God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Kematian Dewa Pencipta


__ADS_3

“Dark Art, God Of Darkness!”


Extermination Art!


Ren Yuu mengerahkan semua kekuatannya dalam satu serangan untuk menghapus keberadaan dari Dewa Pencipta untuk selama-lamanya.


“Cela-..” Dewa Pencipta yang melihat serangan Ren Yuu pun mencoba melawan balik tetapi serangan itu terlalu cepat karena saat ini Ren Yuu telah menerobos Tier God King Peak.


Sraing!


Jrezzh!


Serangan bilah raksasa tersebut pun langsung menelan Dewa Pencipta. Serangan tersebut terus melesat ke tempat yang sangat jauh dan mencapai ke tempat tertentu, dan itu adalah pengalang yang diciptakan oleh Dewa Pencipta di zaman kuno agar keberadaan seperti Celestial Emperor pun tidak dapat masuk ke Primordial Realm.


“Arrrrggghh!”


Dewa Pencipta berteriak keras saat kekuatan maha dahsyat seperti sedang menghapus keberadaannya sedikit demi sedikit.


“Dewa... Kegelapan... Sialan... Suatu.. hari.. nanti... Kau pasti ... Akan .. terbu.. nuh.. secara.. menge-nas-kan..”


Wusssh!


Duar!


Ledakan besar terjadi di tempat yang sangat jauh dan itu mengenai tepat di penghalang. Dewa Pencipta yang hanya memiliki sedikit sisa-sisa pun hancur lebur oleh ledakan yang terjadi di penghalang.


Tetapi penghalang tersebut tidak memiliki retakan sama sekali karena sedari awal itu dapat dengan mudah menahan kekuatan setingkat Celestial Emperor sekaligus.


Zhep!


Aura yang mengelilingi Ren Yuu pun menghilang. Tidak ada kebahagiaan sama sekali ketika ia meraih kemenangan. Ia pun menatap ke arah tempat dunia yang ia periksa sebelumnya dan langsung melesat ke dunia tersebut.


**


Dimensional Life


Banyak dari keluarga Ren Yuu yang masih sadarkan diri seperti Feng Xuer, Hao Yue, Xia Qingyue dan Kun-Peng yang menatap kejadian tersebut.

__ADS_1


Air mata mengalir saat mereka tau bahwa Ren Yuu telah memenangkan pertarungan.


Bahkan Ren Yui yang telah dirawat pun yang masih menjaga kesadarannya menatap ke arah luar walaupun ia hanya dapat melihat sedikit. Itu dikarenakan ia tidak memiliki jumlah energi lagi untuk dapat menembus daya pandang keluar dari Dimensional Life.


“Dia menang..” ucap Kun-Peng dengan nada sedikit bersemangat karena akhirnya sosok sekuat Dewa Pencipta telah ditumbangkan oleh Ren Yuu.


“Aku tau bahwa Yuu'er akan dapat melakukannya.” ucap Feng Xuer dengan air mata mengalir di pipinya karena ancaman dari seseorang yang sangat kuat akhirnya dapat dikalahkan.


“Lalu.. ke mana Yuu'er saat ini?” Tanya Hao Yue menenangkan kegembiraannya. Ia terus menatap keluar dan melihat Ren Yuu menghampiri sebuah dunia.


Xia Qingyue yang menatap itu pun mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Sheng Mei sebelum kematiannya. Walaupun tidak ada suara yang terdengar, ia membaca gerakan bibir dari Sheng Mei dan ia tau tempat apa itu.


Sementara untuk Sheng Qi'er yang masih dalam suasana hati yang buruk pun menegang di tempat karena langsung ingat tentang apa yang dikatakan oleh Ratunya. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat karena tentu akan menjaga tempat itu sampai Tuan Mudanya pulih.


Ketika Ren Yuu telah masuk ke dalam dunia itu, Sheng Qi'er mengamuk di dalam Dimensional Life agar Ren Yuu mendengarnya lalu mengeluarkannya.


**


Dunia Tanpa Nama


Ren Yuu yang mendarat di dunia itupun mengetahui bahwa Sheng Qi'er mengamuk di dalam Dimensional Life miliknya. Ia tidak mengerti mengapa tetapi pasti itu terkait dengan putranya juga menurutnya.


“Ini semua salahmu!” Teriak Sheng Qi'er saat melancarkan serangan ke arah Ren Yuu saat pertama kali keluar dari Dimensional Life.


Tap!


Ren Yuu dengan mudah menahan serangan Sheng Qi'er karena perbedaan kultivasi mereka seperti langit dan bumi. Ia sama sekali tidak melihat ke arah Sheng Qi'er dan fokus pada sosok bayi mungil yang ada di sebuah gelembung.


Emosi yang begitu kompleks pun ia tunjukkan karena Ren Yuu tau bahwa itu memang benar-benar putranya.


Ketika Ren Yuu mendorong serangan Sheng Qi'er dan perlahan mendekat ke arah gelembung tersebut, Sheng Qi'er muncul tepat di depan gelembung tersebut sambil berbicara, “Pergi dari sini! Tuan Mudaku tidak memiliki hubungan sama sekali denganmu!”


Mendengar apa yang dikatakan Sheng Qi'er, Ren Yuu menghentikan langkah kakinya. Ia menatap Sheng Qi'er yang dipenuhi oleh amarah ketika menatapnya.


Ren Yuu tentu ingat tentang Sheng Qi'er yang selalu menuruti perintah dari Sheng Mei. Ia sangat kagum dengan kesetiaan Sheng Qi'er kepada Sheng Mei. Itulah sebabnya ia tidak akan melukai wanita itu.


“Biarkan aku melihatnya. Aku akan mencoba membantunya. Kau pasti tau bahwa dia adalah putraku.” ucap Ren Yuu.

__ADS_1


“Membantunya? Sungguh lucu kau berkata seperti itu dasar bajingan! Kau bahkan tidak berada di sini ketika Ratu dan Tuan Muda berjuang untuk hidup!” ucap Sheng Mei marah sambil meneteskan air matanya.


Tubuh Ren Yuu menengang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sheng Qi'er. Ia tentu merasa bahwa kata-kata yang dilemparkan oleh Sheng Qi'er adalah kebenaran.


Ketika Sheng Mei dan putranya menderita, Ren Yuu tidak berada di sana. Dan bahkan akhirnya, hanya untuk membuatnya tetap hidup, Sheng Mei menggantikan dirinya mati.


Pengorbanan Sheng Mei tentu sangat berarti bagi Ren Yuu karena dengan itu, semua keluarganya juga selamat. Jika saja sebelumnya Sheng Mei tidak berkorban, ia tidak tau bagaimana nasib seluruh keluarganya.


“Aku tau kau sangat marah saat ini. Tetapi, aku akan mengatakan sesuatu padamu, aku akan membangkitkan Sheng Mei kembali karena aku sebelumnya melihat tubuhnya memudar dan itu pergi ke suatu tempat.” ucap Ren Yuu karena tentu memperhatikan detail tersebut sebelumnya.


Sheng Qi'er menegang di tempat mendengar kata-kata Ren Yuu. Jika benar bahwa Ren Yuu dapat melakukan itu, maka Ratunya akan dapat kembali. Walaupun harapannya sangat tipis, ia tetap berharap bahwa Ratunya bisa hidup kembali.


Karena Sheng Qi'er terdiam di tempat, Ren Yuu pun perlahan berjalan kembali dan tiba di hadapan gelembung tersebut tanpa dihalangi oleh Sheng Qi'er yang hanya diam di tempat seperti batu.


“Dia sangat mirip dengannya. Dan juga, aku dapat merasakan bahwa garis darah mendominasi yang ada di tubuh putraku berasal dari dia walaupun itu saat ini disegel agar tidak menghancurkan garis darah Black Dragon Of Destruction.” Batin Ren Yuu.


Ren Yuu pun menyentuh gelembung tersebut lalu memasukkan energi dan hukum miliknya serta banyak esensi darah dari tubuhnya untuk memperkuat tubuh putranya tersebut.


Ketika Ren Yuu melakukan itu, mata Ren Yuu menyipit karena bahkan dengan begitu banyak esensi darah, tubuh mungil putranya itu melahap semuanya dengan rakus.


Sheng Qi'er perlahan berbalik dan langsung berbicara karena ia telah menenangkan dirinya. Ia tentu tau bahwa tidak ada gunanya berdebat dengan Ren Yuu, apalagi saat ini hanya Ren Yuu yang mungkin mampu untuk menghidupkan kembali Ratunya. “Tubuh Tuan Muda sangat unik karena itu perpaduan dari dua Garis Darah superior, tidak hanya itu, ada kemampuan regenerasi Celestial Phoenix, dan juga darah manusia untuk mempertahankan bentuk tubuhnya.”


“Ketika pertama kali Tuan Muda lahir, dia hampir berubah menjadi makhluk kuat karena garis darah yang berasal dari Ratu, Ratu menyegel garis darah itu tetapi ketika dia melakukannya, dia hampir berubah menjadi seekor naga.”


“Ratu tidak punya pilihan lain selain dari mengurangi garis darah naga di tubuh Tuan Muda agar tubuhnya kembali normal, jika tidak, ketika Tuan Muda berubah dia akan langsung tewas karena energi di dalam tubuhnya tidak stabil.”


“Namun itu membuat kondisi Tuan Muda menjadi seperti ini. Itu tampak seperti kedua garis darah itu mencoba mengambil kendali atas yang lainnya. Dan Xiao Bai sebelumnya juga memperkuat Kekuatan Kehancuran di dalam tubuh Tuan Muda.” Sheng Qi'er menjelaskan dengan nada dingin karena sebenarnya ia masih sangat ingin menendang Ren Yuu hingga menjadi bubur.


“Ya, aku dapat merasakannya. Saat ini kedua garis darah telah seimbang ketika aku memberikan banyak esensi darah milikku.” ucap Ren Yuu sedikit lelah lalu melanjutkan, “Tetapi dia akan terus menerima asupan kekuatan apapun tanpa mempedulikan tubuhnya sendiri. Ini adalah situasi yang diharapkan. Sekarang aku paham kenapa kalian membuatnya berada di sini.”


“Pergilah dari sini. Aku akan tetap berada di sini sampai Tuan Muda bangun!” ucap Sheng Qi'er dengan nada dingin sekali lagi.


Ren Yuu hanya melirik ke arah Sheng Qi'er sekilas. Ia tentu tau berapa lama waktu untuk menyerap kekuatan Pohon Kehidupan tersebut.


Alasan putranya berada di gelembung tersebut, agar dia dapat menyerap sedikit demi sedikit untuk pulih dan untuk bertahan hidup. Tetapi, itu pasti membutuhkan waktu paling cepat 500-700 ribu tahun lamanya. Karena tidak mungkin bayi kecil akan mampu menyerap semua kekuatan dari Pohon Kehidupan raksasa yang sebanding dengan Tier God King awal sekaligus.


“Aku akan menemukan cara untuk mempercepat pemulihannya.” ucap Ren Yuu dan berbalik lalu terbang di udara. Matanya tampak memancarkan tekad kuat saat ini karena ia telah memutuskan untuk melakukan dua hal yang sulit, yaitu mencari keberadaan Jiwa Sheng Mei dan mencari cara agar putranya dapat pulih dalam waktu yang lebih singkat.

__ADS_1


Sheng Qi'er menatap kepergian Ren Yuu lalu ia perlahan duduk di depan gelembung tempat Tuan Mudanya berada.


“Tuan Muda, aku akan selalu berada di sampingmu.” ucap Sheng Qi'er dan langsung menutup matanya dan bermeditasi.


__ADS_2