Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 30 makan malam


__ADS_3

"Indraaa!!"teriak revan sambil berlari kecil ke arah kami yg sudah ada didekat mobil hendak pulang.


Indra menoleh memandangnya dingin.sepertinya indra kurang suka dgn kejadian barusan.


"Ada apa"tanya indra.


"Aku mau ngajak kalian makan malam,utk merayakan ulang tahunku..bisa?"katanya penuh harap.


Indra memandangku,meminta persetujuan dariku.


Aku hanya menaikkan sebelah alisku.


"Insha allah bisa..jam brp?"


"Nanti malem jam 8 ya,direstorant favorite kita dulu."


Indra hanya mengangguk dan tersenyum ke revan lalu kami masuk ke mobil.


Bukannya kata dani ,revan ngajak makan sepulang kerja ?kok jadi ganti malem?


Dalam perjalanan pulang,tak henti hentinya aku menatap bunga yg ada ditanganku.


Terkadang indra memang sangat romantis,walau tak jarang juga dia sangat cuek.dia selalu bisa menempatkan posisinya dan terus mampu membuatku tersenyum disaat aku terpuruk sekalipun.


"Kenapa?"tanyanya sambil sesekali melirik kepadaku yg duduk disampingnya.


"Gak papa,seneng aja kamu pulang..hape kamu kenapa sih?kok gak bisa aku telfon?"tanyaku sedikit jengkel namun berusaha ku tutupi.


"Maaf,aku gak bisa aktifin hp,karena kerjaan aku kemarin sayang.."katanya lembut.


"Ohh gitu.. Kamu langsung kesini?gak pulang dulu?"tanyaku.


"Iya,habisnya udah kangen sama kamu.."katanya dgn senyum simpulnya.


Sampai dihalaman rumah,kami lalu langsung masuk kedalam.


Di kamar indra langsung memelukku dari belakang.


"Aku kangen.."katanya berbisik lirih.


"Aku juga,kangen bgt.."kataku manja.


Mungkin krn kebiasaan kami yg selalu setiap hari bertemu,dan jika kami tdk bertemu lama maka rasanya akan seperti ini.


Aku berbalik menghadapnya.menatap wajah pria yg selama beberapa thn terakhir ini selalu menemaniku.


Rasanya teduh sekali menatap indra dalam jarak sedekat ini.


Indra menaikan daguku pelan,lalu ******* bibirku lembut.


Aku pun membalasnya.kerinduan yg sudah lama kami pendam selama ini seakan luruh semua.


Walau baru 1 minggu tdk bertemu,rasanya seperti 1 thn.


Mungkin aku yg lebay.tapi itu kenyataan.aku tdk bisa jauh dari indra dlm waktu lama seperti kemarin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pukul 19.30


Kami sudah bersiap ke acara yg dibuat oleh revan.


Kami memakai baju couple berwarna senada lalu melenggang masuk naik mobil indra.


Tak lama kami sampai direstoran yg dimaksud revan.


Kulihat sudah dani ada diparkiran,dia baru sampai juga rupanya.


"Dani!!"panggilku.


Dia menoleh lalu melambaikkan tangannya pada kami.


Dgn menggandeng tangan indra kami menghampiri dani yg ada diparkiran motor.


"Baru dateng?"tanyaku.


"Iya nih.. Yuk masuk.si fitra dah bbm aku sih,mereka udah didalem katanya"ucap dani sambil menatap ponselnya.


Kami lalu masuk dan langsung diantar oleh mas mas pegawai restoran ke meja yg sudah dipesan oleh revan.


Terlihat dari kejauhan,mereka sudah ada disana.


Revan memilih tempat dibelakang,dgn pemandangan yg cukup indah.


"Akhirnya dateng juga ndra.."kata revan lalu berpelukan dgn indra.

__ADS_1


"Iya,sorry telat,, nyonya agak ribet tadi.."katanya sambil melirikku.


"Santai ndra.."kata revan.


Aku tdk menyimak mereka karena pandanganku tertuju pada sosok anak kecil yg terus mengikuti cindi.


Aku menoleh ke dani.dani kemudian mendekat.


"Cuekin aja.."katanya berbisik.


Indra lantas menggandeng tanganku,lalu kami duduk di kursi yg masih kosong.bersebelahan dgn dani.


Yuli datang bersama eric.dan menurut penuturan nya,mereka akan menikah sebulan lagi.


Syukurlah kalau begitu.


Mia pun seperti nya sudah berdamai dgn wisnu,karena mereka terlihat mesra kembali.


Tiba tiba cindi berpindah duduknya didepanku.walau kami dipisahkan oleh meja.namun aku sangat tdk suka dia ada dihadapanku sekarang.sebenarnya aku males dekat2 dgn dia.rasanya aku masih kesal karena tuduhan nya padaku tadi siang.karena perkataannya mampu membuat beberapa orang menatapku sinis.


Dan tentunya,aku takut juga dgn anak kecil yg selalu bersama nya.


Ku tatap anak kecil itu,karena dia terus melihatku sedari tadi dan membuatku risih.anak itu menatap tajam kepadaku lalu mendesis seperti ular.namun aku tdk takut.


Kubacakan doa sebentar,dia kemudian beringsut mundur,dan bersembunyi dibalik cindi.


"Cin..."panggilku karena aku sudah tdk tahan lagi melihat anak itu.


"Iya nis.."


"Mmm...gak jadi.."kata ku sambil berfikir,sepertinya tdk etis jika aku membahas disini,dgn banyak orang disini.


"Lho kenapa?"tanya cindi penasaran.


Aku diam dan membuat semua orang menatapku.termasuk indra.dani pun menyenggol kakiku ,mengisyaratkan agar aku tdk melanjutkan kalimatku.


"Kapan kalian menikah?"tanyaku akhirnya.dan membuat dani menekan kepalanya lalu menyecap kopi yg ada dihadapannya dan melihat ke arah lain.


Revan terlihat kaget dgn pertanyaanku.


"Mm..aku sih tergantung revan."kata cindi penuh harap ke revan.


"Revan!! Nikahin cindi!! Kamu hrs tanggung jawab!!"kataku dingin.


"Maksud kamu apa nis?"dia seolah tdk paham perkataan ku.


"Nis,,kesana bentar yuk."ajak indra.lalu langsung menggandengku menjauh dari sana.dia mungkin kaget dgn reaksiku yg diluar kendali seperti ini.


Kami ngobrol didekat kolam air terjun mini.


"Kamu kenapa?"tanyanya langsung tanpa basa basi.


"Apanya?"


"Kamu ngomong gitu ke cindi& revan?"


"Oohh.. Aku muak liat mereka ndra.. Aku juga capek liat anak kecil itu terus ngeliatin aku dari tadi.."


"Anak kecil yg mana?"tanya indra sambil menatap dalam manik mataku


"Ada anak kecil yg selalu ngikutin cindi.kayanya sih itu anak mereka.karena tadi cindi bilang kalo hubungan mereka udah jauh.."kataku sambil mendesah.lalu berpaling menghadap ke belakangku.


Terkadang aku merasa sangat lelah dgn kemampuanku ini.


Terlebih saat indra belum ada didalam hidupku.aku merasa sendirian,aneh,dan bosan utk hidup.


Namun setelah indra hadir,semua itu luruh seketika.dia selalu memberikanku kekuatan.membuatku lebih berani menghadapi mereka.


Tak terasa air mataku menetes.


"Heii.. Kenapa kok kamu nangis?"indra lalu membelai wajahku lembut.aku lalu memeluknya.


"Aku capek..aku capek sama semua ini ndra..kenapa mereka selalu muncul.. Kenapa hrs aku yg ngalamin ini?aku pengen hidup normal tanpa melihat mereka.."ucapku dgn terisak.


Indra memelukku erat ,tanpa mengucapkan sepatah katapun.dia membiarkanku menangis dipelukannya sambil membelai punggungku.


Baru kali ini aku mengeluh tentang kemampuan terkutukku ini.


Selama ini aku selalu berusaha menerimanya walau selalu dibayangi oleh ketakutan dan trauma.tapi belum pernah aku mengatakan hal ini pada siapapun juga.


Dan entah kenapa,hari ini aku begitu lelah.seolah olah aku sudah mencapai titik jenuh ku yg selalu kucoba kututupi dari orang lain.


Dan selalu rasa nyaman yg kurasakan saat ada dipelukan indra.


Dia seperti memberikan energi positif utkku.dia sangat mengerti keadaanku yg berbeda dari orang lain pada umumnya.

__ADS_1


Dan tak lama keadaanku mulai stabil.tangisku mulai reda


Kulepaskan pelukanku.


Indra menatapku dalam dgn senyum simpulnya.lalu dia menghapus sisa sisa air mataku dgn tangannya.


"Udah enakan?"tanyanya lembut.


Aku mengangguk dan indra melayangkan kecupan dikeningku.


"Ndra!!!! Sini!! Makan dulu"teriak revan dari kejauhan.


"Kita kesana apa mau pulang aja?"tanya indra meminta persetujuanku.


"Kesana.."jawabku singkat


Dgn menggandengku indra membawaku berkumpul bersama yg lain.


Dani menatapku lekat lekat.aku yakin dia tau bahwa kondisi ku tdk begitu baik.


Kami lalu makan bersama.


Kali ini aku memesan cumi saus padang kesukaanku,namun itu tdk seperti cumi saus padang yg selama ini pernah kumakan.rasanya sangat menyakitkan saat makanan itu masuk ke tenggorokanku.


Mungkin karena suasana hatiku yg kurang bagus hari ini.


Indra yg melihatku tdk bersemangat makan lalu mengambil sendok yg ada ditanganku.


"Aku suapin.."katanya.


Aku diam saja dan menurut disuapi olehnya.


Ini salah 1 kebiasaan kami,jika indra melihatku tdk bersemangat makan pasti dia selalu menyuapiku hingga makananku habis.


Semua teman2ku asik bercanda seperti biasa.aku hanya melempar senyum yg dipaksakan saat mereka melucu.


Selesai makan..


Kami lalu pulang.dalam perjalanan pulang,aku banyak diam.


Lalu saat rute yg biasa kami lalui utk pulang berbeda aku protes.


"Kita mau kemana ndra?ini bukan jln pulang kerumah kan?mau kemana lagi?"tanyaku sambil menatap indra yg fokus menyetir.


"Nanti kamu juga tau sayang.."katanya.


Tak lama kami sampai disebuah hotel didaerah pegunungan.


"Kok ke hotel?"tanyaku heran.


"Mmm.. Kita nginep sini ya.. Aku yakin kamu bakal suka.pemandangannya bagus bgt"kata indra yakin,lalu keluar dari mobil dan membuka kan pintu penumpang disampingku.


Dia mengulurkan tangannya dan aku pun meraihnya lalu mengikutinya masuk ke dalam.


Sepertinya indra sudah resevasi utk kamar hotel kami.


Indra langsung membawaku ke kamar yg ada dilantai paling atas..


Saat pintu dibuka,aku merasa takjub dgn pemandangan di balkon kamar ini..karena dapat dgn mudah terlihat dari pintu ini.dgn dilapisi kaca, semua nya terlihat begitu jelas.


"Waaah... Bagus bgt ndra.. Kota keliatan dari sini ya.."ucapku dgn agak berlari menuju balkon kamar.indra mengikutiku dgn langkah yg pelan.seolah ingin membiarkan ku melihat keindahan kota kami yg kami lihat dari atas sini.


Senyum tersungging di wajahku.


Banyak lampu yg kulihat dari sini,lampu dari rumah rumah yg ada dibawah sana,kerlap kerlip seperti bintang dilangit.suasana yg sejuk menambah sejuknya hatiku.dan membuatku melupakan rasa yg tdk nyaman yg kurasakan tadi diresto.


Indra memelukku dari belakang.


"Suka?"tanyanya.


"Iya.."


"Mungkin kita hrs sering2 check in gini ya nis..biar kamu gak bosen"katanya lagi.


"Mmm.. Sesekali boleh lah.."


Indra lalu mengelus perutku.


"Aku yakin,anak kita akan kuat seperti kamu.."katanya membuatku haru.


Apakah aku sekuat itu?aku sama sekali tdk merasa begitu.


"Kamu yg selalu menguatkan aku ndra.."


Terkadang kita terlihat kuat bukan karena kita kuat sungguhan,tapi kita tdk punya pilihan lain dan hanya itu yg tersisa.

__ADS_1


Kami terus berpelukan sambil melihat pemandangan yg tdk bisa setiap hari kami lihat.tdk banyak obrolan lagi,kami diam dgn pikiran kami masing2.


__ADS_2