
"Ku bilang berhenti!" pekik Inara yang tentu saja lantas membuat Chris menginjak pedal remnya dengan kuat.
Ckit..
Mendengar teriakan Inara barusan tentu saja membuat Pria itu begitu terkejut karenanya. Dengan raut wajah yang bingung Chris nampak menatap ke arah Inara, dimana saat itu terlihat langsung berlarian keluar dari dalam mobil.
"Mau kemana kamu Ra? Inara!" pekik Chris berulang kali namun sayangnya sama sekali tidak di gubris oleh Inara sedikit pun.
Bagai ada seseorang yang menuntunnya untuk mendekat, Inara terus membawa langkah kakinya menuju ke arah kerumunan yang terletak di pembatas jalan saat itu.
Dengan harap-harap cemas Inara mulai mengusap area perutnya yang nampak berkedut saat itu. Sepertinya bayi di dalam kandungannya juga bisa merasakan apa yang ia rasakan saat ini.
"Jangan melewati pembatas..." ucap seorang petugas polisi yang terlihat menjaga daerah tersebut agar tetap steril, dari beberapa pengemudi yang ingin melihat apa yang terjadi sebenarnya.
Inara menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan seorang polisi, yang terlihat membentangkan tangannya dan berjaga agar tidak ada yang masuk ke daerah tersebut.
"Bi...bisakah saya tahu plat nomor kendaraan yang mengalami kecelakaan Pak?" ucap Inara kemudian sambil sesekali menatap ke arah tepi jurang dengan mulut yang bergetar.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, hanya saja jika saya tak salah lihat lagi nomor plat tersebut B. 2455 XX. Apakah anda mengenal si pengendara?" ucap polisi tersebut yang tentu saja langsung membuat Inara syok saat itu juga.
Inara mundur secara perlahan, perkataan polisi tersebut benar-benar membuat dunianya runtuh saat itu. Bagai di sambar petir di pagi hari kenyataan tersebut benar-benar membuat hatinya hancur saat itu.
Bug...
Inara yang merasa menabrak sesuatu saat itu, lantas menoleh ke arah belakang dengan seketika.
"Ada apa Ra?" ucap sebuah suara yang ternyata adalah Chris.
__ADS_1
Mulut Inara bergetar hebat sambil menunjuk ke arah tepi jurang, membuat Chris yang mendapati hal tersebut lantas mengernyit dengan raut wajah yang bingung sekaligus penasaran.
Sampai kemudian Inara yang mendadak jatuh pingsan saat itu, membuat Chris terkejut sambil menahan tubuh Inara agar tidak jatuh ke bawah saat itu.
"Ra... Inara... Bangun Ra... Sial!" ucap Chris dengan raut wajah yang bingung sambil berusaha menggendong tubuh Inara ala bridal style.
***
Malam harinya
Sinaran rembulan malam itu nampak menyapa Inara ketika ia mulai membuka kelopak matanya secara perlahan. Diedarkan pandangannya sebentar ke arah sekitar kemudian menghela napasnya dengan panjang.
"Syukurlah Chris tidak membawa ku ke Rumah sakit dan membiarkan aku beristirahat di dalam mobil." ucap Inara ketika mendapati jika dirinya tengah berbaring di kursi penumpang saat ini.
Inara yang kembali merasakan khawatir akan keadaan Alvaro, terlihat bangkit sambil memegangi area perutnya tang nampak sedikit kram.
"Jangan terlalu khawatir Inara, aku yakin mas Alvaro pasti baik-baik saja." ucap Inara sambil mengatur napasnya secara perlahan, seakan mencoba menenangkan dirinya saat ini.
"Terus telusuri area bawah dan menyebar, aku yakin Alvaro pasti selamat dan berada di suatu tempat." ucap Chris yang terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Inara saat itu.
"Chris..." ucapnya dengan lirih saat itu, membuat Chris yang tengah sibuk menelpon sedari tadi, lantas langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Inara, syukurlah Ra kamu sudah sadar.. Aku benar-benar panik tahu gak? Bagian mana yang sakit? Apa kamu mau ku antar ke Rumah sakit?" ucap Chris dengan raut wajah yang khawatir dengan posisi sedikit menunduk saat itu.
Inara yang melihat raut wajah Chris saat itu lantas tersenyum dengan simpul. Keduanya bahkan baru saling mengenal, bagaimana bisa Chris malah membantunya tanpa pamrih seperti ini?
"Jangan terlalu khawatir Chris, aku hanya sedikit syok saja. Terima kasih banyak karena kamu tidak membawa ku ke Rumah sakit dan mau menunggu ku di sini." ucap Inara dengan tersenyum simpul.
__ADS_1
"Aku tentu tahu kamu, jika aku membawa mu ke Rumah sakit aku yakin setelah sadar kamu pasti akan meminta di antarkan kembali ke sini. Aku hanya berusaha mencari jalan tengah alternatif saja." ucap Chris kemudian.
Inara hanya tersenyum menanggapi jawaban dari Chris barusan, setelah itu baru perlahan-lahan mencoba untuk bangkit dan beranjak keluar dari dalam mobil.
"Kamu mau kemana? Beristirahatlah sebentar lagi, aku sudah menyebar beberapa anak buah ku untuk mencari keberadaan Alvaro, aku yakin mereka pasti akan menemukannya." ucap Chris yang mencoba untuk menahan Inara agar tidak turun langsung ke lapangan.
"Bagaimana aku bisa tenang jika suami ku saja belum ketemu hingga saat ini, bagaimana jika sampai..." ucap Inara namun tercekat seakan tak kuasa meneruskannya.
"Jangan berbicara yang tidak-tidak, mobil yang di kendarai Alvaro memang meledak tapi bisa ku pastikan mobil itu meledak dalam keadaan kosong, yang berarti jika Alvaro berhasil keluar dari sana Ra. Percayalah kepada ku Ra, akan aku pastikan aku akan membawa suami mu pulang kembali kepadamu." ucap Chris dengan nada yang terdengar sangat yakin, membuat helaan napas lantas langsung berhembus kasar dari mulut Inara saat itu.
"Aku mohon jangan menghalangi ku Chris, kau tahu aku..." ucap Inara hendak memohon namun sayangnya langsung di potong oleh Chris saat itu.
"Aku tahu dan aku pernah merasakannya, untuk itu kali ini aku akan pastikan menemukan suami mu, apa kau percaya kepadaku?" ucap Chris dengan manik mata yang berkaca-kaca, membuat Inara langsung terdiam dengan seketika.
Entah apa yang terjadi kepada Chris, namun yang jelas manik mata Chris membuat mulut Inara langsung terdiam dengan seketika.
"Baiklah aku akan mencoba percaya kepadamu, aku mohon temukan Alvaro untuk ku." ucap Inara pada akhirnya sambil menggenggam erat tangan Chris saat itu.
***
Pencarian Alvaro terus di lanjutkan hingga tengah malam, sebelum jasad Alvaro di temukan Chris tidak mengijinkan siapapun untuk berhenti melakukan pencarian saat itu.
Chris yang sudah berjanji akan menemukan Alvaro bagaimanapun caranya, lantas terlihat kekeh untuk melanjutkan pencarian hingga detik ini.
Sebuah suara yang saat itu mendadak terdengar di telinganya saat itu, membuat langkah kaki Chris langsung terhenti dengan seketika saat itu. Bayangan bagaimana kejadian beberapa tahun yang lalu mendadak terlintas di ingatannya begitu saja.
"Jangan lepaskan Alika Chris! Ku mohon jangan melepaskannya...." ucap sebuah suara yang lantas menggema memenuhi kepala Chris saat itu.
__ADS_1
"Tidak, Anya!" teriak Chris dengan tiba-tiba dalam posisi yang jatuh bersimpuh saat itu.
Bersambung