Hanya Sebuah Ilusi

Hanya Sebuah Ilusi
Aku sudah tahu


__ADS_3

Ting


Sebuah suara dentingan yang berasal dari pintu lift yang terbuka dengan lebar, lantas langsung membuat Alvaro mulai membawa langkah kakinya keluar dari area lift saat itu. Dengan langkah kaki yang perlahan, Alvaro terlihat mulai membawa langkah kakinya menuju ke area unit Apartemennya saat itu.


Hari ini alvaro yang merasa sedikit tidak tenang karena memikirkan permasalahannya yang terjadi diantara Kikan dan juga dirinya, lantas memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih awal. Alvaro benar-benar ingin istirahat saat ini dan menenangkan pikirannya, mungkin dengan istirahat sehari akan membuat pikirannya lebih refresh dan menemukan jalan keluar antara hubungannya dan juga Kikan.


Setelah memasukkan key password yang terletak pada pintu unit Apartemennya, sambil menarik napasnya dalam-dalam Alvaro mulai membuka pintu unit Apartemen tersebut.


Dengan melangkahkan kakinya secara perlahan memasuki area unit Apartemennya. Sampai kemudian ketika pintu baru saja tertutup dan ia baru saja membawa langkah kakinya masuk beberapa langkah ke dalam unit Apartemennya, sesuatu pemandangan yang sama sekali tidak pernah Alvaro bayangkan saat itu mendadak tergambar begitu saja di hadapannya. Mendapati hal tersebut membuat Alvaro tentu saja terkejut bukan main karenanya.


"Inara apa yang kamu lakukan ha? Apa-apaan ini?" pekik sebuah suara yang lantas mengejutkan keduanya.


Baik Inara maupun Chris yang mendengar sebuah suara tiba-tiba menukik dengan tajam di telinga mereka, tentu saja langsung menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.


Inara yang melihat Alvaro saat ini tengah berdiri tak jauh dari tempat keduanya berada sambil menatap tajam ke arahnya, lantas langsung bangkit dari posisinya. Ditatapnya Alvaro dan juga Chris secara bergantian dengan tatapan yang terkejut, ia jelas tahu jika saat ini Alvaro pasti tengah mencurigainya. Sesuatu lain yang tentu saja, membuat suasana kian menjadi hening dan juga mencekam saat itu.


"Mas ini tidak seperti yang kamu bayangkan, aku dan dia.. Dia adalah Ayah dari Alika..." ucap Inara namun terpotong dengan tindakan Alvaro yang impulsif dan langsung menarik kerah baju Chris saat itu.


Alvaro yang saat itu memang sedang dalam kondisi yang tidak stabil amarahnya, lantas langsung bergerak begitu saja dan menarik kerah baju Chris sambil melayangkan pukulan ke arah Chris secara membabi buta.


Mendapati hal tersebut tentu saja membuat Inara terkejut bukan main, Inara bahkan berusaha untuk memisah keduanya. Ditariknya pundak Alvaro berkali-kali namun Alvaro yang seakan tidak bisa mendengarkan siapapun saat ini, terus saja melakukan hal sesuka hatinya tanpa mendengar penjelasan dari Inara terlebih dahulu.


"Berhenti mas... Mas kamu salah paham.. Aw..." ucap Inara kemudian, namun ketika rasa sakit kram yang terasa di perutnya lantas membuatnya merintih kesakitan.

__ADS_1


Alvaro yang tadinya hendak melayangkan kembali pukulan ke arah Chris saat itu, mendengar sebuah jeritan yang berasal dari Inara tentu saja langsung menghentikan gerakan tangannya. Di liriknya Inara saat itu yang terlihat tengah memegangi area perutnya sambil seperti meringis kesakitan.


Mendapati hal tersebut tentu saja langsung membuat Alvaro panik, Alvaro bangkit dari posisinya dan menghampiri Inara yang sedang menahan rasa sakit di area perutnya.


"Apa yang sakit Ra? Dimana yang sakit?" tanya Alvaro kemudian dengan raut wajah yang khawatir terhadap Inara.


Inara yang mendengar perkataan dari Alvaro barusan, lantas menatap Alvaro dengan tatapan yang meringis. Diremasnya lengan baju Alvaro saat itu untuk berusaha meredakan rasa sakit di area perutnya.


"Sakit mas..." ucap Inara lirih.


"Tidak apa Ra... Tenang ya tarik napas dan buang secara perlahan... Jangan panik, tenangkan dirimu... Jangan nakal ya nak kasihan Ibumu..." ucap Alvaro sambil mengusap punggung Inara dengan perlahan, sedangkan tangan satunya mengusap perut Inara seakan berusaha untuk menenangkan bayinya.


Chris yang masih berada di sana, melihat hal itu tentu saja terkejut bukan main. Tadinya Chris mengira jika Inara adalah seorang gadis yang tidak memiliki kekasih atau bahkan suami. Namun ketika mendapati segala hal yang terjadi saat ini, Chris baru menyadari jika ternyata Inara adalah istri orang lain.


"Papa ada apa?" tanya Alika dengan raut wajah yang bingung apalagi ketika melihat wajah Chris yang terdapat noda darah di sudut bibirnya.


Mendapat pertanyaan tersebut lantas membuat Chris langsung menoleh ke arah Alika saat itu. Sambil mencoba untuk tersenyum Chris lantas terlihat mengelus puncak kepala Alika saat itu.


"Tidak ada apa-apa Alika tidak perlu khawatir..." ucap Chris mencoba untuk menenangkan Alika saat itu sambil mengusap sudut bibirnya.


.


.

__ADS_1


.


.


Saat ini terlihat Chris dan juga Alika tengah duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Alvaro yang sebelumnya terlihat membawa Inara masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Diusapnya lembut rambut Alika yang saat ini tengah tertidur di pangkuannya.


"Mengapa semua menjadi semakin rumit, aku bahkan sungguh tidak tahu jika gadis itu bersuami. Jika aku tahu aku tentu tidak akan mengiyakan tawarannya untuk main ke unit Apartemennya. Jika sudah seperti ini aku harus bagaimana?" ucap Chris dengan nada yang terdengar lirih sambil menatap ke arah Alika yang terlihat memejamkan kelopak matanya.


Helaan napas terdengar dengan jelas berhembus kasar dari mulut Chris saat itu sambil menatap lurus ke arah depan menanti Alvaro keluar. Chris memilih untuk tetap di sini karena ingin meluruskan segalanya. Tentu saja ia tidak ingin merusak Rumah tangga orang lain hanya karena sebuah kesalahpahaman saja.


Sampai kemudian ketika Chris melihat Alvaro keluar dari kamar, lantas membuatnya meletakkan kepala Alika secara perlahan di sofa kemudian bangkit dari posisinya. Chris melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Alvaro berada dengan raut wajah yang merasa bersalah, membuat Alvaro yang mendapati jika Chris masih berada di sini tentu saja mengernyit dengan tatapan yang bertanya-tanya.


"Bagaimana keadaannya? Apakah sudah lebih baik?" tanya Chris kemudian.


"Ya, Inara sedang istirahat saat ini. Mengapa kau masih ada di sini?" ucap Alvaro kemudian dengan nada yang datar, membuat helaan napas berat lantas terdengar berhembus dari mulut Chris saat itu.


"Aku minta maaf atas semua ketidaknyamanan dan juga keributan yang terjadi hari ini. Semua yang kamu lihat sama sekali bukan kenyataannya. Tadi Alika tanpa sengaja menumpahkan jus di baju ku, yang dilakukan oleh istrimu hanya membantu ku membersihkannya saja. Masalah aku ada di sini murni karena keinginan putri ku, aku bahkan sama sekali tidak mengenal istrimu. Aku mohon percayalah kepada penjelasan ku ini." ucap Chris berusaha untuk menjelaskan kejadiannya.


"Aku sudah tahu..."


"Apa?"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2