung memusnahkan sumber jiwa yang ingin kembali ke tempat asalnya.
**
Alam Dunia Lain
__ADS_1
Dunia tersebut adalah dunia setelah kematian. Tempat itu sedikit berbeda dengan dunia tempat hidup walaupun sekilas tampak sangat mirip.
Namun, tempat itu tidak seperti dunia makhluk hidup walaupun mirip karena tidak ada luar angkasa atau planet-planet yang menyebar di seluruh Alam Semesta.
Tempat itu terlihat tidak memiliki ujung sama sekali. Di semua tempat, terlihat banyak jiwa-jiwa yang berkeliaran ke sana ke mari. Banyak juga yang terlihat sedang bertarung dan melahap jiwa lainnya.
Alam Dunia Lain bahkan lebih buruk dari Alam tempat makhluk hidup berada. Di sana, untuk para jiwa-jiwa agar mampu bertahan, mereka harus melahap jiwa lainnya.
Jika tidak, jiwa mereka akan langsung di tarik oleh sebuah batu aneh raksasa yang memancarkan aura berwarna hitam kemerahan setiap saat.
Untuk jiwa-jiwa yang lemah, mereka hanya akan menjadi makanan untuk jiwa lainnya atau langsung di tarik ke batu raksasa aneh.
Konsep waktu tidak ada di tempat itu karena suasana di tempat tersebut selalu tampak seperti sore hari yang hampir mendekati malam.
Di suatu tempat di Alam Dunia Lain, ada sebuah kastil raksasa berwana hitam. Banyak jiwa yang terlihat sedang masuk dengan cara berbaris.
Tempat itu adalah tempat penghakiman para jiwa yang tersedot oleh batu aneh dan langsung di transfer ke kastil raksasa tersebut.
Dan itu adalah tempat untuk memutuskan apakah seseorang akan berinkarnasi atau tidak.
Wajahnya tampak sedikit pucat dan beberapa saat kemudian, ia pun membuka matanya.
“Uhuk..” pria tersebut memuntahkan darahnya sendiri, tubuhnya bergetar hebat dan jiwanya tampak seperti akan meledak setiap saat.
“Sialan! Sialan! Sialan!” Pria tersebut berteriak keras karena rasa sakit dan penghinaan yang ia terima beberapa waktu yang lalu. Ia adalah pria misterius yang melawan Ren Yuu sebelumnya.
“Dasar makhluk rendahan! Berani-beraninya kau menghancurkan 15% sumber jiwaku secara paksa! Aku akan mengingat ini!” Pria tersebut dengan amarah yang sangat besar langsung menghilang dari tempatnya berada.
Dia pun tiba di sebuah tempat dengan wajah yang masih pucat seperti karena efek samping yang ia terima.
Tempat dia muncul, terlihat beberapa individu yang sedang berdiskusi.
“Hm? Apa yang tejadi padamu, Han Wang?” Tanya salah satu sosok yang diselimuti oleh uap putih bercampur hitam dengan nada heran.
“Misi gagal! Seorang anak dengan jiwa abadi menghalangiku mengambil jiwa Ratu Jiwa saat ini!” Pria yang melawan Ren Yuu yang bernama Han Wang pun menjawab dengan nada dingin.
__ADS_1
Beberapa individu di tempat itu menyipitkan mata mereka. Kata-kata Han Wang tentang seorang anak dengan jiwa abadi pasti membuat mereka terkejut. Karena anak yang disebut pasti bukan Heavenly Demon Immortal Soul yang selalu lolos dari pelacakan mereka.
“Aku tidak menyangka bahwa akan ada makhluk yang mencapai jiwa abadi selain Heavenly Demon Immortal Soul! Lalu.. kau tampaknya kalah dengan sangat menyedihkan kali ini? Seperti apakah gerangan musuh yang kau lawan?” Satu sosok di tempat itu bertanya dengan kerutan di wajahnya karena telah mendeteksi bahwa Han Wang telah kehilangan 15% sumber jiwanya.
Han Wang memasang wajah semakin jelek lalu menceritakan tentang siapa Ren Yuu.
“Hm? Anak itu? Bukankah dia penerus Kaisar Kegelapan?” Salah satu sosok lainnya bertanya dengan nada heran sambil mengeluarkan sebuah cermin aneh.
Cermin itu perlahan melayang dan menampilkan sosok Ren Yuu di dalam cermin.
“Ya, anak itu.” Han Wang menatap gambar Ren Yuu dengan kebencian yang sangat besar.
“Dia adalah anak yang menantang tatanan alam seperti Kaisar Yin-Yang, yang belum lama ini tiba. Dia adalah pengguna salah satu manual legendaris, Kitab Samsara Life And Death.” Ucap sosok tersebut.
“Apa? Lagi? Bagaimana bisa satu lagi sosok seperti itu muncul?” Sosok lainnya pun terkejut.
“Aku tidak mungkin salah. Aku telah memeriksa kematiannya terjadi sebanyak tiga kali yang artinya dia telah mengolah Kitab Samsara Life And Death sampai bagian ketiga. Tetapi, saat proses kematian, jiwanya tidak memasuki Alam Dunia Lain sehingga dapat dipastikan dia adalah pengguna manual itu. Juga, aku telah memeriksa status aslinya, dia adalah putra Ratu Jiwa saat ini, penerus Kaisar Kegelapan dan juga..” Kata-kata pria tersebut terhenti di tengah jalan.
Semua informasi tentang kelahiran Ren Yuu membuat mereka terkejut karena tidak menyangka bahwa putra Ratu Jiwa yang terlahir menjadi penerus Kaisar Kegelapan mencapai level jiwa abadi dan mengolah Kitab Samsara Life And Death walaupun mereka saat ini tidak tau bahwa Ren Yuu bukan lagi penerus Nan Bei Yun.
Namun, kata-kata terakhir rekan mereka membuat kerutan di setiap dahi para sosok di tempat itu.
“Juga apa?” Tanya Han Wang dingin karena ia sangat ingin tau seperti apa sebenarnya identitas Ren Yuu yang membuat rekannya tampak terdiam.
Rekannya tersebut yang memiliki cermin aneh adalah petinggi di Alam Dunia Lain yang mengurus masalah lainnya. Sementara Han Wang juga memiliki tugasnya sendiri. Namun, untuk informasi tentang kematian seseorang, rekannya tersebut pasti langsung mengetahui asal usul setiap makhluk yang mati dengan cermin aneh tersebut.
Untuk Ren Yuu, karena mengolah kitab Samsara Life And Death, tentu identitasnya akan langsung tercatat walaupun Ren Yuu tidak memasuki Alam Dunia Lain.
“Apa kalian ingat tentang jiwa aneh yang sudah sangat kuat baru-baru ini? Kalian pasti tau kita tidak memiliki wewenang untuk mencampuri pertarungan semua jiwa di Alam Dunia Lain.” Ucap pria yang sedang mengendalikan cermin aneh.
“Hm? Maksudmu orang itu?” Tanya Han Wang dengan kerutan di wajahnya. Ia tentu tidak akan lupa dengan jiwa yang dianggap setara dengan jiwa Kirin yang pernah mengamuk di Alam Dunia Lain.
“Ya. Dia, jiwa itu telah mencapai tingkat jiwa Kirin yang disegel oleh pemimpin kita! Karena dia tidak mengamuk dan mencoba menyerang kastil ini seperti Kirin, bahkan untuk pemimpin pun tidak akan bisa ikut campur tentang urusannya.” Ucap sosok tersebut dengan nada sedikit aneh yang membuat semua yang ada di sana bingung sedikit.
Tetapi, kata-kata selanjutnya, membuat semua individu yang ada di sana sangat terkejut.
__ADS_1
“Jiwa itu pernah hampir di tarik ke Dunia makhluk hidup oleh Jin Xan, sosok perkasa yang masih hidup sampai saat ini yang setara dengan Mythical Ancient Dragon God dan Asura. Tetapi jiwa itu mampu melawan kehendak Jin Xan untuk membuat kontrak. Dan sesuatu yang menarik di sini adalah, jiwa itu memiliki nama depan yang sama dengan anak yang melawanmu ketika dia masih hidup. Namanya adalah, Ren Douzi!”