
Pinggiran Realms Of The God's
Para Dewa dan Dewi Zaman Kuno pun menyampingkan tentang Ren Yui saat ini tetapi mereka berniat untuk membunuhnya di dalam Makam Para Dewa.
“Tampaknya kali ini kita menjadi musuh mereka semua. Apakah kita membereskan mereka nanti?” ucap Ren Zi acuh tak acuh.
“Biarkan saja mereka, kita akan membereskan mereka jika berani menyentuh kakak Yui di dalam sana. Aku akan menjadikan mereka pasukan nantinya.” Sambung Ren Xiu.
Mendengar kedua adiknya berbicara, Ren Yui tersenyum manis. “Tampaknya kali ini kakak akan mengandalkan kalian berdua.” Ucapnya menatap ke arah Ren Zi dan Ren Xiu.
Mendengar Ren Yui berkata seperti itu, Ren Zi dan Ren Xiu pun membusungkan dada mereka karena saat ini mereka tidak gentar sama sekali menghadapi para makhluk puncak.
“Guru.. aku merasakan kekuatan yang mirip dengan Guru di tempat yang sangat jauh.” Xue Ling Long tiba di sebelah Ren Yuu dan berbicara dengan nada manis dan lembut seperti biasa.
“Hm? Benarkah?” Tanya Ren Yuu dengan alis terangkat.
“Ya Guru. Itu adalah darah Kirin yang sangat murni.” Xue Ling Long mengangguk kecil.
Wajah Ren Yuu serius ketika mendengar garis darah Kirin murni. Bahkan untuk dirinya tidak memiliki darah Kirin yang murni karena ia menggabungkan banyak garis darah lainnya serta garis darah elemen Kegelapan.
Namun, sebelum Ren Yuu berbicara lagi, Nine Realms bergetar keras. Jurang waktu tampak melebar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pusaran petir itu pun tampak merobek ruang itu sendiri.
“Waktunya telah tiba!” Batin semua makhluk kuno tidak terkecuali untuk anggota kelompok Ren Yuu.
Bahkan Mythical Ancient Dragon yang menatap itu pun menyipitkan matanya. Ia sungguh terkejut karena Jurang Waktu tidak sepenuhnya seperti yang ia prediksikan.
“Time Khronos!”
Mythical Ancient Dragon God pun menggunakan tekniknya dan mencoba melacak apa sebenarnya isi Jurang Waktu. Ketika ia melihat sebagian kecil saja, mata Mythical Ancient Dragon tampak mengeluarkan sedikit darah dan ia pun membatalkan tekniknya.
“Apa kau melihat sesuatu, teman lama?” Tanya Asura karena ia dapat merasakan bahwa Mythical Ancient Dragon God menggunakan salah satu teknik tertingginya.
“Ya, aku melihat banyak makhluk tidak dikenal di dalam sana! Banyak dari mereka yang memiliki kekuatan dekat denganmu, Asura!” ucap Mythical Ancient Dragon God.
“Apa? Apa sebenarnya tempat itu?” Asura melebarkan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Mythical Ancient Dragon God.
“Jurang Waktu sebenarnya adalah sebuah Dimensi tidak dikenal, dengan hukum aneh yang menyebar di udara! Tetapi memiliki sesuatu di udara yang dapat membantu semua makhluk mencapai Tier True God 9th Heavenly Layer!”
“Tidak hanya itu.. bahkan banyak jiwa kuat yang terlihat di sana! Rumor tentang semua jiwa yang di zaman kuno tewas masuk ke dalam adalah kenyataan!” Lanjut Mythical Ancient Dragon God.
Sebelum Asura bertanya kembali, Jurang Waktu yang telah melebar menampilkan isi dari tempat itu.
Apa yang mereka lihat tidak seperti apa yang mereka pikirkan karena yang terlihat adalah sebuah pemandangan yang sangat indah.
__ADS_1
Juga kekuatan luar biasa perlahan merembes keluar dari Jurang Waktu. Itu adalah segala jenis energi dan hukum yang melewati puncak hukum tingkat keempat tanda bahwa tempat itu merupakan tempat latihan terbaik yang pernah ada.
Ren Yuu yang menatap itupun menyipitkan matanya karena Makam Para Dewa tidak seperti yang ia pikirkan.
Di Menara Kegelapan, Ruby yang menatap Jurang Waktu terbuka pun hanya diam beberapa saat lalu bergumam kecil, “Ternyata tempat itu tidak berubah sama sekali. Makam Para Dewa.. ya, sekarang aku ingat dengan jelas! Tempat itu disebut sebagai Makam Para Dewa karena di tempat itulah awal mula kehidupan dan kematian.”
“Semua Kehidupan akan datang ke tempat itu untuk memperoleh kekuatan nyata yang sebenarnya. Dan di tempat itu juga, para makhluk dari berbagai Alam Semesta berkumpul! Hanya makhluk-makhluk Tier True God yang diizinkan masuk ke dalam sana!”
“Hukum di tempat itu mengekang ingatan semua makhluk ketika keluar! Dan Nan Bei Yun, aku masih bertanya-tanya bagaimana caramu masuk terakhir kali secara paksa meskipun kau hanya bisa bertahan selama beberapa hari di dalam sebelum dibuang secara paksa karena dirimu telah melampaui Tier True God!”
“Dan apa yang kau lihat...” Mata Ruby melebar dan jantungnya berdetak cepat karena akhirnya ingat apa yang dilihat oleh Nan Bei Yun.
“Tempat itu adalah neraka sesungguhnya!” Lanjut Ruby dan tau bahwa sebutan Makam Para Dewa tidak salah sama sekali.
Dan apa hal terakhir yang Ruby lihat membuatnya sadar bahwa Nan Bei Yun melakukan semua itu agar Nine Realms aman darinya. Sebab, ada satu makhluk yang disegel di dalam sana, dan itu adalah sesuatu yang tidak ingin Nan Bei Yun lepaskan sehingga Nan Bei Yun ingin menguasai Nine Realms dan melarang para makhluk di Nine Realms untuk memasuki Makam Para Dewa.
Ketika Ruby ingin memperingati, semua makhluk pun masuk ke dalam Jurang Waktu secepat yang mereka bisa tidak terkecuali untuk kelompok Ren Yuu.
“Terlambat!” Batin Ruby dan hanya bisa berdoa agar Ren Yuu tidak mendapatkan masalah serius di dalam Makam Para Dewa.
**
Jurang Waktu yang merupakan jalan masuk ke Makam Para Dewa telah terbuka.
Di dunia itu, terlihat pohon raksasa yang memiliki aura kehidupan luar biasa kuat.
“Xiao Bai! Apakah sudah selesai?” Tanya seorang wanita cantik kepada seorang pria berambut hitam yang dikenal oleh Ren Yuu, yaitu Xiao Bai.
Xiao Bai menghela nafas panjang dan menatap ke arah wanita yang menyelamatkannya sebelumnya dengan tatapan rumit.
“Apa sebenarnya tujuanmu? Kenapa kau melakukan semua ini? Jika Ren Yuu mengetahuinya..” Xiao Bai berhenti sejenak dan menatap ke arah Pohon Kehidupan yang ada di hadapannya.
“Dia adalah keturunannya. Apa kau tidak berencana untuk mengatakan ini kepadanya...”
“Sheng Mei..” ucap Xiao Bai dan menatap ke arah wanita cantik yang merupakan Sheng Mei.
Sheng Mei tidak membalas sama sekali. Ia perlahan berjalan ke arah depan dan berhenti tepat di sebuah gelembung berisi bayi yang melekat ke Pohon Kehidupan.
“Semua yang aku inginkan ada di sini. Aku tidak mengerti mengapa..” Gumam Sheng Mei saat membelai gelembung itu dengan lembut.
Xiao Bai terdiam beberapa saat lalu menatap ke arah lainnya, “Jurang Waktu telah terbuka. Aku telah memperkuat kekuatan sejati Kirin pada putramu karena kau juga membantuku mencapai garis darah Kirin yang sempurna. Garis darahmu yang ada di dalam tubuh putramu tidak akan mencoba menghapus kekuatan itu yang merupakan garis darah yang berasal dari Ren Yuu.”
“Ya. Aku tau. Terima kasih.” Balas Sheng Mei dan terus menatap bayi yang ada di dalam gelembung dengan tatapan rumit.
__ADS_1
Sementara itu, Sheng Qi'er yang ada di sana pun terus-menerus diam karena ia juga tidak lagi tau apa yang harus dilakukan saat ini.
“Aku tau bahwa kau juga mengejar level kekuatan Tier Beyond True God, Xiao Bai. Pergilah ke Makam Para Dewa. Di sana segala sesuatunya sangat berbeda. Mungkin kau akan menemukan kebenaran yang kau cari yaitu asal mula Ras Naga di semesta ini.” ucap Sheng Mei tanpa melihat ke arah Xiao Bai.
Xiao Bai menatap Sheng Mei dengan tatapan rumit. Ia awalnya selalu berpikir bahwa Sheng Mei adalah musuh, tetapi pikirannya telah berubah selama ratusan tahun bersama dengan Sheng Mei. Dia bukan seperti apa yang dipikirkan oleh semua orang bahkan gelar Dewi Perang di zaman kuno untuk Sheng Mei tidak cocok sama sekali.
“Jika begitu aku akan pergi. Kau tau cara menghubungiku di Makam Para Dewa. Jika kau membutuhkan sesuatu, cari aku.” ucap Xiao Bai dan langsung membesar dan memasuki bentuk Naga Hitam yang sangat mirip dengan Kirin asli.
Bussssh!
Xiao Bai pun melesat dengan kecepatan tinggi menuju angkasa karena ia juga ingin memasuki Makam Para Dewa untuk mencari apa sebenarnya asal-usul para Naga.
Sheng Mei terdiam beberapa saat lalu mengangkat jarinya lalu menunjuk ke arah bayi yang ada di dalam gelembung.
Zhep!
Berkas cahaya memasuki tubuh bayi tersebut yang terlihat masih tertidur sangat nyenyak.
“Mungkin butuh waktu jutaan tahun agar kau terbangun. Ibu tidak tau apakah kita bisa bertemu atau tidak. Maafkan jika suatu hari nanti ibu tidak berada di sisimu.” Gumam Sheng Mei saat menyatukan kedua telapak tangannya.
“Samsara..”
“Takdir..”
“Waktu..”
Bussssh!
Ketika Sheng Mei menggunakan teknik tertentu, ia memuntahkan seteguk darah ketika melihat gambar-gambar buram dan itu adalah seorang pemuda yang bertarung dengan gigih menggunakan sebuah tombak di tangannya.
Blug!
Sheng Mei perlahan berlutut di permukaan tanah ketika selesai menatap semua gambar-gambar tersebut.
“Ratu..” Sheng Qi'er pun menghampiri Sheng Mei yang tampak kesakitan.
“Tidak apa-apa Qi'er..” Balas Sheng Mei saat perlahan berdiri dan menyeka darah dari sudut bibirnya.
Sheng Mei pun tersenyum menatap ke arah bayi itu karena ia telah melihat bahwa putranya ternyata selamat di masa depan.
“Jie’er kecil.. meskipun kau tidak mengunakan nama itu di masa depan, kuharap suatu hari nanti kau datang ke tempat ini.” ucap Sheng Mei lalu membuat gerakan lainnya lalu di Pohon Kehidupan terlihat beberapa tulisan yang tercetak.
“Ini mungkin terakhir kalinya ibu datang ke tempat ini.” Gumam Sheng Mei dan berbalik.
__ADS_1
“Ayo kita pergi ke Makam Para Dewa untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai.”