Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 2 Bali


__ADS_3

Kami sampai di bali.


Setelah turun dari pesawat,segera kami keluar.menunggu jemputan yg akan membawa kami ke hotel.


Samar samar kulihat ada seorang pria paruh baya memegang papan nama "indra dan nissa"


Ah, pasti itu yg akan menjemput kami. indra menggandeng ku dengan tangan kanannya. sementara tangan kirinya menarik koper kami.


Kami menuju pria tadi dengan senyum dibibir kami.


"Anda pak putu?" tanya indra.


"Iya betul.. Saya putu.. Ini pak indra saputra dgn.... Ibu khairunissa ya?" tanyanya sambil menatap kertas yg diambil dari saku bajunya.


"Iya, jadi bapak yg akan mengantar kami?"tanya ku ramah.


"Iya,betul sekali. saya tour guide utk bpk & ibu..marii, kita langsung ke mobil saja.kita ke hotel dulu.."jelas pak putu.


Kami lalu bersalaman dgn pak putu lalu mengikutinya ke mobil.


\=\=\=\=\=\=\=


Saat didalam mobil aku& indra duduk di kursi belakang supir.


Aneh,aku seperti mendengar iring2an musik bali.yg biasa utk iring2an tari kecak.


'Cak..cak..cak' seperti itu.aku tolah toleh ke kanan& kiriku sepanjang jln.masa suara itu selalu mengikutiku,jika ada tarian kecak disuatu tempat,pasti hanya sebentar saja aku mendengarnya kan?


"Kenapa sayang?"tanya indra.


"Eum..kamu denger,musik gak?musik iringan tari kecak gitu.."kataku ragu.


"Musik?enggak kok nis,dari tadi cuma bunyi mesin mobil aja.gak ada bunyi musik2.."kata indra ikut memandang sekeliling.


"Masa sih?aku denger nih.. Jelas bgt.. Ni aja masih ada"kataku mencoba mempertajam pendengaranku.


Indra diam sesaat,lalu memandangiku.aku menoleh krn menyadari indra menatapku terus.


"Kenapa?"tanyaku heran.


"Eum..ini bukan suara dari dunia ...lain?"tanya indra ragu2.


"Jadi ,cuma aku yg denger? Eum,pak putu.. Bpk denger juga gak?suara iringan tari kecak ini?"tanyaku ke pak putu yg fokus menyetir didepan.


"Iringan musik?eum..gak ada bu..saya tdk mendengar"kata pak putu ikut bingung mendengarku.


"Ya udah..lupain.. "Kataku bete.


"Kamu gak papa?"tanya indra lembut.


Aku hanya mengangguk.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Kami tiba di hotel yg ada di daerah kuta.


Selama dibali kami menginap disebuah hotel yg termasuk hotel tertua di bali.karena sudah berdiri lama.


Kami disambut oleh seorang wanita memakai baju adat bali lalu memberikan tanda ditengah keningku.yg katanya dinamakan bija. Bija ini dari butir beras yg utuh,dan direndam air suci lalu diberi kunir.


mungkin ini salah 1 sambutan di hotel ini.


Setelah menempelkan bija dikeningku,ditelingaku juga di selipkan bunga kamboja.


Sedangkan indra mendapat kalung dari rangkaian bunga kamboja.


Indra menuju receptionis utk mengurus kamar kami.


Aku hanya melihat lihat sekeliling lobby hotel ini.


Eh,tunggu..suara iringan tari kecak itu,hilang..


Apakah aku hanya halusinasi saja tadi?huft.. Stres kalo udh bhs 'ginian'.


"Nis... Yuk.kita ke kamar..udh dapet kamarnya nih.."ajak indra.


Pak putu menunggu kami di restoran hotel.karena kami akan langsung jalan2 malam ini.


Kami diantar oleh salah 1 karyawan hotel ke kamar kami.


Kamar kami ada dilantai 2.hotel ini cukup besar.


Kulihat juga sepertinya ramai pengunjung.


Setelah indra memberikan uang tip utk pegawai hotel itu kami langsung masuk.


Aku langsung merebahkan diri di ranjang ukuran besar itu.


Rasanya lelah sekali.


Indra segera melepas pakaiannya,hanya memakai celana pendek saja. lalu menuju kamar mandi.


Kudengar dia mandi..udara yg cukup panas diluar tadi memang sangat terik.


"Nis,mandi dulu..maghriban dulu."kata indra sambil mengeringkan rambutnya dgn handuk.masih memakai celana pendek.


"Iya.." aku segera masuk kamar mandi.


\=\=\=\=\=\=


Kami menuju restoran di bawah.sebelum jln2 kami sempatkan makan dulu.


Kulihat pak putu ada di meja lain yg agak jauh dari kami.


Indra pesan makanan khas bali,dari ayam betutu,sate lilit


Dan aku memesan capucino float ,indra hanya air putih saja.


Dia memang lebih suka minum air putih.katanya lebih sehat.


"Nanti kita mau kemana ndra?"tanyaku ke indra.


"Eum.. Kayanya mau ke uluwatu sayang.nanti kita bisa liat tari kecak juga disana"jelas indra sambil mengunyah makanan dimulutnya.


Tari kecak?


Aku masih teringat dengungan suara2 itu dimobil tadi.


Apakah tdk apa2?


Huft,kenapa aku jadi takut begini.bukankah aku disini utk liburan bersama indra.


Aku tdk boleh berfikir macam2.


Selesai makan kami menemui pak putu.


Lalu segera menuju ke uluwatu.


Pemandangannya sungguh indah.tapi aku merasa tdk nyaman dgn para kera yg di


Biarkan bebas berkeliaran.


Aku merapat ke indra.


"Gak papa sayang"katanya.


Bahkan saat pak putu menjelaskan kepada kami tentang uluwatu aku tdk mendengarkannya.


Sengaja indra tdk membawa barang2 banyak dgn alasan ada kera2 disini yg suka usil.


Dihadapanku ada seorang wanita yg kacamatanya diambil oleh kera.yg membuatnya histeris.ketakutan tapi setelah itu dia tertawa lebar.


Spot nya sangat bagus utk berfoto2.pemandangan bukit yg langsung ke laut begitu memukau.


Aku berdiri menatap keindahan dari bukit.indra melingkarkan tangannya dipinggangku,memelukku dari belakang.


Masih banyak wisatawan disini.domestik&mancanegar tentunya.


mereka juga akan menyaksikan pertunjukan tari kecak sebentar lagi.


"Suka?"tanya indra yg melihatku bengong menatap pemandangan dihadapanku.


"Banget.."jawabku sambil senyum.


Setelah diberi pengumuman bahkan pertunjukan tari kecak akan dimulai,indra mengajakku melihatnya.


Semua orang juga terlihat antusias.


Hanya aku saja yg merasa khawatir.


Kami duduk di kursi yg sudah disediakan ,dan pertunjukan pun dimulai.


Aku bahkan tdk fokus melihatnya.


Iringan tari ini,suara ' cak cak cak' yg kudengar sedari saat aku ada dimobil membuatku takut.


Bali memang banyak menyimpan hal mistis.yg berbeda dgn di jawa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah beberapa jam di ulu watu,kami pulang ke hotel.


Indra menyuruh pak putu kembali saja pulang.karena kami tdk bepergian lagi setelah ini.


Kami memutuskan akan jln2 saja di pantai kuta.


Walau sudah malam,tapi suasana tetap ramai.


Kami duduk di atas tikar yg sudah disediakan lalu memesan es kelapa muda.


Sambil ngobrol santai,kami menikmati kelapa muda yg segar sekali.walau angin kencang tapi hawanya terasa panas.


Indra melirik jam tangannya.


"Udh malem..balik hotel aja yuk.anginnya juga gak baik buat kesehatan..makin kenceng aja nih"kata indra.


Aku pun sependapat dgn indra.karena udara makin dingin,akibat hembusan angin laut yg makin kencang.bahkan sweeterku juga tdk mampu membuatku hangat.


Indra menggandeng tanganku menuju hotel yg tdk jauh dari pantai.


Setelah sampai di depan kamar hotel tiba2 dia membopongku ala bridal style.


Dia menyunggingkan senyum.tatapan matanya dalam bahkan sampai membuat jantungku berdetak lebih cepat.


Dan inilah malam pertama kami,sebagai suami istri.


Setelah itu aku tertidur.


Tapi sepertinya indra masih memainkan ponselnya.karena lelah aku tdk memperdulikannya dan langsung tidur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Krriiinggg!!!


Ponselku berdering,kuraih yg sengaja kuletakan disamping meja dekat ranjang.


Kuintip sedikit,ternyata kak yusuf.


"Assalamualaikum.."sapaku


"Wa alaikum salam.. Udh bangun dek?"


"Ni masih nguwel di kasur.ngantuk.cape bgt kak dari kemaren.."


"Hehehe.. Gmn?udh kbrin mang ude belum?"


"Ah iya,lupa kak.hbs sarapan nanti deh kak.."


"Oh ya udh gpp.jangan lupa lho..dah,mandi sana,subuhan dulu.indra dibanguni tuh"


"Hehehe okeee..assalamualaikum..,"


"Walaikum salam"


Tut.


Telefon berakhir.


Kulihat indra masih tidur nyenyak disampingku.


Aku segera beranjak menuju kamar mandi,dan mandi.setelah itu aku bangunkan indra utk mandi & sholat subuh berjamaah.


"Ndra... Bangun.. Ayo mandi,subuhan dulu.tar abis lho waktunya.."kataku sambil mengelus kepalanya lembut.


Dia bereaksi.


"Hmmm...."dia membuka matanya sedikit.lalu tersenyum.


"Mandi sana.."kataku.


"Iya sayang.."dia lalu mencium keningku.


Setelah dia masuk kamar mandi,aku membereskan ranjang bekas kami tidur.


Srreeet


Aku seperti melihat bayangan melintas dijendela kamar.apa yg lewat ya?ini kan lantai 2.


Burung?masa besar sekali.


Kuberanikan melihat ke jendela yg tdk jauh dari tempatku berdiri.


Kosong..tdk ada apapun.keadaan yg masih agak gelap membuatku mundur lagi.


Ah,paling burung lewat.aku mencoba positif thingking.


Indra keluar dari kamar mandi melihatku aneh.


"Kenapa sayang?"tanyanya.


"Eum..enggak papa..lagi..liat..depan..masih gelap.hehe"kataku.


Indra menghampiriku.dia ikut melihat keluar jendela.lalu menatapku bingung.


"Kita sholat dulu aja"katanya datar.


Lalu bersiap utk sholat subuh.


Pukul 06.00 tepat,kami menuju restoran dan sarapan disana.


Pak putu sudah stand by direstoran juga rupanya.


Disaat sarapan,aku sempatkan menghubungi mang ude.


Kuraih ponsel dari tas ku.


"Mau nelfon siapa?"tanya indra.


"Mang ude..tadi pagi kak yusuf ngingetin.takut aku lupa."kataku sambil menggeser layar ponselku..


Indra hanya manggut2 sambol melanjutkan sarapan.


"Assalamualaikum.."


"......"


"Iya mang.. Nisa udh di bali,nyampe kemaren..mamang gmn kbr?sehat kan?"


"....."


"Iya gak papa.. Oke.. Nanti kabarin aja mang.jadi kita bisa ketemu"


"........"


"Wa alaikum salam.."


Mang ude bekerja di bali sudah hampir 10 thn.beliau mempunyai istri yg merupakan warga asli bali.mereka sudah memiliki 1 anak laki2 yg umurnya 7 thn.


Kata mang ude,nanti jika pekerjaannya selesai akan menemui ku di hotel.


Hari ini kami akan pergi ke beberapa objek wisata terkenal di bali.


Beberapa kali saat ada di tanah lot&beberapa tempat wisata,aku merasa ada yg mengikuti kami.


Tapi saat aku menoleh& mencari keberadaan nya,tdk ada.


Setelah sore hari.kami ada didaerah bedugul.


Dan mang ude akan menemui kami disana..


Saat sedang melihat pemandangan samar2 dari kejauhan aku melihat mang ude,dia melambaikan tangannya ke arahku.


Walau sudah lama aku tdk melihatnya,tapi aku masih paham mang ude.


"Nisaaa... Wah..ketemu juga.mamang udh puter2 tadi.eh taunya disini.mamang pangling.kamu sekarang pake jilbab sih..."kata mang ude lalu menjabat tanganku.


"Mamang gak ngabarin sih..nisa gak tau...oh iya,ini indra.suami nisa.."kataku.


Indra& mang ude bersalaman.saling memperkenalkan diri.


Kami mengobrol sebentar di uluwatu.


"Eum..nis.."kata mang ude memandangku aneh.


"Knp mang?"


"Gak papa... "Katanya ragu mau bilang.


"Ada apa mang?"tanyaku serius.


"Eum... Bsk kalian ke rumah mamang ya"katanya.


"Bsk?eum..gmn ndra?"


"Ya udh gpp,kita baliknya kan malem nis.."kata indra.


"Bnran lho.mamang tunggu."katanya lagi.


Aneh,ada apa ya.mang ude terlihat gelisah,entah karena apa.


Lalu mang ude pamit kembali bekerja.


Karena hari juga hampir maghrib,kami juga akan kembali ke hotel.


Dlm perjalanan pulang entah kenapa hujan deras sekali.petir menyambar2.


Beruntung kami sampai hotel dgn selamat.


Setelah pak puti pulang,kami naik ke kamar kami.


Perasaanku makin tdk enak.


Aku merasa ada yg mengikuti kami.


Saat berjalan dikoridor lantai 2,suasana sangat sepi.ini tdk seperti biasanya.


Hawa disini juga panas.


Aku menggenggam tangan indra.


"Kenpa?"indra bingung melihatku .


"Perasaanku gak enak.."kataku sambil tengak tengok.


Kami makin mempercepat langkah kami.


Saat hampir sampai di depan kami,di ujung lantai 2 didepan kami,samar2 aku melihat sosok yg menyeramkan.


Ada kepala dgn organ tubuh yg menggantung tanpa tubuh.


Dgn taring panjang dan lidah panjang sekali.


"Yaa.allaaaaah"pekikku sambil memegang erat indra.


Indra ikut melihat ke arah yg kulihat,dia sama terkejutnya.


"Astagfirulloh.."cepat2 dia membuka pintu kamar hotel kami.


Indra menarikku masuk ke dalam.lalu mengunci pintu.


"Itu tadi apa yaaa"tanyaku panik.


Aku belum pernah melihat sosok seperti itu sebelumnya.


"Leaak"kata indra serius.


"Ya allah..leak?" setauku leak adalah hantu yg berbahaya.


"Trus gmn donk ndraaa... "Kataku panik.


Indra di beberapa saat,terlihat berfikir.


"Telfon mang ude nis!!"kata indra tiba2..


Aku lalu mengambil ponselku.dan menghubungi mang ude.


"Assalamaualaikum mang...mmm..."


"Wa alaikum salam nis..gmn?ada apa?"


"Ada...ada leak mang..gmn ya..nisa bingung.."kataku masih panik.


"Apa?oke..mamang ke sana skrg..kunci semua pintu,jendela.jng biarin masuk!!"

__ADS_1


Tuut..tuuut..tuut...


Ponsel mati.


Indra mondar mandir didepan pintu,dia telihat cemas sekali.


Kudekati dia,dan kugenggam tangannya erat.


Indra memandangku.


"Kita nunggu mang ude sambil duduk aja ya ndra..yuk"ajakku lalu kugandeng dia ke ranjang.


Tdk seperti biasanya indra seperti ini.


Krrrriiiittt...


Kami mendengar seperti ada orang menggaruk pintu.


Aku makin mengeratkan pelukanku ke indra.


Brrraaakkk!!


Tiba2 pintu kamar terbuka dgn kasar.


Leak itu sudah ada didepan pintu dan perlahan masuk.


Indra menutupiku dari leak.


Kudengar dia melantunkan ayat2 suci alquran dgn lirih.


Tapi leak itu terus saja maju.kurasakan badan indra bergetar.


Aneh,kenapa leak itu tdk hilang saat aku menyentuh indra?


Aku makin ketakutan.


Indra terhempas jauh dariku,menghantam lemari kaca dan hancur seketika.


Indra mengerang kesakitan.


Leak itu makin mendekatiku.kulempar dgn bantal,guling,apapun yg dapat kuraih,kulemparkan ke arahnya.


Tapi semua itu sia2.


Saat leak itu meraihku ,aku seperti akan dibawa pergi.dia tdk menyakitiku seperti yg ada didlm fikiranku.


Aneh..


Aku dibawa hampir melewati daun pintu kamar hotel.


"Indraaaaaaaa...ndraaaaaaa"Teriakku histeris.


Kulihat indra berusaha bangkit dan berjalan sempoyongan ke arahku.


Aku terus meronta2 minta dilepaskan.


Indra meremas jantung leak itu,tangannya penuh darah.


Tapi leak itu berhasil melemparnya menghantam tembok.


Kudengar indra mengerang.dia masih berusaha bangkit menolongku.


Tak terasa bulir2 air mataku jatuh.aku tdk tega melihat indra terluka seperti itu.aku juga takut dgn sosok didekatku ini.


Sleeebbhhh!!


Seketika aku menengok ke arah suara itu.


Aku lihat dari atas kepala leak itu tertancap sebuah pedang yg panjang menembus ke kerongkongannya.seketika dia melepaskanku.


Aku beringsut mundur menjauhi leak.ternyata mang ude yg datang.


"Kalian gak papa?"tanya mang ude melihat kami.


Aku mengangguk.leak itu pergi.entah dia mati/apa..aku tdk peduli.


Aku mendekat ke indra.


"Ndra...kamu gak papa?mana yg sakit??"tanyaku sambil melihat sekujur badannya.


"Aku gak papa nis.."katanya dgn nafas tersengal2.


Mang ude mendekati kami.


"Malam ini kalian nginap dirumah mamang aja..yuk"ajak mang ude.


Aku menatap indra,dia mengangguk pelan.


Segera kubereskan barang2 kami dan malam ini kami chek out dari hotel& menginap dirumah mang ude.


\=\=\=\=\=\=


Kami sampai dirumah mang ude.rumahnya bergaya khas bali.


Kami disambut istri mang ude,bibi kadek..#eum,aneh ya manggilnya.


Dan anak mang ude,adik sepupuku,yg bernama wayan


"Lho..knp ini mas?"tanya bibi kadek.


Indra dipapah mang ude lalu didudukan di sofa ruang tengah.


Wayan menatapku dingin sedari aku masuk tadi.


"Haii wayan... Lama ya gak ketemu"kataku lalu menjabat tangannya.


Dia tersentak kaget lalu menatap telapak tanganku lekat2.


Mang ude menatap anaknya.


"Ada apa wayan?"


"Guratan.. Ada guratan merah ditangan kak nisa"kata wayang serius.


Aku menatap telapak tanganku sendiri.


Guratan merah?mana?gak ada..


"Guratan merah apa wayan?gak ada gini kok"kataku.sambil menunkukan telapak tanganku ke yg lain.


"Ya allah.. Nisa..."sahut bi kadek cemas.


"Knp sih?guratan merah itu apa?"tanyaku penasaran.


"Itu tanda nis,,bahwa kamu dicintai leak.."jelas mang ude datar.


Deeeeggg!!


Aku?


dicintai leak?


Kok bisa?


Indra ikut melihat telapak tanganku.dia juga tdk melihat adanya guratan merah apapun.


"Trus gmn mang?kok bisa ada guratan merah?"tanya indra.


"Entahlah,mamang juga ga tau.pantes,awal mamang ktmu nisa,ada yg aneh.cuma mamang blm tau itu apa."


"Wayan,,bantu kak nisa.."sahut bi kadek serius.


Wayan mengangguk.


Malam itu juga ,aku menjalani ritual utk menghilangkan tanda merah itu.


Jadi ini alasannya,knp leak itu tdk menyakitiku?dan dia hendak membawaku pergi.


"Mang,leak tadi gmn?"tanya indra.


Mungkin indra takut leak itu muncul lagi.


"Mamang harap sih dia nggak bisa bertahan oleh hujaman pedang mamang tadi."


"Memang leak bisa mati?"tanyaku


"Menurut kepercayaan masyarakat bali,leak itu penyihir jahat.kalo siang dia manusia biasa tapi kalo malam,ya kaya tadi bentuknya.dan bisa mati kalo ditusuk kaya tadi,cuma hrsnya sih dari bawah keatas,entah kalo kebalik gmn.hehe"mang ude malah becanda.


Hadeh..padahal kitanya spot jantung udahan.


Setelah beberapa saat,wayan& mang ude mencoba menghilangkan tanda merah yg ada padaku.


Wayan ini sama seperti ayahnya,tapi menurutku dia lebih keren.instingnya lebih tajam dari ayahnya.


Dan akhirnya tanda merah itu hilang,itupun kata wayan.karena aku tdk dapat melihat nya.


\=\=\=\=\=\=\=


Bi kadek menunjukan kamar utk ku& indra.


Indra duduk diranjang setelah berganti pakaian.


Dia masih meraba2 beberapa bagian tubuhnya yg sakit.kudekati dia,aku mengusap punggungnya lembut.dia menatapku sambil senyum.


"Sakit ya.."tanyaku dgn suara parau.


"Udh gak begitu kok sayang..udh mendingan."katanya.


Aku peluk dia, sambil terisak.


Dia membelai kepalaku lembut.


"Heeii.. kok nangis.. Aku gak papa kok.."katanya berbisik.


"Maaf ya.. Gara gara aku,kamu jadi gini.."


"Sssttt.., kamu gak salah. udah kewajiban ku jagain kamu nis.. aku suami kamu..susah senang kita hadapi bersama."


Lalu indra mengucup pucuk kepalaku.


"Sekarang bobo ya.. Istirahat.." katanya sambil melepaskan pelukannya lalu menatap mataku dalam dalam. dia menghapus air mataku yg membasahi pipi.


"Kita pulang besoj aja ya...aku pngn cpt pulang. nggak mau disini lagi" rengekku.


"Beneran?? Masih ada waktu jalan jalan lho ,kamu gak pngn jalan jalan lagi?"


"Nggak..nggak mau.aku pngn pulang.."


"Ya udah , besok kita pulang.."


Setelah melewati hari dan malam yg panjang,kami tidur.

__ADS_1


Aku benar benar takut, makhluk itu muncul lagi dan mencelakai indra.


Aku tidakk mau melihatnya terluka lagi karena ku.


__ADS_2