
Beberapa tahun yang lalu
Saat itu usia Alika menginjak tiga tahun, di malam hari yang cerah di temani dengan sinar rembulan saat itu. Terlihat Chris tengah mengemudikan mobilnya melalui jalanan yang kiri kanannya adalah pepohonan dan juga tebing.
Raut wajah Chris nampak terlihat bahagia, menghabiskan waktu beberapa hari liburan bersama dengan keluarga tentu saja membuat dirinya begitu bahagia.
"Aku yakin mereka pasti lelah karena perjalanan kali ini memakan waktu yang lama.." ucap Chris sambil kembali fokus menatap ke arah jalanan sekitar.
Di tengah malam yang sunyi Chris yang saat itu mengendarai mobilnya sendiri tanpa supir pengganti, mulai terlihat menguap ketika kantuk datang menyapanya.
Kelopak matanya terus terlihat turun saat itu, namun sebisa mungkin ia coba untuk bertahan.
Sampai beberapa menit kemudian kelopak matanya mendadak tertutup dan langsung terkejut karena tanpa sadar membunyikan klakson mobilnya sendiri. Chris yang lalai karena ketiduran sepersekian detik saat itu, lantas terkejut akan laju mobilnya yang melenceng dan hampir menabrak pohon tanpa bisa ia cegah.
Chris membanting setirnya ke arah kiri dengan spontan, namun naasnya malah terperosok masuk ke dalam tebing dengan cepat.
Chris benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini, membuatnya hanya bisa berdoa agar mereka bertiga bisa selamat dari ambang kematian.
Disaat rasa takut terus menghantuinya saat itu, tanpa ia sadari Anya istrinya mulai menggendong tubuh Alika dan memberikannya kepada Chris saat itu. Sambil mulai melepas sabuk pengaman milik Chris dengan cekatan, Anya nampak berusaha membuka pintu mobil bagian samping Chris.
"Lompat dan bawa Alika bersama dengan mu!" ucap Anya dengan tiba-tiba.
"Apa kau sudah gila? Jangan bercanda! Kenapa tidak kau saja yang melakukannya?" pekik Chris yang tak menginginkan hal tersebut terjadi.
"Jika aku yang loncat, maka kami berdua akan mati! Apa kau tidak lihat samping ku begitu banyak pohon besar. Setidaknya jika kamu yang melakukannya, daerah di samping mu lebih datar dan hanya menimbulkan luka ringan saja!" teriak Anya sambil mulai mendorong tubuh keduanya saat itu.
"Tidak! Aku tidak akan pernah melakukannya!" ucap Chris dengan kekeh.
"Sayangnya aku tidak sependapat dengan mu untuk saat ini, pegang Alika dengan kuat Chris.. Aku mencintai kalian berdua!" ucap Anya sambil melepaskan pegangan tangan Chris saat itu.
" Mama...."
__ADS_1
"Anya!" teriak Chris tepat ketika tubuhnya bersama dengan Alika jatuh dan berguling-guling keluar dari dalam mobil.
Brak.... Boom
"Anyaaaaaaa"
*****
Area bawah jurang
"Tidak, Anya!" teriak Chris dengan tiba-tiba dalam posisi yang jatuh bersimpuh saat itu.
Kepala Chris benar-benar terasa berdenyut dengan tiba-tiba, membuat tubuhnya sedikit tidak imbang dan langsung terhuyung jatuh menggelinding saat itu juga masuk terperosok ke daerah dataran yang lebih rendah namun tidak terlalu curam.
"Pak..." pekik beberapa bawahannya yang mendengar serta melihat Chris jatuh ke turunan yang berada tepat di dekatnya.
Mendengar teriakan salah satu rekannya saat itu, lantas membuat beberapa bawahan Chris yang sedari tadi sedang sibuk mencari keberadaan Alvaro, lantas mulai berlarian mencoba untuk melihat keadaan Chris saat ini.
"Pak anda baik-baik saja? Pak Chris..." teriak yang lainnya.
***
Kediaman lama Alvaro
Kikan yang nampak kesal akan segala hal yang terjadi hari ini, lantas terlihat membawa beberapa cemilan dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke area ruang menonton. Entah mengapa moodnya kali ini benar-benar sangat buruk, ditambah lagi dengan perlakuan Inara yang menyebalkan tadi pag,i sungguh membuat kepalanya hampir pecah saat ini.
Dinyalakannya televisi yang berada tidak jauh dari tempatnya berada, kemudian mengambil duduk di sofa bersiap untuk menonton siaran berita atau entertainment. Setidaknya sebuah tontonan yang mungkin akan sedikit mendinginkan kepalanya yang sedang panas sekarang.
"Selamat malam kembali lagi bersama..."
Cklek
__ADS_1
"Beberapa tikus nampak terlihat lucu dan..."
Cklek
"Bagaimana kabar anda sekarang?"
Kikan yang sedari tadi mengganti saluran berita di televisi tersebut, terdengar berdecak dengan kesal ketika tidak ada satupun chanel yang menarik baginya.
"Oh ayolah, aku bahkan hendak mencari hiburan. Mengapa tidak ada satupun yang berpihak kepadaku?" ucap Kikan dengan nada yang terdengar kesal sambil melempar begitu saja remote yang sedari tadi ia pegang ke sembarang arah.
"Sebuah berita datang dari Ibu kota, kecelakaan tunggal telah terjadi di tol kilometer 56. Di duga pengemudi berinisial AWB adalah seorang pemilik salah satu brand kecantikan ternama di negara kita."
Mendengar hal tersebut Kikan yang semula hendak bangkit dari tempatnya saat itu. Nampak menghentikan gerakannya dengan seketika. Manik matanya benar-benar menatap dengan intens, ke arah televisi yang berada tidak jauh dari tempatnya berada saat ini.
Dengan gerakan yang cepat Kikan mencoba untuk mengambil remote yang tadi ia buang dan langsung mengencangkan volume televisinya saati itu juga. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, namun yang jelas Kikan begitu yakin dan juga tahu siapa Pria berinisial AWB yang dimaksud oleh pembawa berita barusan.
"Alvaro? Apakah itu benar-benar Alvaro? Apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Kikan dengan raut wajah yang terkejut.
***
Sementara itu Chris yang baru saja jatuh terperosok nampak berguling cukup jauh ke bawah. Hingga ketika tubuhnya membentur batang pohon besar ketika jatuh, membuat laju Chris langsung terhenti dengan seketika.
"Aw"
Chris yang baru saja terbentur batang pohon yang besar, lantas merintih kesakitan tepat di area punggungnya. Hembusan nafas kasar terdengar jelas berhembus dari mulut Chris saat itu, ketika dirinya mencoba untuk memfokuskan pandangannya yang sedikit kabur akibat dari berguling-guling barusan.
Sampai kemudian ketika ia mencoba untuk mengendalikan dirinya yang terlihat sedikit kacau saat ini. Sebuah suara samar-samar teriakan minta tolong dari seseorang mulai terdengar dan menggema di telinganya saat itu, membuat manik mata Chris yang mendengar hal tersebut lantas langsung membulat dengan seketika.
"To....long" ucap sebuah suara samar yang tak sengaja terdengar menyapa telinganya saat ini.
Suaranya yang begitu samar, namun nyatanya tetap terdengar di telinga Chris saat itu. Mendapati hal tersebut membuat Chris langsung menatap ke area sekitar sambil bangkit dari posisinya secara perlahan. Chris benar-benar yakin jika kemungkinan pemilik suara tersebut adalah Alvaro.
__ADS_1
"Tidak mungkin! Alvaro?" ucap Chris sambil terlihat bangkit dari posisinya.
Bersambung