
Sudah 3 hari Keno dan Aira di Jepang, mereka juga sudah banyak mengunjungi tempat- tempat menarik di Negeri Sakura itu.
Namun 3 hari bersama, Aira masih mengacuhkan Keno. Ia sedikit bicara dengannya, hingga membuat Keno kesal. Tapi, Keno tetap tidak menyerah. Ia tetap berusaha membujuk Aira meskipun wanita itu belum bisa memaafkannya.
Dan hari ini, Aira akan pergi ke Disneyland Tokyo. Tempat terakhir yang harus ia kunjungi dan mendapatkan informasi untuk dijadikan berita.Rambut panjang yang ia ikat berbentuk bun, dengan berbalut kaos lengan pendek, jeans hitam, dan sneakers putihnya ia sudah siap memulai harinya.
"Hey, mau kemana hari ini? Kenapa tidak menungguku sih." seru Keno, ia lalu berlari mengikuti langkah Aira yang keluar dari hotel. Ya, Aira memang tidak menghiraukan Keno, tapi anak itu selalu mengikuti Aira di belakang.
"Ayo kita pergi." Keno menggenggam erat tangan Aira.
"Lepasin nggak."
"Nggak akan, kau mau sampai kapan marah denganku? Aku kan sudah berkali- kali minta maaf denganmu."
"Kau pikir aku akan memaafkanmu semudah itu? Kau membentakku, menuduhku yang tidak- tidak, dan meninggalkanku di pantai itu sendiri. Apa kau pikir aku yang membuat Ellen sakit? Huh, menyebalkan sekali." Aira marah, ia pun mempercepat jalannya.
"Jangan diungkit lagi, aku memang bodoh saat itu. Sudah ya, jangan marah lagi." Keno mengatupkan kedua tangan dan memasang wajah imutnya.
"Bodoamat !"
Mereka terus berdebat di sepanjang perjalanan, membuat penumpang bus yang lain menatap ke mereka dan menertawakan. Hingga tak terasa mereka telah sampai di Tokyo Disneyland dengan tetap menggenggam tangan satu sama lain.
"Lepasin dulu, nih tolong bawain kameraku yang satunya dan ini tas ku bawain juga ya. Aku mau ambil foto dulu."
"Hah? Jadi aku cuma kamu suruh bawa barang- barangmu? Hey, jatuh dong jiwa presdirku, nggak banget deh."
"Diem, salah sendiri ngikutin aku tadi. Ya aku manfaatin sekalian dong, daripada nganggur." Ucap Aira dengan senyum kemenangan.
"Cihh, menyebalkan sekali. Untung aku sayang, coba kalo engga udah aku buang ke laut." Keno pun mengikuti di belakang Aira. Mulutnya tak henti- hentinya untuk merutuki Aira. Sedangkan, Aira malah senang telah mengerjai Keno.
"Ra, udah ayo. Capek dari tadi jalan mulu."
"Bentar, belum ada yang bagus ini fotonya. Kamu duduk aja dulu."
"Biar aku aja sini, kamu mah nggak ada bakat jadi fotographer."
Keno merebut kamera milik Aira dan mulai memfoto objek- objek menarik. "Tuh lihat, bagus kan kalo aku yang ngefoto."
"Hm."
"Kita foto dulu yuk, Mama pengen punya foto kita berdua. Buat story WhatsApp katanya."
"Hylyh, paling juga kamu yang pengen bukan Mama."
__ADS_1
Keno terkekeh, ia lalu meminta tolong kepada salah satu pengunjung untuk mengambil gambar dirinya. Mereka berpose di depan Disneyland.
"Airaa, senyum dong. Tempatnya itu udah bagus kamunya malah cemberut. Ih nyebelin." kesal Keno saat Aira dari tadi tak senyum ketika di foto.
"Arigatou Gozaimasu." seru Aira.
"Iie, doutashimashite. Aaa, Anata wa oniai no kappurudesu. Itsumo shiawase kudasai." ucap orang itu membuat Aira malu sedangkan Keno mengernyitkan dahinya karena sedikit tidak mengerti artinya.
(Sama- sama. Kalian pasangan yang serasi, semoga bahagia selalu)
"Inori o arigatou, itsumo shiawase mo." balas Aira.
(Terima kasih, semoga kau juga bahagia selalu)
"Apa artinya?" tanya Keno.
"Oh itu, katanya kamu orangnya nyebelin, kelihatan nakal banget. Terus nyuruh aku buat cari cowok lain aja jangan sama kamu." ucap Aira berbohong, membuat Keno berdecak kesal.
"Lalu kamu jawab apa sama dia?"
"Aku bilang kalau kamu itu emang nyebelin dan nakal, terus aku juga mau cari cowok lain."
"Airaaaa." teriak Keno, namun Aira sudah berlari. Keno pun mengejarnya membuat mereka jadi kejar- kejaran mengelilingi Disneyland.
Tak terasa hari mulai sore, mereka telah menelusuri World Bazar, Fantasy Land, Toon Town, Critter Country, Adventure Land, Western Land.
Pemandangan indah terpampang di sepanjang perjalanan, dengan asrinya tanaman-tanaman, rapihnya gedung perkantoran, maupun lewat di bawah jembatan-jembatan yang begitu banyaknya di sepanjang sungai itu. Kesibukan Tokyo di sore hari terlintas masih tampak di negeri yang penduduknya memiliki etos kerja tinggi ini.
Sesampainya di stasiun Kawaguchiko mereka harus berjalan selama 15 menit untuk menuju ke danaunya. Tentu saja ini sangat melelahkan, namun Aira selalu menikmati di setiap langkahnya.
"Capek?"
"Sedikit."
"Sebentar lagi sampai kok, nanti juga akan terbayarkan lelahmu." ucap Aira.
Mereka pun sampai di danau kawaguchiko, menyusuri tepinya seraya memandangi gunung Fuji dari sana.
Semburat warna merah di langit pun sudah terlihat, lelah mereka terbayarkan sudah dengan keindahan senja di danau Kawaguchiko. Mereka menikmati senja dengan duduk di tepi danau.
"Senja indah ya, namun dia hanya sesaat. Datang dengan keindahannya, lalu ia pergi begitu saja dengan cepat. Tergantikan dengan kehampaan malam yang sunyi." seru Aira.
"Senja mengajarkan bahwa menanti itu tidak mudah, berjuang pun juga sama susahnya. Apalagi harus berjuang menunggu seseorang dalam ketidakpastian."
"Apa maksudmu?" tanya Aira menoleh ke arah Keno.
__ADS_1
"Aku sudah berjuang beberapa hari ini, tapi kamu masih belum bisa menerimaku kembali. Kenapa kau tidak memberiku kepastian? Mau sampai kapan kita seperti ini?"
Aira terdiam, ia sadar kalau Keno benar- benar telah memperjuangkannya kembali. Namun, ia masih memerlukan kepastian dari hati kecilnya. Ia takut kalau kejadian dulu terulang lagi.
"Maaf..." lirih Aira sendu.
"Tak apa, aku akan selalu berjuang untuk meluluhkanmu lagi." ucap Keno lalu memeluk tubuh Aira dari samping.
"Sepertinya kau kedinginan, pakailah sweaterku." Keno melepas sweaternya.
"Tidak perlu, kau saja yang pakai. Lebih baik kita mencari makan malam dulu setelah itu kembali ke hotel."
"Kau yakin akan kembali ke Indonesia besok pagi?"
"Kenapa memangnya? Kau lebih suka kalau aku di sini ya, sehingga kau nanti bisa bebas dengan wanita lain?"
Keno menggaruk tengkuknya, apa yang dikatakannya ternyata membuat Aira malah semakin marah.
"Tidak, bukan seperti itu. Kau kan suka Jepang jadi kau bisa di sini lebih lama dan aku akan menemanimu. Tenang saja aku tidak akan mencari wanita lain, tapi kalau kau terus- terusan marah aku akan menca-"
"Jangan dilanjutkan !" seru Aira menutup mulut Keno dengan jari telunjuknya. Keno gemas, ia pun menggigit jari Aira lalu terkekeh karena Aira memekik kesakitan.
"Huh, menyebalkan ! Apa kau lapar sehingga jariku saja kau gigit."
Keno pun semakin keras tertawanya. Kemudian ia mengajak Aira untuk pergi ke Tanuki Chaya (tea house) untuk menyantap Dango (camilan manis khas Jepang yang terbuat dari tepung beras) dan matcha float.
Setelah perut terisi mereka pun segera kembali ke hotel untuk packing dan beristirahat karena besok pagi harus segera kembali ke Indonesia.
"Terima kasih untuk hari ini, meskipun kau sangat menyebalkan." ucap Aira.
"Menyebalkan tapi kau mencintaiku, Kan?"
"Nggak !" ketus Aira membuat Keno tertawa gemas.
.
.
.
.
.
Part di Jepangnya cukup sampai sini ya, maaf kalau part di Jepangnya membosankan hehe🙏🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa votenya teman- teman😢😢😢