Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 32 berdamai


__ADS_3

Dgn menenteng sebuah parcel buah,indra menggandeng ku menuju koridor rumah sakit.


Kami hendak menjenguk revan yg sudah 3 hari dirawat disini setelah insiden penculikanku kemarin.


Aku merasa sangat bersalah karena masih tdk mempercayai revan,mungkin memang dia sudah berubah..


Sampai kami disebuah ruang rawat inap kelas 1..indra membuka pintu ruangan itu lalu menggandengku masuk.


Disana revan sedang terbaring sambil tertidur.kami mendekati nya dgn langkah yg terkesan diatas angin,alias tanpa suara .takut membangunkan revan yg sedang istirahat.


Namun usaha kami sia sia.revan justru membuka matanya lebar lebar.mungkin aku harus mempelajari ilmu meringankan tubuh sama eyang uyut seandainya beliau masih sehat.


Aku dan indra saling melemparkan pandangan,terkadang aku melotot ke arahnya,dia balik memandangku aneh dgn menggerakan kepalanya.


Mungkin jika bhs isyarat kami terjemahkan ,akan ada translate dibawah ,yg kurang lebihnya seperti ini...


Nisa: "Kamu sih!jadi dia bangun kan??!!"


Indra: lah kamu tuh kenapa pake high heels segala,bunyinya kan tuk tik tak tik tuk.jelas aja dia bangun.


Nisa: badan kamu kan berat ndra!! Udah pasti bikin lantai bergetar karena langkah kamu.


Indra : kamu pikir aku musuhnya ultraman??ampe bisa bikin lantai bergetar?


Maaf,sekedar intermezzo yg garing. -_-


Revan mulai mengerjap kan matanya dan tak lama terbuka sepenuhnya.


Senyum menghiasi wajahnya yg tdk terlalu baik dariku.


Ada warna biru dan merah disekitar wajahnya.yah mirip aku dikitlah.hanya luka pada wajahku sudah agak samar karena indra selalu telaten mengobatiku dgn obat yg dia beli di china.#eh bukan,obat china yg dia beli ditoko herbal.


No rasis..but,semua sudah yakin akan khasiat obat china.pasti manjur..


"Kalian kesini?"tanya revan sambil berusaha bangkit dari kubur..#aiiissshhh...dari tidurnya


"Iya van,gmn keadaan kamu?"tanya indra lalu duduk ditepi ranjang samping revan.


Aku duduk dikursi dekat dgn indra.


"Lumayan ndra.."katanya dgn nada suara yg pelan.


"Thanks ya van.. Untung ada kamu.jadi nisaa...."indra tak berani meneruskan kalimatnya.


"Jangan mikir gimna2 ndra.. Aku cuma pengen menebus semua kesalahanku ke kalian..aku tau apa yg kulakukan dulu tdk lebih baik dari angel.tapi aku bener2 pengen berubah.."katanya tulus.


"Maaf ya van,kalau sikapku selama ini kurang baik ke kamu"kali ini aku yg unjuk bicara.


Revan tersenyum sambil menatapku.


"Gak papa nis,,aku maklum kok.."ucapnya.


Ceklek


Pintu ruangan dibuka,lalu muncullah seorang wanita,cindi.


Dia datang membawa kantung kresek warna putih dan baunya sunggu membuat my baby bergerak gerak.


Kamu laper ya nak!


"Eh ada nisa sama indra..udah lama?"tanya cindi sambil meletakan bungkusan di meha samping revan.


"Baru aja nih"jawabku.


Dan masih saja sosok anak kecil itu mengikuti cindi.


Indra yg menangkap raut wajahku yg berubah,lantas membelai wajahku agar aku berpaling dari apa yg sedang ku tatap

__ADS_1


"Kamu gak papa ta?"tanya indra.


"Gak papa .."jawabku sambil senyum ke indra.


Kulirik revan,dia ikut menatapku.


"Mmmm... Revan,cindi...boleg aku tanya hal yg agak pribadi?"tanyaku hati hati.


Bagaimanapun mereka hrs tau.


Mereka diam lalu mengangguk pelan.


"Kamu pernah keguguran?"tanyaku dgn menatap cindi serius.


Cindi mengangguk ,terihat wajahnya bingung.


"Kok kamu tau nis?"tanyanya.


"Nebak aja.. Mm..aku cuma mau kasih tau aja..tolong sering kirimin anak kamu doa ya..kasian dia."kataku sambil menatap anak itu yg bersembunyi dibelakang cindi.


"Maksud kamu nis?"cindi belum paham maksudku.


"Nisa ini indigo cin..dia bisa tau dan lihat hal hal yg kita gak bisa lihat.."kata revan.


"Maksud kamu,kamu bisa lihat anak ku nis?"tanyanya dgn nada suara bergetar.


"Iya.. Dia selama ini selalu ngikutin kamu.. Dia kangen sama kalian,kangen lantunan doa yg kalian kirimkan utk dia.. "Kataku pelan.


"Dia dimana nis?"tanya cindi yg sudah pecah air matanya.


"Dia selalu ada dideket kamu"


Cindi makin menangis,revan lalu menggenggam tangan cindi dan berusaha menenangkan nya.


"Kita nikah cin!!"kata revan tiba2.


"Kamu...serius van?"tanya cindi tdk percaya.


"Iya..aku serius.. Ayo kita menikah..maafin aku ya,selama ini sikapku udah kasar sama kamu.aku menyesal cin.."kata revan.dia pun seperti menahan air mata mengatakan hal itu


Mereka akhirnya berpelukan diiringi tangis keduanya.


Lega rasanya,melihat mereka akhirnya bersatu.indra lantas menarikku ke dalam pelukannya juga.


Ngiri pasti nih bapak polisi


"Cindi..."panggilku.


Mereka akhirnya melepaskan pelukan mereka.


"Iya nis. Kenapa?"tanyanya.


"Mmm... Kantung kresek yg kamu bawa isi nya apaan?"


Dan langsung membuat mereka semua bahkan indra tertawa.


"Kamu mau?"tanya cindi lagi.


"Mmm...itu kan buat revan?"tanyaku malu malu,padahal mau.


"Udah,buat kamu aja nis..aku masih kenyang kok"ucap revan.


"Yakin??"tanyaku dgn mata berbinar.


"Nis..please deh..jangan malu maluin"ucap indra sedikit berbisik.


"Udah gak papa ndra.."kata revan dgn senyum lebarnya.

__ADS_1


Lalu cindi memberikan kantung kresek itu padaku.


"Makasih..maaf ya.."kataku.


Indra masih saja melototi aku,yg dgn santainya menerima kantung kresek itu.


"Gak papa kali ndra.. Namanya lagi hamil kadang maunya emang aneh2.."kata revan membelaku.


Kujulurkan lidahku ke indra.pertanda kemenangan..


"Aku juga dulu gitu ndra.. Mintanya suka aneh aneh..pasti kamu belum ngerasain nisa minta makanan tengah malem ya.. Siap siap aja ndra"ledek cindi.


Indra hanya tersenyum sambil membelai kepalaku.


Karena hari makin malam,kami pamit ke revan dan cindi.


Aku melingkar kan tanganku dipinggang indra,indra pun demikian.sambil berjalan keluar dari rumah sakit kami terus ngobrol santai.


Kriingg


Ponsel indra berdering.otomatis dia melepaskan pelukannya dan meraih ponsel yg dia simpan disaku jaketnya.


Kami berhenti sejenak,karena sepertinya itu panggilan penting,sampai sampai indra berdiri membelakangiku sambil menjambak rambutnya sendiri.


Kenapa dia?


Sambil menunggu indra selesai menerima telfon,aku memandangi sekitar ku.


Waw..ada mamih suzana disana..


Kulihat didepan sebuah ruangan diujung koridor ada wanita yg memakai baju putih panjang ,rambut tergerai panjang juga,acak acakan kaya rambut rambut singa.


Dia hanya berdiri mematung disana.


Nungguin bang bokir lewat kali yah..atau dia laper trus mau nyetop tukang sate.bakal laris manis tuh tukang sate,sekali beli 200 tusuk...


Aku senyum senyum membayangkan film legendaris itu.itu film horor indonesia yg bagus menurutku timbang film horor jaman sekarang..


Seseorang menupuk bahuku.


"Allahuma bariklanaaaa..."ucapku kaget.


"Laper?"tanya indra sambil mengulum bibirnya menahan tawa karena aku mengucapkan awalan doa mau makan.


Mungkin krn bayangin sate 200 tusuk kali yah


"Udah ?"tanyaku jaim.


"Udah,yuk pulang.."ajaknya langsung menggandeng tanganku daj melanjutkan berjalan lagi.


Otomatis mba suzana ilang.


Fyuuuhhh


Dimobil aku menyantap bakmi jawa yg tadi di berikan cindi.sesekali aku menyuapi indra yg fokus menyetir.


Ada perasaan nyaman yg tdk bisa aku ungkapkan,saat aku menyuapi indra seperti ini.


Sebisa mungkin,aku dan indra akan tetap menjaga keromantisan kami,seperti saat dulu kami pacaran.


Jangan sampai setelah menikah,malah kami seperti orang asing yg cuek dan sibuk dgn urusan masing2.


Dan sepertinya jika nanti anak kami lahit,aku akan resign dari pekerjaanku.


Aku ingin seperti kak shinta,menjadi ibu rumah tangga yg stand by dirumah.


Mengurus anak,rumah dan menunggu suami pulang kerja.

__ADS_1


Sepertinya akan menjadi kegiatan yg menyenangkan.


__ADS_2