Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 33 trimester 3


__ADS_3

Tak terasa kehamilanku sudah memasuki trimester ke 3.dan hanya tinggal hitungan hari saja anak kami akan lahir ke dunia ini.


Aku sudah memutuskan resign dari pekerjaanku.rasanya aku ingin menjalani peran sebagai seorang ibu baru tanpa harus disibukan dgn kegiatan diluar rumah.aku sering iri dgn kak shinta yg selalu dirumah,namun apa yg dikerjakannya tdk lah sepele,mengurus aim seorang diri,dari pagi hingga malam.jarang sekali ada wanita yg berpendidikan tinggi rela tinggal dirumah utk mengurus anak& suami.yah,kak shinta adalah seorang sarjana hukum.


Namun lebih rela tinggal dirumah dan meninggalkan impiannya utk menjadi seorang pengacara demi aim.


Pagi ini,dgn perut yg sudah besar, aku dan indra jalan jalan pagi disekitaran komplek rumah.


Ini memang kegiatan rutin kami setiap pagi setelah sholat subuh.


Menurut saran dokter diusia kandungan ku yg sudah besar ini,aku disarankan utk sering jln jln agar prosesi kelahiranku lancar.


Tanpa sengaja kami melihat ada papan bertuliskan


'rumah ini dijual hubungi...bla..bla..bla..'


Indra sepertinya tertarik dgn rumah itu,sehingga dia menyempatkan utk berhenti dan memfotonya.


"Nis,bagus ya.."ucapnya takjub melihat rumah dihadapan kami ini.


Aku tau apa yg ada dipikirannya,bukan krn aku ini seperti 'edward cullen'yg bisa membaca pikiraj orang lain..


Namun sudah berkali kali indra sering membahas tentang rumah.dia ingin membeli sebuah rumah utk kami tempati nanti.


Se'nyaman apapun kami dirumah papah,memang sudah seharusnya kami juga memikirkan utk membeli sebuah rumah,apalagi anak kami akan segera lahir.kami perlu tambahan kamar utk anak kami nantinya.


kesukaan kami yg sering menonton film barat, menginspirasi kami utk membuat kamar bayi utk anak kami nanti.bahkan indra sudah mendesign kamar nya juga.dia sangat pintar membuat sketsa,dan terbentuklah sebuah skesta kamar bayi diatas sebuah kertas yg dia lukis sendiri,mulai dari pemilihan warna,perabotan,semuanya sudah dia persiapkan.#dalam bentuk gambar. :p


"Mmm...bagus sih,,luas halamannya dan yg pasti deket sama rumah papah"kataku sambil nyengir.


Aku memang tdk ingin jauh dari keluargaku,jika kami ingin mencari rumah syaratnya hrs dekat dgn rumah papah.


Krn kak yusuf pun demikian,rumah kak yusuf hanya beda gang saja dari rumah papah.jadi jika sewaktu waktu kami merindukan kak yusuf,bisa langsung datang dalam hitungan menit.


"Gmn kalau kita ambil nis?"tanya indra.


"Mmm..boleh aja.. Tapi kita bhs dulu sama papah ya.."kataku masih menatap rumah ini.


Setelah puas melihat rumah ini,kami lalu pulang.krn matahari sudah mulai menampakan eksistensinya.menunjukan bahwa hari mulai siang.indra ada pekerjaan juga.sehingga kami tdk bisa terlalu lama disini.


\=\=\=\=\=\=\=


Sampai rumah ,kami langsung mandi.segar sekali rasanya mendapat guyuran air dingin.selama hamil,aku sangat rajin mandi.bahkan kadang bisa sehari 3 kali,kaya minum obat.


Walau ac sudah menyala,rasanya selalu saja gerah.mungkin aku hrs tinggal didaerah pegunungan.atau di luar negri yg bersalju.#ngarep


Selesai mandi,indra sudah rapi dgn memakai baju hitam dan celana pendek hitam.yah,dia akan bekerja,bukan main ke mall.memang seragamnya tdk selalu resmi seperti polisi biasanya.kadang malah dia memakai baju lusuh dan celana panjang yg agak sobek seperti orang gila.apalagi alasannya jika bukan utk menyamarkan identitasnya.


"Nanti pulang jam brp?"tanyaku sambil memeluknya dari belakang.


"Kenapa?"tanyanya sambil memakai jam tangan rolex berwarna hitam pemberianku saat dia ultah thn kemarin.


"Gak papa.. "Kataku lirih .


Manja..


Iya,aku makin manja ke indra.


"Nanti mau dibeliin apa?"tanya indra yg kini sudah membalikan badannya berhadapan dgnku.


"Mmm..apa ya.."aku masih berfikir ingin dibawa kan apa lagi hari ini.setiap pulang kerja indra selalu membelikanku makanan,buah/ minuman pesananku.


Sambil merapikan anak rambutku yg agak berantakan,dia masih sabar menunggu jawabanku.

__ADS_1


"Pengen donat j*o aja ndra.."pintaku.


"Oke sayang.."lalu dikecuplah keningku.tdk lupa pula perutku.


Kami sarapan dulu bersama sama.


"Oh iya pah,tadi pas indra sama nisa jalan jalan kita liat rumah yg ada diujung gang ini.. Itu dijual ya pah?"tanya indra membuka obrolan.


"Ujung gang???mmm...rumah yg warna hijau ya?"tanya papah sambil mengingat ingat lagi.


"Iya pah,,yg ini lho pah"sahut indra sambil memberikan ponselnya yg tadi digunakannya utk memfoto rumah itu.


"Ohh yg ini?wah,kalo ini punya temen papah.pak candra... "Kata papah yakin.


"Om chandra pindah mana sih pah?"tanyaku sambil menyuap sepotong roti bakar kemulutku.


"Pindah ke surabaya nis.. Tugas disana.."


"Tapi kayanya perabotannya masih ada pah?"tanya kak adam.


"Iya,mungkin dijual sama perabotannya sekalian "jawab papah ragu.


"Kalian minat sama rumah itu?"tanya mamah.


"Mmm..kaya nya sih gitu mah.lagian nisa mau nya yg deket sini aja."sahut indra.


"Pah,,papah kenapa?"tanyaku yg melihat gurat kekhawatiran disana.


"Gak papa nis.. "Sepertinya papah menyembunyikan sesuatu.


"Ya udah,nanti papah coba tanya ya,mau dijual brp rumah itu."kata papah lagi.


"Iya pah..makasih ya pah.."


Selepas sarapan,aku mengantar indra sampai teras.


"Baik baik dirumah ya sayang.. Dede..jagain bunda ya..jangan nakal.ayah kerja dulu.."kata indra sambil mendekat wajahnya ke perutku.


"Iya ayah..ayah cepet pulang"kataku menirukan logat anak kecil.


Memang kata orang,jika akan & sudah memiliki anak,perilaku kita akan seperti orang gila.ngomong sendiri,dijawab sendiri.


Indra lalu segera naik mobilnya dan pergi melesat keluar halaman.


Aku lalu kembali masuk dan duduk diruang tengah ,kebetulan ada papah disana.


Aku duduk bersandar pada papah.


"Indra udah berangkat?"tanya papah basa basi.


"Udah pah.."


Kami sedang menonton berita di tv.tontonan favorit papah.


"Pah.."


"Hmmm.."papah masih fokus melihat siaran berita itu


"Soal rumah itu... Gak ada masalah kan pah?"tanyaku pelan.


Papah diam sebentar lalu menatapku.


"Kamu tau kan kalau keluarga itu pernah kehilangan anak nya nis?si dika.. Meninggal gara2 tenggelam dikolam renang belakang rumahnya?"kata papah khawatir.

__ADS_1


"Trus knp?"tanyaku yg pura pura tdk paham apa yg dicemaskan papah.


"Ya kamu kan bisa merasakan hal hal gaib kan?papah takut kalo kamu sering diganggu saat disana..papah gak mau kamu dan cucu papah kenapa kenapa"jawab papah.


"Pah,papah gak usah khawatir.kalo rumah itu jadi kami beli,nanti nisa minta tolong kak yusuf sama kak arif buat liat.aman gak kalo nisa disana..iya kan pah?"tanyaku.


Papah nampak diam,mungkin berfikir kembali.


"Hmmm..gitu?iya juga sih..ya udah nis kalo kalian udah yakin sama rumah itu,papah gak bisa apa apa lagi..asal jaga diri.ada apa2 telfon ke rumah,atau langsung ke sini aja."papah masih saja cemas.mungkin karena aku ini anak bontot papah,yg sebenarnya anak yg paling dimanja oleh papah dan kakakku yg lain.kdng aku merasa kalau mereka masih saja memperlakukanku seperti anak kecil.


"Iya papah..nisa bkal jaga diri.papah jng khawatir gitu"sambil memeluk papah disampingku.


Sebenarnya saat tadi melihat rumah itupun,aku melihat ada seseorang yg mengintip dari bali korden ruang tamu.namun tdk kupedulikan.


\=\=\=\=\=\=


Saat siang mamah melati datang.


Kami memang sudah berencana utk datang ke sebuah spa.


Mamah mengajakku utk spa dan nyalon seharian.kebetulan ada salon khusus ibu hamil,jadi kami berencana kesana.


Mamah datang bersama sopir pribadi,dan kami segera menuju tempat spa itu.


Aku pun menceritakan tentang rencana kami membeli rumah,mamah senang sekali.krn kami akan memiliki rumah pribadi.dan nantinya mamah berjanji akan sering sering mampir bahkan menginap.


Seharian ini kami habiskan disalon itu,beberapa ibu yg sedang hamil sepertiku juga banyak yg datang utk melakukan treatment juga seperti ku.


Perlakuan papah didi& mamah melatipun sama seperti papah & mamahku,mereka juga sangat memanjakanku.mungkin ini untungnya menikah dgn anak tunggal seperti indra.


Aku tdk punya saingan dgn menantu lainnya.hehehehe.#ketawa jahat.


Selama beberapa jam kami disini.dan selesai spa,rasanya badan enak sekali.dan moodku menjadi lebih baik lagi.


Mamah pun mengantarku pulang karena hari sudah hampir senja.


Semburat merah sudah muncul dilangit,membuat langit terlihat indah dgn warna yg jarang kulihat.


Sampai rumah,kulihat indra juga sudah pulang.dia menghampiri kami yg tak lama masuk ke halaman rumah,lalu membukakan pintu penumpang mobil belakang.


"Kamu udh pulang?"tanyaku sambil keluar dari dalam mobil.


"Udah sayang,setengah jam lalu.mah,,mampir dulu kan?"tanya indra ke mamah melati yg masih anteng duduk disamping ku tadi.


"Enggak sayang.mamah langsung pulang ya.papah juga udah nelfonin mamah nih.."kata mamah menolak.


"Ohh gitu..ya udah ati ati ya mah..pak budi,nyetirnya pelan aja ya"pinta indra ke sopir pribadi mamah.


"Baik mas.."


Kami lalu salim ke mamah.dan mamahpun segera pulang.


Indra menggandengku masuk.


"Gmn tadi?"tanya indra.


"Seneng.."jawabku sambil bergelayut manja di lengan indra sambil berjalan masuk kedalam rumah.


"Donat nya tuh..mau dimakan sekarang?"tanya indra sambil menunjuk donat yg tergeletak di meja ruang tengah.


"Iya donk.."lalu aku mengambil nya satu sambil duduk disana.


Indra hanya memandangiku yg lahap sekali makan donat.

__ADS_1


Donat memang salah satu makanan favoritku.aku tdk bisa mengatakan tdk pada donat.


__ADS_2