
“Ayah.. apakah ayah yang mengalahkan Blood Titan itu?” Tanya Ren Xie'er dengan bintang di matanya dan berharap bahwa benar bahwa ayahnya adalah yang mengalahkan seseorang yang dijuluki sebagai Dewa Pembantaian.
Ren Yuu hanya tersenyum kecil tetapi tidak menjawab yang membuat Ren Xie'er cemberut manis. Ia tidak bertanya lagi dan menatap ke arah lain seperti seorang anak yang merajuk kepada ayahnya.
“Ayo kita pergi dari tempat ini menuju kota Asyura.” Ren Yuu pun perlahan melayang tetapi menghela nafas panjang saat merasakan seseorang langsung menempel pada punggungnya.
“Apa yang kau lakukan Xie'er?” Tanya Ren Yuu lelah.
Ren Xie'er tidak menjawab dan memeluk ayahnya dari belakang dan diminta di gendong.
“Kau bukan gadis kecil lagi..” Ren Yuu menghela nafas sekali lagi saat merasakan bahwa putrinya itu memeluknya lebih erat seperti lem. Karena tau bahwa Ren Xie'er tidak akan mau lepas seperti lem kuat, Ren Yuu pun langsung melesat dengan kecepatan penuh ke arah kota Asyura berada karena tentu ia sudah mengetahui letaknya dari ingatan yang ia ambil dari para Blood Titan yang menjadi bawahan Zou En.
**
Di tempat jauh saat ini, terlihat satu sosok yang tertawa bahagia. Ia sedang bentrok dengan dua makhluk kuat lainnya.
“Ha-ha-ha! Aku tidak menyangka bahwa kalian berdua akan menemukanku? Di mana satu lagi rekan kalian itu? Biarkan aku bermain sebentar untuk memberikan salam kepada kalian berdua!” Sosok yang sedang tertawa tersebut tidak lain adalah Kun-Peng. Ia saat ini sedang mengahadapi dua dari tiga bawahan kepercayaan Asura.
“Kun-Peng! Katakan apa tujuanmu datang ke Jalan Asura!” Teriak satu sosok pria dengan wajah yang sangat marah karena Kun-Peng mempermainkannya bersama dengan satu rekannya.
“Tujuanku? Tentu saja ayahmu Kun-Peng datang untuk bersenang-senang!” Teriak Kun-Peng dan menghilang dalam sekejap. Ia muncul di salah satu bawahan Asura sambil mengayunkan tinjunya.
“Sial!” Bawahan Asura mengutuk Kun-Peng dalam hati dan langsung menyilangkan kedua lengannya untuk menahan pukulan dari makhluk yang dicap sebagai pengacau dengan basis kecepatan tertinggi yang pernah ada.
Bang!
Pukulan Kun-Peng mengenai pertahanan bawahan Asura tetapi membuatnya melesat seperti meteor ke arah yang jauh.
“Kun-Peng sialan! Apa kau ingin membuat Master Asura marah?” Teriak satu lagi bawahan Asura sambil mengayunkan pedangnya ke arah leher Kun-Peng.
“Asura? Ha-ha-ha, walaupun dia datang, jadi apa? Aku ingin melihat apakah dia bisa menangkap ayahmu Kun-Peng yang perkasa!” Balas Kun-Peng dan menghilang kembali.
__ADS_1
Bam!
Kun-Peng memukul bawahan Asura lainnya dan membuatnya terpental sangat jauh.
Tentu Kun-Peng hanya bermain-main dengan keduanya. Ia menganggap hal tersebut sebagai olahraga agar tubuhnya tidak kaku. Jika itu pertarungan hidup dan mati, ia pasti menggunakan semua skillnya untuk menghabisi lawan walaupun mungkin akan sulit baginya untuk melawan dua bawahan Asura sekaligus yang memiliki kekuatan setara dengan Dewa Abyssal Race yang lemah.
Kun-Peng sedang mengacau di tempat tersebut yang membuat beberapa kota hancur berantakan. Walaupun dia disebut sebagai makhluk bencana yang melahap kekosongan, ia juga di cap sebagai makhluk pengacau karena sangat suka membuat masalah ketika merasa bosan berada di kekosongan.
**
Di tempat lainnya, saat ini terlihat Feng Xuer yang sedang berdiri dihadapan salah satu bawahan Asura lainnya.
“Ratu Jiwa, katakan apa tujuanmu datang ke Jalan Asura.” ucap seorang wanita yang memiliki banyak kemiripan dengan seseorang yang dikenal oleh Ren Yuu.
“Siapa kau?” Tanya Feng Xuer penasaran. Ia tentu menyadari bahwa level kekuatan wanita dihadapannya setara dengan Evil yang pernah ia lawan.
“Aku adalah bawahan kepercayaan Master Asura, pemimpin dari ras Serigala Surgawi.” Balas wanita tersebut. Ia adalah orang tua dari seseorang yang menyandang gelar Dewi Serigala Surgawi yang pernah Ren Yuu temui di Realms Of The Chaos ketika berada di Alam Ilahi Kekacauan.
“Apa yang ingin kau lakukan di Kota Asyura?” Tanya wanita tersebut dengan kerutan di dahinya.
“Aku ingin menemui keluargaku. Apakah kau mengenal Hao Yue? Dia adalah Guru dari putraku.” Balas Feng Xuer acuh tak acuh.
Mata wanita tersebut menyipit sedikit dan langsung mengetahui identitas asli Ratu Jiwa. Jika itu benar, maka Ratu Jiwa dihadapannya adalah nenek dari ketiga murid Master Asura.
“Ikuti aku. Aku akan membawamu ke kota Asyura. Tetapi, aku akan memperingatimu. Meski kau saat ini sangat kuat dan mungkin aku kesulitan melawanmu, jika kau membuat masalah, Master Asura akan turun tangan seorang diri jika kau membuat masalah.” Bawahan Master Asura tersebut pun memperingati Feng Xuer dan langsung bergerak ke arah kota Asyura.
Feng Xuer tidak peduli sama sekali dengan peringatan itu karena ia datang untuk menemui semua menantunya dan beberapa sosok yang dikatakan oleh putranya yang telah berkumpul bersama terutama Hao Yue, Guru putranya. Tetapi, ia akan terkejut ketika mengetahui bahwa ia telah menjadi nenek saat ini karena memiliki tiga cucu.
**
Di tempat lain, Xinxin, Mei dan Xiao Xiao bepergian bersama karena tempat mereka mendarat tidak terlalu jauh.
__ADS_1
Beberapa kali mereka menghadapi Abyssal Race yang berprofesi sebagai pemburu budak. Ketiganya tentu saja menghancurkan semua Abyssal Race yang mendekat.
Setelah itu, ketiganya pun menemukan arah ke kota Asyura dan langsung bergerak ke arah tersebut.
**
Dari semua arah, para ras God Primal juga bergerak ke arah kota Asyura. Mereka semua terpisah satu sama lainnya. Tentu kata-kata Kun-Peng tentang kota Asyura di dengar oleh semua anggota God Primal. Tidak hanya untuk mereka semua, bahkan untuk semua ras jiwa juga sedang menuju lokasi kota tersebut.
Selama lebih dari dua puluh tahun perjalanan, para anggota ras jiwa yang lemah sudah bertambah kuat dan semuanya mencapai Tier True God dan kecil kemungkinan mereka akan terbunuh dalam perjalanan ke kota Asyura sama seperti para anggota ras God Primal yang telah meningkat karena tidak lagi dibatasi oleh kutukan yang dipatahkan oleh Kun-Peng secara paksa.
**
Sementara itu, di tempat tertentu, terlihat tiga sosok yang sedang bergerak berpetualang.
Dua diantaranya adalah pria dan satu lagi wanita.
“Hei, ke mana kita selanjutnya pergi?” Tanya wanita berambut hitam dengan senyum saat menatap pria berambut putih yang tidak lain adalah Ren Zi.
Wanita berambut hitam tersebut adalah kembaran dari pria satunya lagi.
“Aku akan kembali ke kota Asyura. Aku tidak menemukan keberadaan adikku sampai saat ini. Lalu, apa yang akan kalian berdua lakukan?” Tanya Ren Zi menatap ke arah wanita cantik tersebut yang bernama Yao Bing.
“Kami tidak tau. Apakah kami bisa ikut denganmu?” Tanya Yao Bing penuh harap.
“Apakah kau yakin? Bagaimana Yao Lao?” Tanya Ren Zi menatap pria berambut hitam yang tampak diam setiap saat sama seperti sifat adiknya, Ren Xiu.
“Baiklah.” Yao Lao pun mengangguk kecil.
Karena kedua saudara kembar itu ingin pergi ke tempatnya, Ren Zi hanya mengangguk dan menuntun keduanya kembali ke rumah.
Siapa Yao Bing dan Yao Lao?
__ADS_1