Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 14 Vila Fergi


__ADS_3

Aku berjalan agak cepat meninggalkan mereka dibelakang.entah kenapa aku,badmood sekali.


"Nis,, nisaaaa.. tungguuu"teriakan indra tak ku gubris.


Bodo amat.amat aja udah pinter.


Namun langkah kaki indra lebih cepat dariku sehingga dia dgn mudah sudah menyusulku.


"Cepet bgt sih jalannya?kamu kenapa?"tanyanya bingung masih berusaha menyamai langkahku.


"Capek..pengen cepet sampe mobil.kakiku kan belum sembuh bgt."kataku mencoba mencari alasan yg masuk akal.


"Ya udah,aku bopong.."katanya hendak meraihku kedekapannya lagi.


"Eh..eh..eh.. Nggak usah.masih bisa jalan.tuh udh deket mobilnya juga."kataku makin mempercepat langkahku.


Dalam sekejap aku sudah ada didalam mobil.


Indra bergegas menyusulku.


Kami melihat teman2 yg ada didepan kami mulai masuk mobil satu persatu,walau masih ada yg sempat ngobrol.


"Kamu marah?"tanyanya tiba2.


"Eh..eng..enggak.marah kenapa?"tanyaku gelagapan.


"Soal diana mungkin?"tanya indra hati2 sekali.


Hening..


"Kita pernah berantem gara2 dia?ampe aku ngacak2 restoran?kok kamu gak cerita?"tanyaku langsung


"Aku pikir itu gak penting nis.lagian emang gak penting kok dia.."kata indra bingung.


"Setiap moment yg udah kita lewatin bareng itu penting buatku!!biar aku bisa cepet inget masa lalu aku yg aku lupain!kamu gak pengen apa,aku bisa cepet inget semuanya lagi?"tanyaku sebal.


"Ya pengen nis..pengen bgt..maaf..aku lupa,soal diana.."katanya merasa bersalah.


"Ah sudahlah,udh gak penting.."jawabku ketus.


Indra menghembuskan nafas berat.sesekali melirikku.kubuang wajahku kejendela sampingku.


"Kapan jalan sih ini?lama bgt!!"gerutuku.


Kubuka kaca jendela sampingku.


"Feriiii!! Jadi jalan gak?malah ngobrol berasa ditaman aja..kita dihutan tau..cepet!!banyak setan!!"teriakku memekakan telinga.


Feri hanya mengacungkan ibu jarinya lalu masuk mobil.


Akhirnya kami pergi dari tempat ini.meninggalkan diana& dukun tadi disana.kejem juga sih..ah bodo amat.amat aja udh pinter.


Saklek!!.


"Eum..kamu laper?"tanya indra.


"Kok tau??"jawabku masih ketus.


"Ya kamu kalo laper kan galak nis..kamu rese kalo lagi laper.."katanya berusaha melucu.


Aku menyunggingkan sedikit senyum memdengar celotehan indra.


Lumayan lah.daripada garing.


Tak lama kami sampai di villa milik firgie.


Indra diam sesaat menatap villa itu.


"Kenapa?"tanyaku.


"Bener kata ferli,aku juga masih trauma sama namanya villa.."ucapnya lemas.


"Yuk masuk..kan ada aku.."sahutku lalu keluar dari mobil.dia mengikutiku sambil kulihat senyum tersungging dibibirnya.


Kami berkumpul didepan villa dan menatapnya sebelum masuk.


"Please,jangan jadikan ini de javu lagi.."runtuk ferli.


"Moga setannya udh jinak..."harapan indah.


"Kalian ini penakut bgt.."kata fergi.


"Elu kagak ngrasain terakhir kita nginep villa sih.."sahut feri.


Indra juga sudah menceritakan saat kami berlibur ke sebuah villa milik om nya indah dan berakhir dgn kekacauan.


"Yuk masuk..udh malem nih.. Banyak nyamuk.."gerutu ronald sambil melangkahkan kakinya masuk.


Kami mengikutinya dari belakang.


Kreeeeeettt


Pintu dibuka oleh fergi sang pemegang kunci.


"Ada  10 kamar guys.silahkan pilih.malam ini nginep sini aja.."kata fergi sambil melenggang masuk dan duduk di sofa yg lebar diruang tamu.


"Nis,,kira2 ada penampakan kagak?"tanya feri berbisik.


"Feeling ku sih,,ada..cuma belum keliatan.."sahutku sambil kuedarkan pandanganku disekeliling villa ini.


"Gue tidur ama kalian yak."pinta feri sambil senyum2 nakal kepada ku dan indra.


Indra melirik tajam ke feri.


"Kenapa?kan kalian gak bakal ngapa2in secara nisa masih hilang ingatan dan hilang rasa sama elu ndra..hahahaha"katanya sambil ketawa ngakak.


Indra tdk meladeni feri lalu menggandengku masuk kesalah 1 kamar di lantai 2.yg sebelumnya kulihat indah& ferli sudah keatas duluan memilih kamar.


Villa ini bergaya belanda.dgn perabotannya yg khas negri sebrang itu.


Kulihat ada sebuah lukisan wanita belanda yg sangat cantik dgn gaun khas noni belanda jaman dulu.disebelahnya lukisan pria belanda juga yg seumuran dgn noni belanda itu dan disampingnya lukisan pria muda dan kuperhatikan mirip dgn ronald yg mukanya emang rada kebarat2an.blasteran mana aku gak tau.bule depok kali yah.males nanya,gak penting.


"Ini mirip ronald ya ndra.."kataku sambil menunjuk lukisan itu.kuamati sekitar lukisan itu dan melihat nama yg tertera disana.


Wiilliam vrederichk..


"Nal.."panggilku ke ronald yg juga naik tangga bersama kami.


Dia berhenti lalu menatapku.


"Apa?"tanyanya.


"Mirip kamu nih.. Kamu dari belanda??"tanyaku.


Dia menatap lukisan itu sambil meraba wajahnya.


"Iya yah.mirip bgt..nenekku asli belanda nis.cuma aku gak pernah kesana sih."jawabnya masih kagum dgn lukisan dihadapannya.

__ADS_1


"Elu punya sodara kembar kali nal?atau sodara tiri?"tanya indra blak2an.


"Ckckck..kagaklah..anak tunggal gue!!"jawab ronald yakin.


Fergi ikut menghampiri kami karena kami sibuk diskusi sendiri.


"Apaan sih?"tanyanya.


"Ni,mirip gue..sapa dia fer??"tanya ronald ke fergi.


"Ohhh.. Itu pemilik lama.cuma udah pada mati semua."kata fergi cuek.


Buset,kaya gak punya dosa bgt ni orang,ngatain orang udah mati semua.wafat kek,meninggal gitu,biar rada enak didenger.


Aku ,indra dan ronald saling bertukar pandangan.


"Kok masih ada lukisannya disini?"tanyaku.


"Permintaan cucunya.katanya kalo pas kesini jadi bisa melepas kangen katanya"sahut fergi santai lalu pergi ke kamarnya.


Indra pun menarikku menuju kamar kami juga.meninggalkan ronald yg masih terpaku disana.


"Kita disini aja gmn?"tanya indra meminta persetujuanku.


"Hmm.."kuanggukan kepalaku saat indra membuka pintu.ruangannya hangat.smoga aman malam ini.


Aku sedang malas berurusan dgn makhluk astral.


Kurebahkan tubuhku yg lelah diranjang ukuran besar itu.


"Aku keluar bentar"kata indra lalu berlalu dari pandanganku.


Kemana tuh anak?


Belum sempat aku bertanya dia sudah menghilang.


Bosan juga dikamar sendirian.gak ada yg bisa diledekin.akhirnya aku keluar kamar.kupikir menikmati secangkir kopi akan meredakan beteku..#eh ada hubungannya kah?


Coklat anget kali yah..fergi punya gak nih.


Kucoba melangkah ke dapur mencoba mencari apakah ada yg bisa ku minum/makan.


Karena memang perutku sudah demo minta diisi makanan.


Mungkin sebentar lagi demonya menjadi anarkis.


Sampai dapur,aku melihat ronald yg sedang duduk diam diruang tengah.pandangannya kosong.aku agak bergidik ngeri.namum kulanjutkan saja kedapur.ronald mah urusan belakangan.soalnya kalo aku udah kelaparan tingkat kotamadya,aku bakal mirip orang kesurupan.hahahha.


Bruuggh!!


"Heh!!jalan pake mata kali non.."gerutu feri yg sepertinya dari arah dapur juga.


"Ckckckck.. Jalan itu pake kaki kali om.. Masa mata??"kataku kesal.sambil sesekali kulirik ronald yg masih diam saja.


"Oh iya yak..salah ngomong gue.. Hehehe"dia terkekeh.


"Fer..."


"Hmm.."


"Liat tuh.."kataku berbisik sambil menunjuk ronald yg duduk diam dikursi ruang tengah membelakangi kami.


"Kenapa tuh bocah?''tanya feri penasaran.


"Tau tuh.. Jangan2 dia kesambet ya fer..liat sono"kataku sambil kudorong dia maju.


"gue laper.makan dulu deh.."pintaku dgn wajah memelas.


"Yaelah.. Makan apaan elu?didapur kagak ada apa2..kan si indra lagi beli makan noh tadi.."kata feri.


"Serius?"tanyaku tak percaya.


"Ya iyalah,masa iya dia tega liat bini nya kelaperan?dia paham kali jam jam elu kudu diksh makan..elu kan makannya banyak ,kaya kuli bangunan!!" ejek feri.


Aku memang tipe wanita yg doyan makan banyak tapi gak gemuk2.entahlah itu anugrah/musibah.heehe.


"Sialan!! Enak aja kaya kuli bangunan!tapi serius indra lagi cari makan fer?tadi dia gak bilang apa2 soalnya."


"Gak percaya amat!! Liat aja,bentar lagi dia balik bawa makanan buat elu.!!"kata feri gemas.


Saking asiknya kami ngobrol kami lupa dgn ronald yg kami perhatikan di awal tadi.


"Eh..nis,tu bocah mana?"tanya feri bingung.


"Bocahnya siapa?perasaan kita gak bawa bocah kemari?"tanyaku ikut bingung.


Pletaaaak!!


Feri menjitak kepalaku.


"Kumat oneng nya!!


si ronald!!ilang noh!!"kata feri sambil menunjuk tempat ronald duduk tadi.


"****** deh tuh..gawat fer..mana ya?"saat ku coba mencari ke sekelilingku,tiba2 ronald ada di samping kananku.


"Allahuakbaaaaarrr"pekikku kaget lalu mundur beberapa langkah menjauhi ronald.


Feri juga mundur bersamaku.dia juga sama takutnya.


Kulihat ronald berdiri diam dgn pandangan kosong ,wajahnya pucat.tapi dia kemudian menyeringai menatap kami pelan.


"Nis,,kok mukanya horor gitu sik..gmn donk"rengek feri sambil menarik ujung bajuku.


"Manaku tau..kabur aja yuk..aku juga takut fer..kita berdua doang masalahnya.kalo dia ngamuk,bkal kalah nih"kataku berbisik ke feri sambil mundur menjauh.


Ronald berjalan menghampiri kami.aku& feri makin bergidik ngeri.


Aku berusaha terus membaca doa dalam hati.


"Ggggrrrrrrrrr"ronald menggeram.


Aku menggenggam lengan feri kuat2.


Lalu hanya dengan sapuan tangan ronald kami berdua terhempas menghantam meja& kursi yg terbuat dari kayu.


Dugggg!!


"Aaaawwww"erangku menahan sakit.


"Waddduuhhhh.ancur deh ni muka.kagak ganteng lagi deh gue.. Ferly bakal ngambek muka gue bengep.."pekik feri yg posisinya agak jauh dariku.


Buset,lagi kaya gini masih aja dia mikirin muka?


Saat aku mencari ronald aku tdk menemukannya.kemana dia?


"Fer!!! Ronald mana?"tanyaku sedikit berteriak kearah nya.

__ADS_1


"Tuh...ke atas nis!!mau ngapain dia??"tanya feri.


Akhirnya aku & feri mengikutinya ke atas.kugedor tiap kamar yg kulewati utk membangunkan warga yg masih santai2 dikamarnya,tdk menyadari bahwa kami diluar sedang senam jantung.


"Apa sih nis?"tanya indah saat keluar kamar.


"Fergi mana??tuh temennya kesambet!!"kataku lalu mengikuti ronald yg berjalan menuju balkon ruang tengah yg ada dilantai 2.


Indah panik lalu memanggil fergi dan yg lain.


Aku& feri masih mengikuti ronald namun masih menjaga jarak.


Sampai dibalkon ruang tengah lantai atas,ronald diam memandang sosok lain disana.


Sosok pria yg ada dilukisan dekat tangga.mereka terlihat terlibat obrolan keluarga.


"Nis,kira2 mereka ngomongin apa ya."tanya feri.


"Mana kutau.. Mereka pake telepati kali tuh.."jawabku.


"Yg masuk ke ronald siapa ya nis?''tanya feri lagi.


"Noni belanda itu fer.. Eh,jangan2 dia ngira kalo ronald itu anaknya,si...siapa tuh,william,yg ada dilukisan ditangga itu loh.." analisa ku


"Wah,gawat.. Kasian ronald tuh..gmn donk nis?"


"Kalo ronald mau nekad ya kita halangi donk fer."jawabku.


Ronald yg dirasuki noni belanda itu berjalan mendekati balkon.


"Sekarang fer!!!"ajakku sambil kutarik feri.


"Nal..jangannnnn!!"teriakku lalu meraih tangan ronald yg hendak melompat dari atas balkon.


Feri ikut memegangi dgn kuat.


"Nal..sadar donk!!! "Bujuk feri.


Kubaca doa dalam hati dan memegang ronald supaya dia tersadar.


Ronald menggeram keras lalu menatapku tajam.dia meraih ku lalu mencekikku kuat dan melemparku lagi menghantam pintu dekat balkon.


"Aduuuuhhhh"erangku.


Remuk deh badanku.perasaan baru aja chek up dokter ,tadi katanya aku udah oke..ni malah dibanting lagi berkali2.apes..apes...


"Nisaaaaa!!"kudengar indra berteriak lalu berlari menghampiriku.


Sementara ronald dipegangi oleh feri & yg lain.


Aku merintih kesakitan memegang sekujur tubuhku.


"Ya ampun,,kok gini nis..kamu gak papa?"tanya indra cemas.


"Lumayan..itu gmn ndra..tolongin ronald.."kataku .lalu indra beranjak dan ikut memegang ronald. dan seketika ronald lemas lalu pingsan.


"Wuihhh. keren ndra..sekali sentuh,lemes dia..hahahaha"tawa feri renyah.


Lalu ronald dibawa ke kamarnya.


Indra membopongku duduk disofa.


"Baru aja kutinggal bentar kamu udh gini nis..makan dulu ya.kamu laper kan?"tanyanya lembut lalu membuka bungkusan nasi yg dia bawa.


Dia juga membelikan yg lain juga.


Dia lalu menyuapiku dgn telaten.


"Kamu belum makan juga kan?"tanyaku melihatnya.


"gampang,penting kamu dulu nis."jawabnya masih sibuk dgn makanan di hadapannya dan terus menyuapiku hingga habis.


"Makasih ya"kataku.


Indra hanya senyum lalu dia mengambil bungkusan nasi lain dan makan.


Kulihat dia lahap sekali makan. kasian,dia pasti capek seharian ini gara2 aku.


"Ndra... Bini loe nyariin. emang loe gak bilang mau pergi ke mana?"tanya feri yg juga sedang makan.


Kuinjak kakinya feri yg ada di sebelahku persis.


"Awwww..apaan sih nis..sakit tau!!"teriaknya kesakitan.


Aku melotot ke arahnya menyuruhnya diam.


"Lah bener kan,tadi elu nyariin indra??"feri malah blak2an.


Ya ampun. ni orang gak ngerti bhs isyarat kali ya..


"Kamu nyariin aku nis?" tanya indra dgn wajah sumringan.


Aku diam tak menanggapinya.


"Iyaa,,dia nyariin elu..kangen katanya tuh tadi"ledek feri .


Kulempar dia dgn bungkusan nasi bekasku. dia ketawa ngakak.


"Habis ini bobo lho..kamu masih butuh istirahat nis ." kata indra lembut.


Aku hanya mengangguk.


Selesai makan indra mengajakku tidur.


Setelah masuk kamar,indra mengecek jendela dan semua pintu balkon di kamar. memastikan terkunci dgn aman.


Lalu di menyelimutiku dan membelai kepalaku lembut, kemudian mengecupnya.


"Selamat malam nis,,mimpi indah ya"katanya.


Dia berjalan ke sofa yg ada di kamar.dan mencoba mencari posisi yg nyaman di sofa seperti beberapa hari terakhir ini.


"Ndraaaa.."panggilku.


"Kenapa?" tanyanya.


"Kamu tidur sini aja..temenin aku.aku masih takut.."kataku manja.


"Serius??"tanyanya lagi


"Iya ndraa.. Knp? gak mau?"


"Mau..mau kok.." katanya semangat lalu berjalan ke sebelah ranjang sampingku.


Aku tidur dgn membelakanginya.


Mataku yg terasa berat membuatku terlelap malam ini. rasa lelah seharian ini membuatku mudah memejamkan mata.

__ADS_1


Good night indra


__ADS_2