
Terinspirasi dari cerita ghost campus..
\=\=\=\=\=\=\=
Aku bangun lebih pagi dari biasanya.
Indra masih terlelap. aku yakin dia sangat lelah.
Setelah mandi dan sholat subuh ,aku menuju dapur.
Kubuatkan coklat hangat untuk indra dan sarapan sekalian.
Mamah yg baru keluar kamar kaget melihatku sudah ada di dapur.
"Pagi bgt nis??"tanya mamah dengan wajah keheranan.
"Iya, dripada kesiangan lagi kaya kemaren mah"kataku santai.
Mamah hanya senyum.
Aku lalu ke kamar membawakan coklat hangat untuk indra.
Dia masih terlelap. tidak tega untuk membangunkan, tapi dia berangkat dinas pagi .
Aku duduk dipinggir ranjang,ku belai pipinya pelan.
"Ndra... indra.. bangun sayang.."
Dia masih diam saja.
Ku dekatkan wajahku ke wajahnya.ku kecup keningnya lalu pipinya.
"Bangun suamiku.."bisikku.
Dia membuka matanya setengah.sedikit menoleh ke arahku.
"Haaiii.. Kamu udah bangun sayang?" tanyanya sambil menggeliat di atas ranjang.
"Udah.. Kamu berangkat pagi kan? ini aku udh bikinin coklat anget.." kataku lalu menyodorkan cangkir itu ke indra.
"Waah... Makasih sayang..." dia menerima cangkir itu, lalu duduk dan menyeruputnya sedikit demi sedikit.
Diliriknya jam yg ada di sampingnya... sedikit membuatnya mengernyitkan kening.
"Kamu bangun jam berapa?" tanyanya.
"Udh dari tadi.. Aku juga udh bikin sarapan tuh.." kataku sambil beranjak ke almari menyiapkan baju yg akan dipakai indra nanti.
Dia tersenyum di letakannya cangkir itu di meja,dia berjalan menghampiriku lalu memelukku dari belakang dengan mesra.
"Hmmm...." gumamnya sambil menyenderkan kepalanya di bahuku.
"Kenapa? Buruan mandi.." kataku.
"Aku sayang kamu," ucapnya berbisik di telingaku.
Seeeeerr.
Hatiku masih saja berdesir jika mendengar kalimat itu terucap dari mulut indra.
"Aku juga sayang kamu indra.." sahutku sambil kubelai kepalanya lembut.
Aku berbalik badan menghadapnya.
"Oh iya, aku udh bikinin kamu bekel. Nanti dibawa ya., kamu kan suka lupa makan siang kalo udah sibuk di kantor..."kataku.
Indra malah menatapku dalam, tangan kirinya ada di pinggangku, sedangkan tangan kanannya menaikkan daguku.
Dia mencium bibirku lembut. kusambut ciumannya.
Krrriiinnggg!!
Adegan romatis di pagi hari terhenti karena bunyi ponsel milik indra.
"Huft..ngganggu aja!" gerutunya kemudian dia meraih ponselnya dan berbicara dengan seseorang dengan muka serius. aku hanya senyum melihat tingkahnya.
"Oke,, tunggu saya. jangan gegabah!"
Itu kalimat terakhir indra sebelum menutup telfonnya.
"Ada apa?" tanyaku penasaran.
"Biasa sayang. kita mau ada penggrebegan lagi. kemaren gagal. orangnya kabur" katanya yg duduk di ranjang dengan wajah sedikit putus asa.
Kudekati dia lalu duduk di sampingnya.
"Semangat ya ndra.. Aku yakin kamu pasti bisa.." kataku lalu mencium pipinya.
"Pasti nis.." dia tersenyum sambil membelai pipiku lalu segera masuk ke kamar mandi.
Aku merasa kali ini musuh indra sedikit berat. tidak seperti biasanya, akhir akhir ini indra banyak diam dan melamun. seperti ada beban berat yg dia pikul.
Siapa sebenarnya yg dia dan anggotanya kejar kali ini?
Kami sarapan bersama.
"Nih, pagi ini sarapan khusus bikinan nisa," kata mamah.
"Waaah.. tumben kamu bangun pagi nis,"ledek kak adam.
"Biasanya juga pagi kok," rengekku.
"Tapi lebih pagi indra bangunnya, iya kan? Ada angin apa nih." masih saja kak Asam meledekku. kak shinta memukul lengan kak adam dan mengisyaratkan untuk menghentikan ledekannya.
Indra & yg lain hanya senyum, di usapnya kepalaku pelan oleh indra.
selesai sarapan aku dan indra berangkat bersama.
"Oh iya sayang.. Eum,kamu nyetir sendiri bisa gak?" tanyanya tiba tiba saat kami dlm perjalanan kekantor
"Kenapa?"
"Aku takut aku baliknya kemaleman, nanti kamu gak ada yg jemput.. kamu anter aku aja ke kantor ya. trus kamu bawa mobil sendiri. gimana?"tanyanya.
Aku diam beberapa saat. aku sudah bertahun tahun tidak menyetir. sebenarnya trauma mengendarai mobil sendirian sudah hilang, mungkin aku hanya terlalu nyaman dgn indra, yang selalu mengantar jemputku selama ini.
"Gmn? kalo kamu gak bisa.ya udah gak papa..biar nanti...." kata kata indra kupotong.
"Bisa kok.. "Sahutku.
Dia melirikku."yakin?" tanyanya sekali lagi.
"Iya,yakin..aku anter kamu dulu ke kantor. nanti aku berangkat kantorku naik mobil sendiri aja," kataku dgn yakin, aku tdk ingin membuat indra khawatir.
Kali ini malah indra diam sesaat.
Tau tau malah kami sudah masuk ke palataran parkiran kantor indra.
Baru kali ini aku masuk ke sini dgn indra.
"Masuk dulu bentar gak papa?" tanyanya. aku mengangguk.
Indra menggandengku masuk ke dalam kantornya. entah maksudnya apa.
Sampai di dalam kulihat beberapa rekan indra sudah beraktifitas, dan terlihat sibuk sekali. ada yg menelfon dgn tergesa gesa, ada yg terpaku menatap layar komputer di depannya, ada yg berdiskusi serius.
Saat indra & aku masuk, semua berdiri.dan memberikan hormat. indra hanya mengangguk.
Deeeeg!!
Sialll.. Pagi pagi malah liat beginian.
Indra terlihat berbicara dgn salah 1 rekannya sambil sesekali mereka memandangku.
Aku masih terpaku pada sosok yg ada di belakang rekan indra yg sedang diskusi dgn rekannya yg lain. aku berjalan agak mendekat. sosok itu menatap pria di depannya dgn wajah sedih.
Aku terperangah saat melihat name tag rekan indra dan name tage sosok itu.
Sama!!
'Alvin mahendra'
Mereka juga memakai seragam yg sama. apa mereka kembar ya?
Tapi wajah mereka tidak sama.
Alvin mahendra yg sedang diskusi dgn rekannya menyadari kehadiranku, dia berdiri. lalu menunduk seperti memberi hormat.
Lalu mengucapkan "bu indra..selamat pagi.." diikuti beberapa rekannya yg lain
Tiba tiba indra menepuk bahuku.
"Sayang..kenapa",lalu sosok itu hilang.
Aku masih diam bengong.
"Heii..nisaa..kamu kenapa?"tanya indra lalu berdiri di hadapanku.
__ADS_1
"Eng..enggak..enggak papa.." kataku mencoba bersikap wajar. tapi indra bukan anak kecil yg bisa kubohongi dgn mudah.
"Kamu nanti dianter rekan ku aja ya. aku gak tega biarin kamu nyetir sendirian.."kata indra.
Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Vin!! Kamu anter istri saya ya.." perintah indra ke pria didepan kami, alvin !!
"Eh... Jangan.. Eum,maksudnya..bisa sama yg lain aja gak? hehe" kataku bingung, bahasaku kacau karena gugup.
Indra menangkap kegelisahanku. lalu menatap alvin.
"Kenapa?" tanya indra.
Beberapa rekannya menatapku dgn penuh tanda tanya. begitupula dgn alvin. krn dia merasa tdk punya masalah dgnku, dan bahkan baru pertama kali bertemu. tapi sikapku seperti aneh kepadanya.
Aku menarik indra sedikit menjauh.
"Kenapa sayang?" tanya indra setelah kami sudah tdk di dalam ruangannya lagi.
"Jangan sama alvin ya. pleaseee..."kataku memelas.
"Knp sama alvin?" dia mengerutkan kening.
"Tadi... Di deketnya ada sosok.."kataku pelan.
"Sosok?hantu??" tanya indra menegaskan.
"Iya.. Tapi, anehnya dia pake seragam yg sama kaya alvin, bahkan namanya juga sama kaya alvin. apa mereka kembar?" tanyaku lagi.
"Hmm.. Aku gak paham nis. nanti coba aku cari tau. ya udh,kamu berangkat sama yg lain aja.. Rudi!!" panggil indra ke anak buahnya yg baru datang.
"Siap ndan!!"
"Anter istri saya ke kantornya pake mobil saya!!" kata indra tegas.
"Siap ndan!!"katanya.
Lalu meraih kunci mobil dari indra dan berjalan ke mobil.
Indra mengantarku sampai depan mobil,dia membukakan pintu penumpang belakang.
"Kamu hati hati ya,kalo udah sampai kabarin aku" kata indra lalu mengecup keningku.
"Rud!! Titip istriku,hati hati nyetirnya!!"
"Baik ndan!!"
Rudi menyetir dgn pelan. sesuai perintah indra.
"Kantor nya di mana bu?"tanya rudi.
"Jln merdeka timur.." ucapku.
"Baik.." lalu dia menjalankan mobilnya lagi.
"Eum.. Rudi.. Alvin itu punya kembaran ya?"tanyaku tiba tiba.
Entah knp aku penasaran sekali.
Rudi agak kaget lalu menatapku dari kaca depan.
"Kembaran? setau saya tidak bu. Tapi dia memang punya kakak. hanya saja....sudah menghilang 2 thn lalu." terangnya.
"Menghilang knp?"
"Eum.. Karena.. Penculikan."kata rudi tergagap.
"Hah??penculikan?" aku tersentak kaget.
Menurut penuturan rudi, 2 thn lalu alvin diculik oleh beberapa oknum, mereka musuh alvin yg memiliki dendam kepada alvin karena pekerjaan alvin yg selalu bersentuhan dgn penjahat baik kls teri maupun kls kakap,seperti indra.
Alvin berhasil membunuh adik dari penjahat itu,dan kakaknya dendam,lalu menculik alvin.lalu kakak alvin yg bernama davin yg profesinya sbg tentara,mencari alvin dgn caranya sendiri.
Singkat cerita,davin berhasil menemukan alvin,walau dgn perkelahian sengit.tapi saat alvin disuruh keluar oleh davin,para penjahat itu berhasil membawa davin pergi, dan sampai sekarang tdk ada kabarnya.
Semua org mengira davin masih diculik sampai sekarang.
Tapi aku tau kalo davin sudah meninggal.hanya aku tdk tau cara mengatakan ke alvin .lagipula tdk ada bukti apa pun.
"Kenapa bu indra bertanya soal alvin?ibu kenal dgn alvin?"tanya rudi tiba tiba.
"Eh..eum,,nggak sih.cuma wajahnya terasa tdk asing" kataku asal.
Rudi menatapku aneh..
Sampai kantor. aku segera turun.
"Makasih ya rud..titip suamiku."kataku.
"Baik bu.."
Aku segera berjalan masuk ke kantor dan berpapasan dgn mia.
Sementara rudi sudah pergi meninggalkan kantorku dan kembali kekantornya.
Selama dikantor tdk ada hal yg menarik ,hanya kerja seperti biasanya.dari berita yg kudengar,mia makin akrab dgn Anjar .syukurlah kalo begitu.
Krriiing
"Iya ndra..."ucapku saat mengangkat tlfon.
"Nis,,kamu nanti dijemput rudi lagi ya,langsung kekantorku dulu,nanti kita pulang bareng.aku masih ada brifing bentar"kata indra
"Oke sayang.ni aku udh siap siap mau balik.rudi udh berangkat?"tanyaku.
"Udh,5 menit yg lalu. kamu nunggu di depan aja. paling bentar lagi nyampe dia."
Setelah telfonan dgn indra.jam krja pun habis.aku bersiap pulang.
Dgn bergandengan tangan dgn mia.
yuli dijemput tunangannya lebih dulu tadi.
Sampai di lobby,sudah ada Anjar.
"Ciee..makin lengket nih"kataku meledek mia.
Dia senyum senyum dgn wajah memerah.
"Haiii... Udh balik?"tanya Anjar ke mia.
"Udah...yuk.."ajak mia.
"Hai nis..indra belum jemput?"tanya Anjar basa basi.
"Bentar lagi.."jawabku santai.
"Ya udh,kita duluan ya nis.."mia pamit sambil melingkarkan tangannya ke Anjar.
"Oke..ati ati yaa.." sambilku lambaikan tangan ke mereka.
Tak lama,rudi datang.lalu aku berjalan ke arah nya.
Dia membukakan pintu penumpang belakang.
"Silahkan bu"katanya sopan.
"Makasih"lalu aku masuk mobil.
"Pak indra masih briefing.mungkin 30 menit lagi baru selesai"kata rudi.
"Oh gitu ya nggak apa apa.
Oh iya, sebenarnya siapa yg sedang kalian kejar? akhir akhir ini indra keliatan murung.. gak kaya biasanya."kataku.
"Eum,,kami mengejar ******* yg dulu pernah menyekap pak indra di kalimantan bu."kata rudi agak ragu ragu.
"Hah?? trus gmn? udh ketangkep?"tanyaku antusias.
"Belum bu.. Pak indra khawatir, ******* itu akan melakukan aksi balas dendam kepada kami. jadi kami bergerak dulu sebelum mereka. hanya saja sangat sulit utk menangkap mereka."rudi terlihat serius sekali.
"Hmm..semoga cepat ketemu ya.."ucapku.
Entah knp perasaanku menjadi tdk enak,aku sedikit was was & khawatir mendengar hal ini.
Sampai kami di kantor indra.
Aku memutuskan duduk di depan kantornya. tidak enak jika masuk,karena sedang ada briefing di dalam.
Indra sudah melihatku datang ,lalu melemparkan senyum smbil masih memimpin rapat sore ini.
Alvin berjalan keluar ruangan dengan membawa beberapa lembar kertas, davin juga terus mengekor di belakangnya.
"Davin!!"panggilku.
Alvin berhenti lalu menoleh ke arahku dgn dahi berkerut.
__ADS_1
"Maaf bu.. Ibu tadi memanggil saya apa?"tanya alvin.
"Saya tdk memanggil kamu.tapi davin,yg ada di belakangmu."kataku datar.
Dia tersentak kaget, dia menoleh ke arah belakang yg kutunjuk lalu perlahan berjalan mendekatiku. dia duduk disampingku dgn wajah yg entah bagaimana aku menjelaskannya.
"Ibu kenal davin?" tanyanya.
"Tdk! Saya tdk mengenalnya.. Saya hanya kasian melihat kalian berdua..kamu dan davin."sambil kutunjuk alvin lalu berganti ke davin yg ada di sampingnya.
"Maksud ibu?"tanya alvin yg belum paham.
"Boleh saya pinjam tangan kamu sebentar?"tanyaku.
"Eh,bu..maaf, saya tdk bisa.saya tdk enak dgn pak indra.bisa bisa saya dihajar habis habisan jika menyentuh tangan ibu."katanya sambil menatap indra di dalam dgn wajah ketakutan.
Emang indra segalak itu apa?pikirku.
karena dilapisi kaca, kami bisa melihat ke dalam dan indra yg di dalam bisa melihat kami.
Indra mengakhiri rapat, lalu berjalan keluar.
"Nis,ada apa?"tanyanya.
"Sayang,aku minta ijin boleh?"
"Ijin?buat apa?" tanya indra heran.
"Aku pengen liat masa lalu alvin& davin.."kataku.
Indra diam sesaat lalu menatap alvin yg wajahnya sudah memelas.aku yakin alvin berharap indra mengijinkan,sehingga dia bisa tau kabar kakaknya.
Indra tau aku hrs menyentuh tangan alvin utk dapat melihat semuanya.
"Baiklah.."kata indra akhirnya.
Aku menatap indra sejenak.
"Sayang,kamu jangan sentuh aku ya.aku gak mau davin pergi."kataku.
Alvin makin pucat saat aku mengatakan itu.
Indra mengangguk lalu agak menjauh dariku.dia mengambil kursi dari dalam lalu duduk sekitar 3 meter menjauh dari kami.
Beberapa rekan indra yg lain juga ikut duduk di samping indra,hanya saja mereka memilih duduk di bawah.mereka sepertinya juga penasaran terhadap apa yg akan aku lakukan.
"Siap vin?"tanyaku sekali lagi.
Dia mengangguk pelan.matanya sudah berkaca kaca.aku yakin,dia sudah punya sedikit gambaran tentang keadaan davin.
Aku menatap davin yg ada di samping alvin ,dia mengangguk paham.davin memegang tangan kanan alvin.
Aku meraih tangan kanan alvin juga.
Kupejamkan mataku.
Muncul gambaran kejadian 2 thn lalu,walau hitam putih aku masih melihat dgn jelas saat alvin diculik sekelompok orang dan disekap disebuah gudang tua. davin dgn sigap mencarinya dan berhasil menemukan alvin.
Davin menyelamatkan alvin seorang diri.saat penjahat lengah,davin memapah alvin keluar dari gudang itu.
Alvin yg tdk sadarkan diri dibaringkan di rerumputan agak jauh dari gudang dan menutupi tubuh alvin dgn beberpa papan kayu agar alvin tdk di ketemukan.
Davin kembali masuk kegudang setelah sebelumnya memakai seragam yg alvin pakai saat itu,kemudian davin meledakan gudang itu dgn beberapa granat milik para penjahat itu.agar mereka tdk kembali menyakiti alvin.
Dduuuarrr!!
Gudang meledak.membakar semua yg didalamnya.bahkan davin juga.beberapa penjahat berhasil kabur.alvin yg tdk sadarkan diri,sedikit melihat beberapa penjahat itu kabur tp dia tdk bisa apa apa. badannya yg penuh luka membuatnya lemah tdk berdaya.itulah kenapa alvin menganggap davin diculik mereka selama ini.
'Apapun akan saya lakukan utk adik saya alvin,sudah kewajiban seorang kakak menjaga dan melindungi adiknya.'
Itu kata kata terakhir davin.
"Hhaaaahhh" nafasku tersengal sengal.
Ada sakit yg amat sangat kurasakan di dadaku.
Air mataku tumpah ruah menyaksikan apa yg telah terjadi pada alvin& davin.
Demi sang adik, sang kakak rela mempertaruhkan hidupnya.
Rela mati demi adik yg dia sayangi.
Indra berlari mendekat.
"Sayang..kenapa? apa yg kamu lihat?"tanya indra cemas.
Aku memeluknya sambil menangis.
Sosok davin menghilang krn indra memelukku.
"Buu.. Bagaimana?davin gmn bu?"tanya alvin cemas.
"Sssttt"indra mengisyaratkan alvin utk diam dulu.
Setelah beberapa saat..tangisku reda.
"Rud!! Ambilin minum"kata indra.
"Baik ndan!!"
Rudi masuk ke dalam lalu kembali dgn segelas air putih.
"Minum dulu nis"kata indra.
Aku minum beberapa teguk.lalu menyerahkan gelas itu ke rudi.
Kuhapus sisa sisa air mataku.indra menatapku khawatir.
"Aku gak papa.."ucapku ke indra.
"Alvin.. Saya harap,kamu siap mendengar ini.."kataku mengawali pembicaraan.
Alvin mengangguk pelan.beberapa rekan alvin& indra makin serius melihat ku.
"Davin ,sudah meninggal saat penculikan itu.."kalimatku berhenti.aku berusaha menahan tangisku yg akan pecah.tdk tega rasanya menyampaikan kabar duka seperti ini.
Alvin sudah meneteskan air mata namun masih menunggu kalimatku selanjutnya.
Rudi disamping alvin mengelus punggung alvin.
Kuceritakan semua yg kulihat pada alvin.
'Apapun akan saya lakukan utk adik saya alvin,sudah kewajiban seorang kakak menjaga& melindungi adiknya.'"itu adalah kalimat terakhir davin."ucapku lalu berderailah air mataku sama seperti alvin.
Dia menangis histeris mendengarku.
Bahkan dia hampir melukai dirinya sendiri,rudi yg kewalahan meminta tolong rekan yg lain utk memegangi alvin.
Indra mendekat lalu menampar alvin.
Plaaakk!!
"Alvin!! Saya tau kamu sedih,saya tau kamu kehilangan.tapi bukan seperti ini caranya!davin memberikan hidupnya utk kamu!!jadi sekarang kamu hrs hidup demi davin!hidup lebih baik lagi,agar davin bangga melihat kamu"kata indra menasehati alvin.
Alvin lemas hingga terduduk dilantai.
"Bro..udh broo..kasian davin bro.bukan ini yg dia harapkan.pasti dia sedih ngliat loe kaya gini!!jangan bkin dia menyesali pengorbanannya sndiri !!"nasehat rudi.
Baru kutau kalau rudi&alvin bersahabat sejak sekolah.
Perlahan alvin mulai membaik,tangisnya mulai reda.
Dia menghampirku dgn sempoyongan.
"Apa davin ada disini bu?"tanyanya padaku.
Aku mengangguk dan menatap ke parkiran di sebelah sebuah mobil sedan berwarna hitam.davin sedang berdiri disana menatap alvin sedih.
"Dimana bu??"tanyanya antusias.
Aku hanya menatap ke sosok davin disana.
Alvin paham,lalu berjalan ke dekat mobil itu,sepertinya itu mobil alvin.
Dia terlihat berbicara sendiri jika orang lain melihatnya,tapi yg kulihat mereka ,alvin&davin terlihat ngobrol diiringi tangis keduanya.
Davin menatapku sambil menganggukan kepala& tersenyum.lalu dia memudar seperti menguap kelangit.
Alvin terduduk disamping mobilnya,lalu dipapah rudi& beberapa temannya.
Saat melewatiku dia berhenti.
"Terima kasih bu,saya jadi lega tau kondisi davin.saya akan mengiriminya doa agar dia tenang disana"ucapnya lalu masuk keruangan bersama rekannya yg lain.
Indra menggandengku masuk kemobil.
"Udh?kmu gpp kan?"tanya indra sambil menatapku dalam.
__ADS_1
Aku mengangguk lalu indra menjalankan mobilnya,kami pulang kerumah.