
"Nis... nisa ... Bangun yuk, subuhan dulu." Sebuah tangan kokoh membelai kepalaku lembut.
"He em."sahutku sambil kucoba menggerakan badan.
Duh, sakit semua nih rasanya.
aku merintih kesakitan. Rasanya juga enggan beranjak dari pembaringan ini.
"Eh kamu kenapa?" tanya Indra cemas.
Dia yg duduk di samping ranjangku mendekatkan punggung tangannya di keningku.
"Gak panas. Ada yg sakit?" tanyanya lagi.
"Badanku pegel semua," sahutku sambil kupijit beberapa bagian tubuhku sambil duduk di ranjang.
"Ya ampun, kita ke dokter lagi aja ya," ajaknya.
"Gak usah. Bentar lagi juga sembuh kok. Aku gak apa apa. Ya udah aku ambil air wudhu dulu," kataku lalu mencoba beranjak.
"Oke aku tungguin ya.kita jamaah," teriaknya saat aku sudah mulai menjauh darinya.
Setelah itu, kami salat berjamaah seperti biasa.
Setelah itu kami keluar karena Fergi memanggil kami untuk sarapan. Dia memanggil pengurus villa untuk memasak makanan untuk kami.
"Pak, semalam temen kita kesurupan. Ini villa angker ya pak?" tanya feri pada pak jono yang menyiapkan makanan untuk kami.
Dia agak gelagapan mendengar pertanyaan feri barusan.
"Eum.. masa sih mas? Kebetulan saja mungkin. Perasaan di sini jarang ada hal aneh seperti itu," kata pak jono.
Sepertinya ada yg disembunyikan pak jono tentang vila ini.
Setelah pak jono kembali ke dapur, aku menanyakan ke fergi.
"Fergi, pemilik vila ini meninggal kenapa?" tanyaku.
"Katanya sih, dulu dirampok dan dibantai. Mereka kan punya 2 anak, kebetulan anak ke 2 lagi diajak pergi baby sitter nya jadi pas kejadian perampokan & pembantaian itu,dia selamet. aku gak tau kalo ni villa angker guys. sorry ..." katanya.
"Eh kita balik jam berapa nih?"tanya indra tiba tiba..
"Nanti lah, ndra. Sorean atau malem gitu. aku kan masih kangen sama nisa. kita kan jarang ketemu."rengek indah.
"Ya udahlah. Terserah..."kata indra pasrah.
"Trus kita mau ngapain di sini?duduk doang gitu??"tanyaku yg sebenernya juga gak nyaman di villa ini.
"Jalan2 donk nis.. Sekitar villa kan ada perkebunan teh tuh.."saran ferli.
Lalu kami diajak fergi jalan2 ke sekitar perkebunan.
Aku bergandengan dgn ferli didepan.
Indra bersama feri ada dibelakang kami namun agak jauh..
"Nis,,kamu beruntung deh punya suami kek indra..dia sayang bgt sama kamu..sabar bgt.."kata ferli agak berbisik.
"Masa sih fer?aku belum bisa inget semua kejadian kemaren2,terutama moment sama indra.kadang aku juga kasian ngeliatnya..tapi gmn lagi coba,aku gak ada ingatan apapun sama dia.."sahutku.
"Pelan2 kali ya nis..kamu juga coba buka hatimu buat indra.jarang2 lho ada laki laki kek dia.."kata ferli lagi.
"Iya fer..insha allah..nanti kan allah kasih jln yg terbaik.."
"Oh iya,,indra terpukul bgt lho setelah kecelakaan itu..dia sempet depresi gara2 kamu koma,trus dia juga menyalahkan diri nya sendiri,gara2 dia... kamu jadi keguguran.."katanya pelan.
Kuhentikan langkahku.hatiku seperti tersayat.
"Apa fer?aku keguguran?"tanyaku.
Ferli ikut berhenti menatapku melas.lalu mengangguk pelan.
"Nis. Kenapa?kok berenti."
Kami dikejutkan indra yg sudah berdiri dibelakang kami bersama feri.
"Nggak papa.."jawabku lalu berjalan lagi lebih cepat.
Ferly mengikuti langkahku .
Aku hamil?kenapa hatiku sakit sekali mengetahui bahwa aku keguguran?
Dan kenapa indra tdk menceritakan hal ini kepadaku..
Sampai di pinggir bukit,aku berhenti sejenak.kebetulan disana ada saung dari bambu yg bisa digunakan utk duduk dan memandangi pemandangam bukit dihadapan ku.
Aku duduk disana diam dgn pikiranku sendiri.
Ferli berdiri ditepi bukit yg sudah diberi pembatas demi keamanan.feri menghampirinya lalu mereka berpelukan.
Indra duduk disampingku.
"Kamu kenapa?kok diem aja.."tanya indra.
"Gak papa kok..oh iya,kamu libur nya berapa lama?"tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Besok udah balik dines lagi kok nis..jadi paling telat nanti malem kita pulang ya..gak papa kan?"tanyanya.
"Iya,gak papa kok.pulang sekarang juga gak papa.mamah udh nelfonin aku terus..khawatir bgt sama kita.."kataku sambil ketawa.
"Kita kaya lagi pacaran aja ya.kemana2 masih aja dicariin.hehehe..tapi itu tandanya mereka sayang sama kita nis"
"Iya ndra..eum..ndra..."kataku sambil menatapnya.
"Iya,kenapa?"jawab indra masih menatap pemandangan dihadapan kami.
"Emang bener ya..kalo aku kemarin keguguran.."tanyaku blak blakan.
Indra kaget lalu menoleh ke arahku dgn tatapan yg entah bagaimana aku sanggup menjelaskannya.
"Kata siapa nis?"tanya indra.
"Bener ndra?"tanyaku lagi.
" ferli yg bilang ya?"
"Bener aku keguguran?"tanyaku dgn nada menekankan.
Dia diam beberapa saat.
"Maaf nis,maafin aku ya,aku bikin celaka kamu sampai kita kehilangan anak kita.."katanya dgn penuh rasa bersalah.
Bahkan kulihat matanya berkaca2.
Kupegang tangannya.
"Kenapa hrs minta maaf?itu kan musibah ndra. Waktu aku tau aku keguguran,aku memang sakit banget.entah knp..
tapi aku rasa kamu jauh lebih sakit& sedih daripada aku..selain kamu kehilangan anak kita,kamu juga kehilangan aku.maaf,aku belum bisa seperti dulu.belum bisa mencintai kamu seperti kamu mencintai aku.aku udah coba,tapi aku belum bisa...kamu gak perlu terlalu menyalahkan diri kamu sendiri.."kataku sambil kutatap matanya dalam2.
Kulihat dia meneteskan air mata.lalu memelukku erat.
__ADS_1
"Aku nggak menuntut kamu utk mencintaiku seperti dulu nis..kalau memang kita selalu ditakdirkan berjodoh,kamu pasti akan kembali lagi padaku nis.nggak perlu kamu/aku paksakan.kita jalani saja."katanya sambil membelai kepalaku.
Semilir angin dari bukit membuat suasana menjadi sejuk,ditambah lagi kami sedang ada didataran tinggi.
"Eheem..uhuuuuk..uhuuuuk.. Pak bu,,balik yuk ke villa.dah siang ini..laper gue.." ajak feri.
Indra melepaskan pelukannya lalu membuang muka kearah lain,utk menghapus sisa air matanya.
"Iya,yuk.. Yg lain mana?"tanyaku.
"Udah pada jln ke villa katanya nih.."kata ferly sambil menatapku& indra bergantian.
Lalu ferly menggandeng tanganku ,feri merangkul indra.seperti nya mereka paham kondisi kami tadi.
Sampai di villa..
Tiba2 kulihat ada sosok noni belanda diteras rumah bersama suami dan anaknya.
Mereka menatap kami tajam seolah tdk suka.
Aku memperlambat langkahku.
"Kenapa nis?"tanya ferli.
Aku hanya diam sambil tetap memandang 3 sosok didepanku.
"Ndra....!!indraaaaa!!!" teriak ferli panik melihatku aneh.
Kudengar langkah indra & feri yg berlari mendekati ku.
"Nis...kenapa?nisaaa??"panggil indra lalu berdiri dihadapanku.
"Nis kenapa lu?jangan bilang kesambet.. "Feri ikut cemas.
"Nisaaaa!!!!"teriak indra keras.
Aku tersentak kaget.dan tersadar dari lamunanku.
"Eh..kenapa??"tanyaku lalu melihat mereka yg sudah cemas.
"Kamu kenapa?"kali ini indra melembut.
"Itu... Didepan ada sosok ndra.ketiga pemilik rumah dulu.mereka ada didepan.ngeliatin kita terus.."kataku dgn nada bergetar.
Indra ,feri & ferli menatap ke tempat yg kutunjuk.
Walau mereka tdk melihat,mereka terlihat takut juga.
"Gmn donk guys..mending kita cabut aja deh..sumpah..gue ngeri masih keinget kejadian semalem.."kata feri serius.
"Iya,balik aja yuk..kita pamit yg lain trus balik.terserah mereka,mau disini ya bodo amat.."rengek ferli.
"Ya udah yuk..nis,kamu deket aku aja..biar kamu gak liat 'mereka' "pinta indra lalu meraih tanganku dan berjalan masuk ke villa.
Dan memang sosok itu hilang saat indra memegang tanganku.
Kami masuk dan mendapati semua orang sedang ada diruang tamu sedang ngobrol2 santai.
"Guys,kita balik ya.."kata feri ke mereka.
"Oke..ati2 yaaa."kata fergi santai.
"Ndah..nin.. Kalian juga balik kan?"tanyaku
"Nanti aja nis.kita bareng fergi aja."katanya menolak.
"Tapi ndah..."ferli keburu me cubit pinggangku agar aku tdk usah memaksa mereka utk ikut pulang.
"Ya udah,ndah,nin..kalian jangan pulang kemaleman.kita balik dulu ya.."kata ferli lalu kami mengambil kunci mobil yg digantung ditembok.dan saat kami akn keluar,pintu tertutup dgn sendirinya dgn cukup keras pula.
Braaakk!!!
Sontak kami diam saling pandang.mencoba mencari tau apa yg sebenarnya terjadi.
Apakah krn angin?
Feri mendekat lalu membuka pintu itu,namun sulit.seolah terkunci.
"Duh..tuh kan...mulai nih.. Gmn donk nissss"ferli mulai panik.
"Ada pintu lain gak fer?"tanyaku lalu menatap fergi yg masih bengong.
"Lewat belakang aja coba."katanya memberi saran.
"Ehhhh...ikut nisss..."teriak indah lalu diikuti nindi juga.
Mereka ketakutan juga rupanya.
Kami akhirnya pergi ke pintu belakang.namun semua terkunci.aneh..
Siapa yg menguncinya?
"Fergi..gmn sih?masa ke konci semua gini??!!"gerutu ferli.
"Iya ya..kok aneh?siapa yg ngonci?udah dipasang koncinya tetep gak kebuka kan??"fergi bingung.
"Guyssss...i..ituuuu..."nindi menatap ke arah belakang kami dgn wajah pucat.
Saat kami berbalik,ronald sedang berdiri diam dgn wajah pucat membawa pisau daging ditangannya.
Kami mundur perlahan,takut jika ronald melakukan gerakan tiba2.
Indra berdiri didepanku,menghalangi ku dari tatapan ronald yg menatap kami semua satu persatu.
"Duh,,****** kita.. Bakal dicincang sama dia nih kek nya.."bisik feri.
"Gmn nih...kalo dia bunuh kita gmn donk guys...aku belum mau matiiiii"rengek indah.
"Tenang ndah,aku bakal lindungin kamu.."sahut fergi.
"Makasih fer..."kata indah malu2.
Indra menarikku menjauhi ronald.yg lain mengikuti kami.
Ronald pun mengejar kami.akhirnya kami kejar2an layaknya ada di film horor saja.
Indra menarikku naik kelantai 2 lalu masuk ke kamar diikuti yg lain.segera dikuncilah kamar itu agar ronald tdk bisa masuk.
Brraaak..braaakkk..braaak
Pintu digedor2 ronald dari luar.
"Gmn nih??masa gini terus???"tanyaku sambil menatap indra yg diam dgn dahi berkerut.
"Gmn kalo aku keluar aja..siapa tau setelah aku pegang ronald,dia sadar lagi kaya kemaren malem??"katanya dgn wajah serius.
"Enggak!!enggak boleh!!iya Kalo dia sadar ndra... Tapi kalo enggak??dia pegang pisau lho..gak boleh pokoknya!aku gak ngijinin!!"kataku menolak mentah2 ide indra barusan.
"Tapi niss... Gak ada ide lagi...aku..."
"Pokoknya enggak!! Kalo kamu keluar aku juga!!'' kataku sedikit membentak dgn lantang.
__ADS_1
"Nis..."dia melembut menatapku dalam.
"Apa lagi??.kamu pengen celaka gara2 dia??hah!!! Kamu gak mikirin aku gmn nantinya??kalo kamu kenapa2..aku gmn???"kataku terisak.
Entah kenapa aku sedih sekali jika membayangkan harus berpisah dari indra.
Indra langsung memelukku.
"Maaf...aku gak nyangka kamu sesedih ini kalo aku kenapa2..aku pikir kamu gak peduli sama aku."ucapnya berbisik ditelingaku.
"Eheeem....hello... Serasa obat nyamuk nih.. Please deh nis,ndra..kondisi kita lagi gawat ini lho,kalian malah sempet2nya mesra2an"gerutu nindi.
Indra melepaskan pelukannya.
"Sorri.."
"Eh fergi..loe telfon deh cucunya yg punya rumah ini dulu..kali aja bisa bantu..yg ngerasukin ronald kan pasti salah 1 dari 3 sosok dlm lukisan ditangga kan?"saran feri.
Fergi mengangguk lalu meraih ponselnya dan mnghubungi seseorang.
Kami diam dalam pikiran masing2.aku bersandar didinding belakangku,lalu meluncur duduk dilantai.
Indra menatapku melas.
"Kamu haus?atau laper?"tanyanya.
"Aku pengen pulang..."jawabku.
"Iya,sebentar lagi ya..aku bakal bawa kamu pulang.."katanya yakin.
Tak lama suasana hening.
Ronald sudah tdk bersuara lagi.
"Kemana ya tu anak?"tanya feri sambil mendekatkan telinganya ke pintu.
"Intip coba.."kata nindi .
Feri mengintip di balik lobang kunci.
"Nggak ada guys..dia ilang.apa dia nyerah ya?"kata feri tak yakin.
"Nggak mungkin dia nyerah fer ..mungkin dia nyari strategi lain..atau jangan2...."kalimatku terhenti.
"Jangan2 apa nis??"tanya indra memperjelas.
"Aku takut ronald mencelakai dirinya sendiri.."kataku lagi.
"Bener juga tuh."sahut ferli.
"Orang nya lagi jalan kesini..tunggu aja .trus gmn nih?"kata fergi setelah menghubungi seseorang.
Indra lalu berjalan ke balkon kamar.dia mengamati keadaan sekitar.
"Wah..gawattt!!"pekiknya lalu berlari kepintu hendak membukanya.
"Kenapa ndra??kok dibuka??"tanya indah.
"Ronald mau gantung diri!!"kata indra panik.
"Hah???"teriak kami lalu ikut berlari keluar mengikuti indra.
Saat sampai dihalaman depan,ronald sudah bergantungan dgn nafas tercekat.
Indra menaikan tubuh ronald ke atas agar dia bisa bernafas lagi.feri mengambil kursi yg dipakai ronald lalu naik berusaha melepaskan ikatan yg ada dileher ronald.
Sosok ketiga penghuni itu ada disana.menatap kami semua dgn tatapan tajam.seperti tdk suka.
"Pergi kalian!!!dasar pembunuh!!perampok!!" kata noni belanda tadi ,dia menggunakan bhs indonesia dgn lancar & fasih.
Apakah dia mengira bahwa kami pembunuh&perampok yg mencelakai mereka dulu?
"Kami bukan perampok&pembunuh!!kami hanya menginap sebentar di villa itu.."kataku sambil menatap mereka.
Teman2 yg lain yg tdk melihat sosok disana bergidik ngeri sambil merapat padaku.sesekali menatap ke arah yg kuajak bicara.
"Kamu banyak omong!!dasar pribumi sialan!!"teriaknya lalu melayang menghampiriku dan berusaha mencekik leherku.
Aku mundur menghindarinya.namun aku terpeleset sehingga terjatuh dan dia berhasil meraihku.
"Uhuuuk..uhuuuukkk"aku batuk2 akibat perbuatannya.
Entah sejak kpn 'mereka 'bisa menyentuhku bahkan mencekikku selayaknya manusia.ini tdk masuk akal.
"Indraaaaa!!nisa ndraaa"teriak ferli panik.mereka tdk berani mendekat.
Indra menyuruh fergi memegangi ronald sementara feri masih mencoba melepaskan ikatan di leher ronald.
Indra berlari menghampiriku,dan sosok itu lenyap.
"Kamu gak papa?"tanya indra panik.
Aku hanya mengangguk karena rasanya leherku masih sesak.
"Uhuuukk.uhuuuukk.uhuuuukk"aku batuk batuk.
"Kaliaaan pergi dari rumahku!!"teriak noni belanda tadi,dan kali ini semua orang mendengarnya.hanya tdk bisa melihat wujudnya saja.
"Iya,mbaaa..kita juga mau pergi kok mbaaa..santai aja kelesss"ucap feri mencoba santai tapi tangannya gemetaran.
Tak lama ada sebuah keluarga blasteran belanda datang.
Dia menatap kami iba.
"Maaf,saya terlambat"katanya kepada kami.
Jangan2 dia cucu nya si noni ini..
Pria itu berjalan menghampiri ketiga sosok itu berdiri.
Dia bisa liat juga ternyata.
Mereka terlibat percakapan dgn bhs belanda.
Lalu perlahan ketiga sosok itu hilang lenyap bersama angin yg berhembus.
"Kamu mirip papa saat muda.pantas nenek mengincarmu.."kata pria itu ke ronald.
Ronald hanya diam krn masih shock.
Kami lalu ngobrol sebentar ditaman ini.karena kami tdk berani masuk ke vila lagi.
Baru kami tau kalau sosok itu masih terus mendiami villa karena belum rela meninggalkan villa mereka yg sudah mereka tempati dari dulu.karena mereka meninggal dibunuh& arwah mereka penasaran.itu kata sang cucu.
Setelah beberapa lama,kami undur diri.kami pulang naik mobil masing2 dan kembali kerumah masing2.
Saat dimobil aku& indra hanya diam.sepanjang perjalanan aku tdk mengucapkan apapun.begitupun indra.
"Pakai nis..dingin"kata indra lalu memberikan sweeter miliknya.aku memakainya kemudian merebahkan kepalaku bersandar dikursi.
Kupejamkan mataku karena aku lelah.indra menjalankan mobil dgn kecepatan sedang.takut ada guncangan yg membuatku bangun sepertinya.
__ADS_1