
"Tidur yang nyenyak istriku !"
"Ah ! Menyebalkan sekali kau itu !" gerutu Aira.
Aira memilih untuk memejamkan matanya dan terlelap ke alam mimpi. Namun, sudah berkali- kali menguap dan menutup matanya ia tak bisa tidur juga. Mungkin, karena ia tidak tidur dalam dekapan Keno.
Ia melirik ke arah Keno, dilihatnya Keno sudah tertidur dengan pulas. Aira semakin kesal, harusnya Keno tak bisa tidur sama seperti dirinya. Ia pun mendekati suaminya itu, dan menusuk- nusukkan jarinya di pipi Keno berusaha membangunkannya. Tapi, lelaki itu tak bangun juga. Karena kasihan tidur di sofa yang tak begitu luas, Aira memilih untuk mengajak Keno pindah ke ranjang.
"Ken, bangunlah...Ayo pindah ke ranjang." Sudah lima kali berteriak, Keno tak bangun juga. Dan akhirnya Aira memutuskan untuk menyeret tubuh Keno ke ranjang.
"Ahh ! Kenapa tubuhmu berat sekali..." lirih Aira ketika baru beberapa langkah menyeret tubuh Keno. Ia memegang kedua kaki Keno dan menyeret- nyeretnya sampai ke ranjang. Anehnya, Keno tak bangun juga seakan tak merasakan apapun. Padahal sudah beberapa kali kakinya dijatuhkan Aira dengan kasar.
"Hufftttt akhirnya..." Aira berhasil memindah tubuh Keno sampai ke ranjang, butuh waktu 20 menit mungkin. Ia segera menyeka keringat yang memenuhi dahinya karena telah berolahraga malam- malam.
Baru saja merebahkan tubuhnya, ia mendengar suara orang tertawa, yang tak lain adalah suaminya sendiri.
"Ayihhh ! Kau belum tidur rupanya, kenapa enggak ngomong dari tadi sih. Menyesal aku sudah menyeretmu." Ara kesal, ia menimpuk Keno dengan guling di sampingnya.
"Kau itu menggemaskan sekali, tadi menyuruhku untuk tidur di sofa, kenapa sekarang kau mengajakku tidur di ranjang?"
"Apa kau enggak bisa tidur karena nggak ada aku yang tampan dan mempesona ini," goda Keno.
"Dihhh, jadi orang tuh jangan kepedean. Aku tuh cuma kasihan aja dan nggak mau jadi istri durhaka. Masa iya presdir Sanjaya Group tidur di sofa," tukas Aira.
"Baiklah baiklah, Nyonya Keno. Karena suamimu sudah di sampingmu, sekarang tidurlah." Keno mendekap tubuh Aira dengan erat.
"Anteng dong tangannya, jangan kemana- mana," seru Aira tatkala tangan Keno mulai meraba tubuhnya.
"Bagaimana kalau aku melakukannya lagi malam ini? Biar cepat ada Keno junior di sini," ucap Keno menggelitiki perut Aira.
"Hufftt, baiklah. Tapi, jangan lama- lama."
"Nggak janji, mungkin kita akan tidur jam tiga pagi seperti biasanya."
***
Semalam Keno benar- benar tak membiarkannya istirahat sedetik pun. Pagi ini, Aira memutuskan untuk berbelanja bulanan, mumpung weekend dan tidak ada pekerjaan di rumah.
"Bi, biar Aira saja yang belanja bulanan, ya. Bibi catat semua barang yang dibutuhkan saja," ucap Aira kepada Bi Ijah.
"Nggak mau dibantuin sama Bibi, Nak Aira?"
"Nggak perlu, Bi. Bibi istirahat di rumah aja sama Mang Dadang."
"Baiklah, Nak. Bibi mau mencatat dulu, ya."
Usai mengambil catatan dari Bi Ijah, Aira segera masuk ke mobil. Betapa terkejutnya ia saat melihat Keno yang sudah berada di dalam mobilnya.
"Ayihh, kau itu mengejutkanku saja. Cepat turunlah, aku ingin belanja," seru Aira.
"Enggak mau, aku akan menemanimu berbelanja. Ayo berangkat bu sopir," ujar Keno. Ia duduk manis di samping Aira.
Karena tak mau berdebat, Aira terpaksa mengiyakan. Ia segera melajukan mobilnya dan membiarkan Keno bertingkah semaunya.
"Kenapa dari tadi diam saja? Kau masih marah denganku?"
"Tentu saja," jawab Aira ketus.
"Ayihh, jangan marah gitu dong. Nanti tambah cantik loh."
"Bodoamat Bambang ! Pokoknya aku akan marah kalau kamu belum membebaskan Mamanya Kak Alfa."
__ADS_1
Keno terdiam, ia mencebikkan bibirnya kesal. Ia tidak bisa jika terus menerus melihat istrinya marah dengannya.
"Kalau aku membebaskan dia, kau mau memberiku hadiah apa?"
"Permen, coklat, es cream, rainbow cake favoritmu." Aira menjawab tanpa menoleh ke arah suaminya. Ia tetap fokus mengemudikan mobilnya.
"Ah aku tidak mau itu, kau pikir aku anak kecil. Yang lain !"
"Tapi aku nggak bisa ngasih kamu apa- apa selain itu," tukas Aira.
"Bagaimana kalau kita bermain setiap malam, saat makan kau menyuapiku, dan pokoknya memanjakanku setiap saat, Bagaimana?"
Bermain setiap malam? Ah, kau mau membuatku lemas terus setiap harinya? ucap Aira dalam hatinya. Ia bergidik ngeri membayangkannya.
"Baiklah- baiklah. Tapi janji kau harus membebaskannya hari ini?" Aira dan Keno saling menautkan jari kelingking mereka pertanda setuju dengan keputusan yang telah diambil.
"Promise."
***
Aira segera memasuki supermarket untuk membeli semua keperluannya. Berkeliling dengan mendorong troli yang sudah penuh membuatnya sangat lelah. Memangnya dimana Keno? Keno asyik membuat konten untuk youtubenya. Dia memanfaatkan Aira untuk kontennya kali ini.
Sejak memasuki supermarket, ia menyalakan kameranya dan mengarahkan ke Aira. Mulailah Keno berceloteh dengan riangnya, sedangkan Aira hanya diam saja dan memberikan senyum terpaksanya.
"Sudah belum, Ken?" tanya Aira. Ia mulai lelah karena mengikuti kemauan Keno beginilah, begitulah. Sungguh, Aira ingin mencakar wajah suaminya itu, tapi suaminya terlalu tampan jadi tak tega untuk mencakarnya.
"Sudah, terima kasih istriku." Keno mendaratkan satu kecupan di puncak kepala Aira.
"Sudah dibilang kalau nyium tuh di rumah, jangan di tempat yang ramai gini."
"Kamu istirahat saja, ya. Biar aku yang mengantri di kasir." Keno segera mengambil alih troli dan membawanya menuju ke kasir. Sedangkan Aira, ia duduk menunggunya di depan supermarket dan tetap mengawasi anak itu.
Bukannya menghindar, Keno malah melayani para wanita ganjen itu. Ia juga nampak senang ketika dirinya diserbu para wanita. Semua wanita tentu saja terpikat dengan Presdir tampan itu. Itulah yang membuat Aira takut kehilangan Keno, takut kalau Keno jatuh cinta lagi dengan orang lain.
"Pantes aja mau ngantri, ternyata banyak cewek di sana, huh. Awas saja kau," gerutu Aira.
Beberapa menit kemudian, Keno telah keluar dari supermarket. Ia segera memasukkan barang belanjaan ke mobilnya dan menghampiri Aira yang wajahnya terlihat masam.
"Kenapa cemberut sih?" tanya Keno mengacak- acak rambut Aira.
"Pantes aja ya kamu mau ngantri, ternyata banyak cewek di sana. Kau senang 'kan dikerumuni cewek- cewek itu." Aira meletakkan tangannya di dada dan tak mau menatap Keno.
"Kau cemburu?" tanya Keno. "Aku senang kalau kau cemburu seperti ini, mulai sekarang aku akan membuatmu cemburu terus," tambah Keno, ia tertawa gemas.
"Aku itu tidak cemburu, hanya kesal saja."
Tiba- tiba, Keno menggendong Aira ala bridal style menuju ke mobil. Banyak orang yang menyaksikannya, mereka bersorak- sorai dan banyak yang baper dengan kelakuan pasutri itu.
Aira menenggelamkan wajahnya di dada Keno, ia sangat malu karena menjadi tontonan orang banyak. Apalagi Keno semakin gencar menciumnya.
"Jangan malu gitu dong !"
***
"Ken, kita ke Mekdi yuk," ajak Aira.
"Ada varian baru, pengen coba Blu- Nana waffle cone, Banana choco pie, sama Minions potato, boleh ya..." rengek Aira.
Keno tampak menghembuskan nafasnya panjang, kalau Aira sudah memasang wajah imutnya dan merengek seperti itu ia tidak bisa berkata- kata lagi. Ia pun menepikan mobilnya ke McD.
__ADS_1
Baru saja mau masuk, Lagi- lagi banyak para wanita berhambur dan mendekati Keno. Aira merasa tersisihkan kalau sudah seperti ini. Siapa sih yang tak mengenal Keno, selain terkenal karena ia adalah Presdir Sanjaya Group, Keno juga seorang selebgram dan youtuber dengan followers yang sangatlah banyak.
"Mbak, boleh fotoin sama Pak Presdir, nggak?" seru salah satu wanita itu seraya menyodorkan ponselnya kepada Aira.
"Maaf ya, saya sibuk. Fotonya lain kali saja !" Keno menarik Aira dan langsung mengajaknya masuk. Ia sangat tidak suka dengan wanita- wanita tadi yang bersikap seenaknya saja terhadap istrinya.
"Kenapa nggak jadi foto sama mereka?"
"Yang boleh foto sama aku cuma kamu dan keluarga saja," jawab Keno yang membuat Aira semakin jatuh hati dengannya, ternyata Keno memikirkan perasaannya.
Usai makan, mereka hendak pulang. Namun, Keno melihat komunitas anak- anak pemain skateboard di depan McD. Ia pun tertarik untuk bermain.
Dengan memberikan uang beberapa lembar kepada anak itu, akhirnya Keno dipinjami satu skateboard mereka. Keno pun segera berkeliling menggunakan skateboard itu.
"Hati- hati ! Pelan- pelan saja, kau bisa jatuh nanti," seru Aira.
"Tenang saja, aku sudah terlatih," tukas Keno.
Dan benar saja, Keno layaknya orang yang sudah terlatih. Bahkan ia juga lihai melakukan berbagai gaya dalam bermain, seperti Ollie, Kickflip, Tail Grab, dan masih banyak lagi.
Keno sangatlah multitalend, Aira semakin takjub dengannya. Aira tak berhenti bertepuk tangan atas aksi- aksi Keno.
"Mau mencobanya?" tanya Keno kepada Aira.
"Aku nggak bisa. Tapi, bolehkah kau mengambil foto untuk aku posting di instagram?"
"Tentu saja." Keno langsung mengambil kameranya di dalam mobil dan menyuruh Aira berpose sedemikian rupa.
"Iya begitu bagus," seru Keno.
"Coba lihat hasilnya." Aira langsung melihat hasil jepretan suaminya. "Ah ini jelek, ganti gaya lain."
"Kamu naik ke skateboardnya, jangan lupa senyum !" pinta Keno.
Cekrek cekrek
"Nah, kalo gini bagus. Followersku pasti mengira kalau aku bisa main skateboard, padahal cuma buat foto doang," ujar Aira terkekeh.
"Pencitraan !"
"Heyy biarkan, kau diam saja."
"Iya- iya istriku..." Keno menangkup kedua pipi dan mencium bibir Aira.
.
.
.
.
.
Maaf ya ceritanya gaje😭
Eh, tapi, jangan lupa likenya🙂
__ADS_1