God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Kegilaan Ren Yuu, Terobosan Tier God King Peak


__ADS_3

Aura Kegelapan yang begitu pekat menutupi ruang hampa dalam ruang lingkup yang sangat luas saat kekuatan Ren Yuu terus tumbuh lebih besar dari waktu ke waktu.


Dewa Pencipta memasang wajah yang sangat muram ketika merasakan kekuatan Ren Yuu yang masih bertambah besar.


Wusssh!


Aura Kegelapan lenyap dalam sekejap saat kekuatan Ren Yuu berhenti tumbuh.


Luka-luka di tubuh Ren Yuu tidak pulih tetapi energi yang ia miliki telah pulih ke puncaknya. Ia menatap ke arah Dewa Pencipta dengan tatapan dingin. Niat membunuh terus terpancar dari tubuhnya saat ini.


“Ruby, kembalilah, aku akan menanganinya sendiri.” ucap Ren Yuu dengan nada dingin.


Mendengar nada dingin Ren Yuu, Ruby hanya mengangguk dan masuk ke dalam Menara Kegelapan.


Ketika Ruby telah masuk ke dalam Menara Kegelapan, Ren Yuu menatap ke arah Dewa Pencipta di tempat yang sangat jauh.


Dark Hole!


Ren Yuu pun menghilang dalam sekejap dan muncul tidak jauh dari hadapan Dewan Pencipta.


Karena Ren Yuu saat ini hanya memiliki kekuatan Tier God King Mid, Dewa Pencipta masih yakin bisa menandingi Ren Yuu.


“Inilah kehidupan Fana! Walaupun semua menyebutnya sebagai True God, God King, mereka tetep saja mati! Tidak ada yang namanya keabadian!” ucap Dewa Pencipta saat menatap ke arah lengan kanannya yang masih belum pulih sepenuhnya. Ia tau bahwa ia hanya akan bertarung dengan satu lengan. Namun, ia sama sekali takut karena merasa bahwa kehilangan sebelah lengan, ia tidak akan bisa dibunuh semudah itu juga.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Dewa Pencipta, wajah Ren Yuu semakin dingin. “Kau akan membayarnya!”


Dark Hole!”


Dalam sekejap mata, Ren Yuu muncul tepat di hadapan Dewa Pencipta sekaligus mengayunkan Primordial Holy Sword sekuat tenaga.


Karena luka serta kemampuan bertarung yang telah menurun, Dewa Pencipta melakukan sesuatu pada tubuhnya sendiri, yaitu menukar sejumlah kekuatan di dalam tubuh agar ia dapat bergerak lebih cepat.


Zhep!


Dewa Pencipta langsung menghindari serangan Ren Yuu yang membuat Ren Yuu menyipitkan matanya. Ia tentu dapat merasakan level kekuatannya lebih tinggi dari Dewa Pencipta tetapi tampaknya kecepatannya masih lebih rendah.


“Creator Ark, Speed Counter Attack!”


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Dewa Pencipta mengayunkan pedang yang ada di lengan kirinya ke arah Ren Yuu.


Srang!


Srak!


Tubuh Ren Yuu terkena tebasan tetapi itu Ren Yuu hanya menerima luka dangkal. Saat tebasan itu diarahkan kepadanya, ia merasa bahwa serangan itu tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, ia ingin mengkonfirmasi sesuatu, jika tidak, ia tidak membiarkan dirinya ditebas begitu saja.


Dan untuk Dewa Pencipta, wajahnya sedikit jelek karena tidak menyangka bahwa serangannya akan diterima oleh Ren Yuu begitu saja. Awalnya ia ingin melakukan hal itu agar Ren Yuu terus-menerus menghindar dan ia pun bergerak dengan kecepatan tinggi agar memiliki waktu untuk memulihkan luka-lukanya.


Tap!


“Ternyata kau memiliki kemampuan mengorbankan kekuatan daya serang untuk meningkatkan kecepatan! Kau memang benar-benar berbahaya!” ucap Ren Yuu dingin saat ia menangkap pedang yang masih melekat di bahunya.

__ADS_1


Sebelum Dewa Pencipta berbicara, sebuah pukulan melesat tepat ke arah wajahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Sial!” Batin Dewa Pencipta dan langsung menghilang dalam sekejap.


Ren Yuu sudah mengantisipasi hal itu dan ia pun ikut menghilang lalu mengayunkan Bloody Mist Sword di tangan kirinya sekuat tenaga ketika muncul di tempat tertentu.


“Dark Art, Darkness Splitting Incision!”


Sraing!


Jrezzh!


Ren Yuu melewati tempat tertentu dan ketika Dewa Pencipta muncul, dirinya langsung terkena tebasan yang membuat matanya terbuka lebar-lebar.


Sayatan yang lumayan dalam tercetak di pinggang Dewa Pencipta karena Ren Yuu tidak dapat menentukan arah yang paling tepat untuk tempat Dewa Pencipta muncul.


Dark Hole!


Deg!


Ren Yuu muncul tepat di atas Dewa Pencipta dan langsung mengayunkan Primordial Holy Sword di tangan kanannya sekuat tenaga.


“Bajingan!” Teriak Dewa Pencipta saat mengayunkan pedangnya sekuat tenaga juga.


Trang! Trang! Trang! Trang!


Keduanya pun bentrok terus-menerus dan Ren Yuu menerima beberapa tebasan namun itu sama sekali tidak mempengaruhi kekuatan tempur Ren Yuu.


Keduanya terus melesat ke sana ke mari dan melakukan bentrokan. Bahkan untuk Dewa Pencipta semakin frustasi karena semakin lama, Ren Yuu semakin bisa mengungguli kecepatannya. Itu seolah-olah Ren Yuu terus belajar selama dalam pertarungan.


Srak!


Zhep!


Ren Yuu muncul dalam sekejap di depan Dewa Pencipta dan langsung mengayunkan tinju di lengan kirinya. Sangat terlihat saat ini bahwa ia masih diselimuti oleh amarah yang sangat besar.


Bam!


“Apa?” Ketika Dewa Pencipta menerima pukulan tepat di wajahnya, ia terkejut karena kali ini pun, kecepatan Ren Yuu tampak sudah lebih tinggi dari dirinya.


“Aku tidak akan pernah memaafkanmu!” ucap Ren Yuu saat bergerak jauh lebih cepat lagi dari sebelumnya.


Bam!


Dewa Pencipta yang awalnya terpental pun menerima serangan secara langsung sekali lagi. Namun, ia merasakan perasaan akrab, yaitu serangan Ren Yuu tampaknya melemah sedikit dan kecepatan Ren Yuu meningkat drastis yang artinya Ren Yuu menggunakan teknik yang sama dengan dirinya.


Karena tua seperti itu, Dewa Pencipta langsung mengubah pola serangannya tetapi Ren Yuu juga melakukan hal yang sama.


Bam!


Sraing!

__ADS_1


Srak!


Jrezzh!


Dalam waktu lima detik, serangan bertubi-tubi pun mendarat di tubuh Dewa Pencipta. Saat ini ia tidak memiliki apa-apa lagi yang dapat menyaingi kekuatan Ren Yuu. Alasan itu terjadi, itu dikarenakan Dewa Pencipta dapat merasakan hal yang membuatnya sedikit putus asa.


Tap!


Ren Yuu pun menangkap Dewa Pencipta dengan tangan kirinya tepat di lehernya. Aura hitam kemerahan terus menyelimuti tubuhnya saat ini karena amarahnya semakin meningkat ketika ia melihat Dewa Pencipta.


“Kau.. tidak mungkin.. bagaimana mungkin kau..” Dewa Pencipta ingin berbicara tetapi kata-katanya di potong oleh Ren Yuu.


Bam!


Pukulan yang telah dilapisi oleh hukum Kegelapan pun mendarat di kepala Dewa Pencipta sekali lagi yang membuat Dewa Pencipta merasa dunianya berputar.


“Aku akan membuatmu menderita selamanya atas apa yang telah kau lakukan! Tidak ada kata ampun bagimu!” Ucap Ren Yuu sangat dingin serta niat membunuh yang sangat besar.


Drrrrtttt!


Ruang hampa tampak berdenyut-denyut kembali karena aura yang berasal dari tubuh Ren Yuu.


Krak! Krak!


Dari dalam tubuh Ren Yuu, suara retakan terdengar sedikit demi sedikit karena kekuatannya sendiri juga membuat dampak negatif. Hal itu membuat tulang-tulangnya mengalami retakan terus-menerus.


Wusssh!


Ren Yuu melempar Dewa Pencipta dan membuat gerakan menebas dengan tangan kirinya.


“Dark Art, Age-Separating Darkness!”


Sraing!


Kilatan hitam terlihat seketika saat Ren Yuu melewati Dewa Pencipta yang mencoba bertahan dari serangan yang dilancarkan oleh Ren Yuu.


Prang!


Jrezzh!


Tubuh Dewa Pencipta dibelah menjadi dua bagian tetapi itupun belum membuatnya mati.


“Uhuk..” Ren Yuu memuntahkan seteguk darah hitam karena kekuatannya sendiri tampak mengamuk.


“Kau membuatku sangat jengkel! Jadi matilah!” Teriak Ren Yuu sekuat tenaga saat kekuatan yang lebih besar meledak dari dalam tubuhnya.


Sementara itu, Dewa Pencipta yang telah dibelah dua di pinggangnya, tetap hidup tetapi kini merasakan ketakutan untuk pertama kalinya ia menjadi seorang penguasa ataupun ketika melawan seseorang.


“Tidak.. mungkin.. kekuatannya.. Tier God King Peak!” ucap Dewa Pencipta saat merasakan kekuatan Ren Yuu menembus sekali lagi. Ini adalah hal yang paling mustahil untuk dapat menembus di ruang hampa tanpa energi. Tidak ada sumber daya di tempat itu yang dapat meningkatkan kekuatan level God King ke tahap selanjutnya.


Sosok perkasa muncul di atas Ren Yuu dengan menggunakan dua pedang lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah Dewa Pencipta.

__ADS_1


Dan ketika menatap teknik tersebut, Dewa Pencipta semakin tidak percaya karena teknik tersebut tidak mirip dengan teknik dari Celestial Empress, teknik yang dapat memusnahkan energi, esensi dan jiwa.


Yang artinya, jika terkena serangan itu, tidak ada harapan untuk selamat ataupun melakukan Kebangkitan.


__ADS_2