Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 9 hotel angker


__ADS_3

Paginya setelah sholat subuh. indra joging sebentar disekitar perkemahan. sementara aku membuat kopi sambil membuka ponselku, bermain sim city buildit, permainan membangun kota. kalo udah main ini aku sampai lupa waktu.


Setelah semua bangun, kami segera mandi dan merapikan tenda.karena kami akan pergi jalan jalan ke wisata yg lain.


Kami jalan jalan ke wisata terdekat dulu. ada kebun raya, yg diisi oleh banyak bunga yg warna warni.


Setelah berfoto foto beberapa saat, kami jalan jalan lagi ke lokawisata.


Menurut mitos di masyarakat, jika ada pasangan muda yg statusnya berpacaran, maka dilarang masuk ke sini, karena akan putus dikemudian hari.


Itu membuat mia ketar ketir. hahahaha.


Lalu berlanjut ke small world.


Di sini kita serasa berkeliling dunia dengan ukuran mini.


Menara Pisa dan Colosseum dari Italia, Menara Eiffel dari Prancis, Patung Liberty dari Amerika, Bunga Tulip dan Kincir Angin dari Belanda, Patung Merlion dari Singapura, Monas dari Indonesia, Piramida dari Mesir, Petronas Tower dari Malaysia ,semua dalam bentuk mini.


Puas berfoto foto kami berencana memesan kamar hotel karena hari sudah sore.


Kami memesan salah 1 hotel yg cukup nyaman menurut kami.


Karena libur panjang banyak hotel yg penuh,beruntung kami masih mendapatkan kamar dalam 1 lantai yg sama.


Aku dan indra segera masuk ke kamar kami. rasanya lelah sekali,seharian ini jalan jalan ke sana ke mari.


Aku segara mandi agar badanku fresh kembali.


Sementara indra sedang memainkan ponselnya, membalas chat beberapa teman nya mungkin.


Selesai mandi, rambutku yg basah ku gelung ke atas dengan dibalut handuk. Lalu ikut indra duduk di balkon kamar hotel kami.


"Nis, mia chat, katanya kamu suruh ke kamarnya. Penting!" kata indra.


"Kok gak chat aku aja ya?" aku heran.


"Ponsel kamu gak aktif. batre nya abis kan? tuh lagi aku charger.." katanya lalu menunjuk ponsel di atas meja.


Lalu aku ke kamar mia bersama indra juga.


Tok..tok...tok..


"Miiii...yullll..."panggilku.


Segera pintu dibuka.


"Kenapa?" tanyaku langsung.


"Yuk , masuk dulu.."ajak mia menarikku masuk.


Indra hanya ngikut di belakangku.


Kami duduk di sofa, kulihat mereka berdua agak pucat.


"Kalian kenapa sih? pucet gitu..kaya abis liat setan aja!!" kataku ngasal.


"Emang iya!" jawab mia pelan sambil melirik ke sana kemari


"Hah??masa?"tanyaku heran.


Kuamati sekeliling kamar mereka.aku belum merasakan apa apa.


"Kalian kecapekan kali. Udah istirahat dulu deh" ucapku mencoba menenangkan mereka.


"Kamu tidur sini aja ya nis... "Pinta yuli.


Indra melirik tajam.


Aku tau dia tidak setuju.

__ADS_1


"Eh, laki gue gimana sis. masa sendirian.. ogah ah.."jawabku cuek.


"Yaelah.. Kita takut niss"


"Emang kalian liat apa?"tanya indra.


"Tadi pas kita lagi beres beres baju. kan aku pinjem sabun mukanya yuli, pas aku mau ambil dari yuli, kok aku nyentuh tangan nya dingin banget nis, ternyata yuli malah lagi jalan ke kamar mandi.. Terus itu tangan siapa dong??!!"kata mia panik.


"Lah kamu liat gak tangan yg kamu pegang?" tanya indra.


"Enggak. Enggak berani kali, ndra" jawab mia hampir mewek.


Indra mendengus sebal.


"Harusnya diliat.. Ajak kenalan sekalian kalo perlu!" jawab indra gemes.


Aku hanya senyum.


Lalu aku berjalan mengelilingi kamar ini. Hawanya memang terasa lain, apek. pengap gitu. padahal ada pengharum ruangan nya.


Berbeda dgn di kamarku memang.


Saat aku menatap dinding dekat kamar mandi, kulihat wallpapernya agak mengelupas. iseng ku tarik lagi, ada seperti tulisan di baliknya dan tanpa sengaja malah kutarik lebih panjang.


Aku sampai bengong melihat tulisan di balik dinding itu.


Ada gambar salib yang terbalik dan beberapa gambar dan tulisan aneh,yg aku belum pernah lihat sebelumnya.


Indra mendekat dan ikut mengamati.


"Ya Allah.."pekiknya.


"Kenapa?"tanyaku sambil menatapnya. wajahnya melihat pemandangan di hadapan kami dgn ngeri.


"Ini...kok kaya... Ritual pemanggilan roh ya? Aku pernah liat di youtube.." kata indra yakin.


"Yg bener kamu ah..jangan becanda deh.." jawabku.


Indra sampai memegang kepalanya dgn kedua tangan nya.


"Gila.. Bener bener gila..asli ini mah, beneran.. Aku gak boong yank"indra makin yakin.


Tak lama teman teman yg lain masuk krn di telfon mia.


"Ada apa??"tanya dani heran melihat wallpaper yg terkelupas.


"Kamu tau ini dan?"tanya indra.


"Mending kita nyari kamar lain aja..yuk tanya receptionis."ajak dani.


Tapi saat dimas mau keluar.pintu terkunci. dibuka gimanapun gak bisa. seakan ada yg menahan dari luar.


"******.... Ke konci lagi!! Duh.. Iseng bgt sih ini.."gerutu dimas.


Fitra ikut mendekat.


"Ih jadi inget film conjuring yak.. Ini kaya simbol nya si palak."katanya sambil menunjuk salib yg terbalik itu.


"Hus, valak.. "Ralat eric.


'Brraaaakkk!!!'


Pintu kamar mandi terbuka dgn kasar & keras.


Kami kaget lalu beringsut menjauh dari sana.


Dimas masih berusaha membuka pintu bahkan dgn memukul mukul minta tolong.


Tv yg ada di sana tiba tiva terlempar menghantam pintu,membuat dimas ketakutan dan mundur merapat dgn kami.

__ADS_1


"Ya Allah... Knp sih ini.. Dani!! Gmn donk.. nisa.. !!"tanya fitra panik.


Dani diam aku pun juga. bingung hrs bagaimana.


Anehnya tdk ada sosok yg muncul.


Kubaca doa dalam hati, semoga bisa membantu. kulihat dani pun demikian.


Ada suara menggema dgn keras dan berat diikuti kaca jendela yg pecah berhamburan ke arah kami.


Indra dgn sigap menutupi tubuhku agar tdk terkena runtuhan kaca itu dgn punggungnya.


"Kamu gak papa??"tanya nya padaku.


Aku mengangguk.


Beberapa kulihat lecet kena sabetan kaca yg pecah.


Mia& yuli mulai menangis.


Dani maju dan mendekat ke dapur, memang hawa di sana lebih pekat. mungkin di sana sumbernya.


Diambilnya sebotol air mineral lalu dibacakan doa doa. Setelah itu dia percikan ke kamar mandi dan sekeliling kamar. sampai air habis.


Tiba tiba ada yg menarik mia sampai mia terseret jauh hampir jatuh dari balkon kamar. dia sudah menggantung disana dgn berpegangan pada tembok yg masih dapat diraihnya.


Aku segera berlari kearahnya diikuti yg lain, mia teriak histeris. dia menangis ketakutan.. anjar menariknya lalu membantu mia naik.


"Jangan ada yg kosong pikirannya"kata dani kepada kami.


Lalu dani memberikan air mineral lain & menyuruh kami minum satu persatu.


Pertama aku, lalu indra dan terus bergeser sampai terakhir fitra.


Fitra entah sadar atau tdk dia memberikan botol itu ke seseorang di belakangnya.


"Nih, giliran elu..tinggal dikit.gpp kali ya"katanya.


"Santai, cukup kok." terdengar jawaban ,tapi suaranya sangat asing di telinga kami.


Kami menoleh ke fitra, dia baru sadar kalau dia yg paling belakang.


Di belakang fitra sudah ada sosokĀ  pria dgn wajah berlumuran darah memegang botol minum lalu menyeringai ke arah kami.


"Aaaahhhhhh!!!"teriak kami bersama sama.


Pintu terbuka oleh petugas hotel. Kami keluar berebut sambil masih shock.


"Knp mba, mas??"tanya petugas hotel. Beberapa tamu yg menginap juga ikut keluar mendengar teriakan kami.


"Noh.. ada setan..!!"kata fitra kesal.


"Gmn sih mas! kamar banyak hantunya gitu kok disewain??"mia ikut memarahi petugas hotel itu.


Tamu yg lain bisik bisik.


"Eum..hantu? masa sih??" tanyanya


"Ya sudah biar kami carikan kamar lain saja ya.." katanya lagi.


Akhirnya mia& yuli pindah ke kamar lain. sebelumnya dani memastikan bahwa kamar mereka kali ini aman. tdk ada gangguan makhluk halus lagi.


Pihak hotel meminta maaf kepada kami atas keteledoran mereka. memang kamar itu sebenarnya tdk disewakan krn pernah ada penyewa yg meninggal bunuh diri disana setelah dia memanggil ruh pasangannya yg telah lama meninggal. gambar gambar di balik wallpaper itu sudah berusaha dihapus, bahkan dicat ulang,tapi sia sia. Karena selalu muncul lagi setiap di hilangkan.


Memang setiap ritual pemanggilan arwah akan berdampak buruk ke depannya.


Lebih baik berfikir logis dan menerima kenyataan dgn lapang dada, sehingga penyesalan & kehilangan akan memudar perlahan dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.


Itu kuncinya.

__ADS_1


Malam ini kami tidur dengan nyenyak. Dan besok pagi kami memutuskan akan pulang.


__ADS_2