Hello Presdir

Hello Presdir
Hello Jepang


__ADS_3

Pagi telah menyambutnya, kini Aira sudah rapi dan telah bersiap untuk melakukan penerbangan ke Jepang, negeri matahari terbit.


Senyum merekah selalu terselip sejak tadi malam, ia sudah tak sabar melangkahkan kakinya ke negara itu. Sudah lama ia tak berkunjung ke sana, terakhir ke sana adalah satu tahun yang lalu. Dengan siapa? Tentu saja dengan Raka, adik iparnya.


Dan sekarang, Aira akan ke sana dengan Alfa. Kok bisa? Karena Alfa juga memiliki rencana berlibur ke Jepang tapi bulan depan, saat mengetahui Aira akan pergi ke Jepang juga ia segera memindahkan jadwalnya supaya bisa pergi bersama Aira.


Alfa pergi ke Jepang hanya tiga hari saja, sedangkan Aira? Ah tidak tahu, mungkin lebih lama dari Alfa. Ia masih ingin menenangkan dirinya, melupakan hal- hal menyakitkan akhir- akhir ini.


"Sayang, jangan lama- lama perginya. Mama bakalan kangen banget nih sama kamu." Bu Mira berkaca- kaca seraya memeluk anaknya, ia tidak rela jika Aira pergi jauh darinya.


"Mamah, Aira cuma ke Jepang bukan pindah planet. Kenapa sedih sih, Aira juga nggak bakal lupa jalan pulang kok," seru Aira menggelakkan tawa orang- orang yang mengantarnya ke Bandara Soekarno-Hatta.


"Papa juga kenapa sedih, katanya cowok gini aja sedih. Jadi Papa itu engga boleh nangisan," ledek Aira saat melihat Papanya meneteskan air mata.


Pak Andi pun segera menyeka air mata di sudut matanya, ia sangat malu dibuatnya. Bagaimana bisa anaknya sendiri meledek dirinya di depan banyak orang.


"Udah sana pergi aja, bikin malu papa saja. Ngeledekin Papa terus."


"Dihh ngusir, nanti kalau Aira nggak pulang beneran Papa jangan nyesel ya," goda Aira, ia pun langsung memeluk papanya.


"Nak Alfa, tante titip Aira ya. Tolong jaga dia baik- baik."


"Itu pasti tante, tenang saja. Tante tidak perlu khawatir jika Aira bersama Alfa," jawab Alfa lembut.


Aira dan Alfa segera mengantri di gate sesuai dengan instruksi dari pengumuman. Setelah menunjukkan boarding pass, mereka pun naik ke dalam pesawat.


"Jepang, I'm coming !!!" seru Aira layaknya anak kecil, ia sudah tak sabar menginjakkan kakinya di negeri sakura.


Perjalanan ke Jepang membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam 20 menit.


"Heyy bocil, apa kau tidak mau bangun? Kita sudah mau sampai loh," seru Alfa membangunkan Aira yang tengah tidur bersandar di pundaknya.


Aira menggeliat, tubuhnya terasa pegal karena terlalu lama duduk di pesawat.


"Aku masih mengantuk kak," seru Aira kembali menyandarkan kepalanya di bahu Alfa.


"Sudah tidur lama masa masih mengantuk, dasar bocil." Alfa gemas, ia mencubit pipi Aira.


Mereka telah sampai di Bandara Haneda, Tokyo. Bandara ini terletak 14 km sebelah selatan stasiun Tokyo. Bandaranya sangat besar dan ramai. Butuh waktu lama mereka menunggu kopernya muncul di atas baggage conveyor.


Aira dan Alfa menuju ke pintu keluar, petugas memastikan baggage tag yang menempel di koper mereka sesuai dengan boarding passnya.


"Jepang, I'm back yuhuuu," jerit Aira merentangkan kedua tangannya, membuat Alfa terkekeh. Aira tampak begitu senang saat tiba di Jepang.


Orang suruhan Alfa sudah menunggu mereka di depan Bandara, mereka pun menuju ke hotel yang telah disiapkan Pak Yamada, orang suruhan Alfa.


"Kamarku di sebelah sini, kalau butuh apa- apa masuk saja," seru Alfa. "Istirahatlah dulu, nanti malam kita akan keluar."


"Baiklah, nanti malam kita pergi ke Shinjuku saja ya kak. Aku pengen kesana lagi."

__ADS_1


"Siap, masuklah. Selamat beristirahat bocil."


***


Seperti yang sudah dikatakan sore tadi, Alfa dan Aira berjalan- jalan ke Shinjuku. Shinjuku ini adalah pusat kota Tokyo dan salah satu distrik utamanya adalah bisnis. Tempatnya selalu ramai saat siang maupun malam hari. Di sana terdapat gedung- gedung pencakar langit. Kita akan dimanjakan dengan pemandangan kota yang gemerlap penuh ala kota metropolitan.


"Bagus ya tempatnya."


"Iya kak, apalagi kalau malam gini. Kita mau makan malam dimana kak?" tanya Aira.


"Hm, bagaimana kalau di Meinya Kaijin saja?"


"Boleh boleh, aku masih ingat tempatnya. Ayo kak." Aira menarik tangan Alfa dan mengajaknya berlari- lari kecil.


Aira dan Alfa pun langsung disambut oleh pelayan restoran itu.


"Konbanwa." seru pelayan itu seraya membungkukkan badannya.


(Selamat Malam)


"Konbanwa."


"Irasshaimase, Gochumonwa."


(Mau pesan apa? )


(Ramen Spicy halal 2 dan tehnya dua )


"Arataki Shii Ramen o futatsu to koucha o futatsu desune."


(Memastikan pesanan )


"Hai."


(Iya benar)


"Kashikomarimashita." ucap pelayan itu lalu pergi setelah membungkukkan badannya.


(Baik, saya mengerti )


Aira tak lupa mengabadikan momen itu, ia mengeluarkan kameranya dan memotret isi ruangan restoran halal di Shinjuku itu.


"Kamu lancar sekali berbahasa Jepang. Aku tadi baru mau buka google translate, eh kamu malah udah nyerocos aja haha." ucap Alfa terkekeh.


"Tadi kakak juga membalas ucapan pelayan itu, aku kira kakak juga bisa bahasa Jepang."


"Hanya konbanwa, konnichiwa, ohayou, arigatou, sumimasen saja."


"Hanya salam- salam saja. Wahh kakak belajar sama aku dulu nih harusnya," ledek Aira.

__ADS_1


"Tentu, tapi kau juga harus belajar."


"Belajar apa?" tanya Aira penasaran.


"Belajar mencintaiku, aku mencintaimu, Ra. Ku harap kau bisa jatuh cinta juga kepadaku," ucap Alfa tulus.


Aira terhenyak seketika, "Maaf kak," lirihnya menunduk.


"Tidak apa, aku akan setia menunggumu."


Setelah selesai makan malam, mereka kembali berjalan- jalan menikmati suasana Shinjuku. Melihat lampu terang benderang dan tari- tarian, melihat orang- orang yang langsung berbaur dengan jalan.


Hal terbaik yang harus dilakukan adalah berhenti di toko, membeli es cream untuk di jadikan teman menjelajah jalan- jalan terang yang menakjubkan itu.


"Sudah berapa foto yang kau ambil?" ledek Alfa karena sedari tadi Aira tak lepas dari kamera dan memotret tempat menakjubkan itu.


"Entahlah, mungkin memorinya sudah hampir habis haha."


"Kita pulang sekarang ya?" ajak Alfa.


"Tapi aku masih mau foto- foto lagi, kak."


"Besok kan masih bisa ke sini lagi, ini sudah malam. Kita harus segera istirahat, besok akan kita habiskan untuk berkeliling Tokyo lagi."


"Hm baiklah," jawab Aira lesu.


Aira enggan sekali untuk kembali ke hotel, masih banyak tempat yang harus ia kunjungi lagi. Namun, perkataan Alfa benar juga, ia harus beristirahat karena hari esok akan lebih menyenangkan.


"Apa kau lelah?" tanya Alfa.


"Sedikit."


Alfa segera membungkukkan badannya, "Ayo naiklah, aku akan menggendongmu."


"Engga perlu kak, aku jalan kaki saja. Tubuhku berat nanti kakak lelah."


"Nggak papa, ayo naiklah ke punggungku."


Karena Alfa memaksa, Aira pun segera naik ke punggung dan mengalungkan tangannya ke leher Alfa.


"Kenapa kau ringan sekali? Apa kau tidak pernah makan?" tanya Alfa.


"Jangan meledekku, Kak. Aku itu tau kalau aku berat haha."


Alfa terkekeh, "berat atau tidak aku akan tetap menggendongmu. Bahkan aku kuat kok jika menggendongmu kembali ke Indonesia."


"Iya kuat, tapi nanti sesampainya di Indonesia tulang kakak patah semua haha."


Aira menyandarkan kepalanya di pundak sebelah kiri Alfa, dan berceloteh layaknya anak kecil. Alfa tetap menggendong Aira sampai ke hotel, walaupun ia juga lelah karena berkeliling Shinjuku tadi. Namun, ia sangat senang bisa sedekat itu dengan Aira dan berharap ini tidak hanya sebentar saja.

__ADS_1


__ADS_2