
"Selamat pagi Jepang." ucap Aira menggeliatkan tubuhnya. Senyum menghiasi wajah cerianya.
Ia membuka ponselnya untuk memberi kabar Papa dan Mamanya. Mengirimkan beberapa foto dirinya, untuk meyakinkan mereka bahwa dirinya baik- baik saja.
Good Morning, Aira. Selamat beraktivitas, semoga hari mu menyenangkan.
Sebuah pesan yang dikirimkan dari Keno, tak lupa dengan emoticon love di akhir pesan itu.
"Selamat pagi, Keno. Semoga harimu juga menyenangkan." lirih Aira dalam hati.
Di Tokyo waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi dan di Indonesia masih menunjukkan pukul 04.00 pagi. Aira tak mau mengganggu Keno, pasti Keno tidur lagi setelah solat dan mengirimkan pesan itu.
Di sisi lain, Keno merasa sedih karena pesan yang ia kirimkan hanya dibaca oleh Aira. Namun setidaknya Aira masih mau membaca pesan itu, tidak seperti kemarin yang tak terbaca sama sekali.
"Apa kau masih marah denganku?"
"Mengetahui kabar dan memastikan kamu baik- baik saja, adalah salah satu cara yang membuatku tetap bahagia, tapi ini apa? Kau tetap mengacuhkanku." seru Keno, ia pun memandangi foto profil Aira sebagai pengobat rindu. Ia sangat merindukan wanita itu.
***
Aira dan Alfa telah bersiap menjelajah kota matahari terbit itu, walaupun sudah banyak tempat yang Aira kunjungi sebelumnya namun wanita itu tak bosan untuk mengunjunginya lagi.
"Sudah siap memulai hari ini?" tanya Alfa.
"Siap, let's go !!!" ucap Aira penuh semangat.
"Tunggu, kamera mu sudah penuh semua kan baterainya? Nanti kamu nangis lagi kalau tiba- tiba kameranya mati." ledek Alfa.
Aira tersipu malu, "Lihatlah, Aku membawa dua kamera. Lagipula kak Alfa kan juga membawa kamera, nggak papa dong kalau pake kamera kak Alfa."
"Boleh saja, tapi tidak gratis."
"Astaga, kalau begitu nggak jadi aja." ucap Aira sedih.
"Haha, aku bercanda jangan sedih dong. Kamu lucu deh kalau mukanya cemberut gitu." Alfa menangkup kedua pipi Aira gemas.
"Jangan dibuat mainan, nanti kalau pipiku tambah besar gimana?" tanya Aira membuat Alfa tertawa terbahak- bahak.
Alfa dan Aira menuju Tsukiji Fish Market untuk mengawali hari mereka. Pasar ikan yang terkenal itu memang wajib dikunjungi saat pagi hari.
Mereka berkeliling melihat- lihat ikan yang akan dilelang. Jejeran- jejeran ikan dengan berbagai jenis memiliki kesan tersendiri, ini bisa dijadikan hiburan di pagi hari. Pasar Tsukiji buka setiap hari kecuali hari minggu, pasar ini tak pernah sepi dari pengunjung.
Setelah puas melihat ikan, mereka pun menuju ke Tsukiji Fish Market Sushi untuk mencicipi sushi- sushi yang ada di sana.
"Ikura desuka?" tanya Aira kepada penjual sushi.
(Berapa harganya?)
"Sen go hyaku en." jawab Penjual.
(Harganya 1500 yen)
__ADS_1
"Arigatou gozaimasu." ucap Aira setelah memberikan uang 1500 yen kepada penjual.
Setelah puas menikmati berbagai macam sushi di Tsukiji Fish Market, Alfa dan Aira menuju ke Tsukiji Hongan-Ji (Kuil yang terkenal di Tokyo)
"Bagus ya, arsitekturnya bergaya India Kuno." ucap Alfa takjub saat mulai memasuki kuil itu.
Alfa semakin berdecak kagum saat memasuki aula kuil yang interiornya indah dan sangat menakjubkan yang juga ada patung Budha Amithaba.
"Kak Alfa suka ya bangunan- bangunan Kuno seperti ini?"
"Iya, aku sangat menyukai kuil- kuil seperti ini. Oh ya, di Turki juga banyak bangunan seperti ini. Lain waktu kamu harus berlibur juga ke sana, tempatnya sangat menakjubkan." jelas Alfa, ia sibuk memotret kuil indah itu.
"Boleh- boleh." Aira pun sangat antusias, negara selanjutnya yang harus ia datangi adalah Turki.
"Kita mau kemana lagi? Aku nurut saja."
"Ke Ginza saja ya, Kak."
"Mau shopping?"
"Iya, untuk oleh- oleh Mama, Tante Ratna, Hana, dan juga Mega."
"Baiklah, ayo kesana."
Alfa dan Aira segera keluar dari kuil. Alfa tetap menggenggam tangan Aira, berjalan menuju ke Ginza, dimana tempatnya terdapat banyak toko- toko merek terkenal.
"Ayihhh, kenapa susah sekali." Alfa sudah berkali- kali mencoba menulis, namun tulisannya tak ada yang bagus. Ada yang tintanya meleber kemana- mana dan ada juga yanh kertasnya robek.
Aira tertawa melihat Alfa yang kesal karena tak kunjung bisa menyelesaikannya. Sudah banyak kertas yang terbuang, sedangkan Aira dengan mudahnya membuat Shodo.
"Sepertinya kuasku rusak, coba tukar punyamu." ucap Alfa.
"Kuasnya sama saja kok, Kak. Kak Alfa saja yang nggak bisa, hahaha." ledek Aira membuat Alfa semakin gemas.
"Aaaa, kenapa mencoret wajahku dengan tinta sih kak."
"Gemes, kamu sih dari tadi ngetawain mulu. Tuh kan kamu malah lucu kalau ada kumisnya." Alfa tertawa melihat coretan tinta yang terlihat seperti kumis.
***
Di Indonesia...
Sebelum berangkat ke kantor, Keno menuju ke rumah Aira berharap supaya Aira mau untuk diantar ke kantornya.
Namun, sesampainya di rumah Aira, ia tidak melihat penghuni rumah selain para pembantu rumah tangga dan satpam, semuanya sudah berangkat bekerja. Ia pun segera menuju ke kantor Aira.
Di kantor Aira, ia juga tak mendapati wanita yang dicarinya sedari tadi. Ia semakin bingung dengan keberadaan Aira, soalnya tadi ia sudah ke tokonya namun juga Aira tidak ada di sana.
"Lo ngapain kesini, Ken?" tanya Mega.
__ADS_1
"Cari Aira, dia mana? Tadi aku ke toko kue nggak ada, rumahnya juga nggak ada."
"Lo nggak tau ya kalau Aira udah pergi." jawab Sandi.
"Pergi kemana? Kasih tahu cepet !" Keno mulai panik.
"Pergi ninggalin Lo lah, lo sih nyakitin Aira terus, jadi pergi kan dia." jawab Mega ketus.
Pisau tajam seakan menusuk dada Keno, ia tidak menyangka kalau Aira benar- benar pergi meninggalkannya. Bahkan tidak berpamitan dengannya ataupun Mamanya.
"Dia pergi kemana? Aku mau menyusulnya, tolong kasih tau." ucap Keno penuh harap.
"Aira sih bilangnya nggak boleh kasih tahu lo, tapi karena gue baik hati, gue bakal kasih tahu." ucap Sandi.
"Buruan kasih tahu dia pergi kemana !"
"10 Juta dulu, transfer ke rekening gue sekarang ya, Bos." seru Sandi menepuk bahu Keno.
Keno pun segera mentrasfer uang yang diminta Sandi, uang 10 juta baginya tak ada apa- apanya karena kabar dari Aira lebih penting.
"Thanks ya, Bro. Lo terbaik emang yuhuuu." Sandi senang saat mendapat notifikasi dari ponselnya kalau Keno benar- benar mengirimkan uang untuknya.
"Sekarang kasih tahu Aira pergi kemana? Dia pergi kemana ?!!!"
"Dia pergi ke Jepang, kalau hotelnya gue lupa. Pokoknya deket Bandara Haneda kalau nggak salah."
Tanpa basa- basi Keno pun segera pergi, ia menyuruh Frido untuk memesankan tiket pesawat hari ini juga dan juga menyuruhnya untuk melacak hotel Aira.
"Kok kamu pinter sih sayang." ucap Mega.
"Iya dong sayang, lumayan kan 10 Juta buat jajan haha."
Keno akan menyusul Aira, ia akan melakukan penerbangan ke Tokyo siang hari. Presdir itu semakin tidak sabar untuk menemui Aira, apalagi setelah Frido melacak keberadaan Aira dimana dia tidak pergi sendiri melainkan dengan Alfa membuat hatinya semakin panas.
"Ahh shittt ! Kenapa si tengik itu bisa pergi bersama Aira, untuk apa Aira pergi dengannya." ucap Keno kesal.
.
.
.
.
.
Hai para pembaca setia "Hello Presdir"🤗
Semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan selalu ya😍
Oh ya, jangan lupa baca cerita aku yang baru, Judulnya "Young Marriage" terima kasih🤗🤗🤗
__ADS_1