
Aku berlari ke kamar mandi,rasanya seluruh isi perutku ingin keluar.
Mual sekali rasanya,namun tdk ada yg keluar sama sekali.
Apakah ini rasanya nyidam?
Oh tidak,menyiksa sekali.
Tok.tok.tok
"Nis..nisa...sayang,kamu gak papa?"tanya indra dari balik pintu.
Oh dia sudah bangun rupanya.
"Iya ndraaaaa!! Aku gak papa,cuma mual aja.."sahutku setengah berteriak.
Lalu aku keluar dari kamar mandi.
Ceklek
Indra menatapku heran.
"Kamu kenapa sayang?"
"Mual..tapi gak ada keluar pas muntah2 tadi.lemes bgt rasanya.."kataku lesu.
"Eum...gak usah kerja aja ya hari ini.."saran indra.
"Gak bisa ndra.. Aku ada meeting penting seluruh karyawan.aku hrs berangkat..kayanya sih ini cuma bentar aja.katanya orang hamil pasti gini..wajar kok"
Lalu aku berjalan lagi masuk kedalam kamar mandi utk mandi.
Indra hanya menatapku melas.
Selesai mandi,kami sarapan bersama.
"Kamu sakit nis?"tanya papa didi.
"Enggak pah.."jawabku lesu.
"Paling nisa nyidam pah.."sahut mamah yg sedang mengoles roti tawar dgn selai.
"Gmn rasanya nis?gak enak ya?"tanya indra cemas.
"Gini deh.aku udah pernah ngerasain kok.paling tar agak siangan udah gak papa.nanti dikantor minum teh anget jadi gak terlalu mual."jawabku sambil terseyum ke indra.
Walau hanya sekali mengalami saat dikantor waktu itu.tapi mungkin rasanya akan sama.
"Yakin?"dia terlihat mencemaskanku.
"Yakin sayang.nanti kalau aku gak kuat dikantor,aku ijin deh, pulang"kataku agar indra tdk terlalu khawatir.
"Ya udah..bener ya ."
Kuangkat dua jariku ke atas.
"Janji"kataku manja.
Papa& mama hanya tersenyum melihat kami.
Selesai sarapan,kami pamit berangkat kerja.
Sampai dikantor ku,indra ikut turun dari mobil.tdk seperti biasanya langsung berangkat dinas.
"Lho.mau ngapain ndra?"tanyaku heran.
"Aku anter sampai atas.aku mau pastiin kamu baik2 aja.."katanya lalu meraih tanganku.
akhirnya indra memgantarku sampai depan ruanganku.
Orang2 yg melihat ku menatapku heran.mungkin karena ada polisi ganteng yg menggandengku masuk ke kantor.hehehe.
Sampai didepan ruanganku,semua teman2 ku sudah datang melongo melihat indra mengantarku sampai dalam.
"Wah..ada paspampres yak.."celetuk fitra sambil terkekeh.
"Ndra..tumben nganter ampe sini?takut diculik lagi ya nisa nya.."tambah dimas.
"Iya nih,, trauma gue.. Nitip nisa ya.. Kalau ada apa2 kabarin.."pinta indra ke mereka.
"Siap ndann!!"kata mereka kompak sambil hormat persis anak sekolah lagi upacara.
Indra hanya senyum menanggapinya.
"Ya udah,masuk sana..atiati sayang.. Kabarin aku ya kalau ada apa2.."pinta nya lagi.
Entah sudah berapa kali dia mengatakan hal itu.
"Iya sayang... Sejam sekali aku ngabarin kamu deh kalo perlu"gurauku.
Dia malah ketawa.
"Yuk ..semuaaanya.. "Pamit indra ke mereka.
Sebelum pergi indra mencium keningku dan mengelus perutku.
Dan saat dia berpaling,sudah ada revan disana.dia baru berangkat rupanya.
"Hai ndra..nis.."sapanya ke kami.
Aku cuma senyum kecut lalu masuk ke dalam ruanganku.
Aku masih ingat apa yg dia lakukan padaku kemarin.dan itu membuatku takut jika dekat2 dgn nya.
Indra dan revan terlibat obrolan ringan sebentar.
Lalu tak lama indra pergi.
"Nis,,indra tumben nganter sampai sini?"tanya yuli.
"Kasih tau gak ya..."candaku ke dia.
"Eh,tadi indra ngelus perut mu juga..jangan2 kamu hamil ya nis?"tanya mia ikut nyamber.
"Mmmm...iya.."kataku sambil memamerkan gigi putih ku ke mereka.
__ADS_1
"Serius nis?"tanya mia antusias.
Aku mengangguk mantap.
"Horeeee!!"teriak mereka bersamaan.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat istirahat,mereka memperlakukan ku berlebihan.mereka sangat hati2 sekali tentang keselamatanku.
Terutama saat lift terbuka.fitra & dimas didepanku seperti pengawal saja,mereka mengecek dulu dalam lift.
"Dani... Aman kagak?"tanya fitra dgn gaya seperti seorang polisi yg hendak menyergap penjahat.
Dani yg dibelakang ku bilang"clear!!"
Banyak bgt orang aneh hari ini.
Sampai dikantin,dimas menarik kursi utkku.
"Silahkan duduk bu indra.."katanya sok cool.
"Kalian lebay deh..udah ah,jangan gitu lagi..geli aku ngeliatnya"kataku.
Mereka ketawa.
"Haii..kalian udah disini rupanya"revan yg baru datang,hanya ditanggapi dingin oleh kami.
"Nis,,kamu pake nih peniti sama bawa gunting kuku ya kalo pergi2.."saran yuli.
"Buat apaan?"
"Buat menangkal makhluk halus nis,biasanya ibu hamil rentan diganggu lho.."katanya lagi.
"Kamu aneh2 aja yul. Mitos itu mah.."kataku cuek.
"Kan ada indra,aman.."kata fitra menanggapi.
"Ya kan indra gak selalu sama nisa terus..kalo pas krja gini coba?"sambung yuli.
"Ada dani tuh.. "Kataku sambil melirik dani yg sedang main ponsel.
"Iya,,tenang aja.. Siap deh jadi bodyguard nisa selama dikantor.."sahut dani.
Revan yg ada disini,hanya diam ikut menyimak obrolan kami.
Aku kasian melihatnya,aku menyenggol mia yg duduk disampingku ,mengisyaratkan utk mengajak ngobrol revan yg sedari tadi kami abaikan.
"Biarin..males aku.."kata mia berbisik.
Kasian juga melihatnya seperti makhluk astral yg tdk dilihat keberadaan nya.
"Pada pesen apa nih?sekalian aja,gue ke bu kantin.."kata dimas.
Mereka menyebutkan beberapa makanan dan di catat oleh dimas.
"Pak revan mau pesen apa,sekalian aja"kataku yg tdk tahan melihat nya tdk dianggap oleh teman2ku yg lain.
"Eh.. Mmm..saya pesen nasi goreng ayam aja sama es jeruk ya.."katanya seperti kaget.
"Iya,bumil... Kudu makan banyak ya.."kata fitra.
"Kamu hamil nis?"tanya revan.
"Iya pak..alhamdulillah.."kataku sambil mengusap perutku yg belum besar.
"Syukurlah,indra pasti seneng bgt ya.."katanya.
"Iyalah pak.pake ditanya lagi!"sahut mia ketus.
Kuinjak kaki nya agar diam.
Dia melotot ke arahku tdk terima aku malah membela revan.
Akhirnya setelah makanan datang,kami makan dan ngobrol seperti biasa.
Namun revan tetap diam.bahkan sampai kami kembali ke ruangan,revan juga di biarkan saja oleh mereka.
Sampai ruangan..
"Eh..kalian jangan gitu donk ke revan.kasian tau.."kataku ke mereka.
"Ih ..kamu ngapain sih belain dia nis?dia udah jahat gitu ke kamu lho.."gerutu mia tdk terima.
"Mi.. Kan masalahnya udah kelar,cuma salah paham antara indra sama revan.dan mereka udah damai kok..jadi please.. Kalian jangan gitu ya ke dia.kasian tau..dia kan juga atasan kita."kataku lagi.
"Orang gila ..ngapain dibelain nis.."kata fitra kesal.
"Jangan gitu donk fit.. Kalau kita memperlakukan dia gitu,takutnya jadi beban buat dia lho..imbasnya bisa kumat lagi nanti.."aku masih berusaha membuat mereka paham.
"Bener juga sih..kalian pernah nonton film kan,kalau psikopat itu,nyeremin.kalo dia dendam bisa2 kita dimutilasi!!"yuli bergidik ngeri.
"Ya ampun yul,nggak segitu nya juga kali.revan tuh nggak separah itu,makanya ayok,kita bantu dia biar dia sembuh..dia butuh kita lho guys.."kataku.
"Iya,bro... Mungkin kita kasih kesempatan dia skali lagi.tuhan aja maha memaafkan,masa kita nggak mau maafin reva."kata dani yg sependapat dgnku.
Akhirnya walau dgn berat hati mereka mau mencoba memaafkan revan,dan bersikap seperti biasa lagi.
\=\=\=\=\=\=
Sore ini,kebetulan indra tdk bisa menjemputku karena ada tugas penting.
"Balik sama siapa nis?"tanya dani saat kami di lobi.dia tau indra tdk bisa menjemputku.
"Mmm..naik taksi aja deh."kataku.
"Aku anter aja yuk..tapi pake motor?gmn?"tawar dani.
"Mmm..nggak repot ta?"
"Ckckck.sejak kapan kamu bikin repot?lagian kita searah kali nis..ya udah yuk..apa kamu mau dianter revan aja tuh"katanya sambil menunjuk revan yg sedang berjalan ke arah kami.
"Ogah.."kataku.
"Lho belum pulang dan?nis?"sapa revan.
__ADS_1
"Ini baru mau pulang pak..nisa mau bareng saya.."kata dani.
"Oh gitu..indra gak bisa jemput ya"tanya revan ramah.
"Iya,,dia lembur kayanya sih."sahutku.
"Ya udah yuk nis.tar kesorean lagi.."ajak dani lalu kami pamit ke revan.
Kulihat dia masih berdiri disana sambil tetap menatap kami yg sudah naik motor.
Dia masih tetap keliatan nyeremin deh.
\=\=\=\=\=\=\=
Dani mengantarku sampai rumah lalu langsung pamit.
Saat masuk kerumah,mamah sudah menyiapkan banyak sekali bahan2 utk membuat rujak.
Keluarga ku memang sudah tau kalau aku hamil.
"Mamah udah beli buah2an nis,sapa tau kamu pengen rujak."kata mamah saat kami didapur.
Dan mamah sedang membuat rujak utkku.
Semangat bgt nih mamah,yg nyidam siapa sebenernya.aku malah nggak begitu pengen rujaknya.
Saat malam hari,aku ingin duduk di gazebo depan rumah.dgn membawa susu yg kemarin dibeli indra.dan beberapa potong brownies kesukaanku.
Aku duduk sendirian sambil chat dgn teman2 ku.
Semilir angin berhembus agak kencang malam ini.dan mampu membuat bulu kudukku meremang.
Kuedarkan pandanganku,apakah ini hanya angin malam/ memang ada makhluk astral.
Dan benar saja,ada wanita berambut panjang sedang menatapku di dekat pohon yg tak jauh dariku.
Glek
Aku meminum habis susu dihadapanku,lalu mencoba beranjak masuk kerumah.
Aku berjalan dgn agak cepat agar sampai keteras.
Braaakk
Pintu depan rumahku tertutup sendiri.ku buka namun terkunci.
Sialan!!aku dikerjain
"Maaaaahhhh!!!paaaaaahhh!!"teriakku sambil mengedor2 pintu.
Namun sepertinya tdk ada yg mendengar.
Kutengok ke arah mba kunicha itu,dia menyeringai padaku dan perlahan melayang mendekat.
Mati aku!!
"Kakakkkkkkk!!! Buka!!!!!mamaaaaaaahhh!!!paapaaaahhhh!!!"kali ini teriakanku makin keras .
Tak lama,kak adam keluar dari dalam..dia kaget melihatku terkunci dari luar dan terlihat panik.
"Lho nis??kenapa??"
"Buka!!! Ada mba kunichan itu..duh...cepet!!"pintaku memelas.
"Hah?serius??"kak adam mencoba membuka pintu dgn kunci namun susah sekali.
"Bentar nis..."kata kak adam lalu meraih ponsel nya.entah menghubungi siapa.
Mamah,papah dan kak shinta keluar juga dan melihatku melas.
Mereka juga bingung harus berbuat apa.
Sementara aku diluar sudah benar2 ketakutan.sosok itu sudah ada disampingku.
"Aaaaaahhhhh!!! Duh,mba!! Ngapain sih deket2!! Biasanya juga gak!sana ah.jauhan dikit.."tanpa melihat kesampingku.
Memang sosok ini ada dihalaman rumahku ,namun biasanya dia hanya nongol aja,gak berani mendekat.
Apa krn aku sedang hamil ya?katanya wanita hamil rawan didekati makhluk halus.bener kata yuli tadi.
Kuberanikan diri menoleh ke arahnya.aku tdk akan membiarkan anakku kenapa2.
"Pergi!! Atau mau kubakar???!!"ancamku.
Aku memang sudah diajari beberapa doa utk mengusir makhluk seperti ini,namun karena rasa takut yg begitu besar,kadang aku lupa.
Dia hanya tersenyum sambil menatap perutku.
Sialan !!sepertinya dia memang mengincar anakku.
Kubaca doa yg kupelajari dulu agak lantang,dia menatapku tajam seolah tdk suka.
Aku tdk menghentikan doa yg kubaca.aku terus membacanya.
Dia beringsut mundur.
Lalu dia berteriak dgn cukup keras kepadaku.aku sampai menutup telingaku karena kaget dan takut.
Namun tiba2 dia hilang seperti asap.dan dibelakangnya tenyata ada kak yusuf sedang merapalkan doa sambil menatapku.
"Kamu gak papa dek?"tanya kak yusuf.
Aku langsung memeluknya.
Kak yusuf lalu membuka pintu dgn sangat mudah.
Aneh.
Aku lalu diajak masuk dan langsung menuju kamar.
"Kamu harus lebih hati2 ya nis..kamu sedang hamil..lebih rawan.. "Nasehat kak yusuf.
"Iya kak"kataku lemas.
Kak yusuf membelai kepalaku lembut sambil sholawatan.hingga aku tertidur.
__ADS_1