God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Domain Pembantaian


__ADS_3

Kota Pembantaian


Setelah mengetahui bahwa ada yang mencoba mengincar mereka, kilatan pembunuhan terlintas di mata Ren Yuu. Ia tentu tidak akan membiarkan putrinya diincar oleh siapapun.


“Lalu, di mana jalan menuju Domain Pembantaian?” Tanya Ren Xie'er bersemangat.


“Naiklah ke lantai tengah bangunan ini, kalian akan menemukan portal yang menghubungkan Domain Pembantaian dengan gedung ini. Kalian juga bisa keluar dari portal yang sama jika ingin menyerah. Aku peringatkan sekali lagi, di tempat itu, pertarungan sebenarnya akan terjadi setiap saat. Tidak ada peraturan, hanya yang kuat yang bertahan.” pria tersebut menjelaskan.


“Hm?” Ren Xie'er mengerutkan keningnya tetapi tetap diam. Karena rasa penasarannya, ia pun langsung menarik Ren Yuu dan pergi ke lantai tengah gedung tersebut untuk memasuki Domain Pembantaian.


Pria tersebut melirik ke arah tempat Ren Yuu dan Ren Xie'er pergi.


“Merak akan masuk. Beritahu kepada Tuan,” ucap pria tersebut dengan nada datar.


Satu sosok tiba-tiba muncul lalu mengangguk kecil. Ia pun langsung pergi ke lantai paling atas tempat Dewa Pembantaian berada.


Tetapi keduanya tidak tau bahwa semua itu tidak luput dari pelacakan Ren Yuu. Tidak akan ada yang bisa disembunyikan dari kekuatan spiritualnya. Bahkan semua yang ada di kota tersebut diketahui oleh Ren Yuu setiap makhluk sedang melakukan apa saja.


Di lantai tertinggi, terlihat sosok yang sebelumnya muncul, datang ke hadapan Dewa Pembantaian. “Tuan, Ren Xie'er telah masuk bersama dengan seorang pria yang memiliki tingkat kultivasi Tier True God 3r Heavenly Layer.”


“Kalian pergilah dan lakukan dengan bersih! Pastikan tidak ada yang melihat kalian menangkapnya. Penjarakan dia di dalam Domain Pembantaian. Setelah itu, kita hanya perlu menunggu kedatangan Dewi Pembantaian!” Perintah Dewa Pembantaian.


“Baik!” sosok tersebut pun langsung menghilang dalam sekejap untuk melaksanakan perintah.

__ADS_1


“Tampaknya ini akan sangat mudah. Ha-ha-ha, tidak lama lagi God Thome's Slaughter Sword akan jatuh ke tanganku. Menggunakan itu, tidak mungkin ada bisa melawanku kecuali untuk Master Asura. Bahkan ketiga bawahan kepercayaannya tidak akan bisa bersaing denganku! Dan aku tau dengan pasti bahwa waktu Master Asura tidak akan lama lagi. Bukankah begitu?” Dewa Pembantaian menyeringai dan melirik ke arah tertentu.


Jauh di sudut ruangan, satu sosok perlahan muncul. Ia adalah seorang God Race yang memiliki sayap putih.


“Nine Realms tidak akan lama lagi jatuh di tangan kami! Tetapi Jalan Asura adalah sesuatu yang berbeda. Dimensi ini memiliki segel yang sangat kuat yang membuat God Race tidak akan bisa menjadi penguasa! Oleh karena itu, jika kau bekerja sama, kami akan membantumu membereskan Master Asura. Kau hanya perlu memberikan satu warisan Dewa kepada kami! Apakah kau setuju?” Tanya God Race tersebut. Ia tidak lain adalah salah satu dari empat pemimpin tertinggi God Race, Nan Bei Fu, yang pernah tewas ketika insiden Nan Bei Yun terjadi.


“Baiklah, jika apa yang kau katakan benar, aku akan memberikannya jika Asura telah tiada! Kau harus paham jika bermain-main denganku, kalian God Race akan kesulitan! Kau memang kuat, aku tidak akan mampu melawanmu, tetapi, jika kau melakukan gerakan, Asura akan lebih dulu mengetahuinya dan kau akan tau konsekuensinya!” Balas Dewa Pembantaian.


“Ya, aku paham! Jika waktunya tiba, Nan Bei Shu dan Nan Bei Wang akan datang. Kemungkinan pemimpin Nan Bei Chao akan datang juga jika kesempatan kemenangan besar!” ucap Nan Bei Fu.


Mendengar nama Nan Bei Chao dan Nan Bei Shu, tentu saja Dewa Pembantaian sedikit gentar karena dua sosok itu sangatlah kuat mengerikan. Tetapi, jika God Thome's Slaughter Sword ada di tangannya, sudah pasti kekuatannya akan meningkat drastis. Sebab, ia tentu tau bagaimana cara penggunaan sebenarnya senjata dewa tersebut.


“Baik, kau boleh pergi. Aku akan mengurus sisanya.” Balas Dewa Pembantaian dengan lambaian tangan.


Nan Bei Fu mengangguk kecil dan menghilang dari tempat tersebut.


Tidak akan ada yang menyangka bahwa salah satu pemimpin tertinggi God Race akan muncul di Jalan Asura. Benih pemberontakan telah muncul di Jalan Asura saat ini karena beberapa dari mereka mengetahui bahwa waktu untuk Asura hidup tidak lama lagi.


Tentu para Penguasa di tempat itu tidak akan melewatkan kesempatan untuk menjadi pemilik Jalan Asura, tidak terkecuali untuk Dewa Pembantaian.


Sebagai anggota suku Barbarian, Dewa Pembantaian mengerti dengan jelas kenapa ia tidak bisa menembus Tier True God 8th Heavenly Layer. Hanya ada satu jalan pintas bagi seluruh suku Barbarian, yaitu menggunakan God Thome's Slaughter Sword yang saat ini ada di tangan Yu Ling Er.


**

__ADS_1


Lantai tengah Gedung Pembantaian


Saat ini, Ren Yuu dan Ren Xie'er sedang berdiri di depan portal menuju Domain Pembantaian. Tidak hanya untuk mereka berdua, di portal tersebut, terlihat banyak makhluk yang keluar masuk untuk mencoba mengambil kekuatan Domain Pembantaian yang mampu meningkatkan kekuatan secara drastis.


“Ayo kita masuk!” Ren Xie'er langsung menarik Ren Yuu ke dalam portal karena tidak sabar untuk melihat seperti apa sebenarnya Domain Pembantaian.


Ketika memasuki portal, keduanya keluar dari sebuah gerbang yang ditengahnya terdapat riak darah. Tempat yang mereka masuki sangatlah pengap karena tercium bau darah di mana-mana.


Ren Yuu menoleh ke arah belakang dan tau bahwa portal dimensi tersebut aktif setiap saat layaknya sebuah gerbang teleportasi.


“Tempat apa ini? Tempat ini sungguh menyeramkan!” ucap Ren Xie'er saat menatap ke arah sebuah kota besar. Di mana-mana terdapat jejak darah, beberapa mayat yang dibiarkan begitu saja. Tidak hanya itu, suara pertarungan pun terus-menerus terdengar di kejauhan.


“Sesuai dugaan, tempat ini memang dimensi khusus untuk membangkitkan kekuatan Pembantaian!” Batin Ren Yuu. Tetapi satu hal yang ia sadari, energi dewa di tempat tersebut berkali-kali lipat lebih padat dari pada diluar. Dan memang benar tempat tersebut adalah tempat yang membuat kultivasi meningkat cepat.


Tetapi, tekanan, aura dan kondisi dimensi membuat tubuh mendapatkan efek negatif jika berlama-lama di dalam dimensi tersebut.


Jika menatap tidak kuat, bisa dipastikan seseorang akan menjadi gila jika tinggal di dalam tempat itu. Ia langsung paham hanya dengan sekali lihat saja. Itulah mengapa tidak banyak makhluk yang menetap di dalam karena efek negatif yang diterima tubuh bukan sesuatu yang sederhana.


“Inikah kekuatan yang berasal dari tubuh makhluk yang dulu dijuluki sebagai Dewa Pembantaian sejati?” Batin Ren Yuu.


“Tempat ini sungguh tidak menyenangkan sama sekali!” Ren Xie'er mengeluh seketika.


“Pulanglah ke ibumu jika tidak menyenangkan. Tempat ini bukan tempat yang cocok untukmu!” Beberapa makhluk yang masuk dari tempat yang sama pun berbicara dengan nada mencemooh ke arah Ren Xie'er.

__ADS_1


Wajah Ren Xie'er gelap mendengarnya. Tubuhnya menegang saat mendengar kata-kata itu.


Ren Yuu yang merasakan suasana hati Ren Xie'er berubah pun mengerti pasti ada sesuatu yang salah terjadi pada putrinya.


__ADS_2