Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!

Hei Gadis Indigo (The Series) TAMAAAAAT!!!!
Part 38 eyang sastro


__ADS_3

Aku masih memikirkan penjelasan kak yusuf sambil memandangi arden dan aretha yg asik bermain pasir bersama aim dan aisyah.


Aku tdk menyangka mereka akan menuruni kemampuan ku dan indra.walau aku khawatir karena apa yg akan mereka hadapi nanti tdk lah semudah orang kebanyakan,tapi aku sedikit lega,karena kemampuan mereka saling melengkapi satu sama lain.


Indra mendekati ku lalu langsung memelukku dari belakang sambil ikut memperhatikan anak anak.


"Apa yg kamu pikirkan?"tanyanya lembut.


"Aku lagi males bikin status fb yah.."


Mendengar jawabanku.dia menatapku lalu mencubit kedua pipiku gemas.


"Kok status fb??!!"tanyanya heran.


"Pertanyaan ayah mirip sama kolom status di fb.."kataku cuek.


Dia lalu tertawa dan makin memelukku erat.


"Anak anak kita udah gede nda.."ucapnya sambil tetap melihat ke arden dan arethe.


"Iya.. Masa kecil mulu,bunda capek donk yah.."


Indra makin terkikik mendengar jawabanku yg sedari tadi ngawur.


Namun tiba tiba aku berfikir,dia ada maksud lain dibalik pertanyaan nya itu.


"Jangan minta nambah anak lagi.."kataku.


Dan membuat indra melonggarkan pelukannya.


"Yaahhh,bunda... Baru aja ayah mau bilang gitu .. Pengen kasih mereka adek baru"katanya senyum senyum nakal.


Aku mendengus sebal.


"Udah ya.. Jangan nambah lagi..kan udah pas cwe cwo tuh.."kataku sambil menunjuk anak anak.


Dikira ngurus anak gak repot& capek ya..ya kalo satu,ini dua sekaligus..huft..


Utk sekedar mandi aja sering aku lupakan saking lebih mementingkan anak anak.


"Iya deh.. Ayah juga becanda kok.. Udh cukup mereka aja. "Indra kembali memelukku erat.


Aku kembali melamunkan bagaimana nasib kedepannya anak anak kami.


"Bunda jangan terlalu khawatirin anak anak..ayah yakin,mereka kuat sama seperti kita.kita udah membuktikan kan?selama ini,saat kita bersama sama terus,semua bisa kita atasi.."kata indra yg tau kecemasanku.


"Iya yah.." ucapku lalu makin mengeratkan tangan indra agar memelukku lebih erat lagi.


Sore ini kami habiskan dgn main main dipantai bersama.memang jarang sekali kami dapat liburan bersama sama seperti sekarang ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah membuatkan susu utk aretha dan arden.aku kembali kedapur.indra ada dikamar bersama anak anak.kali ini tugasnya utk menidurkan anak anak.


Bunda nya mau rehat dulu sambil ngopi ngopi. :D


Aku membuat coklat hangat dan kubawa ke ruang tengah sambil ngobrol dgn kak rahma dan kak shinta yg masih menonton drama korea.tontonan wajib kami.


Hampir satu jam aku masih nonton drama korea.jangankan satu jam,ampe pagi pun aku rela.


Sampai indra keluar dari kamar.


"Nda... Tidur yuk..udah malem"ajaknya.


"Eheeemmm"kak shinta berdehem.


"Udah sana.. Ayah memanggil..."kata kak rahma tak kalah isengnya.


Daripada aku jadi bulan bulanan ledekan mereka ,aku lalu ikut indra masuk ke kamar.


Ku lihat anak anak sudah tidur lelap.indra menggandengku sampai ranjang.


Di baliknya tubuhku menghadap dia.


"Bobo donk nda.. Udah jam brp nih.."katanya sambil menunjukan jam tangannya.

__ADS_1


"Hmm.iya ayah.. Filmnya seru.."kataku membela diri.


"Ya udah,bsk lagi kan bisa.." lalu dia mengecup keningku.dan menyuruhku tidur.kami pun akhirnya tidur.


\=\=\=\=\=\=\=


Tek tek tek tek


Kudengar samar samar seperti ada seseorang mengetuk ngetukan jari nya di kaca.


Kubuka mataku perlahan.sambil kulihat sekelilingku.


Namun betapa terkejutnya aku,mendapati anak anak tdk ada disampingku .hanya ada indra saja.


Kemana mereka??


Kubangunkan indra yg masih tidur lelap.


"Yah...ayah... Bangun.. Anak anak.."kataku cemas sambil ku goyang goyangkan tubuhnya agar segera membuka mata.


Tak lama indra mulai bangun dan mengucek ngucek matanya sambil menguap.


Aku tau dia masih sangat mengantuk,krn kami baru 3 jam tidur.


"Ada apa nda??"tanya indra santai krn belum tau anak anak hilang.


"Anak anak kemana??"kataku .


Lalu indra membulatkan matanya melihat disekitar ranjang.dia pun sama paniknya sepertiku.


Lalu dia segera menyingkap selimutnya dan turun dari ranjang.aku pun mengikutinya keluar kamar.


Dgn keadaan ruangan yg temaram membuat vila ini lebih seram dari saat siang hari tadi.


Suasana yg sepi dan mencekam membuatku merapat ke indra.


"Perlu bangun kak yusuf yah?"tanyaku.


"Iya,boleh nda.. Lebih banyak orang yg cari ,lebih baik.biar anak anak cepat ketemu"kata indra.


Aku membangunkan yg lain agar ikut membantu kami.


"Kok bisa ilang nis?"tanya papah.


"Nisa juga ga tau pah,tadi pas nisa bangun anak anak udah gak ada.."kataku cemas .


Kami lalu berkeliling rumah sampai keluar rumah mencari arden dan aretha.


Aku sudah panik sekali karena mereka belum dapat kutemukan.


Aku ikut mencari sampai keluar rumah.


Saat aku ada didekat halaman belakang,aku melihat kak yusuf diam mematung melihat ke dekat batu besar yg ada disana.


"Kak.."panggilku pelan.


"Ssttt.."kak yusuf mengisyaratkan ku utk diam tanpa melepas pandangan didepannya.


Aku pun ikut melihat apa yg kak yusuf lihat ,hingga membuatnya diam tdk bergerak.


Mataku membulat,menyaksikan apa yg ada dihadapan ku.


Arden dan aretha sedang dipangku oleh kakek kakek,berambut putih dan mengenakan baju adat sunda.


Sesekali arden dan aretha diusap usap kepalanya sambil kakek itu tersenyum.


"Kak..siapa dia?"tanyaku berbisik.


"Mmm.. Tanya aja sendri.nanti juga kamu bakal tau siapa.."ucap kak yusuf bikin aku bingung.


Kuberanikan bertanya pada kakek itu.walaupun kutau kakek itu tdk ada niat buruk pada anak anakku.


"Maaf,kakek siapa?"tanyaku sedikit berteriak.


Karena jarak kami agak jauh.

__ADS_1


Kakek itu menatapku sambil tersenyum.


"Sehat kamu nduk?"tanyanya.


Deg!


Hati ku terasa berdesir .aku seperti mimpi.suara ini sangat familiar.walau aku baru sekali mendengarnya dulu,namun aku tdk lupa.bahwa beliau ini adalah...eyang sastro!!


Memang aku belum pernah melihat beliau sebelumnya,saat aku bertemu dgn eyang sastro adalah saat aku kkn dulu.namun dulu,eyang menemuiku dalam bentuk macan putih..


"Eyang sastro...!!"ucapku yakin dgn membulatkan mataku seolah tdk percaya pada apa yg kulihat.


Kusempatkan melirik kak yusuf.


Kak yusuf mengangguk ,berarti memang benar eyang sastro.


"Kok eyang disini?"tanyaku penasaran.


"Eyang mau lihat cicit eyang..tadi ada yg mau mencoba melukai mereka.."kata eyang dgn begitu tenang dan berwibawa.


"Siapa eyang?"tanyaku penasaran.


"Tdk usah terlalu difikirkan.sudah eyang musnahkan.berani berani nya mau melukai keturunanku!!"ucap eyang agak meninggikan nada bicaranya.


Glek


Aku menelan ludah.


Eyang cuma ngomong gitu aja,seluruh badanku merinding ketakutan.


"Ya sudah,eyang pamit.."ucap eyang.


Arden dan aretha kembali kepelukanku.


Dan eyang lalu berjalan ke semak semak,berubah menjadi macan putih yg dulu pernah ku lihat.


Meraum dan kemudian hilang dibalik kegelapan.


Aku pun takjub melihat apa yg kusaksikan barusan.


Sampai indra dan yg lain datang.


"Alhamdulillah..anak anak dah ketemu.. "Ucap indra sambil memeluk mereka.


Aku masih diam sambil menatap indra yg begitu cemas karena anak anak hilang.


Indra menatapku.


"Kamu kenapa nda?"tanyanya lalu berdiri menatapku.


Aretha dan arden dibopong papah dan mamah.lalu dibawa masuk ke dalam.


"Nggak papa kok yah.."kataku.


"Yakin nda?"dia tdk percaya lalu mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajahku.


"Yakin ayah..."


Indra lalu menggenggam tanganku erat.aku memang tdk bisa berbohong sedikitpun dari indra.


Namun dia tdk suka memaksa ku utk menceritakan kegelisahan ku.dia selalu dgn sabar menungguku utk menceritakan sendiri.


Kami masuk ke vila.hari sudah sangat larut.lalu kembali ke kamar masing masing utk melanjutkan istirahat.


Aku dan indra terus menatap kedua buah hati kami yg kini sudah masuk ke alam mimpi mereka.


"Kamu juga hrs tidur nda.. Istirahat.. "Ucap indra sambil membelai wajahku.


"Iya ayah.. Ya udah yuk kita tidur.. Bsk kita pulang ,ayah juga hrs nyetir lagi kan .."kataku sambil mencium telapak tangan indra.


Betapa sempurna hidupku kini,dianugrahi seorang suami yg begitu mencintaiku dari awal kami bertemu hingga sampai saat ini.dan dua orang putra dan putri yg juga istumewa dan luar biasa seperti ayah nya.


~Kamu tdk bisa memilih dikeluarga seperti apa kamu dilahirkan..


Namun kamu bisa memilih,keluarga seperti apa yg akan kamu bentuk~

__ADS_1


__ADS_2