
Jalan Asura
Ketika Ren Yuu menggunakan teknik Darkness Shift, kecepatannya pun kini sudah seimbang dengan kecepatan putrinya.
“Ha?” Ketika Ren Xie'er sudah bangga dengan kecepatannya karena meninggalkan Ren Yuu, ia semakin tercengang karena tampaknya Ren Yuu masih bisa menyainginya.
Ren Xie'er berpikir bahwa tidak akan ada makhluk dengan tingkat kultivasi Tier True God 4th Heavenly Layer yang mampu mengimbanginya dalam hal kecepatan setelah ia menggunakan semua skill yang ia pelajari dari neneknya Hao Yue serta Gurunya, Asura.
“Bagaimana bisa dia bergerak secepat itu? Jika dipikirkan kembali, kecepatan juga tergantung oleh kekuatan tubuh. Jika tubuh lemah, saat menggunakan kecepatan tinggi, tubuh mungkin saja akan rusak. Tetapi dia terlihat biasa saja saat menggunakan kecepatan seperti itu.” Batin Ren Xie'er. Ia sama sekali tidak mampu melacak sekuat apa tubuh Ren Yuu sebenarnya.
Tentu Ren Xie'er tidak akan bisa mencoba mencari tau tingkat kekuatan tubuh ayahnya itu karena ia hanya membandingkan dengan kekuatan tubuhnya saja. Sebab, Ren Yuu dengan tubuh sekuat Naga sungguhan sudah pasti mencapai kekuatan tubuh luar biasa. Bahkan jika bersaing dengan Beast Race, kekuatan tubuh Ren Yuu setara dengan Beast Race Tier True God 7th Heavenly Layer.
Itulah sebabnya Ren Yuu tidak pernah mendapatkan efek samping menggunakan teknik Darkness Shift yang merupakan skill eklusif yang harus digunakan dengan garis darah Hantu Penjelajah Alam Semesta.
Hantu Penjelajah Alam Semesta tidak memiliki tubuh kuat, tetapi garis darah mereka membantu untuk menggunakan teknik tersebut agar tidak melukai tubuh.
Melihat Ren Yuu yang terus seimbang dengannya dari segi kecepatan, Ren Xie'er pun semakin bersemangat. Saat ini, ia ingin menunjukkan siapa yang memiliki daya tahan lebih tinggi selama perjalanan ke Kota Pembantaian.
Melihat wajah bersemangat putrinya, Ren Yuu tersenyum kecil. Ia langsung tau apa yang dipikirkan oleh putrinya, dan sudah pasti ia akan membuat putrinya merasa senang.
Waktu terus berlalu, Ren Yuu dan Ren Xie'er terus bergerak ke arah kota Pembantaian. Sudah hampir 2 bulan mereka bergerak dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
“Kita akan segera tiba!” Ren Xie'er yang sedikit kelelahan pun berbicara. Ia tetap melihat ke arah ayahnya itu setiap waktu untuk melihat perubahannya.
Dan Ren Xie'er merasa puas ketika melihat Ren Yuu yang tampak kelelahan walaupun itu disengaja. Ia merasa bangga pada dirinya sendiri karena ternyata daya tahannya lebih unggul meskipun memiliki kecepatan yang sama.
Ren Yuu yang berpura-pura kelelahan pun menatap ke arah kejauhan. Ada sebuah kota besar yang diselimuti oleh kabut merah walaupun kabut tersebut tidak akan menghalangi pemandangan.
Juga, ketika melacak tempat tersebut menggunakan energi Spiritualnya secara diam-diam, Ren Yuu semakin terkejut karena tau asal dari energi dan hukum yang tampak seperti kabut merah.
“Sekarang aku paham kenapa Kota Pembantaian membuat kekuatan semua makhluk meningkat dengan pesat. Itu bukanlah energi dan hukum Pembantaian. Tetapi itu adalah uap energi yang berasal dari tubuh makhluk khusus yang sengaja diolah agar seseorang bisa menyerapnya, dengan begitu, pengingatan kekuatan akan semakin cepat. Ini sama seperti kasus di Alam Dewa Laut.” Batin Ren Yuu.
Zhep!
Ren Xie'er pun terhenti di jarak beberapa km dari kota Pembantaian dengan wajah sedikit lelah. Ren Yuu pun melakukan hal yang sama. Ia terlihat jauh lebih lelah dari pada Ren Xie'er saat ini agar putrinya tersebut tidak frustasi. Ia sangat paham seperti apa tempramen putrinya walaupun tidak terlalu banyak berbicara dengannya. Hanya dengan gerak-gerik dan cara Ren Xie'er menatapnya, itu tampak seperti Ren Xie'er ingin diakui oleh orang kuat karena suatu hal. Itu juga membuat Ren Yuu bertanya-tanya saat ini apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya.
Ren Yuu merasa geli melihatnya. Tetapi ia tetap tampak seperti kelelahan dan merasa sedikit tidak senang tanda terlihat seperti seseorang yang tidak mau mengakui kekalahan.
“Jangan bersedih, suatu hari nanti daya tahanmu akan mencapai levelku, sebagai seorang pria, kau harus lebih memperhatikan ketangguhan tubuh, sebab, di Jalan Asura, para makhluk kuat memiliki tubuh yang sangat kuat.” Ren Xie'er pun menguliahi ayahnya sendiri dengan wajah bangga.
Ren Yuu berkedut karena menatap putrinya itu menceramahinya saat ini. Ia tersenyum pahit karena melihat Ren Xie'er sangat suka membanggakan dirinya sendiri jika lebih unggul.
“Apa sih yang diajarkan kepada putriku? Kenapa dia terlihat sangat naif?” Batin Ren Yuu tidak tau harus apa saat ini.
__ADS_1
Ren Yuu hanya tersenyum canggung menanggapi kata-kata putrinya.
“Baiklah, ayo kita pergi ke Kota Pembantaian. Aku ingin mencoba seperti apa sebenarnya Domain Pembantaian itu. Kakak Ling Er mengatakan bahwa tempat itu sangat menyenangkan.” Ren Xie'er pun perlahan terbang ke arah kota Pembantaian tanpa menunggu jawaban Ren Yuu.
“Tampaknya masalah akan tiba. Apa yang kau ajarkan kepadanya, Ling Er? Kekerasan hanya akan menyenangkan dimatamu.” Batin Ren Yuu lelah dan perlahan mengikuti putrinya dari belakang. Tentu Ren Yuu sangat paham seperti apa sifat Yu Ling Er, murid pertamanya itu. Jika itu menyangkut pertarungan, kekerasan, pertumpahan darah, sudah pasti sangat menyenangkan di mata Yu Ling Er. Dan kini, Yu Ling pun mengajari putrinya untuk melakukan hal yang sama sebagai kata menyenangkan.
Beberapa saat kemudian, Ren Yuu dan Ren Xie'er pun tiba di kota Pembantaian. Tempat itu tampak sangat menyeramkan jika menurut standard orang normal.
Darah terlihat telah mengering di banyak tempat, walaupun tidak ada terjadi pertarungan saat ini, bisa dipastikan bahwa di kota tersebut pertarungan sering terjadi.
Para makhluk yang ada di sana semuanya memiliki wajah yang sangat garang. Banyak dari mereka yang menatap kedatangan Ren Yuu dan Ren Xie'er.
“Kenapa tempat ini tidak sesuai dengan apa yang dikatakan kakak Ling Er?” Tanya Ren Xie'er mengeluh.
Ren Yuu terdiam mendengarnya. Jika mempercayai Yu Ling Er, sama saja percaya kepada seseorang yang sangat malas mengingat sesuatu karena yang paling menyenangkan dimatanya adalah kekerasan.
“Tempat ini sesuai dengan namanya,” ucap Ren Yuu saat mengikuti putrinya berjalan ke dalam kota.
“Tidak ada yang menyenangkan. Tetapi aku ingat bahwa kakak Ling Er pernah berkata bahwa di sini ada seseorang yang sangat kuat. Dia telah mencapai Tier True God 7th Heavenly Layer dan mendapatkan gelar Dewa Pembantaian. Sementara kakak Ling Er mendapatkan gelar Dewi Pembantaian karena baru hanya dia wanita yang lolos ujian di sini.” Ren Xie'er menjelaskan.
“Ujian apa?” Tanya Ren Yuu dengan alis berkerut.
__ADS_1
“Aku tidak tau. Kakak Ling Er mengatakan bahwa tempat ini menyenangkan serta ujiannya lebih menyenangkan lagi.” Ren Xie'er menggelengkan kepalanya saat mengatakan itu lalu melanjutkan, “Kakak berkata bahwa di sebuah gedung terbesar di kota ini, adalah tempat untuk mendaftar ujian yang diadakan setiap seminggu sekali di dalam Domain Pembantaian.”
Ren Yuu hanya diam dan menatap ke arah kejauhan. Memang benar bahwa ada satu gedung besar yang dimasuki oleh banyak makhluk kuat. Ia pun langsung mengerti bahwa apa yang muridnya Yu Ling Er katakan menyenangkan pasti bertarung melawan semua makhluk kuat tersebut.