
Bom!
Ledakan besar terjadi saat semua serangan mengenai tempat Ren Yuu dan Ruby berada.
Dewa Pencipta yang awalnya menyeringai pun menyipitkan matanya saat melihat serangan luar biasa kuat melesat ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sraing!
Bilah yang bercampur dengan sembilan hukum pun terlihat. Ketika itu terjadi, Dewa Pencipta langsung mengayunkan pedangnya dari belakang ke depan setelah melapisi pedangnya dengan beragam jenis hukum.
Sraing!
Blar!
Ledakan hukum menyebar ke segala arah. Dewa Pencipta juga di dorong mundur lumayan jauh saat menghancurkan serangan yang berasal dari Ren Yuu.
“Anak ini masih memiliki kekuatan sebesar ini? Tampaknya dia menyerap paksa energi dan hukum dalam jumlah yang sangat besar dari Menara Kegelapan walaupun itu akan membuat dampak negatif pada tubuhnya.” Batin Dewa Pencipta saat melihat ke arah tangan kanannya yang sedikit gemetaran saat menghalau serangan secara langsung.
Ketika ledakan di tempat Ren Yuu mereka, terlihat Ren Yuu yang saat ini kekalahan. Banyak luka di tubuhnya akibat dari serangan dari segala arah yang dilancarkan oleh Dewa Pencipta sebelumnya.
Ruby juga berwajah sedikit pucat saat ini. Walaupun ia adalah Roh, situasi tubuhnya akan mengikuti kelelahan Ren Yuu karena bisa dikatakan bahwa dirinya saat ini sudah seperti bagian dari Ren Yuu.
“Tampaknya kau hampir tidak mampu bertarung lagi! Sudah kuduga sesuatu seperti ini akan terjadi karena di masa lalu, Dewi Cahaya lah yang lebih sering mengalahkan aku karena bantuan dari Guci Azulet! Aku ingat bahwa aku juga pernah bertarung denganmu satu lawan satu tetapi aku kalah karena kesalahan kecil! Tetapi kali ini tidak akan sama seperti sebelumnya.” ucap Dewa Pencipta saat auranya meledak dahysat.
Sudut bibir Ren Yuu melengkung sedikit. Ia tau bahwa saat ini kondisinya tidak memungkinkan menang dalam pertarungan. Tetapi, ia masih memiliki kartu truf yaitu Menara Kegelapan yang masih menyimpan sangat banyak energi dan hukum.
Walaupun mungkin tubuhnya rusak, Ren Yuu tidak peduli lagi dan terus menyerap energi dan hukum dari Menara Kegelapan.
“Ren Yuu! Jika terus berlanjut, tubuhmu akan hancur jika secara paksa menyerap energi dan hukum dari Menara Kegelapan tanpa mencernanya dahulu!” Ruby berkata di dalam pikiran Ren Yuu.
“Aku tau Ruby. Tetapi kita tidak punya pilihan lain saat ini!” Balas Ren Yuu saat ia membuat kuda-kuda untuk menyerang ke arah Dewa Pencipta sekaligus terus menyerap energi dan hukum dari Menara Kegelapan.
Wajah Ruby sedikit rumit mendengar apa yang dikatakan oleh Ren Yuu. Ia tentunya tidak ingin Partnernya itu terluka, namun jika tidak melakukan apa yang dilakukan oleh Ren Yuu saat ini, mereka berdua pasti akan kalah.
“Jika aku pernah mengalahkanmu, maka aku pasti bisa melakukannya sekali lagi!” Teriak Ren Yuu saat mengayunkan Primordial Holy Sword sekuat tenaga.
“Dark Art, God Of Darkness!”
Sraing!
__ADS_1
Jrezzh!
Bilah tak kasat mata pun melesat ke arah tempat Dewa Pencipta dengan kecepatan yang sangat tinggi. Itu tampak seperti serangan langsung tiba di hadapannya karena Ren Yuu menggunakan kemampuan untuk Menembus Zaman.
“Percuma saja! Serangan yang sama tidak akan berpengaruh kepadaku kecuali kau lebih kuat dari ini!” ucap Dewa Pencipta saat mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas karena serangan Ren Yuu tiba di atasnya.
“Creator Art, Law Removal!”
Prang!
Bilah tak kasat mata itupun hancur dalam sekejap ketika Dewa Pencipta menggunakan kekuatan yang sangat banyak dalam ayunan pedangnya.
Dark Hole!
Ren Yuu muncul tepat di atas bagian belakang Dewa Pencipta dan langsung mengayunkan Primordial Holy Sword menggunakan kedua tangannya sekuat tenaga setelah dilapisi oleh sembilan hukum, kekuatan tubuh Ilahi Yang dan bahkan Hell Flame.
“Kapan?” Dewa Pencipta terkejut ketika Ren Yuu muncul begitu saja saat ia menoleh ke belakang, tetapi ketika melihat darah yang keluar dari mata, hidung, telinga dan mulut Ren Yuu, ia paham bahwa Ren Yuu menggunakan kekuatan Menembus Zaman pada tubuhnya sendiri agar pergerakan jauh lebih cepat, itu juga terlihat saat Ruby masih tertinggal di tempat Ren Yuu menyerang sebelumnya.
“Art of the Nine Laws, Existence Erase!”
“Celaka!” Batin Dewa Pencipta saat merasakan tebasan yang sangat mengerikan terkandung di dalam ayunan pedang Ren Yuu.
Dewa Pencipta langsung menghindar ke samping dengan cara meledakkan teknik gelombang kejut ke samping yang membuatnya terpental. Tidak hanya itu, ia juga menggunakan perisai terkuatnya di sekitar tubuhnya serta melapisi seluruh permukaan tubuhnya dengan berbagai jenis hukum.
Melihat apa yang dilakukan oleh Ren Yuu saat sedang mengayunkan pedangnya, ia tau bahwa kemungkinan besar Dewa Pencipta akan berhasil menghindar. Namun, ia sudah mempersiapkan segala sesuatunya jika hal seperti itu terjadi.
Art Through the Ages!
Sraing!
Kecepatan ayunan pedang Ren Yuu pun meningkat berkali-kali lipat ketika menggunakan Kekuatan Menembus Zaman sekali lagi.
Srak!
Jrezzh!
Ruang hampa ke tempat yang sangat jauh pun robek menjadi dua bagian. Jika Nine Realms masih ada, itu akan terbelah menjadi dua bagian ketika Ren Yuu melancarkan serangan sekuat itu.
“Arrrrrggghh!”
__ADS_1
Dewa Pencipta merasakan sakit tiada tara ketika bahu serta sedikit bagian pinggir tubuhnya dibelah oleh Ren Yuu.
Bam!
Dewa Pencipta langsung menendang Ren Yuu sekuat tenaga karena melihat Ren Yuu ingin melancarkan serangan selanjutnya. Ia tidak sempat membuat teknik menggunakan senjata karena Ren Yuu akan lebih dulu menyerang dan itu akan berakibat fatal bagi dirinya.
“Uhuk..” Ren Yuu muntah seteguk darah ketika tendangan super kuat menghantam tubuhnya dan membuatnya terpental sangat jauh. Ia tidak menyangka bahwa di serangan kedua yang ingin ia lancarkan akan langsung diketahui oleh Dewa Pencipta.
“Ren Yuu!” Teriak Ruby dan langsung berteleport ke tempat Ren Yuu berada, ia juga gagal bereaksi karena tidak menyangka bahwa Ren Yuu akan menyerang seorang diri. Namun ia paham alasannya, jika Ren Yuu membawanya, itu akan mengkonsumsi energi dan hukum yang jauh lebih banyak untuk menembus Zaman.
Sementara itu, Dewa Pencipta memasang wajah muram ketika melihat lengan kanannya dan sebagian tubuhnya dibelah dan tidak dapat beregenerasi seperti biasa.
“Kau akan mati di sini!” Teriak Dewa Pencipta saat membakar sejumlah esensi darah dan melesat ke arah Ren Yuu, ketika itu terjadi, bisa dipastikan bahwa Ren Yuu tidak akan bisa menghindar jika ia menyerang menggunakan kekuatan yang sangat besar.
Ruby yang telah berteleport, langsung menggunakan Tameng dengan lantai Ketujuh dan Kedelapan Menara Kegelapan agar menahan serangan Dewa Pencipta yang tampaknya menargetkan jantung Ren Yuu.
Ketika tameng itu tercipta, Dewa Pencipta yang melesat dengan gaya menusuk ke arah Ren Yuu pun langsung menembusnya karena serangannya kali ini memang sangat kuat.
Prang!
Tameng langsung hancur dalam sekejap. Walaupun itu menahan laju gerakannya, Dewa Pencipta yakin bahwa serangannya akan mengenai tepat pada sasaran.
Mata Ren Yuu melebar karena sudah tau bahwa dirinya akan tewas jika serangan itu menembus jantungnya. Bahkan Ruby yang awalnya membuat tameng pun tau bahwa ia tidak bisa bereaski lagi menghalangi Dewa Pencipta untuk membunuh Ren Yuu.
Teleportation!
Prang!
Jleb!
Darah yang sangat banyak menyembur ketika pedang Dewa Pencipta menusuk tubuh seseorang.
Ren Yuu yang awalnya mengira kematiannya telah tiba pun melebarkan matanya saat menatap sosok wanita yang mencoba menghalangi serangan Dewa Pencipta menggunakan pedang.
Tetapi pedang itupun hancur dan tubuh wanita itu juga ikut di tusuk dan itu tepat di jantungnya.
“Sheng.. Mei...” ucap Ren Yuu tidak percaya karena seseorang yang menghalangi Dewa Pencipta adalah wanita yang tidak ia tau tujuannya sampai saat ini. Dan juga, Ren Yuu tidak mengerti bagaimana cara Sheng Mei keluar dari Dimensional Life miliknya.
Dan tentu saja Sheng Mei bisa keluar dari Dimensional Life milik Ren Yuu menggunakan teknik khusus Clan Jin, Teleportasi.
__ADS_1