
Karena hari ini aku& indra free kami memutuskan pergi ke rumah papa& mama nya indra.
Sampai di rumah besar itu,yg hampir dikelilingi penjaga diberbagai sudut,kami mulai masuk. kebetulan mama melati sedang ada di teras bersama papa didi.
Kegiatan pagi hari yg sudah sangat kuhafal.
"Assalamualaikum pah,mah"sapa indra setelah kami turun dari mobil.
Lalu indra memeluk papah& mamah.aku pun mengikutinya salim& memeluk papa mama juga.
Papa & mamanya memang sedang libur juga hari ini.itulah kenapa kami memilih kesini.
"Kok tumben kalian kesini pagi pagi gini."tanya mama dgn keheranan.
"Iya,indra libur,nisa ijin gak masuk.daripada bosen dirumah kita kesini,"jawab indra sambil duduk disamping papa.
"Lagian dirumah sepi mah,gak ada orang.semua pergi.."sahutku dan langsung duduk disamping mama.
"Kamu gmn?sehat sayang?"
Tanya mama sambil membelai tanganku yg sudah kulingkarkan dipinggang mama.
"Lumayan mah.."jawabku sambil mendesah pelan.
"Kenapa nis?kok lemes gitu?"tanya papa yg dapat menangkap apa yg kurasakan.
"Kemaren nisa disekap pah"kali ini indra yg menjawab.
"Masya allah??!!! Lagi???!!!"pekik mama heran.
Aku mengangguk pelan,masih dgj posisi memeluk mama.
"Siapa kali ini?"tanya papa memandang indra.
"Revan!!"
"Revan?temen kuliah kamu ndra?"tanya mama.
Kedua orang tua indra memang sudah hafal revan,karena dulu revan sering main kerumah.
"Kok bisa??"papa bingung mendengar jawaban indra.
Kami pun menceritakan kejadian kemarin dan tentunya soal revan.
"Astaga..sampai segitu nya ya.." mamah geleng geleng kepala.
Lalu mengeratkan pelukannya kepadaku.
"Untung kamu kuat niss.. Memang menjadi istri polisi,harus strong ya nis.."kata kata mamah membuatku terkekeh.
"Mamah,bhs nya gaul abiss.. Strong!!hehehe"gurau ku.
Kami tertawa bersama.
Namun,tawaku tiba2 terhenti.
Aku merasakan perutku tdk nyaman.padahal aku sudah sarapan tadi.
"Nisa ke toilet dulu.."kataku sambil menutup mulutku dgn tangan kananku.
"Nis..nisa..kenapa?"tanya indra.
Aku tdk menghiraukan nya dan tetap masuk kedalam menuju toilet yg ada di dekat dapur.
Mbok nah yg ada disana heran melihatku yg tiba2 ngeloyor masuk kamar mandi tdk memyapanya seperti biasa.
Didalam aku muntah2.namun tdk ada yg keluar.tapi rasa mual nya begitu hebat kurasakan.
Apa aku sakut?sepertinya aku baik2 saja dari tadi.masa tiba2 aku sakit..kan aneh..
Tunggu!!
Aku pernah mengalami ini sebelumnya.saat sebelum aku hilang ingatan,dan teman2 kantor ku bilang ini tanda tanda aku hamil.
Aku hamil?benarkah?
"Sayang...yank...kamu gak papa ta?"terdengar indra diluar.
Ceklek
Kubuka pintu kamar mandi dgj wajah tertunduk lesu.
"Kamu sakit nis??"tanya indra cemas.
Kutekan kepalaku dgn tangan kananku sementara tangan kiriku memegangi perutku yg masih terasa mual.
"Enggak papa..cuma gak enak aja perutku.."kataku lalu duduk di kursi yg ada di salah 1 meja makan.
"Mbok..tolong bikinin teh anget donk.."pinta indra ke mbok nah yg ikut melihatku.
Kriiiing..
Ponsel indra berdering.
"Sebentar sayang"katanya lalu mengangkat telfon tadi agak menjauh.
"Iya man..gmn?"hanya itu yg kudengar.
Mungkin herman.
"Neng..ini teh nya.diminum dulu."kata mbok nah sambil menyodorkan secangkir teh hangat.
Mama lalu menyusulku kedalam.
"Kamu gak papa sayang?"tanya mamah khawatir namun ekspresinya lebih ke bahagia.
__ADS_1
"Gak papa sih mah..mual aja..eneq gitu.."jawabku masih sambil meneguk teh buatan mbok nah.
Mamah memandangku sambil senyum.
"Kamu terakhir datang bulan kpn?"tanya mamah tiba2.
"Eh..Mmm.kapan ya..lupa deh mah,bulan kemarin masih..bulan ini belum.harusnya sih udah awal bulan,mungkin aku kecapean kali ya.."kataku mencoba menganalisa sendiri.
Karena jika aku terlalu lelah& banyak pikiran,biasanya akan telat datang bulan.itu tdk lah aneh bagiku.
"Eum.. Coba beli tes kehamilan nis."pinta mamah ragu ragu.
"Tes pack?"
Mamah mengangguk senang.
"Masa aku hamil mah?"tanyaku yg masih ragu.
"Ya bisa lah..kan kamu punya suami.kecuali kamu masih gadis trus hamil laaah itu patut dipertanyakan."kata mamah malah becanda.
"Tapi,,jangan bilang indra dulu ya mah..takutnya aku cuma masuk angin biasa.kasian nanti takutnya dia terlalu berharap.."pintaku berbisik ke mamah.
"Beresss"mamah mengunci mulutnya dgn tangan dan mengedipkan sebelah matanya padaku.
Kami bertiga tertawa bersama.
Tak lama indra muncul.
"Ciee.. Pada ngomongin aku ya.."katanya.
"Ge er kamu.."kata mamah lalu kembali keteras.
"Oh iya,kamu gmn?udah enakan?"tanya indra sambil membelai pipiku.
"Udah kok..tadi siapa yg telfon?"tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Herman.. Mobilnya mogok deket sini..dia minta tolong aku kesana ngeliat..aku kesana bentar gak papa nis?"tanya indra.
"Tapi aku ikut ya..aku pengen beli obat di apotik"jawabku.
"Oh gitu..ya udah ayok.."ajaknya.
Akhirnya kami ke tempat herman yg memang tdk jauh dari rumah papa didi.
"Gmn bro??"tanya indra saat kami sampai di tempat herman.
Herman yg masih sibuk utak atik mobilnya dan belepotan oli menatap kami dgn wajah lelah.
Kasian bgt.
"Tau nih ndra.apanya yg rusak.aku nyerah deh"katanya pasrah.
Indra akhirnya ikut turun tangan.dia memang pintar otomotif juga.
Kulihat tak jauh dari kami berdiri aku melihat apotik di sebrang jalan.
Indra berhenti lalu memandang sekitarnya dan terhenti pada apotik disebrang jalan.
"Oke..tapi temenin herman ya."katanya.
Herman menatap ku sebentar,dan merasa aneh dgn permintaan indra yg terkesan terlalu mencemaskan ku.namun dia mau juga akhirnya menemaniku ke apotik setelah mengelap dan mencuci tangannya yg kotor tadi.
Saat sampai apotik,herman masih mengikutiku seperti pengawal pribadi saja.
"Mbaaa.. Ada testpack?"tanyaku ke petugas apotik itu.
"Ada mba.sebentar"dia lalu menuju rak dibelakangnya dan kembali membawa beberapa macam testpack kehadapanku.
Aku memilih yg terbaik ,itupun kata mba nya.aku membeli 3 buah.karena aku ingin benar2 memastikannya dgn akurat.
"Kamu hamil nis?"tanya herman saat melihatku asik memilih teso pack itu.
"Nggak tau..kayanya sih gitu man.makanya mau aku cek."kataku tak melepaskan pandangan dihadapanku.
Mba petugas apotik pun ikut melihat ku.
"Indra tau?"tanya herman lagi.
"Belum.nanti aja kalau udah bener2 pasti man..takut dia kecewa kalau ternyata aku gak hamil"kataku pelan.
"Bener juga sih.dia sering bgt bilang ke aku.katanya dia pengen punya anak sama kamu.dan waktu kamu keguguran kemaren dia sedih bgt lho nis.dia berkali kali menyalahkan dirinya sendiri"tutur herman sambil menatap keluar melihat indra sedang sibuk memperbaiki mobilnya.
Setelah aku membayar barang yg kubeli.aku & herman kembali bersama indra.
"Finish.."kata indra saat kami sampai.
"Udah bro??"tanya herman tak percaya.
"Coba aja,nyalain mesinnya"
Bruuuummm..bruuummmm.bruuuuum
Mobil herman berhasil nyala.herman terlihat senang sekali.indra yg sudah berpeluh peluh keringat juga terlihat puas.
Ku lap keringat nya yg ada diwajahnya dgn ujung baju milikku.
"Eh,nanti kotor nis baju kamu"larangnya.
"Gak papa.kotor kan bisa dicuci.keringet kamu banyak gitu ndra.."kataku tak menghentikan apa yg kulakukan pada indra.
Dia hanya senyum,pasrah mendapat perlakuan dariku.
Lalu indra mencuci tangannya dgn air mineral yg disimpan dimobil dan kami kembali pulang setelah berpamitan dgn herman.
Kami kembali kerumah papa didi.
__ADS_1
"Aku mandi dulu ya..gerah.."kata indra setelah turun dari mobil.
Aku hanya mengangguk menanggapinya.dia pergi ke kamar kami yg ada dilantai 2.
Lalu aku pergi ke kamar mandi di dekata dapur.
Aku mulai mencoba menggunakan testpack yg kubeli barusan.
Hatiku dag dig dug tak karuan setelah melihat hasilnya.ketiga test pack menunjukan hasil yg sama. Dua stripp..
Dan menurut petunjuk di boks pembungkusnya,jika muncul 2 strip warna merah artinya aku positif hamil.
Aku tdk percaya bahkan sampai menutup mulutku dgn tangan kananku sambil masih menatap testpack ditanganku.
Segera aku keluar kamar mandi dan menemui mamah.
Kuketuk kamar mamah.
"Maah..mamah..."panggilku.
"Iya sayang..masuk aja.."
Aku masuk kamar mamah,disana mamah sedang membereskan baju dilemari.
"Kenapa nis?"tanya mamah.
"Sini deh mah,,ini nisa udah test.. Hasilnya sama semua.."
Kataku lalu menunjukan testpack ke mamah.
Mamah memperhatikan dgn seksama.lalu senyum terukir diwajahnya.
"Kamu hamil nis.."kata mamah lalu memelukku senang.
"Beneran mah?nisa hamil??"aku masih tdk percaya.
"Iya..kamu hamil.mending kamu cek dokter kalau gak percaya.indra udah tau?"tanya mamah.
"Belum mah,sengaja nisa belum bilang."
"Ya udah,kasih tau dia deh.pasti dia seneng bgt.."saran mamah.
Aku mengangguk lalu keluar dari kamar mamah berjalan dgn semangat ke kamar ku& indra.
Sampai dikamar,indra sudah selesai mandi,dia sedang mengeringkan rambutnya yg basah.
"Hai.. Kamu mau mandi juga gak nis?nanti aku siapin air anget..airnya dingin,takut kamu masuk angin nanti.."katanya sekilas menoleh kepadaku yg berdiri mematung didepan pintu.
"Boleh"kataku pelan.
Indra menatapku lagi.lalu mendekat.
"Kamu kenapa?"tanyanya penasaran.
"Aku...aku...."
"Kenapa??"tanya indra cemas melihatku yg tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
Lalu ku berikan testpack yg ada ditanganku.
Dia mengambilnya dgn menunjukan kerutan didahinya.
Dia mengamati dgn seksama.
"Nis,,ini kan alat kehamilan ta?trus ini,artinya apa?" indra belum paham lalu balik bertanya padaku.
"Jangan kaget ya.. Kayanya..aku...hamil"dgn memelankan nada saat kata 'hamil' terucap.
Namun indra melotot karena mendengar penuturanku.
"Apa nis??kamu bilang apa??"tanyanya.
"Aku..hamilll"kataku lebih jelas.
Dia diam sesaar,lalu matanya berkaca2.dan mengeluarkan bulir2 bening.dia langsung memelukku erat.
"Serius??kamu beneran hamil?"tanyanya masih mendekapku.
"Iya..insha allah.."kataku tak kalah bahagianya.
"Alhamdulillah ya allah..akhirnya.."dia berteriak gembira.
Lalu membopongku berputar2 saking senangnya.
"Oke..kalau gitu kita ke dokter..kita periksa aja biar lebih yakin.."pinta nya lalu dia menurunkan ku dan segera berganti baju.
Dia terlihat semangat sekali.
Kami menuju rumah sakit langganan kami.namun kali ini tdk bertemu dokter toni.melainkan Dr. Pritasari Dewi Damayanti, SpOG
Kami memilih dokter perempuan demi kenyamanan bersama.
Setelah mengantri,kini giliran kami masuk ke ruangan prakteknya.dokternya baik& ramah.aku menunjukan testpack ku dan kemudian dilakukannya usg.
Dan benar,aku memang hamil.namun kehamailan ku yg masih sangat muda mengharuskan aku utk hati2.
Kehamilan yg berjalan baru 2 minggu ini memang sudah sangat kami tunggu.
Setelah menebus obat yg berupa vitamin diapotik terdekat.indra juga membelikan ku susu ibu hamil.
Kami lalu pulang kembali kerumah papa didi.
Kami berencana menginap semalam.
Dan indra,memperlakukanku lebih dari sebelumnya.dari segalanya,perhatiannya,kewaspadaannya ,kasih sayangnya.
__ADS_1
Dan aku merasa menjadi perempuan paling bahagia didunia ini.
Aku yakin,jika kalian yg berada diposisiku akan berfikiran sama.