
Akhirnya rumah itu berhasil kami beli dgn harga yg cukup terjangkau utk kantong kami.
Rumah ini termasuk rumah minimalis,dgn 4 kamar dgn 4 kamar mandi ditiap kamar.
Rumah kami ini ada dipaling ujung.halamannya luas dgn pagar yg cukup tinggi.kami juga punya kolam renang dibelakang rumah.rumah nya juga asri,karena didominasi pohon dan bunga bunga dan membuatku semakin jatuh cinta pada rumah ini.walau pun kegelisahan papah masih ku fikirkan sampai sekarang namun aku tdk akan terlalu ambil pusing.karena 3 hari sebelum kami menempati rumah ini,kak yusuf & kak arif mengecek kondisi rumah ini dan melakukan pembersihan dari hal hal negatif.
Rumah nya memang tdk terlalu besar,namun halamannya cukup luas.indra memasang beberapa cctv dirumah.dan sepertinya dia cukup berlebihan.
Di teras dan halaman saja,dia pasang ada sekitar 6 cctv dari halaman depan sampai depan pintu rumah.
Jangan tanya kalau didalam rumah ada brp cctv yg terpasang.setiap ruangan ada 4 cctv. Dan didalam rumah ini ada 8 ruangan termasuk kamar.
Dan sesuai dgn rencana awal kami,kamar anak anak akan terpisah dari kami.
"Gmn kamar buat arden sama aretha yank.. Oke gak?"tanya indra saat kami melihat kedalam.
Kupandangi tiap sudut kamar anak anak,cctv ada 5 karena ditambah 1 yg ditaruh diluar,dekat jendela kamar.
Lalu 2 monitor bayi didekat ranjang.
Ku pandangi semua cat dan perabotan di kamar anak anak sambil melipat tangan didepan.
"Nggak sekalian ranjang anti peluru ndra?"tanyaku bermaksud agar disadar bahwa apa yg dia lakukan berlebihan.
"Wah.. Ide bagus.. "Dia lalu meraih ponselnya menghubungi seseorang.
Aku lalu memutar bola mataku dan mendengus sebal.
Hah?dia benar benar over protectif!!
Para keluargaku masih ada dirumahku,mereka juga ingin melihat lihat keadaan dirumah baru kami.
"Kak..beneran aman kan?"tanyaku ke kak yusuf yg sedang duduk dihalaman belakang.
"Insha allah nis.. Kamu juga jangan lupa tiap malam baca surat al baqarah..biar makin aman."saran kak yusuf.
"Beres kak.."kataku sambil melingkarkan tanganku memeluk kak yusuf.
Mereka semua ada dirumah ku hingga malam hari.lalu sekitar pukul 22.00 semua nya kembali pulang kerumah masing masing.
Aku yakin mereka pasti lelah karena seharian membantuku beres beres rumah.
Arden dan aretha sekarang ini sudah berumur 1 thn.
Mereka sedang belajar berjalan.dan malam ini mereka sudah terlelap di kamar mereka.
Yah,memang kami sengaja pindah rumah setelah anak anak sudah berumur 1 tahun .agar aku tdk begitu kerepotan selama menjaga mereka dirumah.
Dirumah juga ada bu puji ,yg akan membantuku dirumah.namun bu puji tdk menginap,beliau datang pagi lalu pulang saat sore hari karena rumahnya tdk begitu jauh dari rumah kami.
Setelah memastikan anak anak sudah tidur,aku dan indra lalu kembali ke kamar kami.itu pun setelah indra mengecek pintu dan jendela diseluruh ruangan,apakah sudah terkunci/ belum.
Aku sedang duduk diranjang membalas beberapa chat teman teman sembari menunggu indra.
Tak lama indra masuk ke kamar dan langsung duduk disampingku ,langsung memelukku erat.
"Kenapa.."tanyaku lalu kuletakan ponselku di meja nakas sampingku.dan membetulkan posisi kami berbaring dgn nyaman.
"Hmm..gak papa... "Ucapnya sambil menenggelamkan wajahnya dileherku.
Tak lama,nafas indra semakin teratur.dan sepertinya dia tertidur.
Aku pun ikut menyusulnya masuk ke alam mimpi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari dirumah yg baru.bu puji sudah datang pukul 06.00 tepat.dan kini sedang mnyiapkan sarapan bersamaku.
Aretha dan arden sedang duduk dikursi makan bayi dan sedang asik menyantap cookies mereka.
"Mba nisa.."panggil bu puji sambil terus menyiapkan masakannya
"Kenapa bu..."tanyaku sambil fokus membereskan meja makan.
"Tetangga sebelah kok aneh ya mba"kata bu puji serius.
Otomatis membuatku menghentikan kegiatanku dan menatap bu puji.
"Aneh?aneh kenapa?"tanyaku heran.
Aku memang belum sempat berkenalan dgn para tetangga.karena mereka semua termasuk keluarga sibuk.hanya ada dirumah saat pagi dan malam hari.
"Gmn ya mba.. Ibu juga bingung jelasinnya.tapi aneh gitu mba..sebaiknya mba nisa hati hati ya. "Saran bu puji.
Aku terdiam mendengar ucapan bu puji.jujur kalau utk makhluk astral,sepertinya aku tdk begitu khawatir krn kak yusuf sudah mengurus semuanya.namun jika manusia... Ini yg membuatku agak berfikir ulang.
"Memangnya brp orang yg tinggal disebelah?"tanyaku makin kepo.
__ADS_1
"4 orang mba.suami istri,anak nya 1 kalo gak salah umurnya sekitar 6 tahun.trus sama nenek nya."
"Ohh gitu.. Ya udah.. Oh iya nanti tolong bikinin opor ayam agak banyakan ya bu.. Aku mau kasih juga ke tetangga,itung itung kenalan."pintaku.
"Oke mbaa.."
Indra lalu masuk ke ruang makan dgn memakai seragam nya.
Lalu mendekat kepadaku dan langsung mengecup keningku.
"Pagi sayang.. Sarapan apa nih?"tanyanya
"Nasi goreng pete.."ucapku dgn tersenyum
"Wah..asik nih.pete nya dibanyakin ya.."pintanya lalu mencium arden dan aretha bergantian.
"Boleh..tapi jangan cium aku sampe besok ya.."ancam ku serius.
"Yaaaahhh.. Gak asik ah..mana bisa dalam sehari aku gak cium kamu.. "Katanya manyun.
"Ndra..."aku melotot ke arahnya sambil melirik ke bu puji yg sudah senyum senyum sambil membereskab dapur.
"Biar aja..gak papa kan bu.. Bu puji aja gitu kok kalo sama suaminya"katanya cuek.
"Wah.. Saya mah udah gak semesra mas indra sama mba nisa..orang udah tua mas..udah hambar.."kata bu puji malu malu.
"Kalo hambar dikasih garem donk bu.."indra mulai nih isengnya.
"Indra!!"sambil ku pukul lengannya.Dia meringis kesakitan.
"Gak papa mba.. Saya malah seneng liat pada akur gini..mesra terus.. Jadi inget jaman saya muda sama suami.."bu puji malah curhat. -_-
Kuambilkan sarapan utk indra.
"Makasih sayang.."ucapnya lalu segera dia memakan sarapannya.
Selesai makan,aku lantas mengantar indra sampai teras depan sambil menggendong aretha,sementara arden di bopong ayahnya.
Sampai depan setelah mencium anak anak dan bunda nya tentu saja,ayah indra melenggang masuk ke mobil dan kemudian segera pergi bekerja.
Kusempatkan menoleh ke rumah sebelah.disana ada seorang bapak yg sedang mencuci mobilnya.
Wajahnya agak sangar.namun kucoba utk menyapanya.
"Selamat pagi pak.."panggilku dgn nada suara agak keras.takut dia tdk mendengar.
"Pagi mbaa.."ternyata dia ramah juga.pikirku.
"Perkenalkan,saya sekarang yg tinggal dirumah sebelah..nama saya nisa,suami saya indra."kataku mencoba sopan.
"Oh iya.. Saya baru tau malah.lama rumah itu kosong kan ya..oh iya,panggil saja saya pak toni.. "Katanya sambil mengulurkan tangannya padaku.
Sejauh ini semua aman.tdk kutemui keanehan seperti yg dikatakan bu puji.
Sampai saat anak pak toni mendekat ..dan tanpa sengaja menumpahkan susu ke mobil pak toni,pak toni menjadi marah besar.
Diangkatnya anak itu tinggi tinggi lalu dipukul sekali dibagian wajahnya
"Dasar ****!! Mobil papah kotor lagi!!"bentaknya.
Aku agak kaget melihat reaksi pak toni.hanya karena kesalahan sepele dia bisa semarah itu ke anaknya.
Aku mundur perlahan.kulihat ada nenek nenek yg sedang duduk dikursi goyang yg ada di teras hanya diam melihat kejadian ini.
Dan istri pak toni,kurasa,berlari kedeoan berusaha mendinginkan hati suaminya.dan berusaha menolong anaknya.
"Udah mas. Kasian rio.dia gak sengaja.."kata wanita itu.
Pak toni menghentikan amukannya lalu menurunkan rio.dan segera melenggang masuk ke dalam rumah tanpa peduli anaknya yg meringis kesakitan.
Posisiku kali ini agak tersudut.aku hanya bisa diam mematung sampai bu puji memanggilku karena melihat arden berjalan di jalan ,untung saat ini jalanan komplek tdk begitu ramai.
Aku lalu menggandeng arden sambil masih menggendong aretha.sesekali aku melihat ke rumah itu.
Kasian.
Betul kata bu puji,keluarga ini aneh.eh ralat.. Pria itu.hanya pria itu yg aneh.
Lebih baik aku menjaga jarak dgn mereka.namun hatiku sakit melihat rio diperlakukan semena mena oleh papahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siang ini setelah adzan dhuhur berkumandang,masakan bu puji selesai.
Dan aku berniat mengirim semangkuk utk keluarga pak toni dan dua rumah didepanku.karena rumah mereka yg paling dekat pikirku.
Pertama aku datang kerumah yg didepanku.
__ADS_1
Kebetulan anak anak sedang tidur pulas.jadi aku sendirian kali ini.
"Permisi..assalamualaikum.."sapaku sambil mengetuk pintu rumah ini.
Tak lama ada sahutan dari dalam.
"Wa alaikum salam.."
Dibukanya pintu rumah ini.dan muncul seorang ibu paruh baya.
"Maaf bu,mengganggu.. Saya baru pindah dirumah depan..ini tadi kebetulan masak agak banyak.."sambilku sodorkan mangkuk ditanganku.
"Wah..makasih ya mba.. Oh iya.. Semalem saya denger rame rame,seneng akhirnya rumahnya ditempati,nambah sodara.."kata ibu itu ramah.
Kami terlibat obrolan sebentar,ibu itu pun banyak bertanya tentang aku dan indra.
Sampai saat aku akan pamit,bu yeni menarik tanganku dan berbisik.
"Mba..hati hati sama rumah sebelah sampean..mending gak usah dikirim .. Pak toni agak kurang waras.."kata bu yeni dgn menampilkan wajah yg takut.
"Kurang waras??"tanyaku heran.
"Iya,dia gak segan segan nyakitin keluarganya sendiri..mending jauh jauh mba.."nasehat bu yeni lagi.
Aku lalu pamit dan pergi kerumah sebelah bu yeni.dan disana aku pun mendapat nasehat yg sama seperti bu yeni.
Bu kori juga mewanti wanti agar aku tdk terlalu dekat dgn keluarga pak toni.
Setelah ngobrol sebentar,aku lalu pamit pulang.karena melewati rumah pak toni ,otomatis aku melihat ke halaman rumah mereka.
Nenek rio masih duduk dikursi goyang yg ada diteras.sambil menatapku terus.karena aku takut,aku mengurungkan niatku utk berkunjung ke rumah pak toni.dan memutuskan kembali kerumah.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Indra pulang kerja saat anak anak sudah tertidur lelap.
Dia memang sering pulang malam akhir akhir ini.bu puji sudah pulang dari sore setelah pekerjaannya selesai.
Kusambut indra dipintu depan.
Dia langsung meraih pinggangku sambil mengecup keningku.
"Anak anak udah tidur?"tanyanya.
"Udah,baru aja.."kataku.
"Kamu gmn seharian dirumah.. Aman kan?"tanyanya tanpa melepaskan tangannya yg masih ada dipinggangku.
"Aman kok ..ayah jangan khawatir."kataku.
"Ayah?"indra sedikit mengernyitkan kening.
"Iya,ayah..bunda.."kataku sambil menunjuk dada indra lalu menunjuk diriku sendiri.
Dia tertawa sebentar.
"Mesti dibiasain donk yah,anak anak lama lama gede. Bentar lagi mereka juga belajar ngomong..masa mau manggil 'ndra' 'nis' terus?" sambil kumajukan bibirku.
Dia mencubit hidungku gemas.
"Iya bunda.. Ayah juga suka bunda manggil gitu.."katanya manja.
Kami berdua tertawa bersama.
Namun tawaku mendadak berhenti setelah melihat kedepan.dibalik pagar rumah kami,kulihat pak toni sedang berdiri sambil menatap kami.
Indra yg melihat raut wajahku berubah lantas ikut menengok kedepan.
"Siapa dia nis?"tanyanya.
Kupukul dadanya.
Plak!!
"Bunda!! Nas nis nas nis"kataku.
Dia tertawa menoleh ke arahku lalu kembali lagi serius dan menatap ke pak toni.
"Dia tetangga sebelah yah.. Eum..agak aneh"kataku ragu.
"Emang aneh dia!!sebentar"ucap indra lalu berjalan ke depan menghampiri pak toni.
Mereka terlihat mengobrol sebentar namun kulihat mereka akrab ,krn baik pak toni maupun indra terlihat saling melemparkan tawa yg renyah.
Tak lama indra kembali masuk ke rumah bersamaku.dan pak toni kembali kerumahnya.
"Kamu hati hati sama dia"hanya itu yg indra ucapkan sambil menggandengku masuk kedalam dan mengunci pintu.
__ADS_1