
Realms Of The Beast
Waktu terus berlalu. Tanpa terasa, sudah lebih dari setahun Ren Yuu bersama dengan ibunya dan Xinxin menunggu Xiao Xiao dan Mei menyelesaikan pewarisan dan penerobosan.
Saat ini, terlihat Ren Yuu, Feng Xuer, Xinxin, Kun-Peng dan Dewa Binatang Buas sedang berbicara di sebuah ruangan.
“Sudah lebih dari setahun berlalu. Aku tidak sabar untuk datang ke Jalan Asura. Aku menduga bahwa yang bertarung lebih dari setahun yang lalu adalah pertarungan Jin Xan melawan Han Guan dan Asura.” Kun-Peng berbicara sambil duduk dengan santai juga dengan sebuah daging di tangan kanannya.
“Ibu, apakah apa yang ibu katakan benar?” Tanya Ren Yuu dengan kerutan di dahinya.
“Ya. Tidak salah lagi. Ketika ibu mencoba masuk ke Alam Dunia Lain, itu tidak bisa lagi. Bahkan untuk merasakan energi dari Alam Dunia Lain pun tidak bisa. Tidak mungkin Alam Dunia Lain di segel karena tidak akan ada segel yang mampu menahan ibu jika ingin masuk ke tempat itu. Dengan kata lain, Alam Dunia Lain telah binasa. Para makhluk yang tewas akan lenyap selama-lamanya kecuali mereka memiliki teknik mempertahankan jiwa,” ujar Feng Xuer.
“Jika seperti ini, tampaknya Jin Xan memenangkan pertarungan itu. Apakah dia akan datang ke tempat ini? Dengan kekuatan seperti itu, dia pasti akan bisa membobol segel Realms Of The Beast.” Tambah Dewa Binatang Buas.
“Walaupun Jin Xan menang, tidak mungkin dia akan menang tanpa cidera sama sekali. Kau harus tau bagaimana kuatnya Han Guan dan Asura!” Ucap Kun-Peng lalu menggigit daging di tangannya. Ia baru saja menemukan hobi baru yaitu memakan daging panggang karena terlalu bosan menunggu waktu untuk berangkat.
Dewa Binatang Buas tentu saja mengangguk dengan pernyataan Kun-Peng. Sekuat apapun Jin Xan, pasti akan mengalami cidera karena dia bukanlah Absolute Dragon God.
“Hm?” Ren Yuu menatap ke arah tertentu dengan sedikit senyum karena merasakan pancaran energi yang sangat ia kenal.
Ckrek!
Pintu perlahan terbuka dan dua individu masuk ke dalam ruangan.
“Tampaknya kamu berhasil mencerna esensi darah itu, Mei,” ucap Ren Yuu dengan senyum kecil.
Dua individu yang masuk adalah Mei dan Xiao Fang.
“Tentu saja Guru,” ucap Mei dengan bangga. Ia telah menembus Tier True God 4th Heavenly Layer saat ini, satu tahap di bawah Gurunya. Garis darahnya kini menjadi lebih tebal dari sebelumnya yang membuat kekuatannya juga meningkat drastis walaupun kultivasinya hanya meningkat satu tahap.
“Muridmu telah selesai lebih dari dua bulan yang lalu. Tetapi dia belum keluar dari pengasingannya karena mencoba membuat evolusi dan ternyata gagal.” Xiao Fang menambahkan.
Mei sedikit malu karena terlalu merasa percaya diri melakukan evolusi yang dikatakan oleh mereka semua sebelumnya tetapi ternyata gagal.
__ADS_1
“Wajar bagimu untuk gagal karena evolusi akan lebih mudah diraih ketika mencapai Tier True God 8th Heavenly Layer,” ucap Dewa Binatang Buas.
Sebelum ada yang berbicara lagi, guncangan hebat terjadi di Alam Dewa Binatang Buas.
Semuanya berkdrk dari tempat duduk mereka dan menatap ke arah tertentu.
Zhep!
Semua dari mereka pun langsung menghilang dan muncul di atas Istana Naga Perak.
Ren Yuu menatap ke arah tempat tertentu dengan seksama karena merasakan darahnya seperti sedang berdenyut sedikit. Bahkan Mei pun merasakan hal yang sama.
Dung! Dung!
Energi tertentu meledak dan menyebar ke segala arah mencapai ujung Alam Dewa Binatang Buas. Energi tersebut berwarna perak dan ada sensasi tertentu yang tidak bisa dijelaskan ketika aura tersebut menyentuh kulit.
“Ini..” Kun-Peng menyipitkan matanya sedikit.
“Ya. Tidak salah lagi. Ini adalah terobosan yang dibarengi oleh evolusi dari satu makhluk tertentu. Dan ini adalah evolusi yang diambil oleh Xiao Xiao.” Dewa Binatang Buas tersenyum kecil karena satu lagi Beast Race kuat telah terlahir.
Petir putih tampak menyambar di tempat tertentu terus-menerus seperti sedang membabtis seseorang.
“Apakah Dao Surgawi mencoba untuk menghalangi evolusi Xiao Xiao?” Tanya Ren Yuu dengan kerutan di dahinya.
“Ya. Setiap kali evolusi terjadi, itu tampak seperti kesengsaraan surgawi walaupun sedikit berbeda. Itu adalah pemutusan hubungan energi pemilik dengan Dao Surgawi itu sendiri.” ucap Dewa Binatang Buas mengangguk kecil.
Ren Yuu terdiam karena pernah mengalami itu juga saat membangkitkan garis darah barunya. Petir hitam menyambarnya waktu itu seolah-olah menghalanginya menciptakan kekuatan jenis baru.
“Roar!”
Ruangan seekor Naga terdengar jelas yang membuat semua Beast Race di seluruh Alam Dewa Binatang Buas menoleh ke arah tersebut.
Brrrttt! Brrrttt!
__ADS_1
Di kejauhan, terlihat Naga Perak yang memiliki bentuk sedikit unik diselimuti oleh petir putih setiap waktu.
“Tampaknya bagian dari kekuatan Kehancuran milik Kirin pada Silver Dragon God adalah Petir Kehancuran!” ucap Kun-Peng sedikit terkejut.
“Ya. Itulah yang tertulis di catatan yang di tinggalkan oleh Kirin di Alam Dewa Binatang Buas.” Dewa Binatang Buas mengangguk kecil dan melanjutkan, “Setiap keturunan Kirin akan memiliki kekuatan unik. Yaitu, elemen Kehancuran. Ada juga yang memiliki jenis yang sedikit mirip denganmu Ren Yuu, yaitu elemen Kegelapan Kehancuran.”
“Hm?” Alis Ren Yuu naik sedikit mendengar elemen tersebut karena ia juga bisa menggunakannya. Tetapi energi dan hukum Kegelapan miliknya tidak terbatas pada hal itu saja, tetapi berfungsi dalam segala bidang.
Petir pun perlahan mereda dan terlihat bahwa Xiao Xiao sedang mengepakkan sayapnya di udara. Tubuhnya perlahan mengecil dan kembali ke wujud manusia. Ia masih diselimuti oleh Petir Putih yang setiap saat memercik dari seluruh tubuhnya.
Zhep!
Xiao Xiao bergerak seperti Sambaran petir dan muncul di dekat Ren Yuu dalam sekejap.
“Oh? Kecepatan yang sangat tinggi!” Batin Ren Yuu sedikit terkejut.
Bahkan Kun-Peng pun menyipitkan matanya sedikit. Ia tentu paham bahwa kecepatan itu bisa dikatakan sudah luar biasa untuk tingkat kultivasi Xiao Xiao saat ini yang telah mencapai Tier True God 7th Heavenly Layer.
Semua yang ada di sana juga terkejut dengan kecepatan Xiao Xiao. Selain dari kekuatan Petir Kehancuran, Xiao Xiao juga mendapatkan kecepatan yang sangat tinggi ketika menyelesaikan Evolusinya.
“Kamu berhasil Xiao Xiao..” ucap Ren Yuu menatap Xiao Xiao yang menatap dirinya dengan senyum sepanjang waktu.
Tanpa berbicara, Xiao Xiao pun memeluk Ren Yuu karena merasa bahwa saat ini ia telah memiliki kekuatan untuk membantu Ren Yuu tidak seperti di masa lalu.
Setelah selesai memeluk Ren Yuu beberapa saat, Xiao Xiao pun melepaskannya.
“Lalu, apakah kalian akan langsung pergi?” Tanya Xiao Lin yang muncul di dekat mereka dengan wajah sedikit lelah karena ia harus membantu Xiao Xiao selama proses pewarisan.
Kun-Peng, Feng Xuer, Xinxin dan Mei hanya diam menatap ke arah Ren Yuu.
“Ya. Maaf telah merepotkan untuk mengurus Xiao Xiao selama ini. Kami akan segera pergi.” ucap Ren Yuu berterima kasih kepada Xiao Lin.
“Tidak masalah sama sekali. Apakah kau akan ikut saudaraku?” Tanya Xiao Lin menatap ke arah Dewa Binatang Buas karena sudah membuat prediksi ke mana kelompok Ren Yuu akan pergi.
__ADS_1
“Tidak untuk saat ini. Aku akan menyusul mereka nanti.” jawab Dewa Binatang Buas dan menatap Ren Yuu, “Lalu, apakah benar tujuan kalian saat ini adalah tempat itu?”
“Ya.” Ren Yuu mengangguk kecil dan melanjutkan, “Tujuan kami selanjutnya adalah, Jalan Asura!”