
Drrrrtttt!
Ruang hampa tampak hendak hancur kapan saja saat kedua kekuatan besar saling beradu. Itu hanyalah bentrokan dari dua pancaran energi kedua makhluk yang tidak lain adalah Ren Yuu dan Dewa Pencipta.
Keduanya saat ini bersiap-siap untuk melakukan pertarungan akhir diantara mereka.
Untuk Dewa Pencipta, ia tidak akan berhenti sampai menghabisi Ren Yuu dan Wu Qiu.
Wusssh!
Keduanya bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi dan mengayunkan pedang masing-masing.
Trang!
Ketika bentrokan pertama terjadi, ruang hampa di tempat tersebut tampak hendak meledak, banyak retakan seperti jaring laba-laba yang terlihat berada di sekitar Ren Yuu dan Dewa Pencipta.
Ruby yang sedari awal melayang di sekitar Ren Yuu pun langsung mengayunkan kedua lengannya saat mengendalikan lantai Ketujuh dan Kedelapan Menara Kegelapan membentuk sebuah pedang.
Menatap kedua serangan yang datang padanya, Dewa Pencipta juga menggerakkan jari-jarinya. Energi dan hukum dalam jumlah yang sangat besar pun merembes dari tubuhnya dengan kecepatan yang sangat tinggi membentuk senjata lalu langsung bentrok dengan pedang yang dibuat oleh Ruby.
Trang! Trang!
Saat serangan itu dihalau, Dewa Pencipta juga sekaligus mengayunkan lengan kirinya dari samping ke arah wajah Ren Yuu. Telapak tangannya terlihat memancarkan sangat banyak jenis hukum.
“Creator Art, Thousands of Laws of Destruction!”
“Tubuh Ilahi Kegelapan!”
Blar!
Ledakan ribuan hukum pun meledak ke arah samping Dewa Pencipta dan menelan Ren Yuu yang menjadi target serangan.
Bintik-bintik hukum Kegelapan terkumpul dan membentuk tubuh Ren Yuu di jarak yang tidak terlalu jauh dari Dewa Pencipta. Ia langsung mengayunkan Primordial Holy Sword setelah dilapisi oleh energi dan hukum Kegelapan.
“Dark Art, Darkness Breaker!”
Sraing!
Jrezzh!
Ruang hampa robek seketika saat ayunan pedang Ren Yuu jatuh.
Tetapi serangan itu sama sekali tidak mengenai musuh, Dewa Pencipta mengulang seketika seperti berteleportasi ke samping Ren Yuu.
“Creator Art, Slash Of A Thousands Laws!”
Ren Yuu telat bereaksi, tetapi, dalam sekejap dua pedang yang telah dilapisi oleh hukum yang sangat padat muncul menghalangi serangan dari Dewa Pencipta.
Prang!
Kedua pedang tersebut pun hancur menjadi butiran hukum karena tidak mampu menahan serangan yang sangat kuat dari Dewa Pencipta. Tetapi itu memberikan waktu bagi Ren Yuu untuk mengangkat kedua pedang yang ada di tangannya.
__ADS_1
Trang!
Drrrrtttt!
Tekanan yang sangat berat dirasakan oleh Ren Yuu saat menahan serangan tersebut. Ia saat ini tidak mengerti bagaimana bisa Dewa Pencipta sekuat itu padahal tingkat kultivasi mereka setara.
Bam!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Ren Yuu menerima sebuah tendangan yang membuatnya merasa tulang-tulangnya remuk. Walaupun tubuhnya sangat kuat, ia tetap merasakan tendangan itu mengandung kekuatan Absolute.
Wusssh!
Ren Yuu terpental sangat jauh ketika menerima serangan berat tersebut. Bahkan dengan hukum Takdir, ia sama sekali tidak mampu untuk mendeteksinya.
Ren Yuu menyetabilkan tubuhnya dan sekaligus menyerang ke arah tertentu karena dapat merasakan kehadiran Dewa Pencipta. Hukum Takdir tampaknya tidak bekerja sama sekali. Jika instingnya tidak kuat, mungkin ia tidak akan dapat melacak kehadiran Dewa Pencipta.
Trang!
Zrrrrt!
Serangan mendadak dari Dewa Pencipta berhasil di tahan oleh Ren Yuu dengan bantuan dari Ruby juga.
“Kau pasti penasaran bukan kenapa kau tidak bisa melacakku? Inilah mengapa aku menyerap Realms Of The Abyss terlebih dahulu!” ucap Dewa Pencipta dengan senyum kejam diwajahnya.
“Apa maksudnya?” Batin Ren Yuu saat menekan kedua pedangnya sekuat tenaga. Ia menyampingkan pemikirannya saat ini karena merasa bahwa itu adalah kemampuan spesial dari Dewa Pencipta.
Crang!
Menatap hal itu, Ren Yuu juga menarik pedangnya dan menyerang kembali. Ruby juga melakukan hal yang sama. Keduanya menggunakan seluruh kemampuan mereka dalam bertarung.
Trang! Trang! Trang!
Benturan demi benturan terus terjadi saat pertarungan intens terjadi. Keduanya terlihat bergerak ke sana ke mari seper sebuah meteror dan melakukan bentrokan.
“Kenapa ini? Kenapa energiku tampaknya menurun dengan sangat cepat?” Batin Ren Yuu saat terus bentrok dengan Dewa Pencipta.
Bahkan Ruby juga memikirkan hal yang sama karena energi di dalam Menara Kegelapan yang ia tarik sangat cepat terkuras.
Srak! Srak! Srak!
Semakin lama mereka bertarung, Ren Yuu tampak semakin ditekan dan menerima sangat banyak serangan. Walaupun luka itu tidak terlalu dalam, itu tetap menggangu kemampuan bertarungnya.
Karena merasa bahwa dirinya di desak saat ini, Ren Yuu pun mengganti pola bertarungnya.
“Tubuh Ilahi Yang!”
Bussssh!
Tubuh Ren Yuu memancarkan panas yang sangat tinggi yang membuat Dewa Pencipta menyipitkan matanya.
Sssshh!
__ADS_1
Saat itu terjadi, ketika mereka melakukan bentrokan, Ren Yuu dapat melihat kekuatan tertentu yang dibakar hangus. Saat itu terjadi, konsumsi energinya tampak lebih sedikit yang membuatnya sangat terkejut.
Trang!
Bussssh!
Kedua serangan sekali lagi bentrok dan Ren Yuu dan Dewa Pencipta saling mendorong menekan lawan.
“Tampaknya kau cukup pintar mengetahui bahwa aku memiliki skill tertentu yang dapat membuat musuh mengkonsumsi energi dan hukum dua kali lebih cepat ketika aku melakukan bentrokan denganmu.” ucap Dewa Pencipta saat menekan Ren Yuu sekuat tenaga.
Mendengar hal itu, Ren Yuu memasang wajah yang lebih dingin karena ia merasa bahwa dirinya terlalu ceroboh saat ini.
“Fire!”
Tubuh Ren Yuu kini memancarkan panas yang jauh lebih tinggi saat ia menggunakan Hell Flame.
Dalam radius yang sangat luas, panas yang sangat menyengat terpancar. Sangat terlihat bahwa panas itu membakar semua energi dan hukum yang berada di sekitar mereka.
Melihat cara Ren Yuu untuk menangkal kekuatannya, Dewa Pencipta sama sekali tidak khawatir. Ia juga langsung mengubah caranya menyerang karena sedari awal dirinya memiliki sangat banyak kemampuan unik. Inilah kekuatan sejati dari Dewa Pencipta.
“Freeze!”
Dung!
Seluruh area langsung membeku dalam sekejap yang membuat Ren Yuu terkejut sekali lagi. Saat ini ia paham bahwa Dewa Pencipta terus-menerus mengganti caranya bertarung agar dapat menekan dirinya.
Bahkan Ruby yang melayang di sekitarnya tampak di bekukan. Ini adalah kemampuan unik antara hukum Es dan Waktu.
Wajah Ren Yuu semakin muram karena merasa bahwa dirinya akan kalah jika pertarungan terus berlanjut seperti itu.
**
Dimensional Life
Saat ini terlihat sangat banyak makhluk berada di dalam sana. Banyak dari mereka yang dapat melihat apa yang terjadi diluar sana. Mereka semua tampak muram karena tampaknya Ren Yuu kali ini ditekan.
Wu Qiu saat ini tidak lagi sadarkan diri karena telah mentransfer semua kekuatannya kepada Ren Yuu.
Sementara untuk Feng Xuer, Hao Yue dan Xia Qingyue yang masih sadar, hanya bisa menggertakkan giginya saat menatap pertarungan itu. Mereka ingin keluar tetapi Ren Yuu telah mengunci Dimensional Life agar tidak ada yang bisa keluar.
“Ratu.. ini tidak baik, dia akan kalah jika terus seperti ini. Aku tidak menyangka bahwa Dewa Pencipta itu akan sangat kuat ketika menyerap Realms Of The Abyss!” ucap Sheng Qi'er dengan wajah sedikit muram.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Sheng Qi'er, Sheng Mei hanya diam dan terus menatap pertarungan yang ada di luar Dimensional Life.
**
Di luar, terlihat saat ini serangan bertubi-tubi terus menekan Ren Yuu. Bahkan Ruby tampak tidak berdaya saat ini, kemampuan Dewa Pencipta sangat sulit untuk ditebak.
“Ha-ha-ha! Kau tidak lebih baik dari kakakmu, jika dia yang melawanku, aku mungkin akan dalam masalah besar! Tetapi aku tidak menyangka bahwa dia akan menyerahkan pertarungan kepada anak sepertimu!” ucap Dewa Pencipta sambil tertawa lepas ketika ia mengayunkan kedua lengannya dan dari segala arah, serangan yang terdiri dari berbagai hukum pun menerjang ke arah Ren Yuu.
Ren Yuu yang menatap serangan datang dari segala arah langsung menggunakan Armor Dark Knight dan Ruby juga tidak membuang waktu dan menciptakan penghalang kuat untuk berlindung.
__ADS_1
Bom!