Hello Presdir

Hello Presdir
Let's We Go


__ADS_3

Aksa termenung di kamarnya, menyangga dagunya. Ia menyesali perbuatannya, gara- gara membuat Clara jatuh ia jadi tak bisa ikut ke Bali. Ah, ini sangat menyedihkan.


Aira dan Keno mengintipnya dari luar, mereka terkikik sendiri melihat anaknya yang merenung. Jarang- jarang Aksa seperti itu.


"Aksa..." Aira memasuki kamar Aksa, dan anak itu langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Hey, sayang. Kamu belum makan tadi, ayo makan dulu," bujuk Aira.


"Aksa masih kenyang, keluarlah, Mah. Aksa ingin tidur!" lirih Aksa dari dalam selimutnya.


Keno pun sebisa mungkin menahan tawanya, ia tak habis pikir dengan Aksa. Ternyata anak itu menanggapi omongannya dengan serius. Benar- benar lucu.


"Aksa, ayolah jangan seperti ini. Kami hanya seminggu ke Bali, nggak lama kok," ucap Keno yang semakin membuat Aksa kesal.


"Iya sayang, bukankah kamu sudah besar? Jadi tak apa kan kalau ditinggal seminggu?" Aira menggoyang- goyangkan tubuh anaknya tapi tak kunjung bangun juga.


"Jangan menggangguku! Pergilah ke kamar kalian, bukankah kalian harus mempersiapkan semuanya." Aksa berbicara dengan nada kesal.


"Kamu benar juga, ayo sayang kita persiapkan barang- barang untuk seminggu di Bali," ajak Keno kepada istrinya.


"Iya, Pah. Aksa, Mama ke kamar dulu ya mau menyiapkan semuanya. Kamu kalau ada apa- apa bilang sama Mama."


Aksa tak menjawabnya lagi, ia ingin berteriak saat itu juga. Dirinya tak akan ikut ke Bali, padahal ia sudah menantikan liburan ini. Tapi yang ada ia hanya akan berlibur di rumah.


Anak itu lalu bangun dan menghampiri kura- kura miliknya. Mengusapnya lembut dan memberinya makanan. "Moku, seminggu ke depan kita akan berlibur di rumah. Tak apa kan? Tetap temani aku ya, jangan tinggalkan aku sama seperti mereka."


Aksa tampak meneteskan air matanya meskipun senyum terukir jelas di bibirnya. Ia lalu membawa Moku ke dalam pelukannya dan mengajaknya tidur.


"Kasihan sekali..." lirih Aira, ia dan suaminya masih mengintip anaknya.


"Nggak papa, biarkan saja. Ini sangatlah menyenangkan, kita tunggu reaksinya besok," ucap Keno terkekeh geli.

__ADS_1


*****


Pagi telah menjemput, Keno dan Aira sudah bersiap untuk memberikan kejutan anaknya. Beberapa koper berisi keperluan selama di Bali juga sudah siap, tinggal menunggu Aksa bangun saja.


"Nak Aira...Nak Aksa nggak ada di kamarnya," teriak Bi Ijah.


Aira dan Keno pun terperanjat, mereka lalu memeriksa kamar Aksa dan ternyata benar, Aksa tak ada di kamarnya. Setiap sudut rumahnya pun sudah dicari tapi tetap tak ada.


"Aksa, where are you now?" Aira tak menemukannya. Yang ia temukan hanya secarik memo berisi tulisan 'Selamat berlibur, semoga liburan kalian menyenangkan!'


"Ini semua gara- gara kamu! Aksa pergi karena kamu terus menggodanya. Coba kalau kamu mengatakan yang sebenarnya kepada dia, Aksa pasti nggak akan pergi!" gertak Aira kepada Keno.


"Aku hanya bercanda saja dengannya, aku juga nggak tahu kalau kejadiannya akan jadi seperti ini!" tukas Keno.


"Maaf, sebaiknya kita cari Nak Aksa sekarang. Sepertinya belum jauh dari sini," sela Mang Dadang.


Aira sangat marah dengan Keno, ia mendiamkan lelaki itu. Hatinya campur aduk, ia takut terjadi apa- apa dengan Aksa.


Ponsel Keno berdering, ia pun mengangkat telepon itu sebentar.


"Halo, Mah. Ada apa? Bicarakan saja nanti, Aksa pegi dari rumah. Kami harus mencarinya sekarang!"


"Aksa di rumah Mama, dia pagi- pagi sekali datang kemari. Sendiri lagi, ada apa sebenarnya? Dia terlihat menyedihkan, cepatlah kemari!" seru Maria di balik telepon.


Keno dan Aira pun segera menuju ke rumah Maria. Cukup tenang karena Aksa tak pergi ke lain tempat. Sesampainya di sana, Aira langsung mencari keberadaan anaknya. Aksa berada di kolam renang, anak itu sepertinya baru selesai berenang, ia menjuntaikan kakinya ke bawah dan melamun.


"Aksa sayang, kenapa kamu selalu membuat Mama khawatir, Nak!" Aira memeluk erat anaknya. Aksa tak berkutik, ia hanya diam dan merutuki Omanya karena pasti telah memberitahu Aira dan Keno tentang keberadaannya.


"Ayo ganti bajumu, nanti kamu masuk angin loh." Aira mencoba menggendong Aksa, tapi anak itu langsung menepisnya dan pergi dari sana.


"Aksa... tunggu Mama..."

__ADS_1


"Bukankah kalian akan pergi berlibur? Cepat pergilah, nanti kalau ketinggalan pesawat!" ketus Aksa. Ia segera menuju ke kamarnya dan mengambil bajunya dari ransel yang ia bawa tadi.


"Aksa, jangan seperti ini dong!" ucap Keno.


"Pergilah dari sini! Biarkan aku sendiri! Kalian tak benar- benar menyayangiku!" Aksa membentak Papa dan Mamanya. Air mata keluar begitu saja dari pelupuk matanya, ia tak pernah sesedih ini.


"Aksa, maafkan Mama. Mama sangat menyayangimu." Aira mendekap Aksa, dan anak itu malah semakin tersedu- sedu dibuatnya.


"Kalian nggak sayang sama Aksa!" lirihnya di sela isakannya.


"Mana mungkin, kami sangat menyayangimu." Keno ikut menyejajarkan tubuhnya dan memeluk Aksa.


"Kami hanya bercanda saja, mana mungkin kami akan berlibur tanpamu. Ayo bersiaplah, kita akan berangkat sekarang," ucap Keno mengusap air mata Aksa.


"Benarkah?"


Keduanya mengangguk, Aksa langsung mendekap Papa dan Mamanya. Ia kembali menangis terharu. Anak itu mengecup wajah Keno dan Aira bergantian dengan penuh kasih sayang. "Aku menyayangi kalian, jangan meninggalkanku."


"Mama sama Papa lebih menyayangimu."


"Sudah sana ganti baju, biar nggak ketinggalan pesawat," seru Keno.


"Tapi Aksa benar- benar diajak liburan kan, Pah, Mah?" Sorot mata anak itu masih menyiratkan keraguan. Ucapan Papanya kemarin masih terngiang jelas.


"Tentu saja." Aira langsung mengambilkan baju untuk Aksa, dan memakaikannya dibantu dengan Keno.


Kini Aksa pun sudah siap, sweater panjang berwarna navy dan celana pendek berwarna cream telah membalut tubuhnya. Rambutnya yang basah tadi pun sudah kering. Anak itu sudah siap untuk berlibur.


"Aksa kan belum menyiapkan barang- barang? Kita nanti pulang dulu?" tanya Aksa.


"Astaga, tentu saja Mama sudah menyiapkan semuanya. Kopernya sudah berada di mobil. Let's we gooooo!!!" seru Keno sembari menggendong anaknya dan mengajaknya berlari keluar.

__ADS_1


"Let's we go, Papa!!!"


__ADS_2