
Realms Of The Chaos, Planet Desolate
Ketika Ren Yuu menyedot Menara Kegelapan ke dalam lubang kegelapan yang ia ciptakan layaknya sebuah dimensi, Ruby yang merupakan Roh Menara Kegelapan pun langsung pudar karena ditarik juga ke dalam sana.
Sementara itu, Iblis Darah yang masih memegang Ren Yuu pun menatap ke arah Han Zhiya.
“Ada apa Iblis Tua? Serahkan Ren Yuu kepadaku.” ucap Han Zhiya dengan nada seperti sebuah perintah.
“Kenapa aku harus menyerahkannya padamu? Siapa kau itu? Kau tidak memiliki hubungan sama sekali dengan bocah ini! Apa kau pikir aku akan memberikannya padamu?” Tanya Iblis Darah sambil mendengus. Ia pun langsung pudar menjadi butiran uap merah lalu menghilang dari hadapan Han Zhiya.
“Cih! Sungguh merepotkan!” Batin Han Zhiya dan langsung mengikuti Iblis Darah yang saat ini sedang bergerak ke arah tempat yang merupakan Gunung Suci.
**
Realms Of The God's
Bom! Bom!
Pertarungan dahsyat terjadi di suatu tempat di Realms Of The God's.
Saat ini terlihat Nan Bei Fu, Nan Bei Shu dan Nan Bei Chi yang merupakan tiga pemimpin tertinggi di bawah Nan Bei Chao sedang bentrok dengan sekelompok musuh yang sangat kuat.
“Long Bai!” Teriak Ren Zi sekuat tenaga agar rekannya tersebut menyerang ketika ia sudah memberi kesempatan untuknya.
Long Bai yang dalam bentuk Azure Dragon pun membuka rahangnya lalu menembakkan delapan bilah yang tampak memancarkan suhu yang sangat panas.
Sraing! Sraing! Sraing!
Nan Bei Shu yang merupakan terkuat dibawah Nan Bei Chao pun mengangkat lengannya ke arah depan.
Bom! Bom! Bom!
__ADS_1
Ledakan besar terjadi ketika penghalang yang diciptakan oleh Nan Bei Shu menahan serangan Long Bai.
“Aku tidak menyangka bahwa akan ada Azure Dragon sekuat dirimu yang masih tersisa! Aku ingat dengan benar bahwa beberapa tahun yang lalu spesies Golden Dragon God datang ke tempat ini juga tetapi telah jatuh di tangan kami. Dia memang kuat, tetapi tidak layak dianggap jika dibandingkan dengan kekuatan Absolute!” ucap Nan Bei Shu.
Long Bai menyipitkan matanya karena tentu sudah mendengar kabar tentang Xiao Bai yang telah berevolusi menjadi Golden Dragon God.
“Jangan teralihkan, Long Bai!” Teriak Feng Han saat mengayunkan palu besar di tangan kanannya ke arah Nan Bei Fu.
Bam!
Drrrrtttt!
Percikan energi dan hukum Cahaya serta Es menyebar ke segala arah ketika benturan palu Feng Han dan pedang Nan Bei Fu terjadi.
Ren Zi yang mencoba untuk menyerang Nan Bei Shu pun tiba-tiba dihadang oleh Nan Bei Chi.
“Akulah lawanmu! Aku ingat denganmu, Ren Zi. Di masa lalu kau hampir saja memenggal kepalaku dengan Dagger terkutuk itu.” ucap Nan Bei Chi dingin.
Ren Zi mengayunkan Dagger-nya dengan pelan dan diarahkan ke Nan Bei Chi. “Oh? Aku ingat denganmu! Kau adalah salah satu God Race tingkat tinggi yang hampir pernah di penggal oleh Dagger ini.”
Sementara itu, Long Bai bertarung melawan Nan Bei Shu dan Feng Han bertarung melawan Nan Bei Fu.
Pertarungan keenamnya membuat banyak dunia yang meledak karena mereka semua tentu memiliki tingkat kultivasi Tier True God 8th Heavenly Layer.
Di tempat yang jauh, terlihat satu sosok yang sedang menonton kejadian tersebut. Ia tidak lain adalah Nan Bei Chao. Beberapa saat kemudian, ia menatap ke arah lain dan wajahnya menjadi sangat serius saat ini.
“Aku tidak pernah mendengar tentangmu di jajaran para Dewa terkuat. Siapa kau? Kau juga sangat muda. Aku paham bahwa kau telah dibangkitkan kembali. Namun usiamu tidak akan pernah bisa luput dari mata ini.” ucap Nan Bei Chao menatap ke arah sosok pria yang mendekati usia paruh baya dengan bekas luka di dahinya sebelah kanan sedang memegang dua Dagger di tangannya.
“Siapa aku tidak penting. Yang pasti, aku ingin bertanya satu kali lagi padamu. Jika tidak salah kau Nan Bei Chao bukan? Jangan halangi jalan kami atau kau akan menyesal.” ucap pria tersebut yang tidak lain adalah Ren Douzi. Aura berwana hitam kehijauan pun menyelimuti tubuhnya.
Meskipun Ren Douzi masih menekan kekuatannya, seperempat Realms Of The God's tampak hendak bergetar.
__ADS_1
“Katakan apa tujuan kalian. Asal kau tau saja, kalian tidak akan bisa lewat jika aku tidak mengijinkannya. Kau adalah sosok yang memiliki kekuatan dekat dengan Asura sialan itu! Aku tidak tau bagaimana kau bisa lolos dari radar ku! Meskipun sangat banyak Dewa Tier True God 8th Heavenly Layer di tempat itu, untuk di Nine Realms, untuk kekuatan puncak sepetimu dan diriku hanya boleh ada beberapa. Oleh karena itu, aku akan memusnahkanmu di sini sekarang juga!” ucap Nan Bei Chao. Auranya meledak dan menutupi hampir seluruh Realms Of The God's, semesta terbesar diantara Nine Realms.
“Masih banyak hal yang harus aku lakukan! Dan kau tidak akan pernah bisa membunuhku di sini karena jalanku masih panjang!” Setelah mengatakan itu, aura Ren Douzi juga meledak. Ia langsung melesat ke arah Nan Bei Chao dan memulai pertarungan dahsyat lainnya yang mungkin membuat Realms Of The God's rusak parah.
**
Di suatu tempat tertentu di Realms Of The God's, saat ini terlihat dua wanita yang menatap ke arah pertempuran tersebut dari tempat yang sangat jauh.
Dunia tersebut telah disegel dan tidak akan bisa dilihat oleh siapapun kecuali ada makhluk yang menguasai hukum tertentu yang melampaui hukum Nine Realms.
“Ternyata masih ada manusia sekuat itu yang muncul. Tiga dari mereka adalah manusia dan satu lagi adalah Beast Race Suci.” Salah satu wanita berbicara dengan nada serius. Ia tidak lain adalah Sheng Qi'er, bawahan kepercayaan Sheng Mei.
Wanita di sebelah Sheng Qi'er yang merupakan Sheng Mei hanya diam menatap pertarungan tersebut.
“Dia adalah ayahnya..” ucap Sheng Mei datar.
Sheng Qi'er menaikkan alisnya dan menatap ke arah Sheng Mei, “Maksud anda..”
Sheng Mei tidak langsung membalas dan menatap ke arah samping. Di tempat itu terlihat sebuah pohon besar yang tampak memancarkan kekuatan hidup yang sangat luar biasa.
Dekat dengan bagian bawah pohon, terlihat bola transparan berwarna putih yang melekat pada pohon.
Suara detak jantung terdengar di dalam bola transparan tersebut yang diisi oleh satu sosok bayi yang sangat mungil dan sangat rapuh.
Sheng Mei perlahan menghampiri bola transparan yang melekat pada pohon tersebut lalu membelainya dengan lembut.
Sheng Qi'er hanya diam menatap apa yang dilakukan oleh Ratunya itu. Ia paham bahwa semenjak bayi mungil itu muncul, Ratunya telah sangat banyak berubah.
“Maafkan ibu karena menyeretmu ke situasi ini. Aku kira kau tidak akan selamat. Mungkin butuh waktu bagimu untuk selamat.” Gumam Sheng Mei dengan nada kompleks. Ia kini semakin membenci Jin Xan karena melukai anak yang ada di dalam perutnya saat itu sehingga bayi yang baru terlahir dari rahimnya harus hibernasi dalam waktu yang sangat lama hanya untuk bertahan hidup.
Bayi tersebut tampak seolah-olah mendengar perkataan Sheng Mei dan membuka matanya. Ia menatap Sheng Mei dengan mata besar berwarna hitam.
__ADS_1
Ketika bayi tersebut hendak menutup kembali matanya, hanya satu kalimat yang ia dengar kembali dan itu akan diingat olehnya seumur hidupnya.
“Kita akan bertemu kembali.”