
Makam Para Dewa
Bom!
Ledakan besar terjadi saat empat pilar segel yang merupakan teknik dari Wu Qiu menghantam tepat di tubuh Jin Xan secara langsung.
Menatap itu, Ren Yuu tentunya tau bahwa Jin Xan tidak akan mati begitu saja sehingga dirinya pun membuat kuda-kuda menyerang menggunakan kedua pedang di tangannya.
“Dark Art!”
“Dark Dimension Cutter Slash!”
Sraing! Sraing!
Dua tebasan berwana hitam sangat tipis pun melesat ke arah ledakan terjadi akibat benturan teknik Wu Qiu dengan tubuh Jin Xan.
Crang!
Kedua bilah tipis itupun langsung berbelok ke arah samping sedikit dan mengoyak permukaan tanah ke tempat yang sangat jauh.
Mata Ren Yuu menyipit ketika menyaksikan hal tersebut. Dari hal itupun, ia sangat sadar bahwa serangan Wu Qiu pasti tidak mengenai target juga.
Tidak hanya Ren Yuu yang berpikiran seperti itu. Bahkan untuk Wu Qiu yang menatap teknik Ren Yuu dibelokkan pun memasang wajah serius. Ia tentu tau betapa kuatnya serangan adiknya itu tetapi dapat dibelokkan begitu saja.
Ketiga cahaya bekas ledakan telah pudar, terlihat Jin Xan yang menaikkan sudut bibirnya. Sekelilingnya terlihat pelindung seperti sebuah cermin membentuk berlian yang memiliki banyak retakan.
Di samping Jin Xan, terlihat sebuah cakram berwarna hitam yang memiliki ornamen seperti sebuah sayap di semua permukaannya.
Prang!
Cermin cermin tersebut pun meledak karena memang sedari awal hanya mampu menahan serangan dari Ren Yuu dan itu pun hampir tidak mampu sama sekali.
Tidak lama kemudian, cakram tersebut pun kembali ke dalam tubuh Jin Xan karena ia memang tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menggunakan Artefak miliknya tersebut seperti dahulu.
“Tampaknya hanya bisa digunakan satu kali saja. Jika seperti itu, aku harus lebih berhati-hati lagi dengan keduanya. Jika tidak, kemungkinan aku akan kalah.” Batin Jin Xan.
Sementara itu, Wu Qiu yang memperhatikan itupun langsung menghilang dan muncul di sebelah Ren Yuu.
“Yuu’er.. tampaknya dia saat ini tidak dapat mengendalikan Artefak itu. Kemungkinan butuh energi dan hukum yang sangat besar untuk mengoperasikannya.” Wu Qiu langsung dapat menganalisis Artefak milik Jin Xan.
“Ya.” Ren Yuu hanya mengangguk karena tentu menyadarinya juga.
__ADS_1
Jin Xan di sisi lain tidak peduli apakah Artefak miliknya tidak bisa digunakan lagi. Ia hanya menaikkan sudut bibirnya karena tidak lama lagi ia akan menebus Tier Beyond True God. Sebelum itu, ia akan mencoba mempercepatnya dengan cara menghabisi Ren Yuu dan Wu Qiu.
Teleportation!
Tanpa membuang waktu, Jin Xan pun menghilang kembali dan muncul tepat di belakang Wu Qiu. Alasan ia mengincar Wu Qiu tentu karena merasa bahwa Ren Yuu memiliki insting bertarung terlalu tinggi. Tetapi ia tidak akan pernah tau karena sedari awal dirinya tidak pernah bertemu dengan Ren Yuu.
Juga, Jin Xan tidak dapat merasakan bahwa Ren Yuu memiliki hukum Takdir. Tentu hal itu akan terjadi karena hukum Takdir yang digunakan oleh Ren Yuu telah bergabung sepenuhnya dengan tubuhnya sendiri.
Wu Qiu tidak memiliki reaksi yang cepat saat Jin Xan muncul di belakangnya walaupun ia dapat merasakannya secara samar.
Tetapi, Ren Yuu di sisi lain yang selalu waspada melirik ke arah samping sebelum Jin Xan muncul di belakang Wu Qiu.
Bahkan untuk Jin Xan yang telah muncul di belakang Wu Qiu tiba tiba merasakan bahwa ia mungkin akan terpenggal jika melancarkan serangan ke arah Wu Qiu. Ia pun langsung mengayunkan pedangnya ke arah samping dan itu tepat ke arah tempat Ren Yuu berada.
Trang!
Bussssh!
Kedua pedang Ren Yuu dan kedua pedang Jin Xan saling berbenturan. Ketika itu terjadi, tanpa menunggu Jin Xan bereaski, Wu Qiu pun mengayunkan lengan kirinya tepat ke arah kepala Jin Xan.
“Light Art, Holy Light Palm!”
Jin Xan yang sudah memperhatikan itu juga telah bereaksi. Dan itu adalah sayap hitam di punggungnya yang tampak mengeras lalu mencoba menahan serangan dari Wu Qiu.
Ren Yuu langsung mengayunkan tendangan yang telah dibaluti oleh tameng aneh yang merupakan lantai ketujuh Menara Kegelapan yang dikendalikan oleh Ruby.
“Dark Art, Path of Extermination!”
Bam!
Serangan Wu Qiu di tahan oleh Jin Xan tetapi wajahnya begitu jelek karena di saat yang bersamaan, tubuhnya menerima serangan yang luar biasa kuat. Ia seolah-olah merasa bahwa beberapa tulang rusuknya patah ketika di hantam oleh benda yang sangat keras yaitu lantai ketujuh Menara Kegelapan. Ketika benturan terjadi, ia juga meninggalkan energi dan hukum dari tubuhnya di tempat itu.
Wusssh!
Jin Xan melesat layaknya sebuah meteor ke arah tertentu tetapi ia mengarahkan lengannya ke arah Ren Yuu.
“Sage Art, Orb Beginning Of Destruction!”
Di antara Ren Yuu dan Wu Qiu, bola-bola tidak beraturan muncul dan langsung meledak.
Keduanya terkejut seketika dan tau bahwa jika serangan tersebut mengenai mereka, maka cidera yang mereka terima tidak akan ringan sama sekali.
__ADS_1
Guci Azulet yang selalu berada di sekitar Wu Qiu pun langsung mengeluarkan kekuatannya.
Wusssh!
Aura unik dari dalam Guci Azulet tumpah seketika lalu menyelimuti bola kecil yang hendak meledak tersebut.
Zhep!
Guci Azulet pun menyedotnya seketika yang membuat Jin Xan yang menatap itu memasang wajah sangat jelek.
Duar!
Ledakan besar terjadi saat Jin Xan menabrak permukaan tanah dikejauhan.
Sementara itu, Ren Yuu memasang wajah muram. Bukan karena Jin Xan hampir saja melukainya dan saudarinya. Tetapi teknik yang dikeluarkan oleh Jin Xan.
“Tidak! Tidak mungkin.. apakah dia memiliki kekuatan Evolusi Kehancuran seperti Kirin?” Batin Ren Yuu tidak percaya sama sekali.
Sementara itu, untuk Wu Qiu, ia hanya menatap ke arah tertentu dengan tatapan serius. Kali inipun, wajahnya sedikit menegang karena melihat hal yang seharusnya tidak mungkin terjadi.
Di kejauhan, butiran-butiran cahaya pun perlahan mengumpul dan membentuk sosok tertentu yang tidak lain adalah Jin Xan.
“Kehancuran? Cahaya? Apakah dia memiliki lebih dari satu kekuatan Evolusi?” Ren Yuu tidak mengerti saat ini tentang kekuatan yang ditampilkan oleh Jin Xan.
“Tidak Yuu'er. Dia tidak memiliki kekuatan evolusi lebih dari satu. Tetapi aku takut itu sesuatu yang lain.” Balas Wu Qiu dengan wajah serius.
Sebelum Ren Yuu bertanya lagi, Jin Xan muncul di jarak hampir dua puluh meter dan lalu tersenyum karena Ren Yuu tampaknya bingung.
“Apa kau pikir aku seperti kalian yang membutuhkan kekuatan Evolusi? Apa kau lupa bahwa aku bukan berasal dari Primordial Realm? Ha-ha-ha, itulah mengapa aku menyebutmu bodoh, Dewa Kegelapan!” ucap Jin Xan saat kekuatan tertentu terlihat merembes dari tubuhnya.
Mata Ren Yuu semakin melebar ketika menatap itu karena dirinya pernah melawan seseorang yang menggunakan kekuatan tersebut, yaitu Evil, kekuatan Kutukan.
Sementara itu, Wu Qiu yang memasang wajah serius hanya bisa berkata, “Kau seperti yang diceritakan olehnya, panglima perang Clan Jin dengan kekuatan yang dapat meniru banyak hal dan disebut sebagai, Panglima Perang Clan Jin, Sang Raja Hukum!”
Senyum Jin Xan semakin lebar mendengarnya. “Tampaknya kau memiliki pengetahuan, Dewi Cahaya. Kau benar, aku memiliki kemampuan untuk menggunakan semua elemen dan hukum dasar, yang artinya, selain dari energi dan hukum tertinggi, aku dapat dengan mudah menggunakannya hanya dengan sekali lihat saja.”
“Tidak mungkin! Jika itu benar, kau tidak akan bisa menggunakan Kekuatan Kehancuran!” Ren Yuu tentu tidak akan percaya.
“Dewa Kegelapan bodoh! Apa kau lupa sejarah Kirin? Dia adalah Naga yang membangkitkan evolusi dengan menggabungkan semua elemen dasar dan itu adalah Kehidupan, tetapi dia membalikkannya menjadi Kehancuran! Tentu untuk menggunakan kekuatannya adalah hal yang mudah bagiku!” Jin Xan tertawa liar karena merasa bahwa makhluk dari Primordial Realm yang dianggap sebagai puncak rantai makanan tidak memiliki kecerdasan sama sekali.
“Dan dengan keberadaan Makam Para Dewa, aku akhirnya bisa mengubah energi mendalam layaknya qi yang sering aku gunakan dahulu! Jika tidak, apa kau pikir aku dapat dikalahkan oleh God Race dan God Primal dahulu? Makhluk rendahan seperti mereka tidak akan pernah bisa menyamai aku!” ucap Jin Xan saat kekuatan Kutukan ditanam olehnya sendiri ke tubuhnya.
__ADS_1
Melihat itu, Ren Yuu teringat tentang Evil yang tiba-tiba memiliki kekuatan jauh lebih besar saat menanam Kutukan pada dirinya sendiri.
Dan saat ini, Ren Yuu paham mengapa Jin Xan meniru kekuatan Kutukan milik Evil karena itu memanglah sangat luar biasa kuat.