Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 20 psikopat


__ADS_3

Karena pagi ini ada meeting dadakan,aku pun berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya.


"Nis..."indra menahan tanganku yg hendak keluar mobil.


"Iya, ndra.. gimana?"kutatap lekat wajahnya.ada gurat kecemasan yg tidak dapat diungkapkannya.


Aku yakin dia masih cemas jika revan dan aku dekat.dia takut revan juga mempunyai niat terselubung terhadapku.


Kalau boleh jujur,aku pun demikian.


"Mm... hati hati ya.. Kabarin aku terus kalau ada apa apa."katanya.


"Iya sayang..pasti.."lalu ku ku kecup pipinya dan keluar mobil dgn senyuman agar dia tidak terlalu mencemaskan ku.


Sampai ruangan ku,ternyata masih sepi.


Aku yg kepagian apa mereka yg kesiangan?


Selagi menunggu teman teman yg datang,aku menyiapkan beberapa dokumen utk meeting nanti.


Tiba2 tercium bau bunga yg sangat wangi.aku tolah toleh mencari sumber bau itu.


Badanku lemas seketika,saat aku melihat bayangan yg sedang duduk di bangku mia,aku mengenalnya.


Olive?


Sedang apa dia disini?ada apa lagi?


"Liv?kok kamu disini?"


"Kamu hati2 nis sama revan.."


Lalu hilang.


"Wah kudu waspada nih,,siaga 1."


Tapi kenapa olive mengatakan hal itu ya?


Apa revan mempunyai niat jahat kepadaku& indra?


Mungkin aku harus berhati2 terhadap nya.karena jarang2 olive muncul kalau tdk ada hal yg penting.


Seharian ini aku berkutat dgn pekerjaan kantor yg menumpuk dan membuat pikiran burukku terhadap revan dapat teralihkan.


Kulihat dia pun juga seperti nya sibuk dgn pekerjaannya.


Namun tdk utk pulang kerja kali ini.saat teman2ku yg lain sudah pergi meninggalkan kantor,aku yg masih menunggu indra mendadak was was.


Indra sudah menelfonku ,bahwa dia agak terlambat menjemputku.aku menunggu nya didepan lobi kantor.suasana kantor memang sudah agak lenggang,karena beberapa karyawan sudah banyak yg pulang.


Berkali2 aku menengok jam yg melingkar dipergelangan tanganku.


Sudah hampir setengah jam sejak indra menelfonku tadi.


"Belum dijemput nis"tiba2 suara yg paling tdk ingin kudengar malah muncul sekarang.


"Indra lagi jalan katanya kok"sahutku tanpa memandangnya sedikitpun.


Aku sengaja tdk ingin memberinya celah agar dia bisa leluasa masuk dlm kehidupanku & indra.


"Oh gitu... Ya udah,aku temenin deh kalo gitu.."katanya lalu duduk disampingku.


******..


"Saya sendirian aja gak papa kok pak revan..bapak pulang saja."tolakku halus.


"Tenang aja nis..aku punya banyak waktu kok buat kamu"katanya sambil menatap jam tangannya.


Lalu aku diam.malas menanggapi nya lebih jauh.


Dia benar2 membuatku tdk nyaman.


Saat bersamanya,aku terus memperhatikan ke arah luar kantor.berharap indra segera datang.


Tiba2 tercium kembali bau bunga yg begitu kuat.kuedarkan pandanganku,pasti olive,aku sangat yakin.


Dan benar saja,olive muncul di sudut pintu lobi.


Aku mengerutkan kening melihatnya disana seperti mengisyaratkan sesuatu.


Saat aku menoleh ke revan,dia meniupkan asap rokok ke wajahku.anehnya aku merasa kepalaku berat,badanku juga terasa ringan ,seperti tdk ada tulang yg menopangnya.


Ada apa ini?


Revan menyeringai penuh kemenangan,dia membelai kepalaku lembut.


"Yuk,aku anter pulang nis"katanya.


Lalu dia membopongku tanpa bertanya lebih dulu.dan aku?tdk bisa mengucapkan sepatah katapun sekarang.


Ingin berontak,namun tdk bisa.


Satpam yg berjaga didepanpun tdk bertindak apa2.pasti dia tdk berfikiran bahkan revan berbuat hal buruk kepadaku.


"Kenapa itu pak?"tanya pak satpam.


"Sakit.. Mau saya bawa dokter"kata revan berbohong.


"Oh begitu..hati2 pak.."


Saat sampai didekat mobil revan,kebetulan dani kembali ke kantor entah ada urusan apa.


Dia heran melihatku di bopong revan,lalu mendekat.


"Lho pak?nisa kenapa?"tanya dani khawatir sambil menatapku.


"Sakit dan.mau saya bawa dokter."katanya bohong dgn menampilkan wajah khawatir& cemas.lalu dia mendudukanku dikursi penumpang mobilnya.


Aku yg masih setengah sadar,menggeleng pelan ke dani.berharap dia dapat menangkap isyarat dariku.


Lalu ditutuplah pintu itu.


"Kamu ada apa dan?balik kantor lagi?"tanya revan basa basi.dia sepertinya berusaha mengalihkan pandangan dani agar tdk curiga dgn kondisiku.karena dani sedari tadi memperhatikanku terus.


"Hp saya ketinggalan pak di meja.."katanya.


"Oh gitu.ya sudah,saya bawa nisa dulu ya ke Rs."kata revan lalu buru2 masuk mobilnya.


Dani diam dan terus memperhatikan kami.revan lalu menjalankan mobilnya pergi meninggalkan pelataran parkir kantor dan entah kemana dia akan membawaku pergi.


Dalam perjalanan dia membelai kepalaku lembut.


"Nisa... Aku sayang sama kamu nis.. Lebih baik kamu tinggalin indra dan memilihku" katanya.


Dia benar2 gila!


Aku tdk menjawab apapun,karena rasanya aku tdk bisa menggerakan seluruh anggota tubuhku.bahkan utk mengucapkan satu kalimatpun terasa berat.entah apa yg sudah dilakukan kepadaku.


Kami tiba disebuah rumah yg cukup megah.pasti ini rumah revan.setelah dia turun dari mobil,dia menuju kearahku lalu membopongku dgn posesif.


Rumahnya ada 2 lantai.dia membawaku ke sebuah kamar.

__ADS_1


Degg!!


Jantungku seolah berhenti setelah melihat pemandangan dihadapanku.ada sebuah tubuh terbaring disana.dan...dia sangat mirip olive.


Tidak mungkin itu olive.olive sudah lama meninggal.namun apa ini?


Revan membaringkanku disamping olive.


"Hai sayang..lihat aku sudah bawa nisa.. Seperti yg sudah aku katakan sama kamu kemarin kan..akhirnya semua milik indra sudah ada ditanganku.."diikuti tawanya yg cukup mengerikan.


"Revan...apa yg kamu lakukan?"kali ini aku sudah bisa bersuara walau pelan.


"Shhh..shhh..shhhh... Kamu santai aja nis..jangan banyak gerak dulu..kaya olive tuh,anteng.."kata revan lembut berbisik ditelingaku.


"Olive?apa itu?olive sudah meninggal van??siapa dia?"tanyaku sambil melihat olive yg terbaring disampingku.


"Tenang aja sayang.. Dia bukan mayat olive kok.. Aku sengaja menciptakan dia karena aku sangay merindukan olive.. Kalau bukan karena indra sialan itu,mungkin aku dan olive masih bersama sampai sekarang"


"Kamu gila!! Semua bukan karena indra! Olive memang tdk mencintai kamu van!! Kamu hrs sadar!!"kataku tegas.


"Tau apa kamu!! Aku lebih dulu kenal olive!! Kalau aja indra gak muncul,,pasti olive sudah bersamaku!! Dan aku tdk akan membiarkan indra bahagia! Aku akan ambil kamu seperti indra merebut olive dariku!!"kata2 nya makin ngelantur.


Aku makin pusing.baru kali ini aku menghadapi orang gila.


Mending ngadepin setan aja kalo gini mah.


Tekk..teekk..teeekk


Ada suara gemerutukan berasal dari sampingku.


Revan melihat manekin olive dan gantian melihatku.


Jari tangan manekin itu bergerak,mirip orang yg bangun dari koma seperti adegan di film.


Aku bergeser sedikit demi sedikit,setelah kurasakan badanku mampu kugerakan.mungkin efek obat tadi sudah mulai hilang.


Kali ini bukan hanya jemarinya yg bergerak,tapi matanya terbuka lebar.


Revan kaget,aku pun demikian.


Kok bisa gerak gini,ini kan cuma manekin?


Setelah mata nya terbuka,kini kepalanya menoleh ke arahku.


Aku kaget dan takut.aku terus berusaha menjauh sampai aku terjatuh dari ranjang.


Revan mendadak pucat pasi,dia menganga ,tdk percaya manekin itu bangun,seolah hidup seperti manusia.


Manekin itu mendekati revan yg masih berdiri mematung disana.revan malah perlahan mundur.ternyata dia masih punya rasa takut juga,berarti dia tdk sepenuhnya gila.


"Olive?"hanya kalimat itu yg mampu terlontar dari mulut revan.


"Kamu bangun liv?kamu hidup?syukurlah.. Aku kangen kamu liv?"


Hmm,ternyata dia memang sudah gila.


Perlahan aku mulai mengesot dilantai karena kaki ku masih lemas.revan tdk menyadari gerakanku karena masih fokus ke manekin olive yg tiba2 bangun.


Sampai di pintu,aku berusaha meraihnya agar dapat membuka pintu itu.


Ceklekk


Alhamdulillah tdk terkunci.


Aku terus mengesot keluar kamar.sampai dekat tangga kudengar teriakan.


"Nisaaaaa!!!kemana kamu!!"


"Aawwww.."


Kali ini seluruh badanku sakit.kepalaku terbentur lantai.semoga aku tdk hilang ingatan lagi.


Tap tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki setengah berlari dari lantai atas.


Revan melihatku dibawah dgn tatapan tajam,lalu turun ke bawah dgn tergesa2.


Mati aku!!


Aku terus mengesot berusaha keluar dari rumah ini,walau aku tau itu tdk mungkin.karena revan pasti dgn mudah dapat meraihku.


Dan benar saja.dia sudah ada dihadapanku kini.menatapku melas,tak lama dia menyeringai ke arahku.


"Pergi van!!lepaskan aku !! Aku mohon.."pintaku.


"Jangan mimpi nisa!kalian berdua bersekongkol rupanya.kamu dan olive!"


Maksudnya apa?aku& olive?manekin itu maksudnya?


Saat kutatap lantai 2.sosok olive ada disana ,dia menangis..


Maksudnya apa ya?


Mungkin olive yg tadi masuk ke dalam manekin itu.


Dan rupanya dia gagal membebaskanku dari revan.


Makasih olive.


Revan membopongku lagi.


Kapan tubuhku bisa kugerakan seperti biasanya.


Awas aja kalau tubuhku udah kembali,aku bakal hajar kamu revan!!


Revan membopongku kembali naik ke lantai atas.sampai dikamar tadi,dia lantas menguncinya dan menyimpan kunci didalam saku celananya.


Manekin olive tercerai berai.entah apa yg revan lakukan tadi.


Kembali revan meletakanku diranjang.


Saat dilengaj,kuraih vas bunga yg ada disamping ranjang dan ku pukulkan dgn keras ke revan.


Praaaakkk!!


"Aaaarrrrgggghhhh..nisaaaaa!!"teriaknta menahan sakit.


Dia memegangi kepalanya sambil terbaring dilantai.


Aku turun dari ranjang dgn langkah yg tertatih,aku yakin efek obat tadi sudah berangsur angsur hilang.


Aku mendekati revan yg masih mengerang kesakitan,kepalanya berdarah2.


Kucari kunci yg tadi dia simpan.


Agak sulit mengambilnya.namun aku terus berusaha.aku tdk ingin mati sia sia disini.


Setelah kudapatkan,aku berjalan sempoyongan kearah pintu.


Kumasukan kunci.namun karena aku panik dan takut,kunci itu tdk bisa mulus masuk ke sana..berkali kali bahkan jatuh kelantai.

__ADS_1


"Ya ampun...susah bgt sih..!! Tenang nisa,,tenang...jangan panik!!"aku menasehati diriku sendiri.


Sreeettt..


Tiba2 jilbabku ditarik dari belakang.revan sudah bisa berdiri walau kulihat dia masih meringis kesakitan..


Dia menarik jilbabku sampai terlepas,dan berhasil membuat beberapa luka akibat tergores peniti yg terbuka secara paksa.


"Kamu tambah cantik,tanpa jilbab nis"katanya lembut.


"Dasar gila!! Kamu gila revan!!"pekikku.


"Iya,aku gila karena kamu.sejak pertama kali aku melihat mu,aku sudah gila nisa..setelah tau kamu sudah menikah,aku berusaha menghilangkan perasaanku ini tapi setelah aku tau kamu istri indra,aku malah tdk ingin melepaskanmu."katanya sambil mendekat ke wajahku.


Buuugg!!


Kupukul wajahnya dgn sekuat tenaga.hingga meninggalkan bekas biru disana.


"Kamu benar2 liar nis!!"katanya dgn nada marah yg sangat.


Aku beringsut mundur.


Braaakkk


Pintu terbuka dgn kasar.kulihat disana ada indra,dani dan seorang pria yg aku belum mengenalnya.


"Nisaaa!!!"pekik indra& dani bersama2.


Revan yg melihat kedatangan mereka langsung meraihku kedalam dekapannya.


"Revan..lepasin dia..ayok ikut kakak pulang..mamah nungguin dirumah.."kata pria itu.


"Enggak kak!! Revan mau sama nisa!!"teriaknya.


"Nisa sudah bersuami van!! Dia istri indra sahabat kamu!!"katanya lagi.


"Aku gak peduli!!indra udah ambil olive dari aku dulu kak.dan aku gak akan biarin dia ambil nisa juga!!"kata revan yg masih tersulut emosi.


"Van,,aku minta maaf soal kejadian dulu.aku sama sekali nggak bermaksud buat rebut olive dari kamu..aku bener2 nggak tau kalau kamu suka juga sama olive..mungkin kalau dulu kamu bilang,aku pasti akan mundur van.aku gak mau kehilangan sahabat hanya karena wanita.kita udah sahabatan lama van..please..maafkan aku.kamu boleh ngelakuin apapun ke aku,tapi jangan libatkan nisa.dia sama sekali nggak tau apa2.."kata indra memelas.


"Bukannya aku udah kirim kamu surat lewat danu??aku tulis semua disana,kalau aku suka sama olive!!"kata revan malah curhat.


Inikah cara curhat para pria jaman sekarang?


Damn!!


"Danu??astaga revan...danu kan kecelakaan waktu itu.dia koma hampir 2 minggu.dan saat sadarpun dia langsung dibawa orangtuanya ke singapura buat berobat.jadi aku sama sekali gak ketemu danu setelah kamu pergi!!"kata indra.


Sesekali dia menatapku nanar.


Memang aku berantakan bgt.


Aku yakin ,pasti aku akan mendapat pengawalan ekstra setelah ini.


"Apa?danu koma?jadi kamu belum dapet suratku?"tanya revan lagi.


Terdengar langkah kaki dari luar.dan seseorang masuk.


"Itu bener van!! Dan surat kamu masih sama aku..maaf,aku baru bisa kesini.. Setelah kecelakaan itu,aku menetap disana karena kondisiku tdk memungkinkan pulang ke indonesia lagi."ternyata danu.dia menggenggam surat dari revan.


Lalu memberikannya ke indra.


Indra membacanya dgn seksama.terlihat keningnya berkerut sambil terus menatap surat itu.


Bahkan saat dia selesai membaca,dia menangis.


"Maafin aku van..aku bener2 gak tau..aku menyesal.kalau aku tau aku gak akan mendekati olive juga.aku bener2 gak tau van.."katanya memelas.


Perlahan pegangan revan di badanku melonggar.bahkan lama kelamaan dia melepaskanku.


Aku yg masih lemas,terduduk dilantai,dan mengesot lagi menjauhi revan.takut dia berubah pikiran lagi.


Dani mendekatiku dan membantuku berdiri.


"Kamu gak papa nis?tadi aku langsung nelfon indra setelah liat kamu dibawa revan.untung dia masangin kamu GPS,jadi kita bisa cepet nemuin kamu"kata dani berbisik sambil merapikan rambutku yg acak2an.


"Hah?GPS?"aku kaget.


"Sstttt.. Jangan bhs dulu.kita slesein masalah ini dulu"kata dani sambil fokus melihat revan dan indra yg masih diskusi.


"Jadi kamu belum baca suratku ndra?"kata revan pelan.


Indra mendekati revan perlahan.


"Iya van..aku baru baca.maafin aku van..aku gak tau kamu sebegitu sayangnya sama olive.


Kalau aku tau kamu juga suka sama olive..aku pasti mundur van.kamu kenal aku kan?aku gak mungkin mengkhianti persahabatan kita"


Lalu indra menatap revan dalam.dan mereka berpelukan.


Tangispun pecah diantara keduanya.bahkan kami yg ada disana pun mulai mengeluatkan air mata.


Karena sebuah kesalah pahaman ,mampu membuat kehidupan seseorang berantakan,bahkan hampir gila.


Setelah mereka berdua menumpahkan segala emosi yg selama ini terpendam,perlahan revan mulai stabil.


"Maafin aku ya ndra..aku salah paham.sampai2 hampir bikin nisa celaka"kata revan lalu beralih menatapku melas.


Indra pun ikut melihatku yg meringis menahan sakit.


"Nggak papa van,yg penting sekarang semua kesalah pahaman udah selesai..maafin aku juga ya"kata indra memeluk revan lagi.


Revan mengangguk.


Indra lalu beranjak mendekatiku sambil tersenyum hangat.


"Kamu gak papa ?"tanyanya sambil menatapku lekat2.


Aku hanya mengangguk sambil menahan air mata.aku tdk boleh menangis.


Indra memelukku.


"Maafin aku sayang..gara2 aku lagi kamu kaya gini.."katanya berbisik ditelingaku.


"Aku gak papa kok ndra..aku...aku..."kalimatku terhenti.


Dia melepaskan pelukan ku lalu menatapku bingung.


"Kamu kenapa?"tanyanya.


"Aku laper.."kataku sambil tertunduk malu.


Seriusan,aku bener2 laper.rasanya tenaga ku terkuras habis tadi.


Indra dan dani saling pandang lalu tersenyum.


Kami lalu meninggalkan rumah revan.indra membawaku ke RS terlebih dahulu,utk mengecek dan mengobati luka2ku.


Lalu setelah itu,kami makan.


Lega rasanya semua masalah ini selesai.

__ADS_1


-Tidak ada cinta dan persahabatan yang hadir di garis hidup kita tanpa meninggalkan bekas di sana. -


__ADS_2