Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 7 kuntilanak di halaman rumah


__ADS_3

Aku terbangun karena suara adzan. rumahku memang dekat dengan masjid.


Kubuka mataku pelan, indra masih memeluk pinggangku dari belakang, kebiasaan nya dari dulu saat tidur bersamaku.


Badanku masih terasa sakit.


Ku lepaskan tangan indra perlahan, segera beranjak menuju ke meja rias ku.


Astaga,wajahku ancur gini.


Beberapa lebam & luka robek terlihat saat kubuka perban semalam.


Kuraba perlahan setiap inci wajahku, sambil mengingat kejadian kemarin.


Tiba tiba indra sudah memelukku dari belakang.


"Hmmm.. kok gak bangunin aku sayang.." katanya manja bersandar di bahuku sambil melihat luka di leherku.


"Iya, kamu kecapean gitu.. Kasian aku liatnya.."kataku sambil mengusap kepalanya.


"Kok dibuka perbannya? mau diganti?" tanya indra menatap wajahku di cermin.


"Penasaran aja sama bentuk muka ku..kok ancur gini ya, Ndra..jelek banget." kataku asal.


"Kamu tetep cantik kok. paling cantik buat aku," rayunya.


"Gombal kamu."kataku, mendengar rayuan indra.


"Ih kok gombal. Beneran gitu lho..oh iya, kamu libur aja ya.. aku udh ngabarin kantor kamu hari ini kamu ijin.." katanya masih bergelayut manja di bahuku.


"Eumm gitu ya.. Ya udh deh,lagian badanku masih sakit.pegel2.. Nanti aku mau minta panggilin bu surti aja deh,yg suka mijit disini"


"Eum,,iya gitu aja.hari ini kamu santai aja dirumah.gak usah ngapa2in..oke?"kata indra.


"Siap ndann!!"kataku menirukan gaya anak buahnya..


Dia malah ketawa melihat tingkahku.


\=\=\=\=\=


Setelah sarapan,indra kuantar ke teras krn dia ada urusan pagi ini tentang kejadian kemarin.


Aku lalu kembali masuk kedalam dan duduk santai di ruang tengah sambil nonton tv.


Mamah sudah memanggil bu surti utk memijatku hari ini,sembari menunggu aku sesekali bermain dgn aim.


Kebetulan aim sedang sakit.dia demam ,penyakit anak kecil kebanyakan. Jadi kubiarkan dia istirahat dikamar bersama kak shinta.


Tapi saat dikamar..


Aim terus menangis histeris di kamarnya.


Lalu saat akan kuketuk pintunya.kak shinta malah sudah membuka pintu dgn wajah panik& ketakutan.


"Kenapa kak?"tanyaku heran.


"Niss.. Di kamar kakak ada apa ya?"tanya kak shinta sambil bergidik ngeri.


Kebetulan kak adam sudah berangkat kerja pagi.mamah dan papah juga sudah pergi.


"Ada apa sih kak??"tanyaku heran.


Kuajak kak shinta duduk di ruang tengah.


"Tadi nis,,aim nangis.. Trus dia nunjuk nunjuk ke sudut kamar sambil teriak histeris ketakutan gitu loh..ada apa ya? Jangan jangan ada makhluk halus nya nis.."tanya kak shinta takut.


"Masa sih??"aku penasaran lalu aku masuk ke kamar kak shinta.


Kupandangi sekeliling kamarnya.


Kosong.tdk ada apapun.


Aku keluar lagi.


"Gak ada apa apa kok kak."kataku jujur.


"Masa?? tapi kok aim gini ya?"kak shinta terlihat lelah krn aim sakit dari kemarin,dan terlihat kak shinta kurang tidur.


"Sini,aim sama aku aja..kak shinta istirahat.."kataku lalu meminta aim dari gendongannya.


"Tapi kamu juga masih sakit kan?"kak shinta tdk enak.


"Sakit gini doang.. Nggak apa apa .sini aim sama tante ya.. Biar bunda istirahat.. Kasian tuh,capek bundanya."kataku berbicara dgn aim.


Entah aim ngerti atau enggak.


Anggap aja ngerti.hahahaha.


Akhirnya kak shinta memberikan aim kepadaku.


Kusuruh kak shinta tidur dikamar,tp dia gak berani.


Akhirnya kusuruh tidur di kamarku aja. awalnya menolak, katanya tdk enak jika di kamarku. Tapi ku yakinkan bahwa aku& indra tdk keberatan. lagipula kak shinta kulihat benar2 kelelahan& kurang tidur.


Akhirnya kak shinta mau.aku bermain dgn aim di kamar kak shinta.disana banyak mainan aim jadi pasti dia betah dikamar.


Beberapa menit pertama semua berjalan normal.aim anteng bermain bersamaku.


Sampai 1 jam setelahnya,aku mulai mengantuk krn pengaruh obat yg kuminum tadi.


Aku ketiduran sambil menemani aim bermain.


Tiba2 aku terperanjat kaget krn aim menangis .kulihat dia menatap ke sudut kamar dan menujuk dgn ekspresi ketakutan yg amat sangat.belum pernah aku melihatnya seperti itu.


Aku melihat ke arah yg aim tatap.


Degg!!


Jantungku berdegup lebih cepat.


Ada sosok hitam menyeringai ke arah kami,wajahnya seram sekali.aku yg udh segede gini aja takut apalagi aim.


Kugendong aim keluar kamar.


Saat kubuka pintu aku menabrak kak adam yg pulang awal.


"Ya ampun nisa..pelan donk. kalo aim jatoh gmn coba?"gerutu kak adam.


"Pegang dulu.."kataku menyerahkan aim ke kak adam lalu berlari ke dapur.


"Heii,,kenapa sih??nis??" teriaknya.


Aku kembali ke kamar kak adam membawa sekotak garam kasar yg sudah ku tumbuk.


"Heh..ngapain?mau masak di kamar kakak? pake acara bawa garem segala.."kata kak adam.


"Brisik ah.."


Kubacakan surat alfatihah,ayat kursi ,an nas, al falaq ,al ikhlas,dua ayat terakhir al baqarah lalu kutiupkan di atas garam kasar itu.

__ADS_1


Kuletakan dipojok pojok kamar kak adam sambil kubacakan doa lagi saat meletakannya.


Kak adam ikut masuk kamar dan heran melihat tingkahku.


Tapi dia diam saja.sampai aku selesai.baru dia bertanya lagi.


"Ada apa sih nis?shinta mana?"tanya kak adam.


"Kak shinta lg istirahat dikamarku.kasian kecapean tuh."


Lalu kuajak kak adam duduk di ruang tengah.


"Kok gak tidur dikamar sendiri aja?"kak adam heran.


"Takut.. Ada yg gangguin aim dari tadi.."kataku sambil mengambil toples dihadapanku.


"Hah?maksudnya?"


"Kakak ini pura pura **** apa gmn sih ah?masa gak ngerti!!"aku kesal.


"Assalamualaikum.." kak yusuf datang dgn kak rahma.


"Wa alaikum salam.."jawabku dgn kak adam.


"Nis, gimana kabar kamu? kakak baru balik tadi pagi ,jadi baru bisa kesini.."kata kak yusuf lalu duduk di sampingku sambil melihat wajahku yg lebam lebam.


Kak yusuf& kak rahma memang habis ke luar kota. Ada kerjaan bareng katanya.


"Biasa aja kak..selow aja.."kataku santai.


"Heh!! Nis.. Apaan koh maksudnya!!"kak adam masih penasaran.


"Ni pada kenapa sih?"kak yusuf penasaran melihat tingkah kami.


"Ada yg gangguin aim kak... Biasanya kalo anak kecil lg sakit kan gitu to..rentan diganggu sama yg gak keliatan.tadi kak shinta ketakutan.kusuruh aja istirahat di kamarku, aku yg jagain aim."kataku lebih jelas.


Kak yusuf hanya mengangguk ngerti.


"Serius nis? trus gmn sekarang?eh suf..kok kamu cuma manggut manggut aja..tolongin donk.."kak adam panik.


Aku& kak yusuf saling tatap lalu melihat kak adam heran.


"Udh diamanin kan nis?"tanya kak yusuf santai sambil ikut menyambar cemilan yg kupegang.sementara kak rahma sudah menggendong aim lalu dibawanya ke halaman depan.


"Udah kak..kak adam aja yg heboh"jawabku santai.


"Yakin??liat suf..yuk..kamu kudu cek!!"kak adam menarik kak yusuf masuk ke kamarnya.


Aku hanya geleng geleng kepala,heran melihat tingkah kedua kakak ku itu.


Lalu tak berapa lama,mereka keluar kamar ,kak yusuf hanya senyum sementara kak adam masih keliatan pucat.


Kak adam lalu menghampiri kak shinta di kamarku.


Aku bersandar di bahu kak yusuf sambil nonton tv dan makan camilan.sesekali kusuapi kak yusuf.


Lalu bu surti datang tak lama kemudian.


Aku masuk ke kamarku dgn bu surti saat kak shinta sudah bangun dan digandeng kak adam keluar dari kamarku.


Aku dipijit bu surti sebadan.


Rasanya enak & nyaman sekali.badanku rileks lagi.


Bagai motor yg baru diservice.


Kuraih jilbab seadaanya di kamar.lalu kutemui mereka di teras.


"Haaiii"sapaku ke mereka.


Mereka kaget melihat keadaanku.


"Kenapa ampe nganga gitu ngliatnya.kemasukan lalat nanti lho.."kataku melucu.


Tapi mereka tidak ketawa.


Mia& yuli menatapku lekat lekat.


"Ya ampun nis..kok gini bentuknya.."kata yuli cemas.


"Kemaren tuh ada apa sih nis??kamu gak balik kantor lagi.tau2 ada yg ngabarin kamu diculik?"tanya dimas.


"Oh iya, ini tas kamu kemaren..masih utuh kok..hehe"kata mia.


Aku menceritakan kejadian kemarin.


Mereka melongo mendengar penuturanku.


"Anjar gmn mi?kemaren dia ditinggal gitu aja di jalan.."tanyaku cemas.


Aku baru ingat wisnu malah setelah melihat mia.


"Gak papa kok nis.cuma luka luka dikit aja ,dia malah khawatirin kamu."sahut mia.


"Alhamdulillah.."


Mereka hanya sebentar di rumahku krn mereka hrs kembali ke kantor.


Aku menghubungi indra hanya sekedar bertanya apakah dia sudah makan siang atau belum.


Tapi ponselnya tdk aktif.


Biasanya dia sering lupa makan kalau sedang sibuk seperti itu.


Aku berniat membawakannya makan siang.


Lalu kusiapkan makanan utk ku bawa ke kantor indra.


"Buat siapa nis?"tanya kak rahma saat di dapur bersamaku.


"Pengen nganter makan buat indra kak"jawabku.


"Wah,,romantis bgt.."jawab kak rahma.


"Ah kakak..biasa aja ah.."lalu aku pergi ke kamar ganti baju.


Tdk lupa aku memakai masker utk menutupi luka di wajahku.


Dgn diantar supir aku ke kantor indra membawa rantang makanan.


Tdk butuh waktu lama, hanya sekitar 20 menit saja aku sampai di sana.


Aku turun dari mobil,beberapa orang melihatku dgn tatapan heran. mungkin krn aku memakai masker ya.


"Maaf mba, mau nyari siapa ya?"tiba tiba ada anak buah indra yg menghampiriku.


"Pak indra ada?"tanyaku tanpa membuka masker di wajahku.


"Pak indraaa??" tanyanya dgn wajah keheranan.

__ADS_1


"Eum..ada. tapi sedang ada rapat ,tunggu saja sebentar.."lalu dia menyuruhku menunggu di ruang tunggu.


Sekitar 40 menit kemudian barulah indra muncul.dia langsung mengenaliku sekalipun aku memakai masker.


"Lho ,,,nisa??kok kamu di sini?ngapain??" tanyanya dgn langsung menghampiriku.


"Aku mau anterin kamu makan siang.kamu pasti belum makan.."jawabku.


"Ini knp pakai masker sih?anak buahku kan gak tau kalo ini kamu..kalo tadi tau kamu yg dateng pasti langsung disuruh masuk.." katanya sambil melepas maskerku.


"Ih,,biar aja.. Muka ku jelek. ditutup aja.."larangku.


"Enggak!! Dibilang kamu cantik!! Gak usah ditutup..yuk.. Ke ruanganku aja..kamu juga pasti belum makan "indra langsung menggandengku masuk ke ruangannya.


Kami melewati beberapa anak buahnya sebelum dapat mencapai ruangan indra yg letaknya didalam.


Rekan indra yg tadi bertanya padaku agak kaget melihatku.


"Maaf bu, saya tidak tau kalo ternyata bu indra..''ucapnya.


"Nggak apa apa ."jawab indra cuek.


Aku hanya senyum menanggapinya.


Sampai di ruangan indra,kami duduk disofa.kami makan siang bersama


"Kamu kok pakai repot kesini sih sayang.. Kan kamu belum sembuh gini.."kata indra khawatir.


"Gak papa kok ndra.. Lagian aku bosen di rumah.. Aku telfonin kamu,gak diangkat trus.. Jadi aku kesini,aku yakin kamu belum makan.."kataku sambil bersandar di dadanya.


"Maaf,tadi aku ada perlu,ngurusin masalah Fikrie kemaren.."jawabnya sambil membelai kepalaku lalu mengecup pucuk kepalaku lembut.


"Trus gmn mereka?"


"Nunggu sidang sayang.aku bakal pastikan mereka akan mendapat hukuman seberat berat nya ."kata indra dingin.


Kurapatkan pelukanku.


"Kamu ke sini sama siapa?"tanyanya


"Sama pak dirun.tapi tadi kusuruh pulang dulu,takutnya aku di sini lama.."


"Ohh,,ya udh,nanti aku anter kamu pulang ya..tapi sebentar aja,aku hrs balik lagi ke sini.."


"Iya ndra, gak papa.aku ngerti kok"


Aku ada di kantor indra selama 2 jam.lalu diantar pulang indra.tapi dia kembali lagi ke kantornya.


Setelah minum obat lagi,aku pun mengantuk dan tertidur.


\=\=\=\=\=\=


Aku mendengar suara tangis aim yg terus terdengar,kubuka mataku.kuliring jam wekerku ternyata sudah pukul 23.00 dan indra belum pulang.


Kuputuskan aku keluar kamar melihat keadaan aim.


Kuketuk pintu kamar kak adam.tapi tdk ada sahutan.


Akhirnya ku buka,dan kulihat kak adam masih terlelap.sedangkan kak shinta tergeletak dilantai.


Pingsan? masya allah?!!


"Kak...kak shinta??kaaaaakk!!"teriakku sambil kutepuk tepuk pipinya..


Dia menggumam ,lalu perlahan membuka mata.


"Nis,,,nisaaa!!!!aim...!!"pekik kak shinta.


Kutengok di ranjang aim tdk ada.


Duh ke mana sih?perasaan pintu tadi ketutup kok.gak mungkin kan aim keluar kamar. dia kan gak bisa buka pintu.


"Kak adam bangunin..nisa cari keluar.."kataku lalu keluar kamar mencari ke setiap sudut rumah.


Tangis aim kudengar samar samar. jangan jangan aim di luar.


Segera aku berlari keluar rumah.


Saat kubuka pintu depan, kuedarkan mataku ke segala penjuru halaman.


Kaki melemas, karena aku melihat aim dalam gendongan seorang wanita buruk rupa. wajahnya rusak parah perutnya berlubang ,terlihat organ dalamnya menggantung.


Kuberanikan diriku maju menghampiri tempat makhluk itu menggengong aim. di dekat pohon mangga.


Aim menangis ketakutan melihat sosok itu.aim melihatku dan mencoba menggapai tanganku.


Hati kusedih melihatnya.


Aku maju dgn membaca doa dlm hati. kuteguhkan hatiku agar kuat menghadapinya.


Saat jarakku makin dekat sekitar 3 meter,sosok itu menoleh dan menatap tajam kepadaku.


"Kembalikan dia.. !!"kataku dingin.


Dia hanya menyeringai dan tertawa


Hihihihihihihi


Kuambil kalung tasbih di leherku yg selalu ku kenakan,pemberian dari ustadz saat aku di pesantren dulu. Sambil kubaca doa aku mendekat dgn tasbih itu di tanganku.


Sosok itu menggeram dgn mengerikan.dia marah sekaligus takut dgn apa yg kulakukan.


Aku tdk gentar sedikitpun,melihat aim membuatku lebih berani.


Kulemparkan tasbih itu ke padanya yg berada di atas pohon mangga,tiba tiba aim dilepaskan begitu saja.aku yg kagetĀ  tidak siap dengan apa yg kulihat.


Buggg!!seeet


Indra tiba tiba sudah ada di dekatku dan menggelinging ke bawah berusaha menangkap aim.


Aim jatuh ke pelukan indra dengan sempurna.


"Aim!" teriak kak shinta lalu berlari ke arah kami bersama yg lain.


Ku bopong Aim dan berusaha kutenangkan sebisaku. Badannya bergetar, dia masih ketakutan.


Lalu kuberikan ke kak shinta, mungkin dgn ada di pelukan bundanya dia akan lebih merasa tenang.


Aim dibawa kak Shinta dan kak Adam masuk rumah.


Indra yang baru pulang mencemaskan ku.


"Kamu gak apa apa sayang?" tanyanya sambil memeriksa setiap inci tubuhku.


"Gak apa apa..untung kamu cepet dateng." jawabku dengan memeluknya.


Papah mengajak kami masuk karena hari sudah larut.


Setelah keadaan cukup baik aku dan Indra memutuskan kembali ke kamar untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2