
"Tidak mungkin! Alvaro?" ucap Chris sambil terlihat bangkit dari posisinya.
Chris yang yakin jika pemilik suara tersebut adalah Alvaro, lantas berlarian ke arah sumber suara tanpa menghiraukan area punggungnya yang sakit karena terbentur batang kayu saat itu.
Raut wajah yang semula begitu khawatir dan juga cemas, kini berganti menjadi senyuman kala mendapati bayangan samar tak jauh dari tempatnya berada saat ini.
"Al.. Apa kamu mendengar ku? Katakan bagian mana yang sakit?" ucap Chris di tengah gelapnya suasana dasar jurang saat itu.
"Kau..." ucap Alvaro dengan nada yang terdengar begitu lirih, pandangannya yang mengabur saat itu membuat Alvaro tidak terlalu mengenali sosok yang saat ini sedang berada di hadapannya.
"Iya aku Chris, apa kau bisa bangun? Buar aku membantu mu." ucap Chris sambil berusaha menarik Alvaro dan membangunkannya.
"Sss pelan-pelan kaki ku sakit." ucap Alvaro sambil sedikit mendesis kesakitan.
"Maaf area sini agak gelap, jadi aku tidak bisa melihat bagian tubuh mu yang terluka." ucap Chris dengan tersenyum garing saat itu.
Entah mengapa menemukan Alvaro dalam keadaan yang utuh dan masih hidup, membuat perasaan dalam hatinya melega. Bayang-bayang kematian Anya perlahan-lahan mulai berganti dengan harapan bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja.
"Bagaimana keadaan Inara? Apa dia baik-baik saja?" ucap Alvaro kemudian yang tentu saja langsung membuat Chris mengernyit ketika mendengarnya.
"Kau jangan mencoba untuk melucu saat ini, bukankah yang seharusnya perlu untuk di khawatirkan sekarang adalah kondisi mu? Kau pikir apa yang terjadi jika Inara melihat mu seperti ini?" ucap Chris yang tak habis pikir akan pertanyaan dati Alvaro barusan.
"Setidaknya aku masih hidup, bagimu Inara yang terpenting. Luka ini sama sekali tidak ada apa-apanya untuk ku." ucap Alvaro sekali lagi yang membuat Chris mendengus dengan kesal.
"Berhenti bersikap bucin atau aku akan meninggalkan mu seorang diri. Jangan pamer kemesraan kepadaku! Bukankah kalian berdua sangat menyebalkan? Jika kalian berdua sama-sama mengkhawatirkan keadaan masing-masing, setidaknya khawatirkan dulu keadaan kalian sendiri-sendiri." ucap Chris mengomel dengan nada yang kesal.
__ADS_1
Sedangkan Alvaro yang mendengar perkataan dari Chris barusan hanya tersenyum dengan tipis. Ia benar-benar tidak menyangka jika ternyata Chris adalah irang baik. Alvaro benar-benar menyesal telah melakukan kesalahan pada pertemuan pertama keduanya waktu itu.
"Baiklah aku tidak akan merengek lagi." ucap Alvaro dengan langkah tertatih secara perlahan.
"Setidaknya mungkin itu lebih baik." ucap Chris yang seakan mengiyakan perkataan dari Alvaro barusan.
Pada akhirnya keduanya terlihat terus membawa langkah kaki mereka secara perlahan keluar dari kawasan tersebut. Sambil membopong Alvaro secara perlahan, Chris terus membawa langkah kakinya menyusuri area hutan saat itu.
***
Sementara itu di area atas
Inara yang tengah menanti sebuah janji yang di buat oleh Chris dengan harap-harap cemas. Sambil terus mengusap area perutnya dengan perlahan, Inara nampak berdoa dan memohon pertolongan agar suaminya bisa kembali dalam keadaan yang utuh seperti sedia kala.
"Aku harap mas Alvaro baik-baik saja." ucap Inara dalam hati dengan harap-harap cemas.
Di saat Inara tengah terdiam sambil menatap ke arah tepi jurang yang nampak gelap karena keadaan malam hari saat itu. Sebuah suara yang berasal dari Bodyguard yang sedari tadi berada di sampingnya untuk menjaga dirinya, lantas membuat Inara langsung menoleh ke arah sumber suara dengan seketika.
"Di sini Rusa katakan ada apa?" ucapnya dengan nada yang terdengar begitu tegang.
"Pak Chris jatuh ke bawah, kami akan menghentikan pencarian sebentar dan fokus kepada pak Chris." ucap sebuah suara di seberang sana yang tentu saja hanya bisa di dengar oleh Bodyguard tersebut.
"Bagaimana bisa pak Chris jatuh dan terperosok? Nagi dua kelompok dan lanjutkan pencarian!" ucapnya dengan nada yang memerintah.
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Inara langsung terkejut dengan seketika, Inara kemudian terlihat bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Bodyguard tersebut, dengan raut wajah yang nampak terlihat begitu cemas.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan Chris? Apakah dia baik-baik saja?" ucap Inara dengan raut wajah yang cemas.
"Semua baik-baik saja Nona, Nona tak perlu khawatir dan tetaplah di tempat duduk anda." ucap Bodyguard tersebut seakan berusaha menutupi keadaan Chris saat ini.
"Jangan membodohi ku! Aku jelas mendengar pembicaraan mu barusan. Katakan kepada ku, ada apa dengan Chris? Atau aku akan turun dan memastikannya sendiri." ucap Inara dengan nada yang terdengar mengancam.
"Tenanglah Nona, ingatlah anda sedang hamil. Stres bisa mempengaruhi keadaan bayi anda dan juga anda." ucapnya lagi masih berusaha membuat Inara tenang, namun nyatanya hal itu sama sekali tidaklah berhasil.
"Baiklah jika memang kamu tidak mau mengatakannya, biar aku yang pastikan sendiri semuanya!" ucap Inara dengan nada yang terdengar begitu kesal.
Inara yang tidak lagi sabar akan pembicaraan yang terjadi di antara keduanya, lantas memutuskan untuk turun tangan. Inara kemudian terlihat meninggalkan Bodyguard itu pergi begitu saja hendak turun dan melihat sendiri apa yang terjadi dengan Chris saat ini.
Mendapati hal tersebut tentu saja membuat Bodyguard itu mulai terlihat frustasi, diusapnya raut wajahnya dengan kasar karena bingung hendak melakukan apa saat ini.
"Sial! Tidak bisakah ia diam saja dan menunggu segalanya? Mengapa menyusahkan sekali?" gerutu Bodyguard tersebut dengan nada yang terdengar begitu kesal.
Melihat Inara yang mulai berjalan dan berlalu pergi dari sana hendak mengecek sendiri keadaan Chris saat ini, membuat Bodyguard tersebut lantas langsung mengambil langkah kaki lebar dan menyusul Inara. Ditariknya dengan pelan tangan Inara saat itu, yang tentu saja langsung menghentikan langkah kaki Inara dengan seketika.
"Nona saya mohon jangan memperumit keadaan saat ini, saya yakin Pak Chris dan juga suami anda baik-baik saja sekarang. Saya harap anda kembali ke tempat anda dan menunggu hingga keduanya kembali." ucap Bodyguard tersebut dengan nada yang terdengar memohon.
"Bagaimana bisa kamu mengatakan hal tersebut seakan semua halnya tidak pernah terjadi? Bos mu sedang terperosok dan kamu malah menahan ku di sini? Lalu di mana dedikasi mu sebagai seorang Bodyguard ha?" pekik Inara dengan nada yang terdengar begitu kesal.
"Bukan begitu Nona, saya hanya..." ucap Bodyguard tersebut namun terhenti ketika suara walkie talkie miliknya terdengar menggema saat itu.
Ssst sst
__ADS_1
Bersambung